• Tidak ada hasil yang ditemukan

SALURAN MEDIA

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA

III.1 Penyajian data

III.1.1 Deskripsi objek penelitian a Profil Kepala Desa Ngancar

Selama dua belas tahun Desa Ngancar Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri dipimpin oleh seorang putera daerah yang bernama Mulyatmo (lihat lampiran 6). Beliau yang lahir pada 8 Juli 1959 ini kini telah berusia 52 tahun. Ayah dua orang puteri ini menghabiskan masa mudanya di Jakarta selama tujuh belas tahun sebagai kontraktor dan konsultan konstruksi sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke kampung halaman demi memberikan kontribusi yang lebih untuk kemajuan desanya sendiri.

Bapak Mulyatmo memiliki ciri khas dalam setiap tutur katanya dengan selalu menggunakan bahasa yang tegas dan lugas dalam berkomunikasi. Hingga kini, Bapak Mulyatmo yang akrab dipanggil dengan nama panggilan Pak Polo ini memiliki kegemaran beternak sapi selain juga menikmati pekerjaannya dalam membangun dan memimpin Desa Ngancar. Salah satu keahliannya adalah membuat perhitungan rencana biaya dan merancang bangunan sehingga kerap diminta untuk bekerja sama dengan beberapa proyek pembangunan, baik proyek pembangunan desa maupun proyek pembangunan di tempat lain.

commit to user

b.Karakteristik personal Kepala Desa Ngancar

Kiprah baik Kepala Desa Ngancar terlihat sejak menjabat di periode pertama yang dinilai sangat mengutamakan perkembangan dan kemajuan desa. Bahkan, beberapa tokoh masyarakat mengatakan bahwa sumbangsih Kepala Desa Ngancar kepada Desa Ngancar sudah ada sejak beliau belum menjabat sebagai kepala desa. Pada saat masih di perantauan, beliau kerap memberikan kontribusi bagi kemajuan tanah kelahirannya tersebut, mulai dari sumbangan dana, ide-ide pembangunan yang beliau sampaikan ketika pulang kampung, hingga memberikan pengarahan- pengarahan pembangunan di desa (lihat lampiran 13). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Bapak Mulyatmo sebagai seorang yang dermawan dan peduli terhadap perkembangan dan kemajuan tanah kelahirannya.

Berkaitan dengan sosoknya sebagai seorang kepala desa, beberapa pemerintah desa memberikan penilaiannya. Kepala Dusun Ngancar mengatakan bahwa Bapak Mulyatmo merupakan sosok yang memiliki empati yang tinggi terhadap perangkat dan masyarakat sehingga kebijakan-kebijakan yang diambil pun dapat diterima oleh semua pihak. Bapak Mulyatmo juga rutin memberikan informasi kepada masyarakat terkait rencana-rencana pembangunan di desa dan memberikan motivasi agar masyarakat turut serta memberikan partisipasinya demi kesuksesan pembangunan tersebut. Motivasi yang disampaikan adalah dengan meyakinkan masyarakat tentang manfaat pembangunan sehingga

commit to user

masyarakat tergerak untuk berpartisipasi, seperti yang dikatakan Kepala Dusun Ngancar sebagai berikut:

“Kepala desa biasanya menanamkan pentingnya kesadaran berswadaya demi terwujudnya pembangunan yang manfaatnya akan dapat dinikmati oleh warga. Kepala desa juga memberikan pandangan-pandangannya mengenai pembangunan sehingga masyarakat yakin bahwa pembangunan ini untuk warga” (wawancara dengan Kepala Dusun Ngancar).

Ketua BPD Desa Ngancar mengatakan bahwa roda pemerintahan yang dijalankan oleh Bapak Mulyatmo tergolong lancar. Selain karena sikapnya yang tegas dan disiplin dalam memimpin pemerintahan, beliau merupakan orang yang mudah bergaul dengan semua lapisan masyarakat sehingga memiliki banyak relasi.

Menurut Kepala Desa Ngancar, menjalin relasi baik dengan banyak pihak merupakan hal yang penting dilakukan oleh seorang kepala desa, terutama pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan pemerintahan desa seperti camat dan bupati. Relasi dengan atasan tersebut memudahkan langkah kepala desa dalam merealisasikan program-program kerja, terutama yang berhubungan dengan pembangunan, seperti yang dikemukakan Kepala Desa Ngancar bahwa kepala desa dengan bupati itu hubungannya seperti anak dengan orang tua. Kalau kita mempunyai hubungan baik dengan orang tua, Insya Allah apa keinginan kita dipenuhi oleh orang tua.

