BAB III METODE PENELITIAN
C. Variabel Penelitian
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah persepsi masing-masing
kelompok responden mengenai pengauditan pada pemerintah daerah. Operasional
variabel mencakup pengukuran variabel yaitu memberikan nilai terhadap persepsi
kelompok responden mengenai pengauditan eksternal pemerintahan.
commit to user
a. open ended question yang memberikan pernyataan mengenai data identitas
pribadi responden untuk mendukung data demografi;
b. close ended question yang memberikan pernyataan kepada responden
mengenai pengauditan pada pemerintah daerah.
Tiga kelompok pernyataan utama dalam close ended question mengukur
dimensi peran auditor, independensi auditor dan pengetahuan audit, yang diukur
dengan skala likert dari 1 sampai dengan 5 (sangat tidak setuju sampai dengan
sangat setuju). Operasional variabel dijabarkan sebagai berikut:
a. Variabel peran auditor dalam penelitian ini diwakili dengan pernyataan bahwa
auditor eksternal (BPK) bertanggung jawab untuk memberikan jaminan atas
baik buruknya kinerja pemerintah daerah (pernyataan nomor 1), auditor
eksternal (BPK) bertanggung jawab untuk mencegah kecurangan dan
kesalahan pengujian (pernyataan nomor 2), auditor eksternal (BPK)
bertanggung jawab untuk mendeteksi seluruh kecurangan dan kesalahan
pengujian/baik yang material maupun tidak (pernyataan nomor 3), auditor
eksternal (BPK) harus melaporkan seluruh salah saji/baik yang material
maupun tidak yang ditemukan dalam laporan audit (pernyataan nomor 4),
auditor eksternal (BPK) bertanggung jawab terhadap kelemahan dalam
struktur pengendalian pemerintah daerah (pernyataan nomor 5), dan auditor
eksternal (BPK) bertanggung jawab untuk menjaga/mengawasi catatan-catatan
akuntansi pemerintah daerah (pernyataan nomor 6).
b. Variabel independensi auditor dalam penelitian ini diwakili dengan pernyataan
commit to user
daerah/eksekutif (pernyataan nomor 7), auditor eksternal (BPK) independen
terhadap pegawai negeri sipil (pernyataan nomor 8), auditor eksternal (BPK)
independen terhadap para politisi/legislatif (pernyataan nomor 9), dan auditor
eksternal (BPK) mempunyai standar etika yang tinggi (pernyataan nomor 10).
c. Variabel pengetahuan audit dalam penelitian ini diwakili dengan pernyataan
bahwa auditor eksternal (BPK) mempunyai tanggung jawab untuk membuat
laporan keuangan pemerintah daerah (pernyataan nomor 11), auditor eksternal
(BPK) harus memperhatikan setiap transaksi di pemerintah daerah. Mereka
tidak boleh menggunakan sampel dalam melaksanakan suatu audit
(pernyataan nomor 12), laporan keuangan pemerintah daerah yang telah
diaudit harus dapat diterbitkan setiap tiga bulan sekali (pernyataan nomor 13),
nilai aktiva yang terdapat dalam neraca pemerintah daerah merupakan nilai
sebenarnya/nilai pasar aktiva tersebut (pernyataan nomor 14), laporan kinerja
non keuangan pemerintah daerah yang telah diaudit harus termasuk dalam
laporan tahunan pemerintah daerah (pernyataan nomor 15), auditor eksternal
(BPK) harus menyelesaikan penugasan audit tanpa menggunakan/melihat
hasil kerja auditor lain dan para ahli (pernyataan nomor 16), dan pengguna
laporan keuangan auditan pemerintah daerah dapat memiliki keyakinan
absolut bahwa laporan tidak mengandung salah saji (pernyataan nomor 17).
Kelompok terminologi umum dalam pengauditan dimaksudkan untuk
menambah pemahaman expectation gap berkaitan dengan karakteristik responden.
Ada tiga item yang digunakan untuk mengetahui terminologi responden mengenai
commit to user
tanpa pengecualian (nomor 19), dan menyajikan secara wajar dalam semua hal
yang material (nomor 20). Jawaban responden diukur dengan pernyataan
mengerti, tidak yakin, dan tidak mengerti.
