BAB III METODE PENELITIAN
A. Deskripsi Data
1. Deskripsi Responden
Pengiriman kuesioner dilakukan selama satu bulan yaitu dari bulan Juni
sampai dengan bulan Juli. Kuesioner disebarkan di wilayah Pemerintah Daerah
Kabupaten Sragen, yaitu ke anggota DPRD, pegawai pemerintah daerah di Dinas
Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD), masyarakat
pembayar pajak daerah (pajak restoran) dan auditor pemerintah (BPK) pada
Kantor Perwakilan BPK-RI di Provinsi Jawa Tengah. Tingkat pengembalian
kuesioner ditunjukkan dalam tabel berikut.
Tabel 2
Tingkat Pengembalian Kuesioner
Kelompok Responden Kuesioner Dikirim
Kuesioner Kembali dan Dapat Digunakan Respon Rate Auditor BPK 30 30 100% Anggota DPRD 30 30 100% Pegawai DPPKAD 30 30 100% Masyarakat Pembayar Pajak Daerah 30 30 100% Total 120 120 100%
Sumber: data primer yang diolah
Kuesioner yang dikirim berjumlah 120 eksemplar, kuesioner yang kembali dan
memenuhi syarat untuk diolah berjumlah 120 eksemplar sehingga memenuhi
commit to user
faktor. Syarat ukuran sampel minimum dalam analisis faktor adalah 5 kali
variabel yang diteliti. Hal ini sesuai dengan pendapat Utama (2010) yang
menyatakan bahwa ukuran sampel untuk analisis faktor adalah minimal 5 kali
variabel yang diteliti.
Responden dalam penelitian ini adalah auditor pemerintah (BPK) pada Kantor
Perwakilan BPK-RI di Provinsi Jawa Tengah dan pengguna laporan keuangan
pemerintah, yaitu anggota DPRD, pegawai pemerintah daerah di Dinas
Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD), dan masyarakat
pembayar pajak daerah. Gambaran responden diperoleh dari data yang terdapat
dalam kuesioner pada bagian identitas responden dan terminologi umum.
Gambaran umum responden meliputi masa kerja, tingkat pendidikan, latar
belakang pendidikan, pengalaman kerja di bidang akuntansi, pengalaman kerja di
bidang auditing dan terminologi umum.
a. Masa Kerja Responden
Berdasarkan data responden yang terkumpul diperoleh data deskripsi masa
kerja responden yang ditunjukkan tabel berikut ini.
Tabel 3
Deskripsi Masa Kerja Responden Kelompok Responden
Auditor BPK Anggota DPRD Pegawai DPPKAD
Masyarakat Pembayar Pajak
Daerah Masa Kerja
Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % 1-5 Tahun 19 63,33 17 56,67 4 13,33 11 36,67 6-10 Tahun 4 13,33 11 36,67 4 13,33 6 20,00 Lebih dari 10 Tahun 7 23,33 2 6,67 22 73,33 13 43,33 Total 30 30 30 30
commit to user
Tabel 3 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden dengan masa kerja
1 sampai dengan 5 tahun yang terbanyak adalah auditor BPK, yaitu sebanyak
19 orang (63,33%). Jumlah responden dengan masa kerja 6 sampai dengan
10 tahun yang terbanyak adalah anggota DPRD, yaitu sebanyak 11 orang
(36,67%). Jumlah responden dengan masa kerja lebih dari 10 tahun yang
terbanyak adalah pegawai DPPKAD, yaitu sebanyak 22 orang (73,33%).
b. Tingkat Pendidikan Responden
Berdasarkan data responden yang terkumpul diperoleh data deskripsi
tingkat pendidikan responden yang ditunjukkan tabel berikut ini.
