BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Deskripsi Lembaga
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Deskripsi Lembaga a. Profil lembaga
Meminjam nama pahlawan untuk dijadikan nama sebuah lembaga ternyata juga tidak membuat lebih mudah seperti yang dibayangkan, akan tetapi tetap membutuhkan berbagai macam perjuangan yang banyak menguras tenaga, fikiran dan materi. Awal Pondok Pesantren Diponegoro berdiri tidak langsung diisi oleh santriwan santriwati yang santun dan pandai mengaji seperti yang sekarang ini, akan tetapi pada awal berdirinya yayasan ini lebih banyak dihuni oleh mereka yang berasal dari jalanan (gelandangan) dan anak yang berasal dari keluarga yang bermasalah.
Pada tahun 1999 berawal dari latar belakang diatas Yayasan Pon Pes Diponegoro memutuskan untuk memfokuskan pendidikan pada anak asuhnya dengan memisahkan antara anak santri, anak panti, dan anak jalanan. Untuk menampung mereka yang berasal dari jalanan dan keluarga yang bermasalah akhirnya berdirilah Rumah Singgah dan Belajar Diponegoro (RSB Diponegoro) tepatnya pada tanggal 21 Juni 1999 dan pertama kali berkantor di Gaten Catur Tunggal Depok Sleman Yogyakarta. RSB Diponegoro pertama dipimpin oleh Muhammad Khoeron, S.Ag (1999-2000).
Diteruskan masih dalam masa rintisan Rumah Belajar Anak Jalanan (RBAJ) dipimpin Muhsin Kalida, S.Ag (2000-2004). Periode tumbuh RSB dipimpin oleh Fauzan Satyanegara, S.Pd.I (2004-2009). Periode berkembang RSB dipimpin Muhammad Dafiudin, S.Th.I (2009-2010) dan Periode membangun saat ini RSB dipimpin kembali oleh Fauzan Satyanegara. M.Pd.I (2009- sekarang).
RSB Diponegoro merupakan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang didirikan sebagai sayap lembaga Yayasan Pondok Pesantren Diponegoro yang menangani pengamen anak, yatim/piatu dan dhu’afa dengan akta notaris No.36 Tanggal 21/Juli/YPPP Diponegoro/1999/Muhammad Agus Hanafi, SH. RSB Diponegoro didirikan sebagai bentuk kepedulian dan tindakan terhadap permasalahan anak jalanan dan terlantar.
b. Visi dan Misi Lembaga 1) Visi
a) Memberikan pelayanan kepada anak jalanan, anak-anak terlantar dan kaum dhu’afa dalam mengembangkan aspek individu, mencapai kematangan emosional dan spiritual.
b) Membantu anak jalanan dalam pengembangan aktualisasi diri dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik. 2) Misi
Untuk mewujudkan sebuah visi tersebut, Rumah Singgah dan Belajar Yogyakarta merumuskan misi sebagai berikut: a) Upaya perlindungan hak dasar anak mencakup; hak hidup,
hak tumbuh kembang, hak identitas.
b) Memfasilitasi ruang aktualisasi bagi anak dalam upaya pengembangan diri.
c) Memfasilitasi pendidikan bagi anak sebagai upaya dalam membangun kecakapan hidup.
d) Meminimalisir pemanfaatan anak yang dapat mengganggu perkembangan psikologis mereka.
c. Maksud dan Tujuan RSBD Yogyakarta
Maksud dan Tujuan RSBD Yogyakarta yaitu Mengusahakan kehidupan manusia yang berdaya; aman dan sentosa, adil dan beradab. Melindungi dan menyelamatkan anak dari kehidupan jalanan yang syarat resiko sehingga anak memperoleh haknya dan dapat tumbuh menjadi manusia dewasa yang beriman, cakap, mandiri dan berakhlak mulia. Serta mewujudkan dan mengembangkan budaya kasih sayang dalam diri anak, keluarga dan masyarakat untuk mencapai kehidupan yang bahagia.
