BAB II LANDASAN TEORI
2.2 Landasan Teori
2.2.5 Modul
2.2.5.4 Struktur Penulisan Modul
Penulisan modul dilakukan agar mempermudah mahasiswa ketika mengikuti pembelajaran. Modul disusun secara sistematis agar pembelajar mudah mempelajarinya. Direktorat Tenaga Kependidikan (2008:21) menjelaskan struktur penulisan modul dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian pembuka, bagian inti, dan bagian akhir. Berikut penjelasannya:
1. Bagian pembuka
Bagian pembuka meliputi judul, daftar isi, peta informasi, daftar tujuan kompetensi, dan tes awal. Judul modul dibuat semenarik mungkin dan memberi gambaran tentang materi yang akan dibahas agar pembelajar tertarik untuk
mempelajari modul. Daftar isi menyajikan topik-topik yang dibahas. Topik tersebut diurutkan berdasarkan daftar isi di dalam modul. Pembelajar dapat melihat secara keseluruhan topik-topik yang tersedia di dalam modul melalui daftar isi. Daftar isi mencantumkan nomor halaman untuk memudahkan pembelajar ketika mencari topik. Daftar isi akan mempermudah pembelajar dalam menemukan pokok-pokok informasi dalam sebuah modul. Di dalam modul, terdapat peta informasi yang berisi kaitan antar topik pembelajaran. Peta informasi yang disajikan dalam modul dapat menggunakan diagram isi bahan ajar yang telah dipelajari sebelumnya. Penulis modul harus teleti untuk memutuskan menggunakan peta informasi yang cocok untuk menjelaskan keterkaitan materi topik dalam modul. Lalu, penulisan tujuan pembelajaran membantu pembelajar untuk mengetahui pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang hendak dicapai atau dikuasai setelah mempelajari modul tersebut. Tes awal merupakan bagian akhir dalam bagian pembuka. Pembelajar perlu diberi tahu pengetahuan atau keterampilan yang diperlukan untuk menguasai materi dalam modul. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pre-tes. Pre-tes bertujuan untuk memeriksa jika pembelajar telah menguasai materi prasyarat untuk mempelajari modul. Penelitian ini menggunakan tes awal berupa pengetahuan yang dimiliki pembelajar tentang frasa endosentris.
2. Bagian Inti
Bagian inti terdiri dari bagian pembuka, hubungan dengan materi, uraian materi, penugasan, dan rangkuman. Berikut penjelasannya.
a) Bagian Pendahuluan/Tinjauan Umum Materi
Pendahuluan pada suatu modul berfungsi untuk; (1) memberikan gambaran umum mengenai isi materi modul; (2) meyakinkan pembelajar bahwa materi yang akan dipelajari dapat bermanfaat bagi mereka; (3) meluruskan harapan pembelajar mengenai materi yang akan dipelajari; (4) mengaitkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan dipelajari; (5) memberikan petunjuk mempelajari materi yang akan disajikan. Pendahuluan dapat disajikan peta informasi mengenai materi yang akan dibahas dan daftar tujuan kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari modul. Bagian pendahuluan menjadi penting karena pembaca akan diberi gambaran mengenai isi modul. b) Hubngan dengan Materi atau Pembelajaran yang lain.
Materi pada modul sebaiknya lengkap, dalam arti semua materi yang perlu dipelajari tersedia dalam modul. Maka dari itu, materi yang ada di modul akan mudah dipahami dan dipelajari mahasiswa. Jika menghendaki pembelajar untuk memperluas wawasan materi, maka sebaiknya diberikan arahan bagaimana mengaksesnya dengan cara mencantumkan sumber materi tersebut. Modul memang sumber belajar yang mandiri jadi diharapkan semua materi yang dijelaskan secara utuh. Jika ada materi yang merujuk pada buku atau sumber belajar lain maka dalam modul harus mencantumkan di mana materi atau sumber belajar tersebut dapat diakses oleh pembaca.
c) Uraian Materi
Uraian materi merupakan penjelasan secara terperinci tentang materi pembelajaran yang disampaikan dalam modul. Organisasikan isi materi pembelajaran dengan urutan dan susunan yang sistematis, sehingga memudahan pembelajar memahami materi pembelajaran. Materi yang diuraikan sebaiknya jangan terlalu luas sehingga tidak menyebabkan pembelajar bingung untuk memahami materi tersebut. Jika materi terlalu luas, sebaiknya disusun dalam beberapa Kegiatan Belajar (KB). Berikut contoh susunan dari Kegiatan Belajar (KB).
