BAB IV PELAKSANAAN DAN ANALISIS DATA
A. Deskripsi Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing dalam pembelajaran matematika pada materi kubus dan balok diterapkan pada siswa kelas VIII B SMP Kanisius Gayam Yogyakarta. Pengambilan data dari tanggal 9 April 2015 – 29 Mei 2015. Proses pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan jadwal mata pelajaran matematika di sekolah tersebut. Siswa kelas VIII B SMP Kanisius Gayam Yogyakarta berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 18 siswa putra dan 14 siswa putri. Berikut rincian pelaksanaan penelitian tindakan kelas dengan pembelajaran menggunakan model penemuan terbimbing 1. Sebelum pembelajaran
Sebelum melaksanakan pembelajaran pada setiap siklus, peneliti melakukan observasi untuk mengetahui komunikasi siswa selama pembelajaran. Observasi dilaksanakan sebanyak 2 kali di kelas VIII B SMP Kanisius Gayam Yogyakarta pada tanggal 9 April 2015 dan pada tanggal 17 April 2015 dengan jumlah siswa sebanyak 31 orang karena 1 orang siswa berhalangan hadir. Setelah melakukan observasi, peneliti melakukan uji coba instrumen di kelas VIII A.
2. Pelaksanaan pembelajaran Siklus I
Siklus I ini terdiri dari 2 kali pertemuan dengan setiap pertemuannya terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi dan 1 kali pertemuan untuk post-test siklus 1.
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini peneliti menyiapkan bahan ajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), alat peraga, soal-soal dan kunci jawaban, dan lembar observasi.
b. Tindakan dan Pengamatan
Tindakan pada siklus I ini dilaksanakan sebanyak 3 kali yaitu pertemuan 1 tanggal 28 April 2015 jam ke 1-2, pertemuan kedua pada tanggal 5 Mei 2015 jam ke 1-2 dan tes akhir siklus 1 tanggal 9 Mei 2015 di kelas VIII B SMP Kanisius Gayam Yogyakarta. Setiap pertemuan berlangsung selama 2 jam pelajaran yakni 2 x 40 menit. 1) Pertemuan pertama
Pada pertemuan pertama ada 2 orang siswa yang tidak hadir karena ada 1 siswa yang sakit dan ada 1 siswa yang memiliki masalah tertentu sehingga peneliti hanya melakukan penelitian terhadap 30 siswa. Guru bertugas sebagai pengajar dengan menerapkan model pembelajaran penemuan terbimbing sedangkan peneliti bertugas sebagai observer pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran pada pertemuan pertama diawali dengan ucapan salam dari siswa untuk guru dan kemudian
dilanjutkan dengan doa. Setelah doa selesai, guru menyampaikan tujuan diadakan pembelajaran pada hari ini yaitu belajar menemukan sendiri sifat-sifat kubus dan balok, unsur-unsur kubus dan balok serta membuat model kerangka kubus dan balok dengan pedoman Lembar Kerja Siswa (LKS). Langkah-langkah pembelajaran menggunakan model penemuan terbimbing adalah sebagai berikut:
a) Sebelum mengerjakan Lembar Kerja Siswa, guru melakukan apersepsi dengan memfasilitasi siswa untuk menyebutkan contoh yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Siswa kemudian menyebutkan bahwa contoh kubus dan balok dalam kehidupan yaitu seperti bus, kardus, mata dadu, ruang kelas dan juga kotak untuk menyimpan pensil. Setelah melakukan apersepsi, guru memberikan suatu pemasalahan kepada siswa yaitu masing-masing siswa menggambar kamar tidur yang ada di rumahnya serta mendeskripsikan kamar tidur tersebut termasuk bangun apa, unsur-unsur apa saja yang ada dalam bangun tersebut ( Mengecek pemahaman peserta didik terlebih dahulu sebelum melakukan penemuan)
