ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Responden
Penelitian ini dilakukan di Kepolisian Resor (Polres) Klaten. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner yang ditujukan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi yang bekerja di Polres Klaten yang telah menggunakan e-Filing sebagai responden. Rincian kuesioner yang kembali adalah sebagai berikut:
Tabel 5.1 Rincian Kuesioner
Keterangan Jumlah Persentase (%)
Kuesioner yang disebarkan 230 100
Kuesioner yang tidak kembali 8 3,48
Kuesioner yang digunakan 222 96,52
Sumber: Data primer diolah tahun 2017
Kuesioner yang disebarkan untuk memperoleh data yakni sebanyak 230 kuesioner yang disesuaikan dengan jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang menggunakan e-Filing yang bekerja di Polres Klaten. Sebanyak 230 kuesioner yang disebar, kembali sebanyak 222 kuesioner (96,52%) dan 8 kuesioner (3,48%) tidak kembali. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah 222 kuesioner (96,52%).
Melalui kuesioner yang telah diterima oleh peneliti dapat diketahui karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin responden, umur responden, jenjang pendidikan responden, pengetahuan perpajakan, dan lama menggunakan e-Filing. Karakteristik-karakteristik tersebut dijabarkan sebagai berikut:
1. Jenis Kelamin Responden
Jenis kelamin responden dikategorikan menjadi 2 kelompok yaitu Laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti didapat bahwa dari 493 responden mayoritas adalah berjenis kelamin Laki-laki yaitu sebanyak 183 orang (82%) sedangkan sisanya yaitu sebanyak 39 orang (18%) adalah berjenis kelamin Perempuan. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 5.2 sebagai berikut.
Tabel 5.2 Jenis Kelamin Responden
Keterangan Jumlah Persentase (%)
Laki-laki 183 82
Perempuan 39 18
Jumlah 222 100
Sumber: Data primer diolah tahun 2017 2. Umur Responden
Umur responden dikategorikan menjadi 9 kelompok berdasarkan perhitungan distribusi frekuensi kelas interval. Berdasarkan data yang telah diolah diketahui bahwa sebagian besar responden berumur 18 sampai 21 tahun yaitu sebanyak 48 responden (21,62%), kemudian untuk tempat kedua responden terbanyak adalah berumur 22 sampai 25 tahun sebanyak 43 responden (19,37%), pada urutan ketiga responden terbanyak adalah berumur 30 sampai 33 tahun sebanyak 33 responden (14,86%). Urutan keempat responden terbanyak adalah responden berumur 26 sampai 29 tahun sebanyak 29 responden (13,06%), urutan kelima adalah responden berumur 38 sampai 41 tahun sebanyak 23 responden (10,36%), pada urutan keenam adalah responden berumur
34 sampai 37 tahun sebanyak 20 responden (9,01%). Urutan ketujuh adalah responden berumur 42 sampai 45 tahun sebanyak 13 responden (5,86%), urutan kedelapan adalah responden berumur 46 sampai 49 tahun sebanyak 9 responden (4,05%), urutan terakhir adalah responden berumur 50 sampai 53 tahun sebanyak 4 responden (1,80%). Karakteristik responden berdasarkan umur dapat dilihat pada tabel 5.3 sebagai berikut.
Tabel 5.3 Umur Responden
Umur Jumlah Persentase (%)
18-21 48 21,62% 22-25 43 19,37% 26-29 29 13,06% 30-33 33 14,86% 34-37 20 9,01% 38-41 23 10,36% 42-45 13 5,86% 46-49 9 4,05% 50-53 4 1,80% Jumlah 222 100
Sumber: Data primer diolah tahun 2017 3. Jenjang Pendidikan Responden
Kategori jenjang pendidikan terbagi menjadi 5 kategori yaitu jenjang SMA, Diploma, Sarjana, Megister dan Doktor. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti didapati bahwa sebagian besar responden adalah lulusan SMA yaitu sebanyak 195 responden (88%) untuk urutan kedua tertinggi adalah responden dengan jenjang pendidikan Sarjana yaitu sebanyak 15 responden(7%) untuk urutan terakhir adalah responden dengan jenjang pendidikan Diploma yaitu
sebanyak 12 (5%). Karakteristik responden berdasarkan jenjang pendidikan dapat dilihat pada tabel 5.4 sebagai berikut.
Tabel 5.4 Jenjang Pendidikan Responden
Jenjang Pendidkan Jumlah Persentase (%)
SMA 195 88 Diploma 12 5 Sarjana 15 7 Magister 0 0 Doktor 0 0 Jumlah 222 100
Sumber: Data primer diolah tahun 2017 4. Pengetahuan Perpajakan
Kategori pengetahuan tentang perpajakan terbagi menjadi 3 yaitu kursus pajak, Penyuluhan Pajak dan tidak ada. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti didapati bahwa sebagian besar responden memperoleh pengetahuan perpajakan dari penyuluhan pajak yaitu sebanyak 191 responden (86%) dan tidak ada sebanyak 31 responden (14%). Karakteristik responden berdasarkan pengetahuan perpajakan dapat dilihat pada tabel 5.5 sebagai berikut.