d. Program Kegiatan Rumah Singgah dan Belajar Diponegoro Untuk dapat menjalankan peran dan fungsinya yaitu membantu dan mensejahterakan masyarakat marginal,
menjalankan pembelajaran dan perlindungan anak yang hidup di jalanan, dan menebarkan benih kasih sayang kepada sesama mahkluk Tuhan, maka RSB Diponegoro menempuh strategi kegiatan berikut:
1. Penjangkauan anak jalanan
2. Identifikasi dan pendampingan anak 3. Pelatihan dan penyuluhan anak 4. Konseling anak
5. Penguatan tanggung jawab orang tua dalam pengasuhan anak 6. Aksesibilitas identitas anak
7. Aksesibilitas kesehatan dan pelayanan pendidikan 8. Bridging dan remedial course
9. Reunifikasi dan reintegrasi keluarga 10. Layanan rujukan (referral system)
e. Sumber Daya Manusia (SDM) Rumah Singgah dan Belajar Diponegoro
Sebagai organisasi masyarakat sipil yang bergerak dalam kesejahteraan sosial dan pengembangan sumber daya manusia rsb lebih mengedepankan kepentingan kemaslahatan dengan mendasarkan pelayanan unconditional positive of regard, penerimaan tanpa syarat. Tim kerja RSBD terdiri dari tenaga para profesional dan relawan.
Sumber Daya Manusia di RSBD mencangkup 8 Pengurus yang terdiri dari Pengurus/Pengelola, Tenaga Administrasi, Tenaga Tutor, Tenaga Pelatih Narasumber. Susunan Sumber Daya Manusia terlampir.
Untuk Menjalankan kegiatan-kegiatan yang ada di Rumah Singgah Dan Belajar Diponegoro, masing-masing memiliki tugas pokok dan fungsi pengurus serta tenaga kepegawaian Rumah Singgah Dan Belajar Diponegoro sebagai berikut :
1) Pemimpin Organisasi, tugas dan fungsinya yaitu untuk Menentukan arah tujuan organisasi berjalan, Merumuskan dan menentukan rencana induk pengembangan organisasi
a) Sebagai pengambil kebijakan untuk menyelesaikan setiap masalah organisasi
b) Membuka jaringan-jaringan kerjasama dengan berbagai stakeholder
c) Memotivasi dan melakukan pembinaan kepada pengurus d) Berhak menentukan rekruitmen dan pemberhentian anggota
dan pengurus
e) Berhak menegur maupun memberi penghargaan kepada pengurus dan anggota
g) Melaksanakan dan mengembangkan sistem komunikasi dan strategi pengambilan keputusan yang baik demi memajukan organisasi dengan melibatkan seluruh pengurus dan anggota h) Memberikan laporan kegiatan yang sukses maupun yang
gagal kepada user dan stakeholder
2) Sekretariat, Tugas dan Fungsi Sekretariat di RSB Diponegoro antara lain yaitu: Mengelola dan menjaga aset kesekretariatan, dokumen internal dan dokumen keluar. Menyusun dan memproses kebutuhan-kebutuhan kesekretariatan, surat-menyurat, pengarsipan dan administrasi umum.
