HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.3 Deskripsi Penelitian
Penelitian dimulai dengan mencari satu orang individu untuk dijadikan sebagai informan yang sesuai dengan karakteristik dari subjek penelitian seperti yang telah ditetapkan sebelumnya.Setelah peneliti menemukan satu individu yang dianggap memenuhi kriteria seperti yang telah ditetapkan oleh peneliti dalam penelitian, kemudian peneliti
melakukan wawancara mendalam kepada informan pertama tersebut berdasarkan pedoman wawancara yang telah disusun tersebut.
Wawancara pertama terhadap informan pertama yaitu ibu H.L pada tanggal 31 Januari 2015 pukul 16.00 wib sore hari.Waktu sore hari dipilih oleh peneliti karena dianggap merupakan saat yang baik untuk berbincang dan Ibu H.L juga sudah mendapatkan waktu istirahat siangnya sepulang dari tugas mengajarnya di salah satu sekolah dasar negeri di Medan. Wawancara pertama ini dilakukan peneliti di kediaman Ibu H.L yang beralamat perumnas Simalingkar kelurahan Mangga kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. Proses wawancara berlangsung lancar dan akrab di ruang tamu informan pertama ini.
Ibu H.L adalah seorang guru di salah satu SD Negeri di Medan kelahiran 8 Februari 1965. Beliau memiliki ciri-ciri fisik antara lain berbadan gemuk dan memiliki kulit putih bersih dengan tahi lalat di pipinya. Sehari-hari beliau selalu mengenakan hijab, tampil trendy dan fashionable.Menjadi ibu tunggal sudah 3 tahun dijalani oleh Ibu Halimah. Beliau memilik 3 orang anak, yang sulung laki-laki berusia 22 tahun dan sudah bekerja di sebuah bank swasta di Medan. Anak kedua Ibu H.L laki- laki berusia 20 tahun yang sekarang masih kuliah semester 4 jurusan bahasa inggris di salah satu perguruan tinggi negeri di Medan dan yang paling bungsu adalah seorang remaja perempuan berusia 17 tahun yang masih berstatus pelajar kelas XI disalah satu SMA Negeri di Medan.
Pada saat peneliti tiba di depan rumah Ibu H.L, peneliti mengucapkan salam dan menunggu beberapa saat sampai terdengar respon jawaban salam dari dalam rumah. Tidak lama berselang, suara pintu terbuka terdengar dan Ibu H.L menyambut dengan senyum hangat dan bersahabat.Setelah dipersilahkan untuk masuk ke dalam rumah, peneliti menganggukkan kepala sebagai tanda setuju seraya mengikuti langkah Ibu H.L dari belakang.Peneliti dipersilahkan untuk duduk oleh Ibu H.L, dan peneliti mengikuti arah tangan beliau ke satu arah di sudut ruang tamu rumah beliau.Sejurus kemudian beliau mengambil posisi duduk tepat berhadapan dengan peneliti.
Wawancara mendalam sore itu dilakukan di kediaman ibu H.L tepatnya di salah satu sofa di sudut ruangan yang di cat dengan warna biru langit.Pada sore itu, rumah kediaman ibu H.L tampak sepi dan hanya ada ibu H.L saja. Sementara anak-anak ibu H.L sedang disibukkan dengan kegiatan mereka masing-masing, yang sulung sedang bekerja, yang ke dua walaupun sedang tidak ada jadwal kelas di kampusnya namun pada sore itu juga sedang tidak berada di rumah dan yang bungsu sepulang sekolah langsung melanjutkan kegiatannya di tempat les hingga maghrib menjelang.
Perbincangan dengan ibu H.L dimulai dengan tahap basa-basi seperti menanyakan kabar beliau dan keluarga.Selanjutnya peneliti menceritakan maksud dan tujuannya datang menjumpai ibu H.L sambil menyodorkan sebuah proposal penelitian yang sudah disiapkan oleh peneliti. Lembaran kertas yang disodorkan oleh peneliti dibaca dengan seksama oleh ibu H.L sambil mengangguk-anggukkan kepala pertanda sudah mengerti akan maksud yang terkandung dari hal tersebut.
