HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Badran yang beralamatkan di Jl. Tentara Rakyat Mataram 13, Kota Yogyakarta. Lokasi sekolah ini sangat strategis karena berada tepat di tepi jalan raya, meskipun berhadapan langsung dengan jalan raya yang ramai akan lalu lintas, tetapi sekolah ini memiliki suasana yang kondusif untuk melakukan proses pembelajaran. Sekolah yang memiliki luas 1.738 m2 ini di kelilingi oleh rumah- rumah padat penduduk . sekolah SD N Badran memang memiliki halaman yang tidak cukup luas, namun cukup untuk melakukan kegiatan seperti upacara, apel pagi, senam, dan kegiatan yang lainnya. Siswa- siswi yang bersekolah di SD N Badran tersebut adalah siswa- siswi yang berasal dari wilayah sekitar SD N Badran saja, hanya beberapa siswa saja yang tempat tinggalnya jauh dengan keberadaan SD N Badran.
SD Negeri Badran memiliki visi “terciptanya peserta didik yang berkualitas, kompetitif, dan berakhlak mulia” yang dijabarkan dalam misi 1) meningkatnya kemampuan dan potensi serta prestasi peserta didik yang siap mengikuti pendidikan lebih lanjut; 2) terwujudnya peserta didik yang berkualitas; 3) terwujudnya peserta didik yang kompetitif; 4) meningkatnya prestasi dalam berbagai ajang lomba pada tingkat kabupaten, propinsi, dan
71
nasional; 5) terbinanya peserta didik yang berkepribadian, berakhlak mulia, dan berbudaya.
Jumlah siswa secara keseluruhan SD N Badran adalah 168 siswa yang terdiri dari 82 orang siswa laki- laki dan 80 orang siswa perempuan, sedangkan untuk kelas V sendiri, jumlah siswa laki- laki sebanyak 13 orang dan jumlah siswa perempuan sebanyak 9 sehingga total siswa kelas V ada 22 orang. Kondisi fisik sekolah SD Negeri Badran bisa dikatakan cukup baik, misalnya tersedianya laboraturium TIK dan IPA, 6 ruang yaitu ruang kelas 1 hingga ruang kelas 6, ruang guru, ruang kepala sekolah, UKS, perpustakaan, mushola, kantin dan toilet. Untuk ruang TU jadi satu dengan ruang guru, sedangkan untuk melakukan pembelajaran agama non islam, sekolah menggunakan ruang perpustakaan. Di SD Negeri Badran ada beberapa fasilitas yang belum ada yaitu belum tersedianya tempat parkir dan kantin kejujuran yang terbengkalai. 2. Deskripsi Hasil Penelitian
a. Penanaman nilai- nilai karakter melalui pengembangan diri
Dalam penanaman nilai- nilai karakter yang dilakukan di SD N Badran khususnya bagi kelas V , hal- hal yang diteliti adalah penanaman nilai karakter ang dilakukan komponen sekolah melalui pengembangan diri, budaya sekolah, dan integrasi dalam mata pelajaran. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut.
72 1) Kegiatan yang diprogramkan
a) Kegiatan Rutin
(1)Upacara hari Senin
Setiap hari senin dari siswa kelas I- kelas VI dan guru- guru SD N Badran selalu melaksanakan upacara bendera. Upacara bendera dimulai pukul 07.00- 07. 35 WIB. Pada saat upacara semua siswa berpakaian lengkap, memakai topi, memakai dasi, sepatu hitam, berkaos kaki putih, dan memakai seragam merah- putih. Barisan siswa saat melaksanakan upacara yaitu menghadap ke barat. Kelas I berada di posisi paling selatan, kelas II, kelas III, kelas IV, dan paling utara adalah kelas VI. Untuk kelas V biasanya bergabung dengan kelas VI karena mengingat bahwa siswa kelas V hanya 22 orang dan sebagian harus bertugas, supaya tidak terlihat sedikit, maka kelas V digabungkan dengan kelas VI. Sebelum kegiatan upacara bendera berlangsung, ada salah seorang guru yang menyiapkan barisan siswa supaya barisan siswa terlihat rapi, namun untuk menyiapkan barisan tersebut guru membutuhkan banyak waktu, karena kondisi siswa yang ramai sehingga sulit utuk disiapkan. Selanjutnya untuk guru seragam yang dikenakan adalah seragam dinas berwarna kecoklatan dilengkapi dengan topi upacara.
Melalui upacara hari senin kedisiplinan siswa benar- benar diperhatikan, terbukti bahwa bagi siswa yang tidak berpakaian lengkap seperti tidak memakai topi, tidak memakai dasi, tidak
73
memakai ikat pinggang, siswa tersebut ditempatkan dibarisan yang berbeda. Siswa tersebut diminta untuk maju dan berdiri menghadap ke arah timur. Tidak peduli siswa kelas berapapun jika tidak berpakaian lengkap maka harus menerima konsekuensi, sehingga dengan begitu siswa berusaha untuk selalu berpakaian lengkap dan sesuai aturan. Selain itu bagi yang bertugas upacara yaitu siswa kelas V mereka harus berlatih upacara terlebih dahulu pada hari Sabtu dan juga berkewajiban datang lebih awal dibanding dengan siswa yang tidak bertugas. Petugas upacara harus mempersiapkan perlengkapan yang akan digunakan seperti, peci, selempang bertuliskan „petugas‟, hasduk, teks UUD 1945, teks Pancasila, teks doa, teks susunan acara dan juga bendera merah- putih. Petugas upacara selalu dipesan oleh wali kelas untuk bertanggung jawab melaksanakan tugas dengan baik.
Saat melaksanakan kegiatan upacara siswa- siswi belum dapat melaksanakan kegiatan dengan baik. Pada saat disiapkan berbaris terkadang siswa gaduh dan tidak memperhatikan guru. Pada saat amanat pembina upacara siswa berbicara dengan temannya, sehingga bapak/ ibu guru harus memantau siswa dengan berdiri dibarisan belakang siswa. Tidak hanya itu, terkadang ada satu atau dua siswa yang tidak membawa perlengkapan upacara sehingga harus menerima hukuman. Bagi petugas upacara, siswa yang bertugas memang sudah melaksanakan tugasnya dengan baik namun masih tetap harus ditingkatkan, dikarenakan ada beberapa petugas yang masih asal-
74
asalan dalam melaksanakan kewajibannya, sehingga tugasnya pun masih terlihat salah- salah. Melalui uraian di atas nilai yang dapat ditanamkan melalui upacara dapat dilihat melalui tabel di bawah ini. Tabel 9. Nilai karakter dalam upacara rutin hari Senin
No Nilai yang ditanamkan Cara Kendala 1. Cinta tanah air Melalui serangkaian kegiatan upacara (hormat kepada bendera, menyanyikan Indonesia Raya, meyanyikan lagu wajib nasional, dll)
Sudah tidak ada kendala
2. Disiplin Pemberian hukuman, monitoring dari bapak/ ibu guru.
Masih ada siswa yang terkadang lupa membawa
perlengkapan
upacara, ada siswa yang terkadang masih berbicara dengan temannya saat upacara. 3. Tanggung jawab Menjadi petugas upacara dan menjalankannya dengan baik
Masih ada siswa yang asal- asalan dalam menjalankan tugas kurang fokus sehingga masih terdapat kesalahn- kesalalahn dalam menjalankan
tanggung jawabnya.
Hal di atas diperkuat dengan wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah pada tanggal 3 Mei 2016 terkait dengan pelaksanaan upacara rutin hari senin. Kepala sekolah mengemukakan bahwa upacara rutin dilaksanakan setiap hari Senin. Melalui upacara tersebut nilai yang dapat ditanamkan adalah nilai karakter disiplin,
75
tanggung jawab, tekun, dan cinta tanah air. kepala sekolah menyatakan bahwa masih terdapat kendala dalam pelaksannaannya yaitu kedisiplinan siswa. Siswa masih sulit untuk tetap diam saat upacara berlangsung.
Jawaban dari kepala sekolah tersebut didukung dengan jawaban dari guru As (22 April 2016) terkait dengan penanaman nilai melalui upacara rutin hari Senin As mengatakan, “Disiplin, tertib, cinta tanah air menyanyikan lagu Indonesia raya kan juga cinta tanah air.”
Penanaman nilai karakter melalui kegiatan upacara guru As masih merasa mengalami kendala. Kendala yang dihadapinya yaitu tingkat kedisiplinan siswa yang masih rendah. Seperti pernyataan AS sebagai berikut. As menyatakan, “Lupa gak bawa ini lupa gak bawa sabuk. Biasanya berdirinya itu sendiri, tapi udah gak banyak. Kemarin cuma 2 jadi agak lumayan lah.”