a) Melaksanakan tugas harian kesekretariatan
b) Melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan yang berkaitan dengan kegiatan program, pendampingan dan kegiatan fungsional lainnya
3) Koordinator Program, tugasnya yaitu : Menyusun sistem dan mekanisme operasional organisasi, Merencanakan program beserta bagaimana merealisasikannya, Merumuskan sistem dan mekanisme untuk menjamin terlaksananya terlaksananya program, Mengatur jalannnya program kegiatan, Menggantikan pengambilan kebijakan maupun keputusan pemimpin apabila pemimpin berhalangan, Bekerjasama dengan tim untuk menjadikan menjadikan program kegiatan lebih baik, Memberikan laporan tentan tugas yang selesai dikerjakan
maupun tugas yang tidak selesai beserta alasannya kepada pemimpin organisasi dan yayasan, Melaksanakan tugas lain yang diberikan pemimpin yang berkaitan dengan organisasi 4) Bendahara, tugas dan fungsi bendahara di RSB Diponegoro
yaitu :
a) Mengurus dan memelihara sumber daya organisasi b) Mengurus keuangan dan kesekretariatan
c) Melakukan pencatatan dana yang diterima baik dari donatur, lembaga maupun dari anggota
d) Melakukan pencatatan dana yang dikeluarakan atau digunakan kegiatan yang berkaitan dengan organisasi
e) Mengurus tata laksana surat-menyurat
f) Menyusun pelaporan keuangan kepada pemimpin g) Menyimpan dokumen
h) Memanaj sumber daya organisasi
i) Mengurus sumber-sumber potensial organisasi untuk mengoptimalkan kinerja organisasi
j) Melaksanakan tugas lain yang diberikan pemimpin yang berkaitan dengan organisasai
5) Pendamping
a) Melakukan kegiatan pendampingan dan advokasi
b) Membantu anak/dampingan sehingga dapat menemukan atau memenuhi atau membantu diri
c) Memberikan motivasi, informasi dan bimbingan sosial d) Mendorong anak/dampingan untuk dapat memperoleh atau
mampu mengakses sumber-sumber kebutuhan 6) Tenaga Pengajaran, Tugas dan Fungsinya yaitu :
a) Mengajar dan memotivasi
b) Mendorong terciptanya kualitas belajar
c) Mengajar dan membuat perencanaan mengajar
d) Melaporkan dan melakukan pencatatan kemajuan peserta didik
e) Mencari solusi atas permasalahan peserta didik f) Melaksanakan program untuk kemajuan peserta didik g) Memotivasi dan meningkatkan kualitas belajar peserta didik h) Melaksanakan tugas lain yang diberikan pemimpin yang
berhubungan dengan organisasi 7) Relawan
a) Mendampingi warga binaan
b) Memotivasi dan melakukan aktivitas pendampingan individu/kelompok
c) Melaksanakan tugas lain yang diberikan pemimpin yang berhubungan dengan organisasi
f. Sarana / Fasilitas Rumah Singgah dan Belajar Diponegoro Rumah Singgah dan Belajar Diponegoro Yogyakarta memiliki sarana dan prasarana yang dapat menunjang pelaksanaan
berbagai program kegiatan. Berikut daftar sarana prasarana di RSB Diponegoro Yogyakarta tahun 2014 pada tabel 1 :
Tabel 1.Sarana dan Prasarana RSBD Diponegoro 1 Status lahan/bangunan Luas tanah Luas bangunan 200 m2 150 m2 2 Rincian bangunan Ruang tamu
Ruang secretariat Ruang meeting Ruang tamu Ruang klasikal Ruang Sholat Ruang perpus Ruang computer Ruang konseling Kamar mandi Sarana dan fasilitias Kursi Tamu
• Meja/kursi/lemari Sekretariat • Meja/kursi Ruang Belajar Teori • Meja/kursi Ruang Keterampilan • Lemari/rak buku
• Mesin tik manual • Komputer • Printer
• Mesin faksimile/telepon • Papan tulis
• Buku/modul/bahan belajar lain • Alat-alat keterampilan
g. Dukungan Dana dan Kemitraan
1) Dukungan Dana yang pernah diperoleh oleh RSB Diponegoro. Rumah Singgah dan Belajar Diponegoro memperoleh biaya dalam menjalankan kegiatannya berasal dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Donatur, dan Para Dermawan, salah satu dana yang diperoleh RSBD adalah dana bantuan PKSA.
