• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Per Siklus

Salah satu dari tujuan penelitian ini, untuk meningkatkan motivasi, prestasi dan partisipasi pembelajaran PAI di SMP Negeri 3 Salatiga Tahun ajaran 2017/2018, melalui metode pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dengan menggunakan metode tersebut harapannya mampu menciptakan pembelajaran yang bermutu.

1.Diskripsi Siklus I

Siklus pertama dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Juli 2017 selama 3x3 jam pelajaran. Bahan materi yang diajarkan tentang rendah hati, dengan kompetensi dasar memahami makna Q.s al-Furqan: 63 serta hadist yang terkait. Pembelajaran dilaksanakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Inti dari pembelajaran STAD adalah pengorganisasian siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri dati 5 atau 6 anggota yang bersifat heterogen.

Dengan pembelajaran seperti ini siswa dituntut untuk saling bekerja sama dalam satu tim, membangun keaktifan dan sifat sosial dalam sebuah kelompok. Karena setiap individu harus bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya. Jumlah siswa kelas VIII E SMP 3 Salatiga adalah 26 orang sehingga jumlah kelompok yang terbentuk yaitu 5 kelompok. Observasi situasi kelas pada siklus I tercantum dalam tebel 4.1.

Tabel 4.1

Lembar Pengamatan Partisipasi Siswa Pada Siklus 1

No Kegiatan

Baik sekali

Baik Cukup Kurang

1

Siswa berpartisipasi aktif dalam mengikuti setiap pelajaran PAI melalui metode STAD

V

2

Antusias Siswa dalam mengikuti pembelajaran PAI melalui metode STAD

V

3 Siswa aktif dalam bertanya V

4

Siswa aktif dalam menjawab pertanyaan dan berani memberi pendapat melalui metode STAD

V

5 Keaktifan siswa dalam tim V

6

Kemampuan siswa memberikan usulan atau ide-ide baru

V

7

Siswa saling bekerja sama dengan kompak dalam bekerja kelompok melalui penerapan metode STAD

V

8 Siswa efektif dalam pemanfaatan waktu V

9 Siswa saling menghargai pendapat temannya V

Jumlah Skor 8 5

Total 11

Tabel 4.2

Lembar Pengamatan Motivasi Siswa Pada Siklus 1

No Kegiatan Baik

sekali

Baik Cukup Kurang

1 Peserta didik tampak senang dan gembira selama mengikuti pembelajaran.

V

2 Roman muka tampak berseri-seri dalam mengerjakan tugas.

V

3 Tampak senang ketika berdiskusi dengan teman sekelompoknya.

V

4 Kemajuan belajar siswa meningkat setelah menerapkan materi ini.

V

5 Termotivasi dalam mengerjakan tugas tepat waktu

V

Jumlah Skor 4 3

Total 7

Berdasarkan hasil pengamatan situasi pembelajaran pada siklus pertama ini, peneliti dapat menemukan kelemahan pembelajaran sebagai berikut :

a. Kurangnya partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran PAI, karena pengelompokan yang tidak sesuai dengan yang mereka inginkan.

b. Antusias siswa masih cukup rendah, sebab masih kurang dapat berinteraksi dengan anggota baru dalam kelompoknya.

c. Siswa belum bisa aktif dalam bertanya. Karena masih malu atau takut untuk mengajukan pertanyaan.

d. Keaktifan siswa dalam tim belum tampak terlihat, mereka masih mengacu pada satu orang yang dianggap paling pandai.

e. Siswa belum mampu memanfaatkan waktu dengan baik.

f. Siswa belum termotivasi dalam mengikuti pembelajaran ini, karena mereka masih bingung dengan metode pembelajaran yang guru terapkan.

g. Peserta didik belum menampakkan rasa senang terhadap metode ini, karena pemilihan anggota kelompok yang dilakukan secara acak.

h. Guru belum mampu memaksimalkan dalam menerapkan metode STAD.