Ibu H.L mengangkat wajahnya sambil meletakkan kertas yang dibaca tadi di atas meja yang ada dihadapan mereka.Suasana dalam beberapa saat menjadi hening sampai jawaban keluar dari mulut informan pertama ini dan senyum lega dilepaskan oleh keduanya.Ucapan terima kasih seperti tidak pernah lepas diucapkan oleh peneliti kepada ibu H.L. Hal tersebut dilakukan karena kesediaan ibu H.L untuk memberi informasi dan menjadi informan dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan hal yang sangat berarti.
Pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh peneliti kepada ibu H.L dapat dijawab dengan baik oleh beliau.Semua informasi dan data yang dibutuhkan oleh peneliti bisa dikumpulkan dari ibu yang satu ini.Beliau dengan senang hati membantu upaya yang sedang dilakukan oleh peneliti dalam hal menyelesaikan penelitian tersebut.Dengan demikian wawancara pertama yang dilaksanakan oleh peneliti hari tersebut dapat berjalan mulus dan menggembirakan baik bagi peneliti sendiri maupun bagi ibu H.L.
Puas berbincang dengan ibu H.L, peneliti segera menyudahi pembicaraan di sore hari yang cerah tersebut.Peneliti sudah merasa cukup untuk mendapatkan data-data terkait dengan penelitian yang sedang dilakukan oleh peneliti.Selanjutnya peneliti berpamitan kepada ibu H.L dan berterima kasih karena telah bersedia meluangkan waktu untuk diwawancara pada hari tersebut.Peneliti segera berpamitan untuk kembali ke rumah sambil menjulurkan tangan untuk menyalami ibu H.L sambil berdiri dan masih dengan senyum yang belum sirna dari wajah keduanya.Ibu H.L berjalan ke luar dan mengantarkan peneliti sampai ke teras rumah beliau.
Penelitian dilanjutkan pada hari Senin 2 Februari 2015 dengan informan 2 yaitu Ibu L.S Informan ini bertempat tinggal sekitar 500 meter dari rumah peneliti. Sebelumnya peneliti sudah menghubungi informan via telepon beberapa waktu lalu untuk memastikan kapan dan dimana informan dapat dijumpai untuk melakukan wawancara. Pukul 15.00 WIB informan telah tiba di kediaman Ibu L.S Informan dan peneliti telah sepakat memilih waktu karena menunggu Ibu L.S selesai berjualan.
Ibu L.S merupakan informan 2 yang akan diwawancarai untuk mendapatkan data terkait dengan penelitian yang dilakukan. Pekerjaan informan sehari-hari adalah berjualan bahan-bahan kebutuhan dapur seperti sayur-mayur, ikan, bumbu dapur, dan lain-lain.Beliau merupakan orangtua tunggal yang miliki 4 anak orang anak.Anak sulung beliau berusia 19 tahun yang berstatus sebagai salah satu mahasiswi di perguruan tinggi swasta di Medan yang sekarang sudah memasuki tahun kedua atau semester 4. Lalu anak kedua beliau berusia 15 tahun yang berstatus sebagai siswi di salah satu SMA swasta di Medan. Anak ketiga beliau berusia 13 tahun yang masih berstatus sebagai siswa kelas XIII di salah satu sekolah Negeri Medan. Dan anak bungsu beliau masih berstatus sebagai siswa kelas 5 di salah satu SD Negeri Medan.
Beliau memiliki ciri fisik yaitu tinggi badan sekitar 160 cm, memiliki warna kulit sawo matang dan berambut pendek. Informan berikut ini memiliki badan kecil dan tidak begitu gemuk, beda dengan informan
pertama tadi. Informan pun memanggil Ibu L.S dari gerbang hijau rumah beliau. Tidak lama kemudian beliau keluar dari rumah dan segera membukakan gerbang lalu mempersilahkan peneliti masuk kedalam rumahnya. Peneliti dan informan sebelumnya sudah saling kenal jadi tidak begitu kaku lagi dalam memulai pembicaraan. Informan pun mempersilahkan peneliti masuk kedalam rumahnya dan mempersilahkan duduk tepat disamping informan. Kemudian informan permisi untuk ke dapur dan bersamaan membawakan minuman untuk disajikan ke peneliti.