Bantuan Dana PKSA disalurkan melalaui rekening atas nama masing-masing anak dampingan dengan nilai bantuan sosial anak adalah Rp. 1.000.000,- per anak, sedangkan nilai bantuan sosial untuk dana pendampingan dan lembaga adalah Rp. 125.000,- per anak. Dana PKSA tersebut dimanfaatkan untuk peningkatan nutrisi/ gizi anak, pembuatan akte kelahiran dan mendapatkan pemulihan, akses pelayanan kesehatan dasar ke puskesmas/rumah sakit dan mendapatkan jamkesmas, akses pelayanan pendidikan dan mendapatkan BOS, Akses peningkatan potensi diri (latihan keterampilan kreatif/potensi diri), orangtua bertanggung jawab mengasuh anak. Dukungan dana RSBD dapat dilihat pada tabel 2 antara lain :
Tabel 2. Dukungan Dana RSB Diponegoro
No. Nama jenis program Instansi donor Tahun
1 Rintisan TBM Kemendiknas 2008
2 Beasiswa Dinas Dikpora DIY 2009
3 Beasiswa Dinas Dikpora DIY 2010
4 Beasiswa Dinas Dikpora DIY 2011
5 Beasiswa Dinas Dikpora DIY 2012
6 PLK Kemendiknas 2008
7 PLK Kemendiknas 2009
8 PLK Kemendiknas 2010
9 Dikterapan Kanwil Depag 2010
10 Sekolah cerdas FKH UGM 2010
11 Sekolah cerdas FKH UGM 2011
12 Perlindungan anak Gubernur DIY 2011
13 Perlindungan anak Gubernur DIY 2012
14 PKSA Kemensos 2009 15 PKSA Kemensos 2010 16 PKSA Kemensos 2011 17 PKSA Kemensos 2012 18 PKSA Kemensos 2013 19 PKSA Kemensos 2014 20 PKSA Kemensos 2015 21 Sarpras Kemensos 2012
22 Penjangkauan Gubernur DIY 2013
2) Daftar Instansi/Lembaga Organisasi sebagai mitra kerja
Rumah singgah dan belajar Diponegoro mempunyai mitra kerja untuk mendukung pelaksanaan program-program
Rumah singgah, antara lain dinas Sosial DIY, KPAY, PKBM Diponegoro, Bengkel Podomoro Jogja, Cuci Kendaraan Podomoro Yogyakarta.
Tabel 3. Daftar instansi
No. Nama instansi Bentuk
kerjasama
Bulan tahun pelaksanaan
1 Dinsos DIY Penjangkauan Nov-Des
2012 2 KPAY Reunifikasi keluarga Ok-Des 2011 3 PKBM DIPONEGORO Ujian Paket A 2010-- 4 PKBM DIPONEGORO Ujian Paket B 2011-- 5 Bengkel Podomoro Jogja Magang Kerja 2010-- 6 Cuci Kendaraan Podomoro Jogja Magang Kerja 2013-- 2. Subyek Penelitian
Pada penelitian ini yang menjadi subyek adalah Pengelola, Pendamping/Pekerja sosial /Tutor, Orang Tua Anak Jalanan, dan Anak Jalanan. Berikut ini disajikan subjek penelitian berdasarkan pegumppulan data:
a. Bapak “FS”
Beliau adalah pengelola RSB Diponegoro, Beliau Lahir di Boyolali, Jawa Tengah. Pascasarjananya di Universitas Islam Negeri
(UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, lulus 2005. Pernah aktif di Kelompok Studi ilmu Pendidikan (KSiP) periode 1999, anggota legislatif lembaga kemahasiswaan Senat Mahasiswa Fakulltas (SEMAF) Fakultas Tarbiyah. Juga menjadi anggota Korp Dakwah Islamiah Sunan Kalijaga (KORDISKA) di kampus yang sama 1997.
Pernah mengabdi di MI Maguwoharjo sebagai guru 2002, di SD Budi Mulia Dua 2007 s.d. 2008, Guru tamu di MAN Lab UIN 2001, Pengajar SD Nahdlatul Ulama 2009 s.d. sekarang, Pengajar PPP Diponegoro 2002 s.d. sekarang. Bersama dengan teman-teman aktivis perlindungan anak; Ir. Muhammad Wahban, Suyadi, A.Md, dll mendirikan sebuah Koalisi Perlindungan Anak Yogyakarta (KPAY) 2010. Anggota tim penyusun Raperda Gubernur DIY, Perlindungan Anak yang Hidup di Jalanan 2010-2011, dan aktivis gerakan kemanusiaan pendampingan anak yang hidup di jalanan 2002 s.d. sekang
b. Mas “AJ”
Beliau Adalah Pengurus RSBD, lahir di Dombo Sayung Demak Jawa Tengah, 10 Juni 1991. Alumnus SDN Dombo 1, 2004. MTs Darul Ulum Demak 2007. MA Hidayatussyubban Semarang, dan kemudian hijrah ke MA Darul Ulum Demak 2010. Mulai 2012 menjalani studi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Aktif di RSB Diponegoro dan menjadi pemateri pengajaran akademika Bahasa Inggris 2012. Mas “AJ” panggilan
akrabnya, memiliki hobi berselancar, menulis dan dakwah dalam mengembangkan komunitas masyarakat marginal.
c. Mba “MK”
Beliau adalah Staf Administrasi di RSBD, lulusan sarjana ekonomi yang berasal dari imogiri kab bantul. Beliau bergabung di Rumah Singgah sudah hampir 4 Tahun. Beliau bergabung dengan rumah singgah karena ingin berbagi dan memberdayakan anak jalanan. d. Mba “DV”
Beliau adalah pendamping rumah singgah dan belajar diponegoro sebagai sie Bendahara sekaligus tim UPPKSA DIY. Lulusan sarjana Ekonomi di UNY yang beralamat di Cupuwatu, Sleman, Yogyakarta. Bergabung dengan rumah singgah dari tahun 2009 sampai sekarang, ingin bergabung dengan rumah singgah karena ingin mengabdi dan berbagi dengan anak-anak yang kurang berdaya. e. “TP”
“TP” berumur 15 tahun adalah anak dampingan Rumah Singgah dan Belajar Diponegoro yang menjadi anak binaan di Titik dampingan Monjali, dan menjadi anak penerima dana manfaat PKSA. “TP” pernah menjadi anak jalanan sejak kelas 1 SD, dan tidak meneruskan sekolah dasarnya. Akan tetapi “TP” telah mengikuti pendidikan kesetaraan Paket B di RSBD dan kegiatan-kegiatan yang lainnya.
“SP” berumur 17 tahun adalah anak dampingan Rumah Singgah dan Belajar Diponegoro yang menjadi anak binaan di Titik dampingan Badran, dan menjadi anak penerima dana manfaat PKSA. “SP” melakukan aktivitas dijalanan dari umur 2 tahun- 16 tahun dan tidak pernah mengenyam pendidikan dasar di sekolah, akan tetapi “SP” telah mengikuti ujian pendidikan kesetaraan paket A di RSBD. g. “GN”
“GN” berumur 11 tahun adalah anak dampingan Rumah Singgah dan Belajar Diponegoro yang menjadi anak binaan di Titik dampingan Badran, dan menjadi anak penerima dana manfaat PKSA. “GN” pernah melakukan aktivitas dijalanan dari umur 8 tahun- 10 tahun. “GN” saat ini masih bersekolah kelas 4 SD di SD sayidan, dan juga mengikuti kegatan-kegiatan yang diadakan oleh RSBD.
h. Ibu ST
“Ibu ST” merupakan orang tua dari anak dampingan RSBD yang beralamat di gowok ambarukmo, ibu dari lima anak ini bekerja sehari-sehari sebagai penjual makanan ketoprak. Dari kelima anaknya ada dua anak yang mendapat dana bantuan PKSA dan sudah lima tahun anaknya mendapat bantuan dana PKSA. Ibu “ST” selalu ikut berpartisipasi setiap ada kegiatan-kegiatan untuk orang tua anak binaan di RSBD.