Tabel 4
Deskripsi Tingkat Pendidikan Responden Kelompok Responden
Auditor BPK Anggota DPRD Pegawai DPPKAD Masyarakat Pembayar Pajak Daerah Tingkat Pendidikan
Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %
SMU - - 11 36,67 9 30,00 22 73,33 D3 1 3,33 - - 3 10,00 1 3,33 S1 25 83,33 12 40,00 12 40,00 7 23,33 S2 4 13,33 7 23,33 6 20,00 - - S3 - - - - - - - - Lainnya - - - - - - - - Total 30 30 30 30
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 4 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden dengan tingkat
pendidikan SMU yang terbanyak adalah masyarakat pembayar pajak daerah,
yaitu sebanyak 22 orang (73,33%). Jumlah responden dengan tingkat
pendidikan D3 yang terbanyak adalah pegawai DPPKAD, yaitu sebanyak
3 orang (10,00%). Jumlah responden dengan tingkat pendidikan S1 yang
commit to user
responden dengan tingkat pendidikan S2 yang terbanyak adalah anggota
DPRD, yaitu sebanyak 7 orang (23,33%).
c. Latar Belakang Pendidikan Responden
Berdasarkan data responden yang terkumpul diperoleh data deskripsi latar
belakang pendidikan responden yang ditunjukkan tabel berikut ini.
Tabel 5
Deskripsi Latar Belakang Pendidikan Responden Kelompok Responden Auditor BPK Anggota DPRD Pegawai DPPKAD Masyarakat Pembayar Pajak Daerah Latar Belakang Pendidikan
Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Akuntansi 8 26,67 - - 3 10,00 1 3,33 Ekonomi Non Akuntansi 5 16,67 2 6,67 14 46,67 2 6,67 Lain-lain 17 56,67 28 93,3 3 13 43,33 27 90,00 Total 30 30 30 30
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 5 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden dengan latar
belakang pendidikan akuntansi yang terbanyak adalah auditor BPK, yaitu
sebanyak 8 orang (26,67%). Jumlah responden dengan latar belakang
pendidikan ekonomi non akuntansi yang terbanyak adalah pegawai DPPKAD,
yaitu sebanyak 14 orang (46,67%). Jumlah responden dengan latar belakang
pendidikan di luar akuntansi dan ekonomi non akuntansi yang terbanyak
commit to user d. Pengalaman Kerja di Bidang Akuntansi
Berdasarkan data responden yang terkumpul diperoleh data deskripsi
pengalaman kerja di bidang akuntansi responden yang ditunjukkan tabel
berikut ini.
Tabel 6
Deskripsi Pengalaman Kerja di Bidang Akuntansi Kelompok Responden
Auditor BPK Anggota DPRD Pegawai DPPKAD Masyarakat Pembayar Pajak Daerah Pengalaman Kerja
Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %
0-1 Tahun 8 26,67 - - - - 2 6,67 1-3 Tahun 3 10,00 2 6,67 3 10,00 5 16,67 Lebih dari 3 Tahun 6 20,00 - - 11 36,67 1 3,33 Tidak Berpengalaman 13 43,33 28 93,33 16 53,33 22 73,33 Total 30 30 30 30
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 6 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden dengan pengalaman
kerja di bidang akuntansi selama nol sampai dengan 1 tahun yang terbanyak
adalah auditor BPK, yaitu sebanyak 8 orang (26,67%). Jumlah responden
dengan pengalaman kerja di bidang akuntansi selama 1 sampai dengan 3 tahun
yang terbanyak adalah masyarakat pembayar pajak daerah, yaitu sebanyak
5 orang (16,67%). Jumlah responden dengan pengalaman kerja di bidang
akuntansi lebih dari 3 tahun yang terbanyak adalah pegawai DPPKAD, yaitu
sebanyak 11 orang (36,67%). Jumlah responden yang tidak memiliki
pengalaman kerja di bidang akuntansi yang terbanyak adalah anggota DPRD,
commit to user e. Pengalaman Kerja di Bidang Auditing
Berdasarkan data responden yang terkumpul diperoleh data deskripsi
pengalaman kerja di bidang auditing responden yang ditunjukkan tabel berikut
ini.
Tabel 7
Deskripsi Pengalaman Kerja di Bidang Auditing Kelompok Responden
Auditor BPK Anggota DPRD Pegawai DPPKAD Masyarakat Pembayar Pajak Daerah Pengalaman Kerja
Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %
0-1 Tahun 4 13,33 - - - - 1 3,33 1-3 Tahun 13 43,33 2 6,67 2 6,67 - - Lebih dari 3 Tahun 13 43,33 - - - - - - Tidak Berpengalaman - - 28 93,33 28 93,33 29 96,67 Total 30 30 30 30
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 7 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden dengan pengalaman
kerja di bidang auditing selama 1 sampai dengan 1 tahun yang terbanyak
adalah auditor BPK, yaitu sebanyak 4 orang (13,33%). Jumlah responden
dengan pengalaman kerja di bidang auditing selama 1 sampai dengan 3 tahun
yang terbanyak adalah auditor BPK, yaitu sebanyak 13 orang (43,33%).