Wawancara pada hari tersebut dilangsungkan di rumah ibu L.S tepatnya di sebuah ruangan tamu yang tidak begitu tertata dengan rapi.Peneliti dan informan duduk di lantai yang sudah beralaskan sebuah karpet warna coklat, namun hal ini tidak menjadi kendala bagi peneliti maupun ibu L.S sendiri karena kondisi ruangan tersebut yang memang tidak memiliki sofa.Rumah yang tidak terlalu besar itu terlihat tidak begitu rapi karena ibu L.S sedang melakukan perbaikan bagian dapur.Suasana rumah juga nampak ramai disebabkan adanya beberapa orang tukang bangunan yang sedang melakukan perbaikan di dapur rumah ibu L.S.
Pembicaraan dengan ibu L.S berlangsung dengan cukup baik dan informan ke dua ini bersedia di wawancara oleh peneliti pada hari tersebut.Peneliti menanyakan beberapa pertanyaan yang terkait dengan penelitian yang sedang dilakukan oleh peneliti.Semua data dan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti berhasil dikumpulkan dari ibu L.S yang pada sore itu mengenakan kaus berwarna kuning dan bercelana pendek sebatas lutut yang hampir tidak jelas lagi warnanya.
Sesekali terlihat anak ibu L.S mencoba membereskan barang- barang yang berserakan dan anak bungsu beliau ikut duduk di samping ibu L.S sambil mendengarkan pembicaraan diantara peneliti dan ibu L.S. Namun, anak bungsu beliau yang masih berusia 10 tahun mungkin belum mengerti apa yang sedang dilakukan oleh ibunya dan peneliti, sehingga terlihat sesekali dia memandang heran ke arah peneliti yang melakukan pembicaraan dengan ibunya sambil diselingi mencatat sesuatu di sebuah
kertas. Terkadang si bungsu juga mondar-mandir sambil memegang jajanan di tangannya.
Ibu L.S yang bercerai dengan suaminya sekitar setahun lalu ini, masih terlihat logat bataknya karena memang beliau bersuku batak dan kadang-kadang masih menggunakan bahasa tersebut kepada anak-anaknya dalam keseharian mereka.Gaya berbicara beliau pun terkesan ceplas- ceplos, maklum sehari-hari pekerjaan ibu yang satu ini adalah sebagai pedagang sehingga tidak menuntut beliau untuk berbicara dengan bahasa yang resmi dan formal.Namun beliau tetap bersemangat dalam memberikan semua informasi yang dibutuhkan oleh peneliti dalam penelitian ini.Bisa jadi hal ini adalah pengalaman pertama bagi ibu L.S yang mengaku jarang sekali menonton acara televisi ini.
Setelah semua pertanyaan sudah mendapatkan jawaban dan data serta informasi yang dibutuhkan sudah berhasil diterima oleh peneliti, maka peneliti bermaksud untuk segera menyudahi wawancara pada hari itu.Kemudian peneliti berpamitan untuk pulang ke rumah dan tidak lupa mengucapkan terima kasih atas bantuan ibu L.S dalam wawancara yang baru saja berlangsung. Ibu L.S pun membalas ucapan terima kasih tersebut sambil mengatakan jangan sungkan untuk datang kembali di lain waktu apabila masih ada hal yang dibutuhkan lagi oleh peneliti dalam penelitiannya tersebut. Pernyataan dari ibu L.S tentu sangat disambut gembira oleh peneliti dan sekali lagi ucapan terima kasih pun terlontar dari mulut peneliti kepada ibu L.S yang sudah begitu banyak membantu ini.