Meski demikian, pembelajaran ini telah berlangsung dengan cukup baik. Para siswa mulai mengalami peningkatan dalam kegiatan belajar mengajar, mereka mulai berani untuk tampil di depan kelas, serta pemahaman siswa terhadap materi pelajaran cukup baik. Hal tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 4.3

Hasil Belajar Siswa Kelas VIII E SMP N 3 Salatiga Pada Siklus I

NO Nama responden L/P Nilai Ket

1 Ananda Suci T.S P 60 BT

2 Aqil Amri Al Aziz L 85 T

3 Aqisna Elsafira P 95 T

5 Bintang Naina A L 70 T 6 Chavella Teyza P.R P 50 BT 7 Danang Samudro J L 60 BT 8 Davka Ighar A H L 85 T 9 Dewi N. F P 95 T 10 Dian Praseno L 95 T 11 Divano Alif R L 70 T 12 Ellianto Dwiki S O L 50 BT 13 Pratiwi Adisti A T P 80 T 14 Ershela Fibria K P 50 BT 15 Istikhomah P 90 T 16 Gufron Febriyan L 95 T

17 Jihan Tsabitah F.A P 90 T

18 M. Rafly M L 90 T 19 Nadine Nur O P 80 T 20 Najla Nafi’a P 85 T 21 Novita Puspa A S P 90 T 22 Retno Ayu A P 90 T 23 Via Riski P W P 90 T

24 Wahyu Tri Atmojo L 65 BT 25 Wanda Putri S P 60 BT 26 Hardika Andy N L 60 BT Jumlah 2019 Rata-rata 77,65 Nilai Tertinggi 95 Nilai Terendah 60

Dalam tabel 4.3 menunjukkan bahwa yang memperoleh nilai BT (Belum Tuntas) dalam materi rendah hati pada siklus I adalah 8 siswa (30,76%). Jumlah siswa yang memperoleh T(Tuntas) 18 siswa (69,23%).

Walaupun hanya 69,23%, namun hal ini cukup menggembirakan karena terbukti metode yang penulis gunakan dalam proses belajar mengajar memberikan pengaruh terhadap pemahaman siswa.

Berdasarkan hal-hal di atas, maka hal-hal yang akan peneliti parhatikan dan perbaikan pada siklus kedua adalah :

a. Mencari permasalahan yang menyebabkan adanya 8 siswa yang belum tuntas. Dimana mereka dalam berdiskusi lebih sering diam, serta anak yang lebih pandai masih terlalu mendominan. Belum menampakkan rasa kesosialan yang baik. Guru perlu melakukan perbaikan terhadap metode STAD agar mampu menghilangkan permasalahan tersebut.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan peserta lain untuk bertanya dan presentasi.

b. Melakukan pembatasan waktu, supaya siswa terpacu dan tepat waktu dalam menyelesaikan tugas.

c. Guru harus menguasai situasi kelas dan mampu meningkatkan semangat siswa untuk belajar. Dengan cara memberikan motivasi kepada siswa.

Pada siklus I penulis melihat bahwa model pembelajaran STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII E dengan materi rendah hati. Dapat terlihat dalam tabel 4.3 dimana terdapat 14 siswa yang mampu mencapai batas ketuntasan yaitu diatas 70, sedangkan 8 siswa lainnya nilainya berada dibawah 60.

Berdasarkan pengamatan situasi kelas pada Siklus I masih terdapat beberapa kelemahan baik siswa atau pun guru. Pada siswa masih terdapat 8 anak yang belum mampu untuk bersosialisasi dengan temannya, mereka lebih banyak berdiam diri, kurang aktif bertanya. Antusiasme siswa pada siklus pertama ini masih belum terlihat baru 30,5 % (total skor pengamatan 11) , mereka masih canggung dan bingung dengan penerapan metode STAD dan kerja sama antar kelompok masih belum maksimal. Kualitas guru dalam memberikan pembelajaran materi rendah hati kepada siswa dengan metode STAD belum maksimal dan menarik siswa, karena baru sebagian kelompok yang aktif. Hal tersebut disebabkan karena guru belum mampu menguasai kelas dan menerapkan metode STAD secara maksimal. Selain itu rendahnya motivasi siswa yaitu sebesar 35% (total nilai :7), dikarenakan mereka belum merasa nyaman, menikmati proses pembelajaran, dan minat siswa terhadap teman

satu kelompoknya masih rendah. Jadi pada siklus pertama ini, belum nampak secara signifikan pengaruh metode STAD dalam meningkatkan partisipasi, motivasi, dan hasil belajar siswa.