Tabel 5.5 Pengetahuan Perpajakan
Pengetahuan Perpajakan Jumlah Persentase (%)
Kursus pajak 0 0
Penyuluhan pajak 191 86
Tidak ada 31 14
Jumlah 222 100
5. Lama Menggunakan E-Filing
Kategori lama menggunakan e-Filing terbagi menjadi 3 yaitu kurang dari 1 tahun, 1 sampai 2 tahun, dan lebih dari 2 tahun. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti didapati bahwa sebagian besar responden sudah menggunakan e-Filing selama 1 sampai 2 tahun yaitu sebanyak 178 responden (80%), urutan kedua yaitu selama kurang dari 1 tahun sebanyak 39 responden (39%), dan terakhir yaitu selama lebih dari 2 tahun sebanyak 5 responden (2%). Karakteristik responden berdasarkan lama menggunakan e-Filing
dapat dilihat pada tabel 5.6 sebagai berikut. Tabel 5.6 Lama menggunakan e-Filing
Lama menggunakan e-Filing Jumlah Persentase (%)
Kurang dari 1 tahun 39 18
1 sampai 2 tahun 178 80
Lebih dari 2 tahun 5 2
Jumlah 222 100
Sumber: Data primer diolah tahun 2017 B. Deskripsi Variabel
Kuesioner yang disebar terdiri dari 39 pernyataan. 7 pernyataan mengenai persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dan 32 pernyataan mengenai persepsi Wajib Pajak atas penerapan e-Filing yakni persepsi kebermanfaatan, persepsi kemudahan, dan persepsi kepuasan. Peneliti menggunakan program
Ms. Excel untuk mengolah data kuesioner yang diperoleh. Data Kuesioner diolah untuk mengetahui frekuensi jawaban responden.
Rekapitulasi frekuensi jawaban responden tersebut dibuat rinci, seperti pada tabel berikut ini:
Tabel 5.7 Rekapitulasi Frekuensi Jawaban Variabel Penelitian
Variabel Penelitian Frekuensi Jawaban Total
5 4 3 2 1
Persepsi kebermanfaatan 572 1.551 318 1 0 2.442
Persepsi kemudahan 521 1.593 328 0 0 2.442
Persepsi kepuasan 607 1.366 247 0 0 2.220
Persepsi Kepatuhan Wajib Pajak
469 723 148 141 73 1.554
Jumlah 2.169 5.233 1.041 142 73 8.658
Sumber: Data primer diolah tahun 2017
Berdasarkan data diatas, 32 item pernyataan variabel penelitian yang terdiri dari 11 pernyataan mengenai persepsi kebermanfaatan penerapan e-Filing, 11 pernyataan mengenai persepsi kemudahan penerapan e-Filing, 10 pernyataan mengenai persepsi kepuasan penerapan e-Filing, dan 7 pernyataan mengenai persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dijawab oleh 222 responden sehingga diperoleh 8.658 butir jawaban yang dipaparkan di atas. C. Pengujian Instrumen Penelitian
Pengujian instrumen dilakukan pada data yang diperoleh melalui kuesioner yang telah disebarkan. Sebelum dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh, terlebih dahulu dilakukan uji validitas, uji reliabilitas dan uji normalitas. Uji validitas, uji reliabilitas dan uji normalitas dilakukan untuk memastikan apakah instrumen dari kuesioner valid, reliabel, dan berdistribusi normal sehingga hasil pengolahan data dalam penelitian dapat dipertanggungjawabkan. Untuk uji validitas nilai r tabel diperoleh dari degree of freedom (df) = n-2, dimana sampel yang diperoleh sebanyak 222, maka df = 222-2 dengan signifikansi 0,05 sehingga diperoleh r tabel 0.1381.