Untuk tahap terakhir peneliti menetapkan Ibu W.Y sebagai informan 3 atau terakhir.Seorang ibu yang berusia 41 tahun merupakan guru disalah satu sekolah SMA Swasta di Medan.Beliau menjadi orangtua tunggal atau ibu tunggal kurang lebih 3 tahun yang lalu dikarenakan bercerai dengan suaminya. Anak pertama beliau merupakan seorang remaja perempuan yang berstatus sebagai siswi kelas XI disalah satu SMA swasta di Medan, kemudian anak kedua dari Ibu W.Y juga berstatus sebagai siswa kelas 6 di sekolah dasar swasta di Medan. Anak bungsu dari
beliau juga berstatus sebagai siswa kelas 2 di salah satu sekolah dasar swasta di Medan namun berbeda dengan anak kedua beliau.
Wanita campuran Arab Melayu ini memiliki tinggi badan sekitar 170 cm dan berkulit putih langsat. Beliau selalu mengikutifashionterbaru dan selalu menggunakan hijab. Tahi lalat didekat pelipis mata sebelah kanan menambah senyum khas informan saat peneliti menjumpainya beberapa waktu lalu untuk membuat janji akan melalukan sedikit wawancara tentang penyingkapan diri (self disclosure).
Wawancara dilakukan pada Sabtu, 7 Februari 2015 di salah satu coffee shop di daerah jalan ringroad Medan. Peneliti membuat janji kepada informan sekitar pukul 14.00 WIB. Bersamaan dengan itu beliau juga ada janji dengan temannya sehabis magrib atau sekitar pukul 19.00 WIB.Peneliti memutuskan melakukan wawancara diluar rumah dikarenakan jadwal informan yang begitu padat, sehingga wawancara dilakukan diluar sesuai dengan kesepakatan bersama antara informan dan peneliti yang membuat janji sekitar 3 hari yang lalu.
Pada hari yang dijanjikan, peneliti tidak lupa mengingatkan kembali kepada ibu W.Y satu jam sebelum mereka bertemu lewat pesan singkat yang dikirim oleh peneliti. Wawancara yang akan dilakukan oleh penelti terhadap ibu W.Y berlangsung sekitar pukul 19.00 Wib di sebuah café di kawasan ringroad Medan. Tempat dan waktu tersebut telah dibuat sebagai kesepakatan bersama antara peneliti dan informan ke tiga ini. Tidak lupa peneliti mempersiapkan semua hal-hal yang diperlukan pada saat proses wawancara nantinya.
Selepas melaksanakan sholat maghrib, peneliti melaju ke tempat yang telah dijanjikan untuk bertemu informan dengan meminta bantuan jasa abang becak langganan peneliti. Cuaca pada malam itu cerah sekali dengan langit yang berhiaskan bintang-bintang yang bersinar terang.Lampu-lampu jalan berderet rapi dan memendarkan cahaya kuning yang menimpa aspal di sepanjang jalan yang dilalui oleh peneliti. Abang becak pun mengendarai becak bermotornya dengan kecepatan sedang sambil sesekali membunyikan klaksonnya kepada pengguna jalan lain.
Tidak sampai setengah jam, peneliti sudah sampai di tempat yang telah dijanjikan.Peneliti segera menelepon kembali ibu W.Y untuk menanyakan keberadaan beliau.Ternyata Ibu W.Y masih on the way ke tempat tersebut.Peneliti lalu berjalan ke dalam ruangan café tersebut sambil melihat kiri-kanan mencari tempat yang dirasa nyaman untuk wawancara pada malam itu.Akhirnya pandangan mata peneliti tertuju pada sebuah meja dengan dua buah kursi yang masih kosong yang berada di dekat pot bunga besar di café tersebut.Pelayan café menghampiri peneliti sambil menanyakan pesanan kepada peneliti.Peneliti menjawab kalau dia sedang menunggu satu orang lagi dan memesan satu gelas orange juice.