Perbaikan-perbaikan yang penulis lakukan pada siklus II yaitu pertama, dengan memberikan waktu yang lebih banyak lagi dan kesempatan kepada siswa lain untuk bertanya, sehingga siswa pandai tidak mendominasi. Kedua dengan pembatasan waktu, supaya siswa terpacu dan termotivasi untuk penyelesaian tugas, sehingga waktu pembelajaran dapat terselesaikan sesuai jam pelajaran. Ketiga adalah dari sisi guru, yaitu dengan media yang menarik, intonasi yang jelas dan bahasa tubuh yang baik. Ke empat memberikan motivasi kepada siswa untuk tetap bersemangat dalam belajar, serta memberikan rasa nyaman kepada siswa terhadap teman sekelompoknya. Ke lima lebih menguasai kelas.

2. Diskripsi Siklus II

Siklus II dilaksanakan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. Penelitian siklus II dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Agustus 2017 di kelas VIII E SMP 3 Salatiga. Materi yang diajarkan adalah perilaku Hemat dalam q.s al-Israa: 27, dengan kompetensi dasar memahami makna Q.S. al-Isra’/17: 27 serta hadis terkait. Berikut tabel pengamatan situasi kelas pada siklus II.

Tabel 4.4

Lembar Pengamatan Partisipasi Siswa Pada Siklus II

No Kegiatan

Baik sekali

Baik Cukup Kurang

1

Siswa berpartisipasi aktif dalam mengikuti setiap pelajaran PAI melalui metode STAD

V

2

Antusias Siswa dalam mengikuti pembelajaran PAI melalui metode STAD

V

3 Siswa aktif dalam bertanya V

4

Siswa aktif dalam menjawab pertanyaan dan berani memberi pendapat melalui metode STAD

V

5 Keaktifan siswa dalam tim V

6

Kemampuan siswa memberikan usulan atau ide-ide baru

V

7

Siswa saling bekerja sama dengan kompak dalam bekerja kelompok melalui penerapan metode STAD

V

8 Siswa efektif dalam pemanfaatan waktu V

9 Siswa saling menghargai pendapat temannya V

Jumlah Skor 24 2

Tabel 4.5

Lembar Pengamatan Motivasi Siswa Pada Siklus II

No Kegiatan Baik

sekali

Baik Cukup Kurang

1 Peserta didik tampak senang dan gembira selama mengikuti pembelajaran.

V

2 Roman muka tampak berseri-seri dalam mengerjakan tugas.

V

3 Tampak senang ketika berdiskusi dengan teman sekelompoknya.

V

4 Kemajuan belajar siswa meningkat setelah menerapkan materi ini.

V

5 Termotivasi dalam mengerjakan tugas tepat waktu

V

Jumlah Skor 12 2

Total 14

Berdasarkan data tersebut pelaksanaan pada siklus II adalah :

a. Mulai tampak keaktifan serta motivasi siswa. Terlihat siswa mulai menerima anggota kelompok yang sudah ditentukan sejak awal. Hal ini dapat diketahui dari meningkatnya siswa yang sering mengajukan pertanyaan. Dan siswa termotivasi untuk belajar dengan teman sejawat, serta bersemangat dalam mengerjakan tugas individu.

b. Kemampuan siswa dalam bekerja kelompok terlihat, tampak siswa yang pandai mau memberikan bimbingan kepada siswa yang

kurang pandai.

c. Siswa mulai menghargai antara satu dengan lainnya, dimana mereka saling menghargai atas tukar pikiran yang diberikan temannya.

d. Mereka mampu memanfaatkan waktu dengan baik, dapat dilihat dari hasil pekerjaan mereka yang bisa diselesaikan tepat waktu. e. Siswa mulai antusias dalam mengikuti pembelajaran dengan

motode STAD.

f. Siswa mulai menunjukkan rasa senang, nyaman, dan menikmati proses pembelajaran yang berlangsung. Dimana mereka mengikuti setiap pembelajaran dengan baik, mau memperhatikan dan tidak gaduh.

Dengan demikian pelaksanaan siklus ke dua lebih baik dibandingkan pada siklus pertama, karena di siklus ke dua ini siswa mulai mampu beradaptasi dengan model pembelajaran yang telah dilakukan sejak awal yaitu sistem pembelajaran kooperatif dengan metode STAD.

