BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Pelaksanaan Kegiatan Penelitian
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian penerapan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga pada pokok materi volume prisma di SMP Santo Aloysius Turi. Subjek dari penelitian ini adalah 6 orang siswa yang diambil dari siswa kelas VIII-B berjumlah 23 siswa.
Penelitian ini dibagi menjadi dua bagian ialah bagian persiapan dan bagian pelaksanaan. Bagian persiapan terdiri dari perizinan dengan pihak sekolah sebagai tempat pelaksaan penelitian, validasi instrumen penelitian dan uji coba instrumen tes tertulis (soal tes).
Pada bagian kedua penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan yang terdiri dari mereview kembali materi mengenai prisma yang telah diberikan oleh guru yakni definisi dan unsur-unsur prisma, kemudian
pemberian treatment yakni menentukan volume prisma dengan menggunakan alat peraga, latihan soal, tes akhir, dan melakukan wawancara.
Tabel 4. 1Kegiatan Pelaksanaan Penelitian
Tahap Waktu Kegiatan
Persiapan 18 November 2018
Perizinan dengan pihak sekolah Validasi instrumen penelitian
1 Maret Uji coba instrumen tes tertulis (soal test) Pelaksanaan Penelitian dan pengambilan data
6 April 2018 Mereview kembali materi mengenai prisma yang telah diberikan oleh guru yakni definisi dan unsur-unsur prisma, kemudian pemberian
treatment yakni menentukan volume
prisma dengan menggunakan alat peraga. pelaksanaan RPP pertemuan pertama.
18 April 2018 Pemberian latihan soal 20 April 2018 Melakukan Tes akhir 23 April 2018 Melakukan Wawancara
Tabel di atas merupakan rincian dari kegiatan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Adapun deskripsi dari kegiatan pelaksaaan penelitian tersebut ialah sebagai berikut:
1. Persiapan Penelitian
Peneliti mengirimkan surat izin permohonan penelitian pada pihak sekolah SMP St. Aloysius Turi. Surat tersebut dikeluarkan oleh pihak kampus Universitas Sanata Dharma melalui sekretariat program studi Pendidikan Matematika.
Selain kepada pihak sekolah, peneliti juga mengirimkan surat kepada pihak asrama St. Aloysius Turi. Hal ini dilakukan karena peneliti ingin mengujicobakan instrumen tes tertulis peneliti kepada siswa asrama di SMP St. Aloysius Turi.
b. Validasi instrumen penelitian
Peneliti menggunakan uji validitas pakar dengan melihat indikator-indikator yang dibuat oleh peneliti. Adapun pakar tersebut ialah dosen dan guru matematika di sekolah SMP St. Aloysius Turi. Instrumen yang di validasi oleh validator ialah, lembar pengamatan (observasi), instrumen wawancara, soal tes, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Secara keseluruhan hasil validasi instrumen penelitian ini ialah valid atau layak digunakan. Ada beberapa saran dari pakar validasi bagi peneliti dan peneliti mengambil tindakan untuk mengindahkan saran tersebut.
Adapun hasil validasi lembar pengamatan (observasi) dan wawancara dari pakar pertama (dosen) adalah sebagai berikut:
Tabel 4. 2Validasi Instrumen Observasi dan Wawancara Oleh Dosen
No Elemen yang Divalidasi Kriteria
1. Format pedoman wawancara dan pedoman observasi.
Layak digunakan 2. Tata bahasa yang diguankamn dalam
format wawancara dan observasi
Layak digunakan 3. Istilah yang diguankan tepat dan
mudah dipahami
Layak digunakan 4. Cukup aspek-aspek pedoman
wawancara dan pedoman observasi.
Layak digunakan 5. Kesesuaian pedoman dengan indikator Layak
digunakan
Hasil validasi lembar pengamatan (observasi) dan wawancara dari pakar kedua (guru matematika) adalah sebagai berikut:
Tabel 4. 3Validasi Instrumen Observasi dan Wawancara Oleh Guru
No Elemen yang Divalidasi Kriteria
1. Format pedoman wawancara dan pedoman observasi.
Layak digunakan 2. Tata bahasa yang diguankamn dalam
format wawancara dan observasi
Layak digunakan 3. Istilah yang diguankan tepat dan mudah
dipahami
Layak digunakan 4. Cukup aspek-aspek pedoman wawancara
dan pedoman observasi.