Jumlah responden dengan pengalaman kerja di bidang auditing lebih dari
3 tahun yang terbanyak adalah auditor BPK, yaitu sebanyak 13 orang
(43,33%). Jumlah responden yang tidak memiliki pengalaman kerja di bidang
auditing yang terbanyak adalah masyarakat pembayar pajak daerah, yaitu
commit to user
e. Frekuensi Menggunakan/Membaca Laporan Hasil Audit
Berdasarkan data responden yang terkumpul diperoleh data deskripsi
frekuensi menggunakan/membaca laporan hasil audit responden yang
ditunjukkan tabel berikut ini.
Tabel 8
Deskripsi Frekuensi Menggunakan/Membaca Laporan Hasil Audit Kelompok Responden
Auditor BPK Anggota DPRD Pegawai DPPKAD
Masyarakat Pembayar Pajak
Daerah Frekuensi
Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Tidak Pernah - - 1 3,33 8 26,67 20 66,67 Kadang-kadang - - 26 86,67 21 70,00 9 30,00 Sering 30 100,00 3 10,00 1 3,33 1 3,33 Total 30 30 30 30
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 8 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden yang tidak pernah
menggunakan/membaca laporan hasil audit yang terbanyak adalah masyarakat
pembayar pajak daerah, yaitu sebanyak 20 orang (66,67%). Jumlah responden
yang kadang-kadang menggunakan/membaca laporan hasil audit yang
terbanyak adalah anggota DPRD, yaitu sebanyak 26 orang (86,67%). Jumlah
responden yang sering menggunakan/membaca laporan hasil audit yang
terbanyak adalah auditor BPK, yaitu sebanyak 30 orang (100%).
d. Terminologi Umum
Berdasarkan data responden yang terkumpul diperoleh data pengetahuan
commit to user
dan menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material yang ditunjukkan
tabel-tabel berikut ini.
Tabel 9
Deskripsi Terminologi Salah Saji Material Kelompok Responden
Auditor BPK Anggota DPRD Pegawai DPPKAD Masyarakat Pembayar Pajak Daerah Pengetahuan Responden
Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Mengerti 30 100,00 12 40,00 16 53,33 7 23,33 Tidak Yakin - - 17 56,67 9 30,00 6 20,00 Tidak Mengerti - - 1 3,33 5 16,67 17 56,67 Total 30 30 30 30
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 9 di atas menunjukkan bahwa responden yang mengerti terminologi
salah saji material yang terbanyak adalah auditor BPK, yaitu sebanyak
30 orang (100%). Jumlah responden yang tidak yakin terminologi salah saji
material yang terbanyak adalah anggota DPRD, yaitu sebanyak 17 orang
(56,67%). Jumlah responden yang tidak mengerti terminologi salah saji
material yang terbanyak adalah masyarakat pembayar pajak daerah, yaitu
sebanyak 17 orang (56,67%).
Tabel 10
Deskripsi Terminologi Wajar Tanpa Pengecualian Kelompok Responden
Auditor BPK Anggota DPRD Pegawai DPPKAD Masyarakat Pembayar Pajak Daerah Pengetahuan Responden
Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Mengerti 30 100,00 18 60,00 19 63,33 8 26,67 Tidak Yakin - - 11 36,67 10 33,33 3 10,00 Tidak Mengerti - - 1 3,33 1 3,33 19 63,33 Total 30 30 30 30
commit to user
Tabel 10 di atas menunjukkan bahwa responden yang mengerti terminologi
wajar tanpa pengecualian yang terbanyak adalah auditor BPK, yaitu sebanyak
30 orang (100%). Jumlah responden yang tidak yakin terminologi wajar tanpa
pengecualian yang terbanyak adalah anggota DPRD, yaitu sebanyak 11 orang
(36,67%). Jumlah responden yang tidak mengerti terminologi wajar tanpa
pengecualian yang terbanyak adalah masyarakat pembayar pajak daerah, yaitu
sebanyak 19 orang (63,33%).