Namun, ada beberapa kelemahan dari hasil pengamatan situasi pembelajaran pada siklus kedua ini, yaitu sebagai berikut :

a. Masih adanya siswa yang tidak berpartisipasi aktif dalam kelompok.

b. Terdapat siswa yang belum percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki.

c. Masih ada kelompok yang kurang bekerjasama. d. Pemahaman siswa belum mencapai 100%.

Meski demikian pembelajaran ini telah menunjukkan perubahan peningkatan yaitu :

a. Siswa mulai senang belajar dengan menggunakan metode STAD. b. Proses pembelajaran siklus II berjalan dengan baik, siswa mulai

menunjukkan antusias dan partisipasi mereka.

c. Diskusi kelas sesuai dengan alokasi waktu yang telah disediakan. d. Siswa mulai berani untuk tampil di depan kelas.

e. Siswa mulai termotivasi untuk belajar dengan teman sejawat, tidak hanya berpacu pada buku dan guru.

f. Hasil evaluasi penilaian perkembangan siswa pada siklus II meningkat dibandingkan kondisi sebelumnya, walaupun nilai T(tuntas) belum mampu mencapai 100%. Kondisi ini dapat dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 4.6

Hasil Belajar Siswa Kelas VIII E SMP N 3 Salatiga Pada Siklus II

NO Nama responden L/P Nilai Ket

1 Ananda Suci T.S P 60 BT

2 Aqil Amri Al Aziz L 95 T

3 Aqisna Elsafira P 100 T

4 Arsinta Dewi S P 60 BT

5 Bintang Naina A L 70 T

7 Danang Samudro J L 65 BT 8 Davka Ighar A H L 70 T 9 Dewi N. F P 100 T 10 Dian Praseno L 100 T 11 Divano Alif R L 75 T 12 Ellianto Dwiki S O L 80 T 13 Pratiwi Adisti A T P 80 T 14 Ershela Fibria K P 75 T 15 Istikhomah P 90 T 16 Gufron Febriyan L 95 T

17 Jihan Tsabitah F.A P 95 T

18 M. Rafly M L 80 T 19 Nadine Nur O P 80 T 20 Najla Nafi’a P 95 T 21 Novita Puspa A S P 65 BT 22 Retno Ayu A P 100 T 23 Via Riski P W P 80 T

24 Wahyu Tri Atmojo L 75 T

26 Hardika Andy N L 65 BT

Jumlah 2100

Rata-rata 80,76

Nilai Tertinggi 100

Nilai Terendah 60

Perbandingan nilai perkembangan siswa pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai BT (belum tuntas) yang semula 8 menjadi 5 siswa pada siklus II, nilai T(tuntas) meningkat dari 18 siswa menjadi 21 siswa ini berarti sebagian siswa mengalami perkembangan dalam prestasi belajar. Selain itu, partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran PAI meningkat yaitu 72% mereka mulai senang dengan metode yang diterapkan. Tentunya ini disertai dengan motivasi anak dalam belajar, semula motivasi anak sebesar 35% (siklus I), kemudian di siklus ke dua meningkat menjadi 70% terjadi peningkatan sebanyak 35%.

Berdasarkan hasil tersebut, maka hal-hal yang akan peniliti perhatikan dan perbaiki pada siklus ketiga adalah :

a. Guru memberikan semangat dan dukungan bagi siswa yang kurang aktif dalam diskusi.

b. Memacu siswa untuk bersemangat dalam memahami materi yang disampaikan agar tidak tertinggal dengan teman lainnya. c. Berusaha meningkatkan perkembangan situasi kelas hingga

d. Guru memberikan reward kepada kelompok yang berprestasi dan aktif.