Telepon genggam peneliti berdering dan ternyata panggilan tersebut adalah dari ibu W.Y. Peneliti menjawab telepon tersebut dan terdengar suara ibu W.Y diseberang telepon menyatakan bahwa beliau sudah berada di parkir dan beliau menanyakan posisi peneliti.Dengan seksama peneliti menjelaskan letak kursi yang telah diduduki oleh peneliti.Tidak lama berselang nampaklah ibu W.Y melambaikan tangan sebagai tanda bahwa beliau telah melihat keberadan peneliti.
Pada malam itu, ibu W.Y mengenakan busana hijabnya dengan apik dan aroma wewangian parfum beliau menyebar lembut ke sekeliling ruangan.Peneliti berdiri seraya menjabat tangan ibu W.Y dan melebarkan senyum ramah kepada ibu yang masih terlihat awet muda ini.Basa-basi berlangsung singkat dan ibu W.Y memesan satu gelas lemon tea dan satu porsi kentang goreng.Ibu W.Y menawarkan makan malam kepada peneliti namun tawaran tersebut ditolak dengan halus oleh peneliti dengan alasan sudah makan dari rumah tadi.Akhirnya ibu W.Y hanya memesan satu porsi lagi makanan ringan untuk peneliti.
Wawancara tersebut berlangsung sangat akrab, hal tersebut karena ibu W.Y sudah kenal dengan peneliti dan terlebih lagi ibu W.Y merupakan teman satu pengajian dari ibu peneliti.Informan yang memiliki hobi masak dan travelling ini ternyata termasuk ibu yang up to date untuk usianya. Beliau mengatakan bahwa hal seperti ini sudah pernah dilakukan sekitar setahun lalu oleh peneliti lain terhadapnya. Namun menurut beliau pada
saat itu tema penelitiannya bukan seperti yang sekarang sedang dilakukan oleh peneliti.Sehingga ibu W.Y sudah faham dan mengerti apa-apa saja yang harus dilakukannya pada wawancara tersebut.
Ibu W.Y memberikan semua hal yang dapat membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitiannya termasuk jawaban dan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Dengan demikian peneliti tidak menemukan kendala sama sekali dalam proses wawancara terakhir ini. Informan sudah mengerti tujuan dan maksud dari peneliti dalam wawancara yang dilakukan out door malam itu.Sesekali candaan dan nasihat disertakan ibu W.Y sehingga wawancara berjalan dengan nyaman dan data yang dibutuhkan juga berhasil dikumpulkan.
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut disepakati untuk disudahi oleh keduanya. Peneliti membereskan kertas- kertas berisi catatan dari jawaban informan ketiga ini.Lalu ibu W.Y memanggil pelayan untuk meminta bill dari pesanan mereka malam itu. Tidak lama menunggu, pelayan datang dan membawa billing sambil disodorkan kepada ibu W.Y. Dengan cekatan ibu W.Y membuka tas dan mengambil dompetnya sambil mengatakan kepada peneliti bahwa malam itu beliau lah yang membayar tagihan pelayan dan mengeluarkan candaan bahwa anak kuliah belum punya uang sendiri untuk mentraktir. Tawa berderai diantara mereka dan diikuti senyum dari pelayan yang mendengar hal tersebut.
Ibu W.Y dan peneliti berjalan ke luar dari tempat itu dan peneliti berpamitan untuk pulang ke rumah sementara ibu W.Y menuju parkir untuk mengambil sepeda motor maticnya. Tawaran untuk pulang bareng tidak di amini peneliti karena hal tersebut ditakutkan akan merepotkan ibu W.Y saja. Akhirnya peneliti pulang kerumah dengan menumpang becak bermotor yang melintas di jalanan pada malam itu di sekitar tempat tersebut.
Ketiga informan ini merupakan ibu tunggal yang memiliki remaja perempuan yang di dalam kesehariannya selalu melakukan komunikasi terhadap anak-anaknya. Proses penyingkapan diri (self disclosure) yang
dilakukan oleh para informan ini tentu tidaklah sama satu dengan yang lainnya.Terdapat perbedaan dan ada pula kesamaan dari informan- informan tersebut. Adapun hasil dari wawancara peneliti terhadap ketiga orang informan ini dapat dilihat sebagai berikut :