Layak digunakan 5. Kesesuaian pedoman dengan indikator Layak
No Elemen yang Divalidasi Kriteria digunakan
Berikut ini merupakan hasil validasi soal tes tertulis siswa oleh pakar pertama (dosen), terdapat beberapa saran dari validator:
Tabel 4. 4Validasi Instrumen Tes Tertulis Oleh Dosen Nomor
Butir Soal
Penilaian Saran-Saran Dari
Validator
1 Valid tanpa revisi Jika tidak diminta/ diarahkan siswa mungkin akan langsung mencari volume prisma dan melompati langkah-langkah yang diinginkan.
Luas segitiga siku-siku 1
2× 𝑎 × 𝑡 bisa membingungkan.
2 Valid tanpa revisi Dalam perhitungan sangat mungkin siswa mengabaikan
𝑐𝑚, 𝑐𝑚2, 𝑐𝑚3
3 Valid dengan revisi Revisi ringan pengkalimatan
4 Valid dengan revisi Pengkalimatan
Soal oke 5 Valid tanpa revisi
Kemudian hasil validasi soal tes tertulis siswa oleh pakar kedua (guru matematika SMP Aloysius Turi), terdapat beberapa saran dari validator:
Tabel 4. 5Validasi Instrumen Tes Tertulis Oleh Dosen Nomor
Butir Soal
Penilaian Saran-Saran Dari
Validator 1 Valid tanpa revisi
2 Valid tanpa revisi 3 Valid tanpa revisi
4 Valid tanpa revisi Prisma segi empat beraturan/prisma
persegi.
5 Valid tanpa revisi Prisma tegak yang alasnya berbentuk persegi panjang.
Berikut ini hasil validasi rencana pelaksanaan pembelajaran oleh pakar pertama (dosen Pendidikan Matematika) dan guru mata pelajaran matematika:
Tabel 4. 6 Valdasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Oleh Dosen
Aspek Penilaian Penilaian Kesimpulan secara umum Tujuan Valid Valid dan layak
digunakan Materi (isi) yang
disajikan
Valid Waktu Valid Metode Sajian Valid
Tabel 4. 7 Valdasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Oleh Guru Matematika
Aspek Penilaian Penilaian Kesimpulan secara umum Tujuan Valid Valid dan layak
digunakan Materi (isi) yang
disajikan
Valid Waktu Valid Metode Sajian Valid
c. Uji coba instrumen tes
Uji coba instrumen tes dilaksanakan di Asrama SMP Santo Aloysius Turi pada siswa kelas IX. Bagian awal dari pertemuan uji coba instrumen tes ini peneliti memastikan bahwa siswa sudah mengetahui informasi bahwa akan diadakan uji coba instrumen tes ini. Kemudian peneliti membagikan lembar soal dan lembar jawab serta menjelaskan langkah pengerjaan pada lembar jawab. Tidak lupa pula peneliti mengingatkan kepada siswa untuk menuliskan satuan (𝑐𝑚, 𝑐𝑚2, 𝑐𝑚3) yang digunakan dalam perhitungan.
Setelah peneliti menjelaskan, siswa mengerjakan soal-soal yang akan diberikan pada tes akhir mengerjakan soal tersebut. Pada saat proses mengerjakan soal-soal tersebut peneliti mendapati beberapa siswa yang kesulitan. Adapun kesulitan yang mereka alami ialah lupa rumus dan bingung ketika melihat gambar prisma yang tidak tegak. Hal ini terucap dari mereka sedangkan soal-soal
yang diberikan ialah soal dengan materi yang sudah mereka pelajari di kelas VIII. Selain itu mereka juga sedang dalam masa persiapan ujian akhir dimana mereka salah satu materi yang akan diujiankan ialah mengenai Prisma.
Setelah mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh peneliti. Peneliti mengumpulkan hasil pekerjaan mereka. sebelum mengakhiri pertemuan, peneliti memberikan pertanyaan kepada siswa, tentang perasaan mereka ketika mengerjakan soal-soal tersebut. Ada bervariasi jawaban, ada yang mengatakan bahwa soalnya cukup mudah, ada yang mengatakan sulit karena lupa rumusnya. Kemudian ditutup dengan salam penutup.