Pada siklus II, dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran dengan metode STAD dapat meningkatkan pembelajaran pendidikan agama Islam. Terlihat dari motivasi, partisipasi, dan prestasi belajar siswa yang meningkat. Siswa mulai termotivasi untuk belajar setelah penerapan metode ini, mereka bersemangat belajar dengan teman kelompoknya, sehingga hasil belajar siswa pun meningkat. Dalam tabel 4.6 terlihat adanya peningkatan jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas standar ketuntasan minimal (70). Sebanyak 21 siswa (80,76%), memperoleh nilai di atas 70 dan 5 siswa (19,23%) memperoleh nilai di bawah 70. Hal ini berarti terjadi peningkatan 26,92 % lebih tinggi dari siklus I, yaitu dari 53,84% menjadi 80,76 %. Walaupun pada siklus II ini mengalami kemajuan dan peningkatan yang baik. Peneliti merasa masih perlu adanya evaluasi kembali untuk memastikan bahwa metode student Teams

Achievement Divisions (STAD) ini memang berhasil untuk

diterapkan, guna meningkatkan motivasi, partisipan, serta prestasi siswa.

Untuk itu pada siklus kedua ini peneliti merencanakan melakukan perbaikan-perbaikan untuk siklus selanjutnya. Perbaikan tersebut antara lain dengan menyempurnakan metode STAD. Penyempurnaan tersebut berdasarkan hasil refleksi pada siklus II.

3. Diskripsi Siklus III

Pelaksanaan siklus III dilakukan pada hari Kamis, 10 Agustus 2017 di kelas VIII E SMP 3 Salatiga, dengan alokasi waktu 3x45 menit dengan materi Rendah hati, Hemat, dan Sederhana Membuat Hidup Lebih Mulia. Pada siklus III ini, penulis menyimpulkan bahwa metode STAD yang peneliti gunakan telah mampu meningkatkan prestasi, motivasi serta partisipan siswa dalam mengikuti pembelajaran PAI. Terlihat dalam pelaksanaan siklus ketiga suasana belajar di kelas mulai kondusif. Sehingga prestasi belajar siswa pada siklus III berhasil mencapai kemajuan yang cukup tinggi walupun belum mencapai 100%. Berikut tabel pengamatan situasi kelas pada siklus III.

Tabel 4.7

Lembar Observasi Partisispasi Siswa pada Siklus III

No Kegiatan

Baik sekali

Baik Cukup Kurang

1

Siswa berpartisipasi aktif dalam mengikuti setiap pelajaran PAI melalui metode STAD

V

2

Antusias Siswa dalam mengikuti pembelajaran PAI melalui metode STAD

V

3 Siswa aktif dalam bertanya V

4

Siswa aktif dalam menjawab pertanyaan dan berani memberi pendapat melalui metode STAD

V

6

Kemampuan siswa memberikan usulan atau ide-ide baru

V

7

Siswa saling bekerja sama dengan kompak dalam

bekerja kelompok melalui penerapan metode STAD V

8 Siswa efektif dalam pemanfaatan waktu V

9 Siswa saling menghargai pendapat temannya V

Jumlah Skor 32 3

Total 35

Tabel 4.8

Lembar Pengamatan Motivasi Siswa Pada Siklus III

No Kegiatan Baik

sekali

Baik Cukup Kurang

1 Peserta didik tampak senang dan gembira selama mengikuti pembelajaran.

V

2 Roman muka tampak berseri-seri dalam mengerjakan tugas.

V

3 Tampak senang ketika berdiskusi dengan teman sekelompoknya.

V

4 Kemajuan belajar siswa meningkat setelah menerapkan materi ini.

V

5 Termotivasi dalam mengerjakan tugas tepat waktu

V

Total 19

Berdasarkan data tersebut pelaksanaan siklus III dapat digambarkan sebagai berikut:

a. Siswa lebih siap dalam mengikuti setiap pembelajaran PAI.

b. Kerja sama dalam kelompok meningkat terlihat siswa mendiskusikan setiap tugas dengan baik.

c. Antusias siswa meningkat ketika pembelajaran berlangsung.

d. Siswa telah mampu bersaing secara sehat, mereka mulai saling menghargai dan membantu antar satu tim anggota kelompok.

e. Prestasi belajar siswa meningkat dengan baik.

f. Motivasi siswa dalam belajar meningkat, maka hasil belajar yang diperoleh jauh lebih baik dari siklus-siklus sebelumnya.