b) Siswa dibagi ke dalam 8 kelompok. Yaitu kelompok berani 1, berani 2, kasih, jujur 1, jujur 2, cerdas 1, cerdas 2, dan disiplin. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 siswa (mempersiapkan setting kelas)
c) Guru dibantu observer membagikan LKS kepada masing-masing kelompok (mempersiapkan fasilitas yang diperlukan dalam penemuan)
d) Sebelum mengisi LKS, guru memberikan beberapa pengarahan pendahuluan. Setelah memberikan pengarahan, siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menemukan sifat-sifat dan unsur-unsur pada kubus dan balok dengan bantuan gambar berbentuk kubus dan balok yang tertera di dalam LKS. Siswa juga menggambar model kerangka kubus dan balok dengan bantuan soal cerita yang ada di dalam LKS. Sementara guru bertugas membimbing apabila siswa mengalami kesulitan, dan memfasilitasi terjadinya interaksi antara peserta didik (Memberikan kesempatan serta membimbing peserta didik dalam melakukan penemuan dan merangsang terjadinya dialog di dalam kelompok)
e) Setelah selesai mengerjakan LKS, tiap kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas tetapi dibatasi 4 kelompok yang maju karena teringat waktu tidak mencukupi jika 8 kelompok semuanya presentasi. Kelompok yang presentasi yaitu kelompok disiplin, jujur 1, kasih, dan berani 1 (Mengecek hasil penemuan peserta didik)
f) Setelah selesai presentasi, siswa diberikan kesempatan untuk memberikan pertanyaan kepada kelompok yang mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas. Jumlah siswa
yang antusias untuk bertanya hanya 2 orang siswa saja, sebagian besar siswa belum antusias untuk memberikan pertanyaan.
2) Pertemuan kedua
Pembelajaran pada pertemuan kedua diawali dengan sapaan dari para siswa untuk guru dan observer yang dilanjutkan dengan doa pagi. a) Guru dan siswa kemudian sekilas mengulang materi pada
pertemuan sebelumnya yaitu tentang sifat-sifat pada kubus dan balok. Selanjutnya, guru meminta siswa untuk menggambar persegi dan persegi panjang serta menggambar diagonal bidang yang ada pada bangun datar tersebut. Setelah menggambar, guru mengecek hasil yang digambar oleh siswa satu persatu. Bangun datar persegi dan persegi panjang merupakan materi kelas VII (Mengecek pemahaman peserta didik terlebih dahulu sebelum melakukan penemuan)
b) Guru kemudian meminta siswa untuk bergabung ke kelompok masing-masing (Mempersiapkan setting kelas)
c) Setelah mereka bergabung dengan kelompok masing-masing guru dibantu observer membagi alat peraga berupa kubus dan balok serta membagikan LKS. Masing-masing kelompok mendapatkan 1 kubus dan 1 balok (Mempersiapkan fasilitas yang diperlukan dalam penemuan)
d) Terlebih dahulu siswa menggambar diagonal bidang pada alat peraga yang telah dibagikan. Diagonal bidang yang telah
digambarkan pada alat peraga digambarkan lagi pada LKS dengan terlebih dahulu menggambarkan kubus dan balok. Setelah itu, siswa menentukan panjang diagonal bidang pada kubus dan balok dengan cara mereka masing-masing. Sementara siswa melakukan penemuan, guru berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lain, mungkin ada yang mengalami kesulitan atau ingin bertanya (Memberikan kesempatan serta membimbing peserta didik dalam melakukan penemuan dan merangsang terjadinya dialog di dalam kelompok).
e) Selesai mengerjakan LKS, guru memilih beberapa kelompok berani 2, dan kelompok cerdas 1 untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas (Mengecek hasil penemuan peserta didik) f) Guru memberikan kesempatan kepada siswa yang ingin bertanya
apabila ada hasil pekerjaan yang belum benar atau belum paham dengan hasil presentasi. Banyak siswa sudah cukup antusias untuk bertanya yaitu ada 5 orang siswa sehingga guru memilih 4 orang siswa saja yang akan bertanya mengingat waktu (Merangsang terjadinya dialog di dalam kelas)
g) Guru bersama dengan siswa membuat kesimpulan dan juga refleksi dari pembelajaran yang baru saja berlangsung (Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran)
Guru kemudian mengumumkan jika pada pertemuan berikut akan diadakan post-test siklus 1. Materi untuk post test siklus 1 adalah
materi pada pembelajaran yang telah diperoleh tentang sifat-sifat bangun ruang kubus dan balok dan materi pada pembelajaran kedua yaitu tentang menentukan diagonal bidang pada kubus dan balok. 3) Tes akhir siklus 1
Pelaksanaan tes akhir siklus 1 di kelas VIII B sebagai kelas penelitian, diikuti oleh 31 siswa dari jumlah siswa keseluruhan 32 siswa, tetapi yang masuk dalam perhitungan hanya 30 siswa karena 2 orang siswa yang sama tidak hadir saat pre-test dan juga waktu pertemuan pertama siklus 1. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal sebanyak 80 menit. Setelah siswa selesai mengerjakan tes akhir siklus 1, lembar soal beserta lembar jawaban dikumpulkan. Sisa waktu beberapa menit digunakan peneliti untuk mengucapkan terima kasih kepada kelas VIII B yang telah membantu dalam penelitian selama siklus 1.
c. Refleksi
Pada Pembelajaran siklus 1 ada berbagai kendala yang dialami baik oleh siswa maupun oleh guru. Kendala yang dialami oleh guru adalah keterbatasan waktu sehingga ada aspek yang sama yang tidak dilaksanakan pada pertemuan 1 dan pada pertemuan 2 dalam menerapkan model pembelajaran terbimbing yaitu aspek ketujuh (guru memberikan feedback untuk mengukur kemampuan siswa). Adapun kendala yang dialami oleh siswa adalah saat diskusi kelompok untuk mengisi Lembar Kerja Siswa (LKS) masih banyak siswa yang tidak mengikuti dengan serius diskusi kelompok karena sibuk mengobrol
dengan teman kelompoknya dan juga dengan anggota kelompok lain karena penataan kelompok yang terlalu dekat antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya akibatnya siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi sifat-sifat kubus dan balok (pertemuan 1) dan materi diagonal bidang pada kubus dan balok (pertemuan 2). Penyebab lain adalah adanya beberapa siswa yang memiliki masalah pribadi dan secara kebetulan berada dalam satu kelompok yang sama sehingga menciptakan suasana kelas yang tidak kondusif.
Oleh karena keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing, hasil komunikasi belajar dan hasil belajar siswa pada siklus 1 belum mencapai target yang telah ditentukan maka peneliti berusaha untuk memperbaikinya pada siklus berikutnya yaitu siklus kedua. Beberapa hal yang harus dilakukan pada siklus berikutnya yaitu :
1. Guru lebih memperhatikan waktu agar semua aspek keterlaksanaan pembelajaran dengan model penemuan terbimbing bisa terlaksana. 2. Guru secara maksimal membimbing siswa dengan cara berkeliling
ke kelompok-kelompok agar siswa bisa bertanya jika belum paham dan mempersempit peluang siswa untuk mengobrol dengan teman kelompok maupun dengan anggota kelompok lain.
3. Memberikan latihan berupa tugas rumah untuk mengasah kemampuan siswa.
4. Merangsang terjadinya dialog di dalam kelompok dengan cara masing-masing siswa di dalam kelompok mendapat bagian untuk mengisi LKS sehingga siswa akan berdiskusi untuk menyelesaikan tugasnya.
Siklus II
Siklus II ini terdiri dari 2 kali pertemuan dengan setiap pertemuannya terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi dan 1 kali pertemuan untuk post-test siklus 2.
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini peneliti menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, alat peraga, LKS, soal-soal dan kunci jawaban, dan lembar observasi.
b. Tindakan dan Pengamatan
Pada perencanaannya, siklus II ini dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan yaitu pada tanggal 15 Mei 2015, 22 Mei 2015, dan tes akhir siklus 2 pada 29 Mei 2015 di kelas VIII B SMP Kanisius Gayam Yogyakarta.
