• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian

4.2.1 Deskripsi Modul Digital

Sugianto, dkk. (2013:101-116) mendefinisikan modul elektronik merupakan bentuk bahan belajar mandiri yang disusun secara sistematis yang ditampilkan dalam format elektronik, di dalamnya terdapat audio, animasi, dan navigasi. Selaras dengan pendapat Sugianto, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah (2017:3) menjelaskan e-modul merupakan sebuah bentuk penyajian bahan belajar mandiri yang disusun secara sistematis ke dalam unit pembelajaran tertentu, yang disajikan dalam format elektronik, di mana setiap kegiatan

pembelajaran di dalamnya dihubungkan dengan tautan (link) sebagai navigasi yang membuat peserta didik menjadi lebih interaktif dengan program, dilengkapi dengan penyajian video tutorial, animasi, dan audio untuk memperkaya pengalaman belajar. Berdasarkan pendapat kedua ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa modul digital merupakan bahan ajar yang disusun dan dirancang secara sistematis untuk memudahkan mahasiswa belajar secara mandiri tanpa dibimbing oleh dosen dan dapat diakses melalui komputer atau laptop. Modul digital berjudul Frasa Endosentris memuat materi dan dilengkapi dengan latihan, rangkuman, uji formatif, dan refleksi. Modul digital ini dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya agar mempermudah mahasiswa dalam mengoperasikan modul digital tersebut. Modul digital yang dikembangkan peneliti dibuat menggunakan aplikasi Flip PDF Professional, yaitu aplikasi Flipbook yang menampilkan konsep tampilan buku dalam aplikasi. Menggunakan aplikasi Flip PDF Profesional memiliki banyak kelebihan, salah satunya membuat tampilan modul menjadi lebih menarik dan mudah digunakan.

Evaluasi dan penilaian terhadap modul digital yang disusun oleh peneliti merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Direktorat Tenaga Kependidikan (2008:28) mendeskripsikan penilaian kualitas modul yang dikembangkan mencakup (1) komponen kelayakan isi/materi, (2) komponen kelayakan penyajian, (3) komponen kelayakan bahasa, (4) komponen kelayakan kegrafikan. Modul digital yang peneliti susun berpedoman pada empat aspek menurut Direktorat Tenaga Kependidikan. Berikut akan diuraikan deskripsi modul sesuai dengan empat aspek kualitas modul.

Materi dalam modul digital pembelajaran Frasa Endosentris disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Modul digital frasa endosentris ini memiliki tujuan agar mahasiswa mampu memahami materi frasa endosentris bahasa Indonesia dengan baik. Modul digital ini dipetakan ke dalam dua bab, yaitu (1) Sintaksis Bahasa Indonesia dan (2) Frasa Endosentris Bahasa Indonesia.

Bab I yang berjudul Sintaksis Bahasa Indonesia terdiri atas lima subbab yaitu, (1) Hakikat Sintaksis, (2) Ruang Lingkup Sintaksis, (3) Pengertian Frasa, (4) Pengertian Klausa, dan (5) Pengertian Kalimat. Pada bab I lebih menekankan pada pemahaman awal tentang sintaksis beserta ruang lingkupnya. Bab II yang berjudul Frasa Endosentris Bahasa Indonesia terdiri dari lima subbab yaitu, (1) Frasa, (2) Frasa Endosentris, (3) Frasa Endosentris Koordinatif, (4) Frasa Endosentris Atributif, dan (5) Frasa Endosentris Apositif. Pada bab II menekankan pada pemahaman awal mengenai frasa dan jenis frasa endosentris yang dibahas dengan rinci.

Pada aspek isi/materi dilengkapi dengan aktivitas dan tes formatif. Bagian aktivitas merupakan soal-soal penerapan teori yang terdapat dalam masing-masing bab. Bagian tes formatif berisi soal-soal pilihan ganda yang berfungsi untuk mengukur ketercapaian mahasiswa memahami materi tiap babnya. Kegiatan aktivitas dan tes formatif terdapat di dalam setiap bab yang diharapkan agar mahasiswa mendapatkan latihan soal dengan porsi yang cukup.