Pada siklus ketiga ini, siswa mulai menikmati jalannya proses pembelajaran agama Islam. Mereka tidak menunjukkan kejenuhan selama pembelajaran berlangsung. Karena guru dan siswa saling berpartisipasi aktif. Dengan menggunakan metode STAD permasalahan yang sulit mampu dipecahkan secara bersama-sama oleh siswa, sehingga siswa yang kurang pandai akan terbantu dengan siswa yang pandai. Maka terbentuklah kepedulian siswa kepada sesama temannya. Mereka lebih menghargai dan mau bekerja sama satu sama lain. Selain itu, motivasi siswa untuk belajar juga meningkat. Mereka lebih termotivasi untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan guru. Dengan siswa termotivasi untuk belajar maka hasil belajar peserta didik juga meningkatan cukup signifikan. Berikut ini tabel hasil belajar siswa.

Tabel 4.9

Hasil Belajar siswa kelas VIII E SMP N 3 Salatiga pada siklus III

NO Nama responden L/P Nilai Ket

1 Ananda Suci T.S P 82 T

2 Aqil Amri Al Aziz L 80 T

3 Aqisna Elsafira P 95 T 4 Arsinta Dewi S P 85 T 5 Bintang Naina A L 80 T 6 Chavella Teyza P.R P 85 T 7 Danang Samudro J L 75 T 8 Davka Ighar A H L 68 BT 9 Dewi N. F P 87 T 10 Dian Praseno L 90 T 11 Divano Alif R L 74 T 12 Ellianto Dwiki S O L 75 T 13 Pratiwi Adisti A T P 100 T 14 Ershela Fibria K P 85 T 15 Istikhomah P 100 T 16 Gufron Febriyan L 85 T

17 Jihan Tsabitah F.A P 85 T 18 M. Rafly M L 78 T 19 Nadine Nur O P 80 T 20 Najla Nafi’a P 95 T 21 Novita Puspa A S P 90 T 22 Retno Ayu A P 82 T 23 Via Riski P W P 72 T

24 Wahyu Tri Atmojo L 95 T

25 Wanda Putri S P 95 T 26 Hardika Andy N L 66 BT Jumlah 2179 Rata-rata 83,80 Nilai Tertinggi 100 Nilai Terendah 66

Peningkatan hasil belajar siswa terlihat dari jumlah siswa 26, yang mencapai nilai tuntas (T) sebanyak 24 anak atau 92,30%, masih ada dua siswa yang belum tuntas (BT) , ini disebabkan oleh siswa yang memiliki motivasi rendah dalam belajar dan lemah dalam menerima materi pelajaran. Namun dalam siklus ke III ini masih terdapat beberapa kelemahan yaitu masih terdapat dua siswa yang belum mampu mencapai batas nilai KKM di mana mereka perlu

perhatian khusus dari guru. Jadi, dengan pembelajaran yang penulis terapkan, telah mampu meningkatkan motivasi, prestasi dan partisipasi siswa terhadap pembelajaran pendidikan agama Islam.

B. Pembahasan

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Latar belakang penelitian diterapkan tiga siklus karena keterbatasan waktu, selain itu apabila dilaksanakan dalam dua siklus, maka hasil penelitian akan tidak signifikan atau kurang memuaskan. Evaluasi setiap siklus, peneliti lakukan bersama guru yang bersangkutan atau kolaborator supaya hasil evaluasi lebih objektif. Peneliti memilih kelas VIII E sebagai penelitian penulis, karena di kelas VIII E mayoritas beragama Islam dan terdiri dari berbagai macam siswa terutama dari segi akademis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah strategi cooperative learning dengan metode STAD mampu meningkatkan partisipasi, motivasi, dan prestasi belajar siswa di SMP Negeri 3 Salatiga Tahun ajaran 2016/2017. Untuk mengetahui hal tersebut penulis melakukan tes tertulis untuk mengukur prestasi belajar siswa dan lembar observasi untuk mengetahui partisipasi dan motivasi murid.