Demikian pula wawancara dengan Dr (29 April 2016) menyatakan hal yang memperkuat pernyataan dari kepala sekolah bahwa melalui kegiatan upacara dapat menanamkan nilai karakter kedisiplinan dan cinta tanah air. Kendala penanaman nilai karakter, Dr juga masih mengalami kendala dalam menanamkan nilai melalui kegiatan upacara rutin hari Senin, yaitu masih terkait dengan kedisiplinan siswa, seperti penuturan Dr berikut ini. Dr memberikan keterangan, “Banyak mbak anak- anak itu tetep gak bisa untuk tenang
76
untuk menarik perhatian itu susah. Kalau disiapkan itu walaupun sudah triak- triak yang menyiapkan siapapun yang menyiapkan tetep susah.”
Selain dari kepala sekolah dan guru, siswa juga menyatakan bahwa kegiatan rutin sudah diselenggarakan di SD N Badran termasuk upacara hari Senin. Seperti jawaban ke enam siswa yang menyatakan bahwa kegiatan upacara rutin hari Senin sudah diselenggarakan di sekolah SD N Badran Yogyakarta.
Melalui kegiatan upacara siswa mengatakan bahwa dapat menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab dan cinta terhadap tanah air. Hal ini dapat diketahui dari hasil wawancara dengan siswa berikut ini. Pada tanggal 21 April 2016 terdapat 3 orang siswa yang hampir memberikan jawaban yang sama. Ji mengatakan bahwa, “Disiplin, tanggung jawab.”, Ad menyatakan, “Lebih disiplin.”, dan So mengemukakan, “Disiplin, soalnya kan biasanya kelas V tugas datengnya tu harus awal, terus cinta sama bangsa Indonesia.”
Hasil wawancara diperkuat dengan hasil observasi yang dilakukan peneliti semua komponen sekolah melaksanakan kegiatan upacara. Upacara dilakukan pada tanggal 18 April 2016 dan tanggal 2 Mei 2016. Cara yang dilakukan untuk menanamkan nilai karakter melalui kegiatan upacara adalah melalui teguran, dan juga melalui tindakan. Melalui tindakan nilai karakter yang dapat ditanamkan adalah disiplin, hal ini terlihat pada tanggal 18 April terlihat saat ada 1 orang siswa yang
77
diminta maju karena tidak memakai atribut upacara dengan lengkap, begitupun tanggal 2 Mei 2016 terdapat siswa yang tidak mengenakan topi sehingga maju dan berbaris sendiri, tetapi bukan siswa kelas V dan pada saat menyampaikan amanat, pembina juga mengingatkan siswa, karena terdapat siswa yang ribut dan tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh pembina. Wali kelas V pun juga mendekati siswa yang tertawa terbahak- bahak karena siswa tersebut bersendau gurau dengan siswa kelas VI, kemudian guru wali kelas V akan membawa siswa tersebut ke depan tetapi siswa tersebut tidak mau dan terus memberikan alasan. Dari hasil dokumentasi memang tidak ada dokumen yang menunjukkan bahwa melalui kegiatan upacara rutin yang dilaksanakan hari Senin dapat dijadikan cara penanaman nilai- nilai karakter.
(2) Kegiatan keagamaan
Kegiatan keagamaan yang rutin setiap hari dilaksanakan oleh siswa-siswi dan guru di SD N Badran adalah kegiatan sholat berjamaah. Sholat berjamaah dilakukan setelah siswa selesai melakukan pembelajaran di kelas. Sholat berjamaah dilakukan secara bergantian per kelas dan dilaksanakan di mushola sekolah. Dimulai dengan siswa kelas IV, dilanjutkan dengan siswa kelas V, kemudian terkahir siswa kelas VI. Sholat berjamaah biasanya diimami oleh salah seorang guru. Tetapi, apabila guru tersebut sudah melaksanakan sholat terlebih dahulu dan sudah memimpin sholat untuk kelas pertama yang mendapat giliran, maka kelas yang melaksanakan sholat terakhir, kegiatan sholat dipimpin
78
oleh ketua kelas atau salah seorang siswa yang ditunjuk oleh teman yang lain.