Aspek penyajian dalam modul digital pembelajaran Frasa Endosentris terdiri atas bagian pendahuluan, isi, dan bagian penutup. Bagian pendahuluan terdiri

atas kata pengantar, rasional produk, petunjuk penggunaan modul, pendahuluan, dan daftar isi. Bagian pendahuluan menguraikan deskripsi singkat tentang modul digital pembelajaran. Tujuan pembelajaran terdapat di awal setiap bab. Rasional produk berisi tentang hasil studi pendahuluan yang sudah peneliti lakukan serta dijadikan dasar untuk pembuatan modul digital pembelajaran frasa endosentris bahasa Indonesia. Bagian petunjuk penggunaan modul merupakan perintah untuk mempelajari modul digital pembelajaran “Frasa Endosentris”.

Bagian isi terdiri dari dua bab, yaitu (1) Sintaksis Bahasa Indonesia dan (2) Frasa Endosentris Bahasa Indonesia. Setiap pembelajaran terdapat judul bab, tujuan pembelajaran, gambar ilustrasi, peta konsep, materi pokok, contoh, video, rangkuman, aktivitas, refleksi, dan tes formatif. Video yang terdapat dalam modul digital pembelajaran sudah dikaitkan dengan materi yang ada di setiap babnya. Refleksi berfungsi untuk mengingat kembali tentang materi yang sudah dipelajari di setiap bab. Tes formatif yang terdapat di akhir setiap bab dilengkapi dengan kunci jawaban. Kunci jawaban berfungsi untuk mengetahui kemampuan individu mahasiswa dalam memahami materi setiap babnya.

Bagian akhir modul digital terdapat kunci jawaban, glosarium, dan daftar pustaka. Kunci jawaban adalah jawaban pertanyaan dari tes formatif dan evaluasi. Kunci jawaban memudahkan mahasiswa untuk mencocokkan hasil pekerjaan mereka dengan kunci jawaban yang sudah disediakan di dalam modul digital. Glosarium berisikan definisi dari beberapa istilah yang mungkin belum diketahui oleh mahasiswa. Daftar pustaka merupakan sumber referensi yang dirujuk peneliti untuk menyusun modul digitital tersebut.

Aspek kebahasaan dalam modul digital pembelajaran Frasa Endosentris menggunakan bahasa yang bersifat komunikatif. Selain itu, peneliti menyesuaikan bahasa dengan kemampuan tingkat berpikir mahasiswa sehingga peneliti menggunakan bahasa yang bersifat mudah untuk dipahami (user friendly). Peneliti menggunakan bahasa yang sederhana agar mahasiswa tidak mengalami kebingungan dalam memahami setiap kalimat di dalam modul digital tersebut.

Pada aspek kegrafikan peneliti menggunakan aplikasi Adobe Photoshop CS6 untuk mendesain kulit muka dan di setiap judul babnya. Peneliti menggunakan beberapa jenis huruf. Jenis huruf yang digunakan oleh peneliti di bagian kulit muka adalah Swis721 Cn BT untuk judul modul, judul penelitian, dan nama penulis. Bagian isi modul peneliti mendesain menggunakan Microsoft Word. Peneliti menggunakan jenis Times New Roman pada bagian judul bab dengan ukuran. Bagian judul subbab, tujuan pembelajaran, dan peta konsep peneliti menggunakan jenis huruf Times New Roman dengan ukuran 24 agar terlihat dengan jelas. Pada bagian materi peneliti memilih memilih menggunakan jenis huruf Times New Roman ukuran 12 spasi 1,5. Peneliti menganggap jenis huruf Times New Roman mudah dan jelas untuk dibaca. Peneliti secara konsisen menggunakan jenis-jenis huruf tersebut dalam penyusunan modul digital pembelajaran. Setelah penulisan modul digital selesai dikerjakan, peneliti mengubah bentuk dokumen yang semula berbentuk document word menjadi PDF. Bentuk PDF dimasukkan ke dalam aplikasi Flip PDF Professional dan diedit. Peneliti menambahkan video-video yang terkait dengan pembelajaran melalui aplikasi Flip PDF Professional. Pada bagian daftar isi peneliti menambahkan table of contents disetiap subnya agar pada saat

menekan tombol click akan langsung menuju halaman yang diinginkan pembelajar. Peneliti menambahkan hyperlink berbentuk icon buku di modul digital pembelajaran. Jika icon buku tersebut ditekan tombol click maka akan otomatis kembali menuju daftar isi. Peneliti membuat table of contents dengan tujuan agar mempermudah pembelajar dalam menjelajahi setiap halaman yang diinginkan.

Dokumen terkait