D. Analisis Data
Sebelum pengujian hipotesis dilakukan, terlebih dahulu dilakukan uji validitas,
uji reliabilitas, dan uji asumsi. Untuk pengujian hipotesis, penelitian ini
menggunakan alat analisa one-way ANOVA dengan menggunakan bantuan
software statistik komputer SPSS versi 12.0.
1. Uji Validitas
Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis faktor. Asumsi
yang mendasari dapat tidaknya digunakan analisis faktor adalah data matrik harus
memiliki korelasi yang cukup (sufficient correlation). Alat uji yang digunakan
untuk mengukur tingkat interkorelasi antar variabel dan dapat tidaknya dilakukan
analisis faktor adalah Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy
(KMO MSA). Nilai KMO bervariasi dari nol sampai dengan satu. Nilai yang
dikehendaki harus > 0,50 untuk dapat dilakukan analisis faktor (Ghozali, 2005).
2. Uji Reliabilitas
Ghozali (2005) menyatakan bahwa reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk
commit to user
Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban responden terhadap
pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Nunnaly (1967)
menambahkan bahwa pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan cara one
shot atau pengukuran sekali saja. Di sini pengukurannya hanya sekali dan
kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi
antar jawaban pertanyaan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan
Cronbach Alpha (α). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika
memberikan nilai Cronbach Alpha >0,60.
3. Uji Asumsi
Rusliyawati dan Halim (2008) menyatakan bahwa sebelum dilakukan
pengujian hipotesis, terlebih dahulu akan dilakukan pengujian asumsi. Pengujian
asumsi meliputi pengujian normalitas sebaran dan pengujian homogenitas
(kesamaan varians). Ghozali (2005) menambahkan bahwa uji normalitas data
dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil telah
memenuhi kriteria sebaran atau distribusi normal.
Uji normalitas data menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test, dengan
membandingkan Asymptotic Significance dengan α = 5%. Dasar penarikan kesimpulan adalah data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai Asymptotic
Significance > 0,05.
Uji homogenitas (kesamaan varians) dengan menggunakan Levene’s Test of
Homogeneity of Variance. Uji homogenitas ini untuk menguji asumsi ANOVA
commit to user
Levene Statistic signifikan pada 0,05 maka kita dapat menolak hipotesis nol yang
menyatakan grup memiliki variance sama (Ghozali, 2005).
4. Uji Hipotesis
Berdasarkan pada hasil verifikasi terhadap data yang diperoleh, maka
dilakukan pengujian hipotesis. Apabila data setiap variabel yang akan dianalisis
membentuk distribusi normal, maka semua hipotesis tersebut diuji dengan
menggunakan alat analisa one-way ANOVA. Pengujian terhadap hipotesis
penelitian dilakukan dengan menggunakan taraf signifikansi sebesar 5%. Masing-
masing hipotesis diuji dengan menggunakan uji-F (F-test). Lind (2008)
menyatakan bahwa penggunaan uji-F (F-test) dapat digunakan untuk
membandingkan tiga rata-rata populasi atau lebih untuk menentukan apakah
semua nilainya dapat sama. Kaidah pengambilan keputusan adalah:
a. Apabila nilai probabilitas (p) > α = 5%, maka maka hipotesis yang diajukan (Ha) ditolak.
b. Apabila nilai probabilitas (p) < α = 5%, maka hipotesis yang diajukan (Ha) diterima.
Apabila data setiap variabel yang akan dianalisis tidak berdistribusi normal,
maka statistik non parametrik akan digunakan untuk menguji hipotesis. Uji yang
digunakan adalah Kruskal-Wallis test. Ghozali (2006) menyatakan bahwa
Kruskal-Wallis test adalah one way analysis of variance by rank. Kruskal-Wallis
test merupakan alat uji statistik non parametrik yang sangat berguna untuk
commit to user
Kruskal-Wallis test menguji hipotesis nol bahwa k sampel berasal dari populasi
yang sama atau populasi yang identik dengan median yang sama. Kaidah
pengambilan keputusan adalah:
a. Apabila nilai probabilitas (p) > α = 5%, maka maka hipotesis yang diajukan (Ha) ditolak.
b. Apabila nilai probabilitas (p) < α = 5%, maka hipotesis yang diajukan (Ha) diterima.
commit to user BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN