• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

C. Penentuan Informan Penelitian

Informan adalah subjek penelitian atau sumber data yang berupa seseorang atau sesuatu, hal ataupun benda yang mana dari orang dan benda tersebut didapatkan sebuah keterangan. Informan yang akan dilibatkaan pada penelitian ini diantaranya adalah kepala sekolah SD N Badran Yogyakarta, wali kelas V SD N Badran Yogyakarta, guru ekstrakurikuler (bahasa inggris dan pramuka), serta siswa- siswi kelas V SD N Badran Yogyakarta.

Peneliti dalam menentukan informan akan menggunakan model purposive sampling. Model purposive sampling yaitu penentuan sumber data pada orang yang dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu (sugiyono, 2014: 216). Adapun sumber data yang akan dipilih adalah:

61 1. Kepala sekolah SD N Badran Yogyakarta

Wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah dimaksudkan untuk mendapatkan data mengenai proses penanaman nilai karakter yang dilakukan melalui budaya sekolah dan penanaman nilai yang terdapat di luar kelas serta kendala yang dihadapi oleh kepala sekolah untuk menanamkan nilai khususnya kepada siswa kelas V dikarenakan kepala sekolah mengetahui betul kegiatan apa yang telah disusun dan kepala sekolah juga mengetahui mengenai karakteristik siswa.

2. Guru

Wawancara yang dilakukan pada guru kelas V maupun guru mata pelajaran agama dan pnjaskes dimaksudkan untuk mendapatkan data penelitian mengenai aktivitas yang dilakukan guru dalam proses penanaman nilai karakter terutama bagi siswa kelas V dilakukan pada saat proses pembelajaran. Guru kelas V maupun guru mata pelajaran menjadi sumber data utama karena berperan langsung dalam penanaman nilai- nilai karakter khususnya untuk siswa- siswi kelas V SD N Badaran Yogyakarta.

3. Siswa kelas V

Wawancara ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai aktivitas guru di dalam kelas saat proses pembelajaran karena siswa mengetahui dan terlibat langsung bagaimana guru menanamkan nilai karakter melalui proses pembelajaran di kelas, selain itu juga wawancara dimaksudkan untuk mendapat data mengenai aktivitas siswa di dalam kelas dan di luar kelas.

62 D.Teknik Pengumpulan Data

Bagian terpenting dalam sebuah penelitian adalah teknik pengumpulan data, karena tujuan penelitian adalah mendapatkan sekumpulan data. Data dapat dikumpulkan melalui 2 sumber yaitu sumber data primer maupun sumber data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada peneliti, sedangkan data sekunder adalah data yang tidak langsung diterima/ diberikan kepada peneliti. Secara umum teknik pengumpulan data dapat dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan gabungan/ triangulasi (sugiyono, 2014: 225).

Lofland dan Lofland (Moleong, 2014: 157) sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata- kata dan tindakan. Sehingga pengumpulan data dilakukan pada natural setting (kondisi yang alamiah), sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi peran serta, wawancara mendalam dan dokumentasi. Catherine Marshall, Gretchen B. Rossman (Sugiyono, 2014: 225) menyatakan bahwa “the fundamental

methods relied on by qualitative researches for gathering information are, participation in the setting, direct observation, in depth interviewing, document

review”.

1. Wawancara

Menurut Sudjana (Djam‟an Satori, 2011: 130) wawancara adalah proses pengumpulan data atau informasi melalui tatap muka antara pihak penanya (interviewer) dengan pihak yang ditanya atau penjawab (interviewee). Menurut Esterberg (Sugiyono, 2014: 231) mendefinisikan

63

interview sebagai berikut. “ a meeting of two persons to exchange

information and idea throught question and responses, resulting in

communication and joint construction of meaning about a particular topic”. Wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar infoemasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu.

Wawancara yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara semiterstruktur yang akan menggali data mengenai proses penanaman nilai dan kendala yang dihadapi dalam penanaman nilai tersebut. proses penanaman nilai meliputi kegiatan yang diselenggarakan serta cara yang digunakan untuk menanamakan nilai karakter kepada siswa. Wawancara semiterstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang tersususn sistematis dan lengkap. Pedoman yang digunakan dalam wawancara hanya garis besar permasalahan yang akan ditanyakan (Sugiyono, 2014: 140).

2. Observasi

Observasi yang dilakukan di dalam penelitian yaitu untuk mendapatkan data mengenai aktivitas yang dilakukan komponen sekolah dalam proses penanaman nilai- nilai karakter kepada siswa- siswi. Menurut Alwasilah C. (Djam‟an dan Aan, 2011: 104) pengamatan atau observasi adalah penelitian atau pengamatan sistematis dan terencana yang diniati untuk perolehan data yang dikontrol validitas dan reliabilitasnya. Menurut Djam‟an Satori dan Aan Komariah observasi adalah pengamatan terhadap suatu objek yang

64

diteliti baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang harus dikumpulkan dalam penelitian.

Sedangkan macam- macam pengumpulan data dalam teknik observasi dibagi menjadi tiga yaitu observasi partisipatif dan non partisipatif, observasi terus terang dan tersamar, dan observasi tak berstruktur (Sanafiah Faisal (dalam Sugiyono, 2014: 226). Penelitian yang telah dilakukan peneliti menggunakan teknik observasi non partisipatif yaitu peneliti mengamati perilaku subjek dari jauh dan tanpa adanya interaksi.

3. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya- karya monumental dari seseorang (sugiyono, 2014: 240) . dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, life histories, ceritera, biografi, peraturan, dan kebijakan, sedangkan untuk dokumen berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa, dll. Sugiyono (2014: 240) menyatakan bahwa hasil penelitian dari observasi dan wawancara akan kredibel apabila didukung oleh sejarah pribadi kehidupan di masa kecil, di sekolah, di tempat kerja, di masyarakat, dan autobiografi, serta didukung oleh foto- foto atau karya tulis akademik dan seni yang telah ada.

Pendapat Sugiyono tersebut didukung oleh pendapat dari Schatzman dan Strauss (Deddy Mulyana, 2006: 195) yang menegaskan bahwa dokumen historis merupakan hal penting dalam penelitian kualitatif dan sebagai bagian dari metode lapangan. Peneliti dapat menelaah dokumen

65

historis dan sumber- sumber sekunder lainnya, karena kebanyakan situasi yang dikaji mempunyai sejarah dan dokumen- dokumen ini sering menejelaskan sebagian aspek situasi tersebut.

Dalam penelitian yang telah dilakukan ini, menggunakan dokumen seperti jadwal pelajaran, jadwal piket, poster yang memuat mengenai nilai- nilai karakter, slogan- slogan, foto- foto kegiatan siswa ataupun kegiatan guru. Dokumen ini sebagai pelengkap dari kegiatan observasi dan juga wawancara.