Kepala Desa Ngancar mengatakan bahwa langkah-langkah yang ia ambil untuk menjalin relasi dengan camat dan bupati adalah dengan memulai pendekatan personal, misalnya sebelum acara-acara dinas di

commit to user

kecamatan dan kabupaten dimulai, ia kerap mengajak camat atau bupati untuk sekedar berbincang membicarakan tentang keadaan desa, berkonsultasi, dan membicarakan hal-hal umum lainnya. Atau, Kepala Desa Ngancar juga cukup sering datang ke kediaman atasan untuk membahas permasalahan yang ada di Desa Ngancar dan desa-desa lain yang berkaitan dengan Desa Ngancar (lihat lampiran 7). Cara ini diakui Kepala Desa Ngancar akan membuat atasan mengenal dan dekat dengan sosok kepala desa dan akhirnya peduli terhadap perkembangan desa setempat.

Relasi yang baik tidak hanya dijalin secara top-up dengan para atasan saja tetapi juga secara top-down dengan masyarakat. Peneliti mengamati bahwa pelayanan yang dilakukan Kepala Desa Ngancar kepada masyarakat berjalan dengan baik. Walaupun hampir setiap hari tidak berkantor di kantor balai desa, Kepala Desa Ngancar melayani apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di rumahnya (lihat lampiran 8). Para warga yang ingin membuat dan memperpanjang Kartu Tanda Penduduk (KTP), mengurus berbagai jenis surat keterangan, membuat dan memperbarui Kartu Keluarga (KK), dan administrasi publik lainnya dilayani dengan cepat dan baik. Setelah selesai pada waktu yang telah dijanjikan, mereka bisa mendatangi rumah beliau lagi untuk mengambilnya. Hal ini merupakan cara Kepala Desa Ngancar untuk menjalin kedekatan secara personal dengan para warga masyarakatnya.

commit to user

Relasi top-down yang dibangun Kepala Desa Ngancar tidak hanya dengan memberikan pelayanan baik untuk masyarakat, tetapi juga dengan membaur dalam kehidupan sosial masyarakat. Berdasarkan observasi peneliti, Kepala Desa Ngancar hampir selalu memenuhi undangan- undangan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, mulai dari undangan walimahan, tasyakuran warga, takziah, hingga kegiatan organisasi sosial lain yang ada di desa (lihat lampiran 9). Selain itu, Kepala Desa Ngancar dikenal sebagai sosok yang mempunyai pondasi kuat dalam agama yang dianutnya dan rajin melakukan sholat lima waktu di masjid. Salah satu tokoh agama di Desa Ngancar mengatakan bahwa Kepala Desa Ngancar jarang melewatkan sholat lima waktu di masjid terbesar di desa setempat, yaitu masjid Nurul Huda.

Untuk membangun hubungan yang semakin baik dengan masyarakat, Kepala Desa Ngancar juga berupaya menjadi problem-solver

bagi permasalahan warganya. Tak jarang, dia sengaja mengundang warga- warga yang saling memiliki permasalahan untuk berembug bersama dengan kepala dingin mencari solusi yang terbaik (lihat lampiran 14).

Relasi yang baik juga terjalin antara kepala desa dengan perangkat desa lain seperti sekretaris desa, kepala urusan, dan kepala dusun di Desa Ngancar. Berdasarkan wawancara peneliti dengan beberapa perangkat desa lain di Desa Ngancar, mereka kerap datang ke rumah kepala desa dan membahas perkembangan desa (lihat lampiran 10). Menurut sebagian perangkat desa, pertemuan dalam suasana informal seperti itu dirasa lebih

commit to user

efektif karena perangkat desa merasa lebih leluasa mendiskusikan tentang keadaan desa daripada mendiskusikannya di pertemuan Rapat Koordinasi Perangkat Desa.

Peneliti mengamati bahwa Kepala Desa Ngancar juga merupakan sosok pemimpin yang berempati dengan perangkat desa lain. Hal ini terlihat dari pertemuan-pertemuan tingkat RT, RW, dan pertemuan lembaga kemasyarakatan yang selalu diadakan pada malam hari. Kepala desa mengetahui bahwa selain menjadi abdi masyarakat, semua perangkat Desa Ngancar juga bekerja sebagai petani sehingga pada pagi hari hingga menjelang sore hari mereka bekerja di sawah. Oleh karena itulah, demi mendapatkan waktu yang tepat untuk semua pihak, Kepala Desa Ngancar memutuskan bahwa pertemuan-pertemuan tersebut dilaksanakan pada malam hari.

III.1.2 Pembangunan fisik di Desa Ngancar