Tabel 4.10

Hasil belajar siswa dengan mengunakan metode STAD

NO Nama responden Siklus I Siklus II

Siklus III

1 Ananda Suci T.S 60 60 82

3 Aqisna Elsafira 95 100 95 4 Arsinta Dewi S 80 60 85 5 Bintang Naina A 70 70 80 6 Chavella Teyza P.R 50 75 85 7 Danang Samudro J 60 65 75 8 Davka Ighar A H 85 70 68 9 Dewi N. F 95 100 87 10 Dian Praseno 95 100 90 11 Divano Alif R 70 75 74 12 Ellianto Dwiki S O 50 80 75 13 Pratiwi Adisti A T 80 80 100 14 Ershela Fibria K 50 75 85 15 Istikhomah 90 90 100 16 Gufron Febriyan 95 95 85

17 Jihan Tsabitah F.A 90 95 85

18 M. Rafly M 90 80 78

19 Nadine Nur O 80 80 80

20 Najla Nafi’a 85 95 95

22 Retno Ayu A 90 100 82

23 Via Riski P W 90 80 72

24 Wahyu Tri Atmojo 65 75 95

25 Wanda Putri S 60 75 95 26 Hardika Andy N 60 65 66 Jumlah 2019 2100 2179 Rata-rata 77,65 80,76 83,80 Nilai Tertinggi 95 100 100 Nilai Terendah 60 60 66

Berdasarkan tabel di atas, dapat digambarkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan pada tiap siklusnya. Pada siklus pertama terdapat 8 siswa yang belum mencapai batas minimal KKM yaitu 70, hanya 18 siswa (69,23%) yang memperoleh nilai cukup baik. Hal ini disebabkan karena antusias dan motivasi belajar siswa masih belum terlihat, mereka masih canggung dan bingung dengan model pembelajaran yang penulis terapkan sehingga siswa belum mampu memanfaatkan waktu dengan baik. Pada siklus II hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan yaitu sebesar 11,53% (80,76%-69,23%). Untuk siklus III hasil belajar siswa cukup signifikan sebesar 11,54% (92,30%-80.76%).

Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi

Student Team Achievement Division (STAD) telah mampu

SMP Negeri 3 Salatiga Tahun 2016/2017. Dapat dilihat dalam tabel abel frekuensi prestasi belajar siswa sebagai berikut.

Tabel 4.11

Distribusi frekuensi hasil belajar siswa

No Siklus Prestasi Belajar Frekuensi Presentase 1 Pertama 18 69,23% 2 Kedua 21 80,76% 3 Ketiga 24 92,30%

Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat bahwa dengan menggunakan metode STAD mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Karena, presentase hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada siklus pertama hanya 69, 23%, karena siswa belum termotivasi untuk mengikuti pembelajaran pendidikan agama Islam, mereka belum mampu berkerja sama dengan baik, dan masih bingung dengan penerapan metode STAD yang penulis gunakan. Pelaksanaan tindakan siklus ke dua ini, siswa sudah menunjukkan kemajuan dalam motivasi dan partisipasinya. Mereka sudah bisa memanfaatkan waktu sebaiknya dan ketika diminta untuk mengelompok mereka tidak gaduh. Siswa lebih bersemangat dan berpartisipasi aktif sehingga prestasi hasil penilaian siswa meningkat menjadi 80,76%.

Pelaksanaan siklus ketiga cukup memuaskan dibandingkan dengan siklus-siklus sebelumnya. Siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan tertib dan tenang. Mereka mampu

berinteraksi dengan baik dalam bekerja kelompok, dan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran berbeda dibandingkan dengan sebelumnya. Walaupun , prestasi belajar siswa belum mencapai 100%, tetapi peneliti sudah cukup puas dengan hasil yang diperoleh yaitu 92.30%, karena masih terdapat dua anak yang belum mencapai batas KKM. Hal ini disebabkan, keterbatasan daya tangkap mereka terhadap materi dan motivasi belajar yang masih rendah. Sehingga membutuhkan waktu khusus untuk kedua anak tersebut.

Tabel 4.12

Distribusi frekuensi partisipasi siswa No Siklus Partisipasi siswa

Frekuensi Presentase

1 Pertama 11 30,5%

2 Kedua 26 72%

3 Ketiga 35 97,2%

Dari data tersebut terlihat bahwa dengan menggunakan metode STAD dapat meningkatkan partisipasi atau keaktifan siswa. Sebab, siswa harus ikut berperan aktif ketika pembelajaran berlangsung. Pada siklus pertama pastisipasi siswa 30,5 %, ini di karenakan peserta didik belum terbiasa dengan metode yang diterapkan, mereka masih malu untuk bertanya dan ssiswa yang pandai masih mendiminasi dalam berdiskusi. Di siklus ke dua

Dokumen terkait