Hasil pekerjaan siswa yang telah terkumpul dianalisis oleh peneliti. Adapun analisis yang peneliti lakukan ialah dengan memberikan skor pada setiap pekerjaan siswa berdasarkan rubrik penilaian yang telah dibuat. Kemudian mengidentifikasi soal termasuk kategori mudah, sedang dan sukar. Dilanjutkan dengan menentukan daya pembeda dari butir soal untuk melihat kualitas dari masing-masing butir soal.
Menurut Arifin (dalam Salmina, 2017:7), langkah-langkah identifikasi soal uraian (essay) termasuk kategori mudah, sedang dan sukar ialah dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
𝑇𝐾 = 𝑥̅ 𝑋𝑚𝑎𝑘𝑠
Keterangan:
TK = Tingkat Kesukaran
𝑥̅ = Skor rata-rata siswa untuk satu butir soal
𝑋𝑚𝑎𝑘𝑠 = Skor maksimum yang telah ditetapkan untuk tiap butir soal
Adapun klasifikasi untuk memberikan kriteria tingkat kesukara dari soal sebagai berikut:
Tabel 4. 8Kategori Tingkat Kesukaran Interval Tingkat kesukaran Kategori 0,00-0,30 soal sukar 0,31-0,70 soal sedang 0,71-1,00 soal mudah
Menurut Arikunto (dalam Sarmina, 2017:8), menentukan daya beda pada soal uraian (essay), yaitu: Menentukan siswa tergolong kelas atas atau kelas bawah terlebih dahulu dengan cara menghitung rata-rata skor siswa secara keseluruhan. Siswa kelas atas ialah siswa yang memperoleh skor akhir diatas rata-rata keseluruhan sedangkan siswa kelas bawa ialah siswa yang memperoleh skor akhir dibawah rata-rata keseluruhan. Kemudian mencari daya beda, adapun rumus yang digunakan untuk menentukan daya beda ialah:
𝐷𝐵 =𝑥̅𝐴 − 𝑥̅𝐵 𝑋𝑚𝑎𝑘𝑠
Keterangan:
𝑥̅𝐴 = skor rata-rata siswa kelas atas (berkemampuan tinggi) 𝑥̅𝐵 = skor rata-rata siswa kelas atas (berkemampuan tinggi) 𝑋𝑚𝑎𝑘𝑠 = Skor maksimum yang ditetapkan
Kriteria indeks daya pembeda dari soal tes adalah sebagai berikut:
Tabel 4. 9Kriteria Indeks Daya Beda
Daya Beda Keterangan
0,71-1,00 Item soal sangat baik 0,41-0,70 Item soal baik 0,21-0,40 Item soal cukup
0,00 – 0,20 Item soal jelek dan harus diperbaiki. <0,00 Item soal sangat tidak baik /rusak.
Tabel 4. 10Hasil dan Analisis Butir Soal
No Kode Siswa Butir Soal Skor
total Kategori kelas 1 2 3 4 5 1 S1 20 20 20 20 20 100 Kelompok Atas 2 S2 20 20 20 20 20 100 3 S3 20 20 20 18 6 84 4 S4 18 18 12 18 18 84 5 S5 10 20 16 18 14 78 6 S6 12 20 12 19 8 71 Kelompok Bawah 7 S7 6 19 6 20 20 71 8 S8 16 20 14 14 6 70 9 S9 16 19 18 11 6 70 10 S10 12 14 14 12 16 68 11 S11 6 20 12 20 6 64 12 S12 6 20 6 20 10 62 13 S13 10 12 8 18 10 58 Tingkat Kesukaran 0,66 0,93 0,68 0,88 0,62
Kategori Tingkat Kesukaran Sedang Mudah Sedang Mudah Sedang
Evaluasi item soal sangat baik soal sangat baik soal sangat baik soal sangat baik soal sangat baik
2. Pelaksanaan Penelitian a. Pertemuan pertama
Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 6 April 2018. Sebelum melaksanakan kegiatan pada pertemuan pertama ini, peneliti mempersiapkan berbagai hal yang dibutuhkan. Berbagai hal tesebut meliputi: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Alat Peraga Volume Prisma, Lembar Observasi (dua orang sebagai observer selama pembelajaran berlangsung).