Tabel 11
Deskripsi Terminologi Menyajikan Secara Wajar Dalam Semua Hal Yang Material
Kelompok Responden
Auditor BPK Anggota DPRD Pegawai DPPKAD Masyarakat Pembayar Pajak Daerah Pengetahuan Responden
Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Mengerti 30 100,00 3 10,00 18 60,00 3 10,00 Tidak Yakin - - 25 83,33 8 26,67 8 26,67 Tidak Mengerti - - 2 6,67 4 13,33 19 63,33 Total 30 30 30 30
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 11 di atas menunjukkan bahwa responden yang mengerti terminologi
menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material yang terbanyak
adalah auditor BPK, yaitu sebanyak 30 orang (100%). Jumlah responden
yang tidak yakin terminologi menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material yang terbanyak adalah anggota DPRD, yaitu sebanyak 25 orang
(83,33%). Jumlah responden yang tidak mengerti terminologi menyajikan
secara wajar dalam semua hal yang material yang terbanyak adalah
commit to user 2. Distribusi Tanggapan Responden
Pernyataan-pernyataan responden mengenai variabel penelitian dapat dilihat
pada jawaban rersponden terhadap kuesioner yang diberikan peneliti. Data yang
diperoleh dari responden harus dikuantitatifkan dengan menggunakan format
alternatif jawaban dengan skala Likert 5 point karena kuesioner yang digunakan
dalam penelitian ini bersifat kualitatif. Data dalam analisis ini disajikan dalam
bentuk statistik deskriptif yang terlihat dalam tabel 12. Tabel 12 menampilkan
data mengenai nilai minimum, maksimum, rata-rata, standard deviation, variance,
skewnessdan kurtosis.
Tabel 12 Statistik Deskriptif
N Min Max Mean Std Variance Skewness Kurtosis
Peran Auditor 120 6,00 30,00 20,9500 6,04166 36,502 -0,859 -0,399 Independensi Auditor 120 15,00 20,00 17,0250 1,44631 2,092 1,312 0,287 Pengetahuan Audit 120 11,00 35,00 24,8167 6,80828 46,353 -0,671 -0,820
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 12 menunjukkan jumlah responden adalah 120 orang. Dari 120
responden ini variabel independensi auditor memiliki nilai rata-rata terkecil yaitu
sebesar 17,0250 dengan standar deviasi sebesar 1,44631. Variabel pengetahuan
audit memiliki nilai rata-rata terbesar yaitu sebesar 24,8167 dengan standar
deviasi sebesar 6,80828. Nilai skewness dan kurtosis variabel peran auditor
adalah -0,859 dan -0,399. Nilai skewness dan kurtosis variabel independensi
auditor adalah 1,312 dan 0,287. Nilai skewness dan kurtosis variabel pengetahuan
audit adalah -0,671 dan -0,820. Nilai skewness dan kurtosis ketiga variabel
commit to user
dengan pendapat Ghozali (2005) yang menyatakan bahwa data yang terdistribusi
secara normal mempunyai nilai skewness dan kurtosis mendekati nol.
B. Analisis Data
1. Pengujian Instrumen
Instrumen penelitian ini diambil dari penelitian yang telah dilakukan
Rusliyawati dan Halim (2008) dan Sugiyarso (2009). Teknik pengujian instrumen
yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas dan uji
asumsi.
a. Uji Validitas
Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis faktor.
Ghozali (2005) menyatakan bahwa asumsi yang mendasari dapat tidaknya
dilakukan analisis faktor adalah data matrik harus memiliki korelasi yang
cukup. Salah satu alat uji yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat
interkorelasi antar variabel dan dapat tidaknya dilakukan analisis faktor adalah
Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO MSA).
Masing-masing variabel penelitian diuji terpisah dengan KMO MSA. Nilai KMO
bervariasi dari 0 sampai dengan 1. Nilai yang dikehendaki harus > 0,50 untuk
dapat dilakukan analisis faktor. Apabila nilai KMO masing-masing variabel
commit to user
Analisis faktor dilakukan terpisah untuk masing-masing variabel
penelitian. Indikator-indikator variabel yang dianalisis harus menjadi 1 faktor
berdasarkan pada nilai eigen value > 1, sehingga indikator masing-masing
variabel akan mengelompok pada 1 faktor tersebut dan dapat disimpulkan
bahwa masing-masing variabel memiliki unidimensionalitas atau dengan kata
lain indikator masing-masing variabel semuanya valid. Hasil uji validitas
dapat dilihat dalam tabel berikut ini.