Dalam menanamkan nilai karakter melalui kegiatan keagamaan guru berusaha setiap selesai pembelajaran selalu mengajak siswa dan memperingatkan siswa untuk melaksanakan sholat berjamaah sebelum pulang, apabila siswa belum melaksanakan sholat, maka siswa tidak diperbolehkan untuk pulang, meskipun sudah diperingatkan dan guru sudah mengajak siswa, tetapi ada siswa yang tidak langsung menuju ke mushola, ada siswa yang masih duduk- duduk di kelas, ada siswa yang masih bermain- main di halaman, dan ada siswa yang masih mengganggu temannya, dll. Agar semua siswa melaksanakan sholat berjamaah, guru harus beberapa kali mengajak siswa dan mendampingi siswa. Tidak hanya solat berjamaah, kegiatan keagamaan yang sudah dilaksanakan di SD N Badran antara lain dapat dilihat melalui tabel di bawah ini.
Tabel 10. Jenis kegiatan ekstrakurikuler No Jenis Kegiatan Nilai Cara menanamkan nilai Kendala yang dihadapi 1. Kegiatan BTA ( baca tulis Al Qur‟an) Cinta Al Qur‟an, kreatif Mendampingi siswa membaca dan melatih siswa membuat kaligrafi. guru sendiri masih mengalami kendala dalam menanamkan nilai karakter kepada siswa, namun dari pihak siswa, ada yang masih terkendala ada yang sudah tidak terkendala dalam melaksanakan 2. Mengaji Qiroah Cinta Al Quran Membenarkan siswa bagaiamana cara membaca Al Quran yang baik dan benar 3. Kegiatan sholat berjamaah Disiplin, taat beribadah Mengajak siswa melakukan solat jamaah,
79 zuhur menghimbau siswa untuk tidak pulang terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat. kegiatan keagamaan, namun untuk keaktifan siswa setelah melaksanakan kegiatan keagamaan setelah yang diselenggarakan di sekolah, siswa belum sepenuhnya aktif melaksanakan kegiatan keagamaan terutama dalam hal sholat , ini dikarenakan masing- masing anak memiliki sifat yang berbeda- beda. 4. Peringatan hari keagamaan (pengajian). Sopan santun Melalui ceramah yang dilakukan oleh ustad. 5. Pembelajar an agama Iman (senantiasa mengingat Allah dan rasulnya supaya mendapat syafaat di hari kiamat), cinta damai, kejujuran Bertanya kepada siswa siapa yang sudah sholat secara rutin, mengingatkan siswa untuk tidak saling mengejek antar teman, membaca syahadat dan surat- surat pendek sebelum pembelajaran dimulai
Pemaparan di atas diperkuat dengan wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah pada tanggal 3 Mei 2016. Kepala sekolah mengatakan bahwa selalu berusaha untuk melaksanakan kegiatan keagamaan dengan rutin. Kegiatan keagamaan yang diselenggarakan peringatan hari besar, TPA, melalui pembelajaran agama, dan sholat berjamaah. Melalui kegiatan keagamaan rutin yang diselenggarakan tersebut, nilai karakter yang akan ditanamkan kepada siswa diantaranya adalah keimanan dan ketaqwaan. Kepala sekolah juga menuturkan bahwa dalam menanamkan nilai melalui kegiatan keagamaan tersebut masih terdapat kendala yang dihadapi terutama pribadi anak.
80
Pernyataan kepala sekolah tersebut didukung dengan pernyataan yang diungkapkan oleh beberapa guru. Guru As (22 April 2016) mengatakan, “Sudah, sholat rutin, pelajaran agama rutin, ndarus dulu biasanya. Kalau pertaunnya ya pesantren kilat.” Melalui kegiatan kegamaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan nilai religious di dalam diri siswa. Seperti pernyataan As yang mengatakan, “Ya harapannya iman taqwanya lebih baik.” Untuk menanamkan nilai karakter melalui kegiatan agama, guru memberikan motivasi terhadap siswa- siswanya. Bukan tanpa kendala dalam menanamkan nilai karakter melalui kegiatan keagamaan, guru As menuturkan bahwa siswa belum memiliki kesadaran untuk melakukan kegiatan keagamaan harus dengan motivasi.
Guru Dr (29 April 2016) menyatakan bahwa kegiatan rutin keagamaan sudah dilaksanakan di sekolah ini, dan untuk menanamkan nilai karakter kepada siswa melalui kegiatan keagamaan guru menggunakan cara melalui kegiatan yang terdapat di dalamnya, seperti pernyataan Dr berikut ini. Dr menuturkan, “Jamaah, hari- hari besar agama, mengaji, kalau hari besar agama biasanya pengajian nggelar tikar di aula itu lalu mendatangkan ustad dari luar”. Dr menuturkan bahwa melalui kegiatan keagamaan, dapat dijadikan media untuk menanamkan nilai karakter ketaqwaan kepada diri siswa, siswa bisa memiliki sopan santun dan memiliki rasa hormat terhadap orang yang lebih tua melalui ceramah- ceramah yang disampaikan oleh ustad. Sedangkan untuk
81
kendala yang dihadapi guru untuk menanamkan nilai karakter melalui kegiatan keagamaan yaitu sikap siswa yang masih merasa malas.
Guru Wr (4 Mei 2016) juga menyatakan bahwa kegiatan keagamaan sudah dilaksanakan, ada ekstrakurikuler BTA, kemudian peringatan- peringatan hari besar, jika bulan romadhon setiap pagi 10- 15 menit sebelum pelajaran anak- anak mengaji terlebih dahulu membaca al quran bagi yang sudah bisa, dan membaca surat pendek apabila belum bisa membaca Al quran. Kegiatan ini dilaksanakan bersama guru kelas. Nilai yang dapat ditanamkan melalui kegiatan keagamaan adalah nilai spiritualitas dan religious. Tidak ada cara khusus untuk menanamakan nilai melalui kegaiatan keagamaan, biasanya siswa hanya diberi iming- imingi saja. Hal ini dapat diketahui melalui pernyataan Wr berikut ini. Wr memberikan keterangan, “Tidak ada cara khusus mbak biasanya saya iming- imingi anak- anak kamu belajar dapetnya 2 lho ilmu dapet pahala dapet. Tapi kalau tertib kalau disiplin. Saya paling nyaman memasukkan nilai karakter pada anak melalui jalur spiritual mbak.”
Masih terdapat kendala yang dihadapi untuk menanamkan nilai karakter melalui kegiatan keagamaan terutama faktor lingkungan tempat tinggal. Hal ini dapat diketahui dari pernyataan Wr sebagi berikut. Wr mengatakan, “Sama di rumah mbak, lingkungan kurang spiritual. Beberapa anak yang nilai spiritualnya dijaga ya apik mbak pinter juga akhlaknya juga bagus.”
82
Pada tanggal 3 Mei 2016 Tu juga menyatakan bahwa kegiatan keagamaan rutin yang diselenggarakan setiap harinya adalah sholat berjamaah. Nilai yang dapat ditanamakan melalui kegiatan keagamaan terutama adalah nilai religius. Namun Tu menyatakan bahwa tidak ada cara khusus yang digunakan guru untuk menanamkan nilai karakter, hanya melalui kegiatan- kegiatan keagamaan seperti mengaji dan sholat. sedangkan untuk kendala yang dihadapi, Tu mengatakan, “Kendalanya susah sekali kalau disuruh sholat harus berulang- ulang kali menyuruhnya.”
Ji (21 April 2016) menyatakan bahwa kegiatan keagamaan sudah dilaksanakan secara rutin. Jenis kegiatan keagamaan yang dilaksanakan seperti mengaji, sholat, dan pelajaran agama. Sedangkan untuk cara yang digunakan guru untuk menanamkan nilai karakter kepada siswa, Ji mengatakan melalui kegiatan membaca al‟ quran dan menghafalkan surat- surat pendek pada saat pembelajaran agama. Siswa Ji masih mengalami kendala dalam melaksanakan kegiatan kegamaan, ia mengatakan bahwa terkadang masih timbul rasa malas dalam dirinya.
Ad (21 April 2016) menyatakan, “Sholat, ngajinya senin, jumat juga ada guru yang kesini. Melalui kegiatan keagamaan siswa Ad mengatakan bahwa dapat menanamkan nilai religious dan dapat lebih mengerti mengenai agama. Tidak ada cara khusus yang dilakukan guru untuk menanamkan niai karakter melalui kegiatan keagamaan seperti pernyataan Ad berikut ini. Ad mengatakan, “selalu mengajak sholat,
83
kalau belum solat gak boleh pulang dulu.” Untuk kendala yang dihadapi untuk melaksanakan kegiatan keagamaan, Ad sudah tidak merasa terkendala, namun Ad menyatakan, “solatnya masih bolong gak rutin.”
Pernyataan Ad, didukung dengan hasil wawancara dengan Rt tanggal 20 Apri 2016 yang menyatakan, “iya, Sholat, TPA, sama ngaji Al Quran.”