Kegiatan pertemuan pertama ini dimulai dengan melakukan review mengenai materi tentang prisma yang sudah dipelajari oleh siswa sebelumnya oleh peneliti. Review dilaksanakan dengan proses tanya jawab langsung mengenai definisi prisma, unsur-unsur prisma dan contoh prisma dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah melakukan review materi, peneliti memberikan
treatment menentukan volume prisma dengan menggunakan alat
peraga. Peneliti membagikan lembar kegiatan siswa sebagai penuntun penggunaan alat peraga untuk menemukan rumus umum dari volume prisma. Pertama-tama peneliti mendemonstrasikan cara penggunaan alat peraga volume prisma.
Adapun langkah-langkah penggunaan alat peraga volume prisma:
Ambil setengah bagian dari balok tersebut sehingga membentuk prisma segitiga.
Rumus dari Volume Balok ialah 𝑃 × 𝑙 × 𝑡 Keterangan:
𝑝 = panjang
𝑙 = 𝑙𝑒𝑏𝑎𝑟 𝑡 = tinggi
Volume prisma segitiga berarti setengah dari volume balok 1
2× 𝑃 × 𝑙 × 𝑡 . 1
2× 𝑃 × 𝑙 merupakan bentuk alas dari prisma segitiga sedangkan 𝑡 merupakan tinggi dari prisma.
Maka dapat disimpulkan rumus dari volume prisma ialah 𝑣 = 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑎𝑙𝑎𝑠 𝑝𝑟𝑖𝑠𝑚𝑎 × 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑝𝑟𝑖𝑠𝑚𝑎
Kemudian peneliti membagi siswa dalam kelompok kecil yakni berdua-dua untuk mendiskusikan langkah-langkah menentukan volume prisma dan rumus umumnya. Pada proses berdiskusi ini siswa tampak antusias menggunakan alat peraga yang telah peneliti sediakan. Siswa bebas mengekspresikan apa yang mereka pikirkan. Hal ini terlihat bahwa siswa memiliki langkah-langkah sendiri dalam menggunakan alat peraga yang telah disediakan.
Setelah berdiskusi, peneliti meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas serta diadakan proses tanya jawab. Setelah presentasi dan tanya jawab dilakukan. Peneliti mempertegas lagi langkah-langkah menentukan volume prisma dan menemukan rumus umumnya sebagai kesimpulan dari petemuan pertama.
b. Pertemuan kedua
Pertemuan kedua dilakasanakan pada tanggal 18 April 2018. Inti dari pertemuan kedua ini ialah siswa mengerjakan latihan soal yang dibuat oleh peneliti. Pertemuan kedua ini di mulai dengan peneltii mereview kembali tentang materi yang sudah di pelajari yaitu volume prisma. Hal ini peneliti lakukan untuk melihat sejauh mana siswa ingat tentang materi yang telah diberikan pada 12 hari sebelumnya. Peneliti meminta beberapa siswa menjelaskan kembali bagaimana cara menentukan volume prisma dan
menemukan rumus umum dari volume prisma itu sendiri. Kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan soal latihan yang telah dibuat oleh peneliti. Pada proses pengerjaan soal ada beberapa siswa yang sudah lancar mengerjakan soal namun ada pula siswa yang bertanya mengenai soal yang diberikan. Siswa mengerjakan soal dengan cara mereka masing-masing. Ada hal yang menarik dari pengerjaan soal ini, yaitu siswa sudah bisa menggambar prisma yang berdiri lagi.
Gambar 4. 2 Salah satu hasil kerja siswa dalam latihan
c. Pertemuan ketiga
Pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 20 April 2018. Pada pertemuan ketiga ini siswa langsung mengerjakan soal-soal
test yang diberikan oleh peneliti. Siswa mengerjakan soal-soal tersebut secara individu. Terlihat siswa serius dalam mengerjakan soal. Hal ini terlihat dari suasana kelas yang tenang. Sebagian siswa menyelesaikan soal dengan cepat.
B. Tabulasi Data