Tabel 13 Hasil Uji Validitas
Variabel KMO MSA Faktor Loading
Peran Auditor 0,908 0,812-0,943
Independensi Auditor 0,766 0,587-0,974
Pengetahuan Audit 0,891 0,160-0,935
Sumber: data primer yang diolah
Analisis faktor dapat dilanjutkan apabila masing-masing variabel
mempunyai nilai KMO MSA > 0,50. Berdasarkan tabel 13 dapat disimpulkan
bahwa pada variabel peran auditor dapat dilanjutkan analisis faktor karena
mempunyai nilai KMO MSA 0,908. Setelah dilakukan analisis faktor terlihat
bahwa analisis faktor yang dilakukan mengelompokkan indikator-indikator
variabel tersebut ke dalam 1 faktor dengan faktor loading 0,812-0,943
sehingga dapat dikatakan indikator-indikator variabel peran auditor valid.
Variabel independensi auditor memiliki nilai KMO MSA 0,766 sehingga
dapat dilakukan analisis faktor. Hasil analisis faktor yang dilakukan
commit to user
dengan faktor loading 0,587-0,974sehingga dapat dikatakan
indikator-indikator variabel independensi auditor valid.
Tabel 13 menunjukkan bahwa variabel pengetahuan audit mempunyai nilai
KMO MSA 0,891 sehingga dapat dilakukan analisis faktor. Hasil analisis
faktor yang dilakukan mengelompokkan indikator-indikator variabel tersebut
ke dalam 1 faktor dengan faktor loading 0,160- 0,935 sehingga dapat
dikatakan indikator-indikator variabel pengetahuan audit valid.
b. Uji Reliabilitas
Ghozali (2005) menyatakan bahwa reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk
mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau
konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban
responden terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke
waktu. Nunnaly (1967) menambahkan bahwa pengukuran reliabilitas dapat
dilakukan dengan cara one shot atau pengukuran sekali saja. Di sini
pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan
pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. Hal ini
dapat dilakukan dengan menggunakan Cronbach Alpha (α). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha >0,60.
commit to user Tabel 14 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha
Peran Auditor 0,948
Independensi Auditor 0,900
Pengetahuan Audit 0,909
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 14 menunjukkan bahwa hasil uji reliabilitas untuk variabel peran
auditor menghasilkan Cronbach’s Alpha sebesar 0,948 sehingga dapat
disimpulkan bahwa variabel tersebut reliabel, karena nilai Cronbach’s Alpha
0,948 > 0,60. Hasil uji reliabilitas untuk variabel independensi auditor
menghasilkan Cronbach’s Alpha sebesar 0,900 sehingga dapat disimpulkan
bahwa variabel tersebut reliabel, karena nilai Cronbach’s Alpha 0,900 > 0,60.
Hasil uji reliabilitas untuk variabel pengetahuan audit menghasilkan
Cronbach’s Alpha sebesar 0,909 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel
tersebut reliabel, karena nilai Cronbach’s Alpha 0,909 > 0,60.
c. Uji Asumsi
Rusliyawati dan Halim (2008) menyatakan bahwa sebelum dilakukan
pengujian hipotesis, terlebih dahulu akan dilakukan pengujian asumsi.
Pengujian asumsi meliputi pengujian normalitas sebaran dan pengujian
commit to user 1) Uji Normalitas
Ghozali (2005) menyatakan bahwa uji normalitas data dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil telah memenuhi kriteria
sebaran atau distribusi normal. Uji normalitas data menggunakan
Kolmogorov-Smirnov Test, dengan membandingkan Asymptotic Significance
dengan α = 5%. Dasar penarikan kesimpulan adalah data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai Asymptotic Significance > 0,05. Hasil uji
normalitas dapat dilihat pada tabel 15 sebagai berikut.