1) Pertemuan 1
Pada pertemuan pertama siklus II ini, siswa akan menentukan diagonal ruang pada kubus dan balok. Peneliti telah menyiapkan alat peraga berupa kerangka kubus dan balok. Alat peraga tersebut diharapkan dapat mempermudah siswa dalam menemukan diagonal ruang pada kubus dan balok. Berikut langkah-langkah pembelajaran pertemuan 1:
a) Diawal pembelajaran, siswa terlebih dahulu memberi salam kepada guru kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Setelah doa selesai, guru memulai pelajaran dengan melakukan apersepsi mengenai materi pada pertemuan sebelumnya yaitu tentang diagonal bidang pada kubus dan balok (Mengecek pemahaman peserta didik sebelum melakukan penemuan)
b) Setelah melakukan apersepsi, guru memilih beberapa siswa yang masih kurang aktif dalam kelas untuk maju ke depan kelas dan menjelaskan kepada teman yang lain mana yang disebut diagonal ruang dengan bantuan alat peraga berupa kerangka kubus dan balok. Pada kerangka kubus dan balok tersedia benang. Benang tersebut digunakan untuk menarik sebuah diagonal ruang pada kubus dan balok. Saat selesai menentukan diagonal ruang, siswa diberikan kesempatan untuk bertanya kepada siswa yang menjelaskan di depan kelas (Merangsang terjadinya dialog di dalam kelas)
c) Setelah peragaan alat peraga, siswa masuk ke dalam kelompok masing-masing (Mempersiapkan setting kelas)
d) Guru dibantu observer membagikan LKS di dalam kelompok. Siswa mengisi LKS mengenai menentukan diagonal ruang dan menentukan rumus panjang diagonal ruang menurut cara mereka masing-masing. Guru berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lain, mungkin dari mereka ada yang ingin bertanya (Memberikan kesempatan serta membimbing peserta didik dalam melakukan penemuan)
e) Ada siswa yang bertanya mengenai cara menentukan panjang diagonal ruang kepada guru. Siswa yang bertanya kemudian dibimbing dengan cara guru memberikan berbagai stimulus tidak hanya kepada siswa yang bertanya tetapi kepada semua siswa di dalam kelompok tersebut dan siswa yang menemukan sendiri (Merangsang terjadinya dialog di dalam kelompok)
f) Selesai diskusi kelompok, ada 3 kelompok yang mempresentasikan hasil penemuan mereka di depan kelas yaitu kelompok jujur 2, cerdas 2 dan kasih (Mengecek hasil penemuan peserta didik)
g) Siswa yang belum mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penemuan kelompoknya memperhatikan dari belakang dan dipersilahkan untuk bertanya apabila ada yang tidak sesuai dengan penemuan kelompoknya. Setelah selesai presentasi dibuka sesi pertanyaan bagi yang ingin bertanya. Banyak siswa yang ingin bertanya dibandingkan pada pertemuan sebelumnya yaitu ada 7 orang siswa tetapi guru memilih 4 orang siswa saja karena waktu tidak mencukupi apabila semua siswa diberikan kesempatan untuk bertanya. Bagi siswa yang tidak mendapatkan kesempatan untuk bertanya diberikan kesempatan untuk bertanya diluar jam pelajaran pada kelompok yang bersangkutan (Merangsang terjadinya dialog di dalam kelas)
h) Guru mengadakan refleksi bagaimana tanggapan siswa terhadap pelajaran yang baru saja berlangsung (Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran)
i) Guru juga memberikan tugas rumah dengan materi diagonal ruang agar siswa sering berlatih di rumah. Tugas rumah tersebut dikumpulkan pada pertemuan berikutnya (Menyediakan soal latihan untuk memeriksa kebenaran dari hasil penemuan)
2) Pertemuan kedua
Pada pertemuan kedua siswa akan menentukan luas bidang diagonal pada kubus dan balok. Peneliti telah menyiapkan alat peraga berupa kerangka kubus dan balok. Alat peraga tersebut diharapkan dapat mempermudah siswa dalam menemukan luas bidang diagonal pada kubus dan balok.
a) Diawal pembelajaran, siswa terlebih dahulu memberi salam kepada guru kemudian dilanjutkan dengan doa bersama.