Melalui kegiatan rutin keagamaan Rt menyatakan bahwa dapat menambah pengalaman untuk belajar membaca Al‟ Quran. Tidak ada cara khusus yang dilakukan guru untuk menanamkan nilai karakter melalui kegiatan keagamaan, guru hanya selalu mengingatkan siswa untuk melaksanakan kegiatan keagamaan. Seperti penuturan Rt yang menyatakan bahwa guru selalu mengingatkan siswa agar melaksanakan sholat dan mengaji. Dalam melaksanakan kegaiatan keagamaan siswa Rt sudah tidak mengalami kendala lagi, namun Rt belum secara aktif melaksanakan kegaiatan keagamaan, dikarenakan sholat 5 waktu yang belum dapat dilaksanakan semua. Seperti pernyataan berikut ini, Rt mengatakan, “tidak tapi sholatnya kadang- kadang bolong tapi minimal 4 waktu. Subuhnya yang enggak.”
Dari hasil wawancara di atas didukung dengan hasil observasi yang dilakukan selama penelitian. Hari Senin, 18 April 2016 Siswa dan guru Melaksanakan sholat jamaah zuhur. Hari selasa, 19 April 2016 Melaksanakan sholat jamaah zuhur. Hari Rabu, 20 April 2016 Melaksanakan jamaah zuhur, pada saat pembelajaran agama guru dan
84
siswa membaca surat- surat pendek terlebih dahulu dan guru mengingatkan mengenai manfaat membaca surat- surat pendek, selain itu guru juga menasehati siswa agar tidak saling mengejek antar teman. Hari Kamis, 21 April 2016 Melaksanakan apel pagi, berdoa membaca doa sebelum belajar. Saat sholat zuhur siswa melaksanakan sholat namun secara mandiri. Hari Jumat, 22 April 2016 Apel pagi, berdoa membaca doa sebelum belajar, tidak ada kegiatan sholat zuhur berjamaah. Hari Sabtu, 23 April 2016 Apel pagi, membaca doa sebelum belajar. Saat pembelajaran agama, guru selalu mengawali dengan membaca surat- surat pendek, mengingatkan siswa untuk berdoa dengan sikap yang baik, dengan penuh kekusyukan. Pada saat sholat zuhur melaksanakan sholat berjamaah. Hari Jumat, 29 April 2016 Apel pagi, berdoa membaca doa sebelum belajar, tidak ada sholat zuhur secara berjamaah dikarenakan hari Jumat. Hari Sabtu, 30 April 2016 Melaksanakan apel pagi, membaca doa sebelum belajar, membaca syahadat, dan surat- surat pendek. Guru mengingatkan untuk berbicara hal- hal yang bermanfaat, guru mengajarkan sopan santun seperti memberikan sesuatu menggunakan tangan kanan. Pada akhir pembelajaran siswa melaksanakan sholat zuhur. Hari senin, 2 Mei 2016 Melaksanakan ibadah sholat zuhur. Hari selasa, 3 Mei 2016 Melaksanakan apel pagi, berdoa. Saat memasuki waktu zuhur siswa dan guru melaksanakan sholat zuhur. Hari Rabu, 4 Mei 2016 Melaksanakan apel pagi, berdoa.Saat memasuki waktu zuhur siswa dan guru melaksanakan sholat zuhur.
85
Cara yang dilakukan guru untuk menanamkan nilai karakter melalui kegiatan keagamaan adalah selama 11x pengamatan selesai pembelajaran guru selalu mengajak siswa untuk melaksanakan sholat berjamaah. Apabila siswa belum melaksanakan sholat maka siswa tidak diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Guru selalu mengawasi siswa dan memastikan bahwa siswa sudah menuju ke tempat sholat. Guru pun mendampingi siswa untuk melaksanakan sholat. meskipun sudah diajak guru, namun setiap harinya masih saja ada siswa yang tidak langsung bergegas menuju mushola, ada anak yang duduk- duduk di depan kelas, ada anak yang masih mengobrol dengan teman bahkan berlari- larian dengan temannya.
Dari hasil wawancara dan observasi dapat ditarik kesimpulan bahwa penanaman nilai karakter religious dapat ditanamkan melalui kegiatan rutin keagamaan. Cara yang dilakukan sekolah untuk menanamkan nilai sebagai berikut.
(3)Kegiatan piket
Kegiatan piket khususnya untuk siswa kelas V sudah berjalan. Kegiatan piket dilaksanakan sesuai jadwal, jadwal piket pun sudah terpasang di dalam kelas V. Setiap harinya ada 3- 4 siswa yang bertugas piket. Siswa yang bertugas piket menyapu ruangan kelas, membuang sampah yang disapu ke tempat sampah yang tersedia. Piket dilaksanakan