Tabel 15 Hasil Uji Normalitas
Variabel Asymptotic Significance
Peran Auditor 0,000
Independensi Auditor 0,000
Pengetahuan Audit 0,001
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 15 menunjukkan hasil uji normalitas terhadap variabel peran auditor
adalah 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa data variabel peran auditor
tidak berdistribusi normal karena nilai 0,000 < 0,05. Hasil uji normalitas
terhadap variabel independensi auditor adalah 0,000 sehingga dapat
disimpulkan bahwa data variabel independensi auditor tidak berdistribusi
normal karena nilai 0,000 < 0,05. Hasil uji normalitas terhadap variabel
pengetahuan audit adalah 0,001 sehingga dapat disimpulkan bahwa data
variabel pengetahuan audit tidak berdistribusi normal karena
commit to user 2) Uji Homogenitas
Uji homogenitas (kesamaan varians) dengan menggunakan Levene’s Test
of Homogeneity of Variance. Uji homogenitas ini untuk menguji asumsi
ANOVA bahwa setiap grup (kategori) variabel independen memiliki variance
sama. Jika Levene Statistic signifikan pada 0,05 maka kita dapat menolak
hipotesis nol yang menyatakan grup memiliki variance sama (Ghozali, 2005).
Hasil uji homogenitas ditunjukkan tabel 16 sebagai berikut.
Tabel 16 Hasil Uji Homogenitas
Variabel Levene Test
Peran Auditor 0,491
Independensi Auditor 0,000
Pengetahuan Audit 0,232
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 16 menunjukkan bahwa hasil uji Levene Test pada variabel peran
auditor sebesar 0,491 sehingga tidak signifikan pada 0,05 (p > 0,05) sehingga
hipotesis nol yang menyatakan variance sama tidak dapat ditolak. Hasil uji
Levene Test pada variabel independensi auditor sebesar 0,000 sehingga
signifikan pada 0,05 (p < 0,05) sehingga hipotesis nol yang menyatakan
variance sama ditolak. Hasil uji Levene Test pada variabel pengetahuan audit
sebesar 0,232 sehingga tidak signifikan pada 0,05 (p > 0,05) sehingga
commit to user 2. Pengujian hipotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Kruskal-Wallis test.
Penggunaan Kruskal-Wallis test disebabkan data setiap variabel yang dianalisis
tidak berdistribusi normal sehingga statistik non parametrik digunakan untuk
menguji hipotesis.
a. Pengujian Hipotesis 1
Hasil Kruskal-Wallis Test (Mean Rank) untuk pengujian hipotesis terdapat
audit expectation gap antara auditor pemerintah (BPK) dan pengguna laporan
keuangan pemerintah dilihat dari sisi peran auditor yang ditunjukkan tabel 17
dan tabel 18 sebagai berikut.
Tabel 17
Hasil Kruskal-Wallis Test (Mean Rank) untuk Variabel Peran Auditor
Pernyataan Populasi N Mean Rank
Auditor BPK 30 17,40
Anggota DPRD 30 77,97
Pegawai DPPKAD 30 71,95
1. Auditor eksternal (BPK) bertanggung jawab untuk memberikan jaminan atas baik buruknya kinerja pemerintah daerah.
Masyarakat Pembayar Pajak Daerah 30 74,68
Total 120
Auditor BPK 30 15,53
Anggota DPRD 30 74,38
Pegawai DPPKAD 30 73,25
2. Auditor eksternal (BPK) bertanggung jawab untuk mencegah kecurangan dan
kesalahan pengujian. Masyarakat Pembayar Pajak Daerah 30 78,83
Total 120
Auditor BPK 30 16,92
Anggota DPRD 30 76,50
Pegawai DPPKAD 30 74,08
3. Auditor eksternal (BPK) bertanggung jawab untuk mendeteksi seluruh kecurangan dan kesalahan pengujian (baik yang material maupun tidak).