b) Setelah doa selesai, guru memulai pelajaran dengan melakukan apersepsi mengenai materi pada pertemuan sebelumnya yaitu dengan membahas tugas dengan materi diagonal ruang pada kubus dan balok. beberapa orang diminta kesediaan untuk mengerjakannya di papan tulis (Mengecek pemahaman peserta didik terlebih dahulu sebelum melakukan penemuan)
c) Setelah melakukan apersepsi, ada 3 orang siswa dipersilahkan untuk maju dan menunjukkan mana yang disebut bidang diagonal pada
kerangka kubus dan balok dengan bimbingan guru. Pada kerangka kubus dan balok tersedia susunan benang yang membentuk bidang diagonal pada ruang kubus dan juga pada ruang balok (Memberikan kesempatan serta membimbing peserta didik dalam melakukan penemuan)
d) Setelah siswa tersebut menunjukkan mana yang disebut bidang diagonal, siswa yag lain dipersilahkan untuk bertanya (merangsang terjadinya dialog di dalam kelas)
e) Setelah peragaan alat peraga, siswa seperti biasa bergabung ke kelompok masing-masing (Mempersiapkan setting kelas)
f) Guru dibantu observer membagikan LKS ke kelompok-kelompok (mempersiapkan fasilitas yang diperlukan dalam penemuan)
g) Siswa mengisi LKS tentang menentukan bidang diagonal dan menentukan rumus luas bidang diagonal menurut cara mereka masing-masing. Guru berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lain untuk membimbing siswa dalam melakukan penemuan (Memberikan kesempatan serta membimbing peserta didik dalam melakukan penemuan)
h) Ada siswa yang bertanya kepada guru dan guru memberikan berbagai stimulus kepada semua siswa di dalam kelompok yang bersangkutan dan siswa yang menemukan sendiri (Merangsang terjadinya dialog di dalam kelompok)
i) Selesai diskusi kelompok, perwakilan dari 3 kelompok yaitu kelompok disiplin, jujur 1, dan berani 1 mempresentasikan hasil penemuan kelompoknya (Mengecek hasil penemuan peserta didik)
j) Siswa yang lain memperhatikan dari belakang dan dipersilahkan untuk bertanya. Setelah presentasi dibuka sesi pertanyaan bagi yang ingin bertanya. Ada 8 siswa yang ingin bertanya, tetapi guru memilih 3 siswa yang masih kurang aktif untuk bertanya. Siswa yang kurang aktif tersebut bukan karena tidak mampu tetapi takut untuk bertanya setelah guru bertanya alasan mengapa selama pelajaran jarang untuk bertanya. Bagi siswa yang tidak mendapatkan kesempatan untuk bertanya diberikan kesempatan untuk bertanya diluar jam pelajaran pada kelompok yang bersangkutan (Merangsang terjadinya dialog di dalam kelas)
k) Siswa waktu 10 menit digunakan guru untuk memberikan feedback kepada siswa serta guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan tentang pelajaran yang baru saja dipelajari (Memberikan umpan balik untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa)
l) Guru juga mengadakan refleksi bagaimana tanggapan siswa terhadap pelajaran yang baru saja berlangsung (Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran)
m) Guru juga memberikan tugas dengan materi luas bidang diagonal. Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya (Menyediakan soal latihan untuk mengasah kemampuan siswa)
3) Tes akhir siklus 2
Pertemuan ketiga yaitu pelaksanaan tes akhir siklus 2 di kelas VIII B sebagai kelas penelitian. Tes diikuti oleh 31 siswa, tetapi yang masuk dalam perhitungan hanya 30 siswa. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal sebanyak 80 menit. Setelah siswa selesai mengerjakan, lembar soal beserta lembar jawaban dikumpulkan.
c. Refleksi
Pada siklus II ini secara umum kendala yang dihadapi oleh siswa dan juga oleh guru sudah berkurang. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing sudah mencapai harapan peneliti hanya ada menurut observer 2 ada 1 aspek pada pertemuan ketiga yang belum terlaksana yaitu guru tidak memberikan feedback untuk mengukur kemampuan siswa.