Gambar 2.1 Contoh Sistematika Uraian Modul
Penulisan uraian materi kegiatan belajar hendaknya disusun secara jelas. Organisasikan antarbab, antarunit, antarparagraf dengan susunan dan alur yang mudah untuk dipahami. Organisasikan juga antar judul, sub judul, dan uraian sehingga mudah dimengerti.
Kegiatan Belajar 1
A. Tujuan Kompetensi B. Uraian Materi C. Tes Formatif D. Tugas E. RangkumanKegiatan Belajar 2
A. Tujuan Kompetensi B. Uraian Materi C. Tes Formatif D. Tugas E. RangkumanPemberian judul atau penjudulan merupakan alat untuk mempelajari materi yang disajikan dalam bentuk teks tertulis. Penjudulan membantu pembelajar untuk menemukan bagian teks yang sedang dipelajari, memberi tanda awal dan akhir suatu topik, memberi kesan bahwa topik-topik terkelompok dalam topik yang lebih besar. Struktur penjudulan mencerminkan struktur materi yang dikembangkan oleh penulis modul. Penjenjangan atau hierarki sebaiknya tidak lebih dari tiga jenjang. Lebih dari tiga jenjang akan menyulitkan pembaca untuk memahami penjenjangan tersebut. Penjudulan untuk setiap jenjang sebaiknya dituliskan dalam bentuk huruf berbeda. Berikut contoh penjudulan.
Gambar 2.2 Contoh Sistematika Penomoran dalam Modul d) Penugasan
Penugasan yang terdapat dalam modul diberikan dengan tujuan untuk melatih pembelajar dengan yang dipelajari serta mempertegas bagian-bagian penting. Apabila pembelajar diminta untuk menghafal, maka dalam penugasan harus dipertegas agar sesuai tujuannya.
e) Rangkuman
Rangkuman merupakan isi-isi pokok pembahasan yang ada di dalam modul. Rangkuman dapat dikatakan sebagai keseluruhan
A. Judul
1. Sub Judul
materi yang ada di dalam modul, tetapi disajikan lebih ringkas. Letak rangkuman berada di akhir bagian.
3. Bagian Penutup
Bagian penutup merupakan bagian terakhir yang ada di dalam modul. Bagian penutup terdiri dari beberapa bagian. Berikut penjelasan bagian-bagian penutup yang terdapat dalam modul.
a) Glossary atau daftar istilah
Glossary berisikan definisi-definisi konsep yang dibahas dalam modul. Definisi tersebut dibuat dengan ringkas yang bertujuan untuk mengingat kembali konsep yang telah dipelajari.
b) Tes Akhir
Tes Akhir merupakan latihan yang dapat pembelajar kerjakan setelah mempelajari suatu bagian dalam modul. Aturan umum untuk tes akhir adalah tes tersebut dikerjakan oleh pembelajar dalam waktu sekitar 20% dari waktu mempelajari modul. Jadi, jika suatu modul dapat diselesaikan dalam tiga jam maka tes akhir harus dapat dikerjakan oleh peserta belajar dalam waktu sekitar setengah jam.
c) Indeks
Indeks memuat istilah-istilah penting di dalam modul serta halaman berapa istilah tersebut dapat ditemukan. Indeks terletak di bagian akhir modul atau buku. Penyusunan indeks dilakukan berdasarkan urutan abjad. Indeks perlu mengandung kata kunci yang kemungkinan pembelajar akan mencarinya.