Masyarakat Pembayar Pajak Daerah 30 74,50
Total 120
Auditor BPK 30 25,47
Anggota DPRD 30 72,35
Pegawai DPPKAD 30 63,18
4. Auditor eksternal (BPK) harus melaporkan seluruh salah saji (baik yang material maupun tidak yang ditemukan dalam
laporan audit). Masyarakat Pembayar Pajak Daerah 30 81,00
commit to user Tabel 17 (Lanjutan)
Pernyataan Populasi N Mean Rank
Auditor BPK 30 18,30
Anggota DPRD 30 91,12
Pegawai DPPKAD 30 67,22
5. Auditor eksternal (BPK) bertanggung jawab terhadap kelemahan dalam struktur pengendalian pemerintah
daerah. Masyarakat Pembayar Pajak Daerah 30 65,37
Total 120
Auditor BPK 30 15,65
Anggota DPRD 30 75,57
Pegawai DPPKAD 30 73,20
6. Auditor eksternal (BPK) bertanggung jawab untuk menjaga/mengawasi catatan-catatan akuntansi pemerintah
daerah. Masyarakat Pembayar Pajak Daerah 30 77,58
Total 120
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 17 menunjukkan hasil Kruskal-Wallis test untuk variabel peran
auditor pada pernyataan auditor eksternal (BPK) bertanggung jawab untuk
memberikan jaminan atas baik buruknya kinerja pemerintah daerah, populasi
auditor BPK menghasilkan mean rank terendah yaitu sebesar 17,40. Mean
rank tertinggi terdapat pada populasi anggota DPRD yaitu sebesar 77,97.
Hasil Kruskal-Wallis test pada pernyataan auditor eksternal (BPK)
bertanggung jawab untuk mencegah kecurangan dan kesalahan pengujian,
populasi auditor BPK menghasilkan mean rank terendah yaitu sebesar 15,53.
Mean rank tertinggi terdapat pada populasi masyarakat pembayar pajak daerah
yaitu sebesar 78,83. Hasil Kruskal-Wallis test pada pernyataan auditor
eksternal (BPK) bertanggung jawab untuk mendeteksi seluruh kecurangan dan
kesalahan pengujian (baik yang material maupun tidak), populasi auditor BPK
menghasilkan mean rank terendah yaitu sebesar 16,92. Mean rank tertinggi
commit to user
Hasil Kruskal-Wallis test pada pernyataan auditor eksternal (BPK) harus
melaporkan seluruh salah saji (baik yang material maupun tidak yang
ditemukan dalam laporan audit), populasi auditor BPK menghasilkan mean
rank terendah yaitu sebesar 25,47. Mean rank tertinggi terdapat pada
populasi masyarakat pembayar pajak daerah yaitu sebesar 81,00. Hasil
Kruskal-Wallis test pada pernyataan auditor eksternal (BPK) bertanggung
jawab terhadap kelemahan dalam struktur pengendalian pemerintah daerah,
populasi auditor BPK menghasilkan mean rank terendah yaitu sebesar 18,30.
Mean rank tertinggi terdapat pada populasi anggota DPRD yaitu sebesar
91,12. Hasil Kruskal-Wallis test pada pernyataan auditor eksternal (BPK)
bertanggung jawab untuk menjaga/mengawasi catatan-catatan akuntansi
pemerintah daerah, populasi auditor BPK menghasilkan mean rank terendah
yaitu sebesar 15,65. Mean rank tertinggi terdapat pada populasi masyarakat
pembayar pajak daerah yaitu sebesar 77,58.
Tabel 18
Hasil Kruskal-Wallis Test (Asymptotic Significance) untuk Variabel Peran Auditor
Pernyataan Asymptotic
Significance
1. Auditor eksternal (BPK) bertanggung jawab untuk memberikan jaminan atas baik buruknya kinerja pemerintah daerah.
0,000* 2. Auditor eksternal (BPK) bertanggung jawab untuk mencegah kecurangan dan
kesalahan pengujian.
0,000* 3. Auditor eksternal (BPK) bertanggung jawab untuk mendeteksi seluruh
kecurangan dan kesalahan pengujian (baik yang material maupun tidak).
0,000* 4. Auditor eksternal (BPK) harus melaporkan seluruh salah saji (baik yang
material maupun tidak yang ditemukan dalam laporan audit).
0,000* 5. Auditor eksternal (BPK) bertanggung jawab terhadap kelemahan dalam
struktur pengendalian pemerintah daerah.
0,000* 6. Auditor eksternal (BPK) bertanggung jawab untuk menjaga/mengawasi
catatan-catatan akuntansi pemerintah daerah.
0,000* Keterangan : * Signifikan pada α = 1%
commit to user
Tabel 18 menunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis untuk variabel
peran auditor pada pernyataan auditor eksternal (BPK) bertanggung jawab
untuk memberikan jaminan atas baik buruknya kinerja pemerintah daerah
adalah 0,000. Oleh karena nilai asymptotic significance < 0,05 maka hipotesis
nol ditolak sehingga terdapat audit expectation gap antara auditor pemerintah