Uji validitas, reliabilitas, dan normalitas ini dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 23. Berikut analisis untuk uji validitas, uji reliabilitas dan uji normalitas:
1. Uji Validitas
Tabel 5.8 Hasil Uji Validitas Persepsi Kebermanfaatan Penerapan
E-Filing
Urutan Pernyataan r hitung r tabel Ketrangan
KB 1 0,407 0,1381 Valid KB 2 0,515 0,1381 Valid KB 3 0,608 0,1381 Valid KB 4 0,605 0,1381 Valid KB 5 0,600 0,1381 Valid KB 6 0,512 0,1381 Valid KB 7 0,561 0,1381 Valid KB 8 0,462 0,1381 Valid KB 9 0,604 0,1381 Valid KB 10 0,535 0,1381 Valid KB 11 0,423 0,1381 Valid
Sumber: Data primer diolah tahun 2017
Dari tabel 5.8 Dapat diketahui nilai r hitung lebih besar daripada r tabel (r hitung > r tabel), sehingga 11 item pernyataan yang ada pada kuesioner untuk persepsi kebermanfaatan penerapan e-Filing dapat dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk analisis lebih dalam. Tabel 5.9 Hasil Uji Validitas Persepsi Kemudahan Penerapan E-Filing
Urutan Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
KM 1 0,515 0,1381 Valid KM 2 0,534 0,1381 Valid KM 3 0,447 0,1381 Valid KM 4 0,536 0,1381 Valid KM 5 0,598 0,1381 Valid KM 6 0.494 0,1381 Valid KM 7 0,507 0,1381 Valid
KM 8 0,514 0,1381 Valid
KM 9 0,509 0,1381 Valid
KM 10 0,596 0,1381 Valid
KM 11 0,525 0,1381 Valid
Sumber: Data primer diolah tahun 2017
Dari tabel 5.9 dapat diketahui nilai r hitung lebih besar daripada r tabel (r hitung > r tabel), sehingga 11 item pernyataan yang ada pada kuesioner untuk persepsi kemudahan penerapan e-Filing dapat dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk analisis lebih dalam. Tabel 5.10 Hasil Uji Validitas Persepsi Kepuasan Penerapan E-Filing
Urutan Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
KP 1 0,478 0,1381 Valid KP 2 0,559 0,1381 Valid KP 3 0,642 0,1381 Valid KP 4 0,514 0,1381 Valid KP 5 0,567 0,1381 Valid KP 6 0,659 0,1381 Valid KP 7 0,653 0,1381 Valid KP 8 0,610 0,1381 Valid KP 9 0,599 0,1381 Valid KP 10 0,537 0,1381 Valid
Sumber: Data primer diolah tahun 2017
Dari tabel 5.10 dapat diketahui nilai r hitung lebih besar daripada r tabel (r hitung > r tabel), sehingga 10 item pernyataan yang ada pada kuesioner untuk persepsi kepuasan penerapan e-Filing dapat dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk analisis lebih dalam.
Tabel 5.11 Hasil Uji Validitas Persepsi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi
Urutan Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
P 1 0,408 0,1381 Valid
P 2 -0,225 0,1381 Tidak Valid
P 3 0,599 0,1381 Valid
P 5 0,722 0,1381 Valid
P 6 0,738 0,1381 Valid
P 7 0,621 0,1381 Valid
Sumber: Data primer diolah tahun 2017
Dari tabel 5.11 dapat diketahui nilai r hitung lebih besar daripada r tabel (r hitung > r tabel) kecuali untuk butir pernyataan P2 yang nilai r hitung lebih kecil dari r tabel, 6 item pernyataan yang ada pada kuesioner untuk persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dapat dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk analisis lebih dalam kecuali pernyataan P2 sehingga tidak digunakan untuk analisis lebih dalam.
2. Uji Reliabilitas
Tabel 5.12 Hasil Uji Reliabilitas Persepsi Kebermanfaatan Penerapan
E-Filing
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,759 11
Sumber: Data primer diolah tahun 2017
Dari hasil uji reliabilitas diperoleh nilai Crobanch’s Alpha
sebesar 0,734. Nilai Crobanch’s Alpha tersebut menurut Sunyoto (2013: 81) dikatakan reliabel karena bernilai lebih dari 0,6, maka item-item pernyataan untuk persepsi kebermanfaatan dianggap dapat mengukur secara konsisten.
Tabel 5.13 Hasil Uji Reliabilitas Persepsi Kemudahan Penerapan E-Filing Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,750 11
Sumber: Data primer diolah tahun 2017
Dari hasil uji reliabilitas diperoleh nilai Crobanch’s Alpha sebesar 0,750. Nilai Crobanch’s Alpha tersebut menurut Sunyoto (2013: 81) dikatakan reliabel karena bernilai lebih dari 0,6, maka item-item pernyataan untuk persepsi kebermanfaatan dianggap dapat mengukur secara konsisten.
Tabel 5.14 Hasil Uji Reliabilitas Persepsi Kepuasan Penerapan
E-Filing
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
,745 11
Sumber: Data primer diolah tahun 2017
Dari hasil uji reliabilitas diperoleh nilai Crobanch’s Alpha sebesar 0,745. Nilai Crobanch’s Alpha tersebut menurut Sunyoto (2013: 81) dikatakan reliabel karena bernilai lebih dari 0,6, maka item-item pernyataan untuk persepsi kebermanfaatan dianggap dapat mengukur secara konsisten.
Tabel 5.15 Hasil Uji Reliabilitas Persepsi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,706 6
Sumber: Data primer diolah tahun 2017
Dari hasil uji reliabilitas diperoleh nilai Crobanch’s Alpha sebesar 0,706. Nilai Crobanch’s Alpha tersebut menurut Sunyoto (2013: 81) dikatakan reliabel karena bernilai lebih dari 0,6, maka item-item pernyataan untuk persepsi kebermanfaatan dianggap dapat mengukur secara konsisten.
3. Uji Normalitas
Tujuan dilakukannya uji normalitas terhadap serangkaian data adalah untuk mengetahui apakah proporsi data berdistribusi normal atau tidak (Siregar, 2013: 153). Uji nomalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan SPSS 23.
Tabel 5.16 Hasil Uji Normalitas
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic Df Sig. Statistic df Sig.
Kebermanfaatan ,115 222 ,000 ,968 222 ,000
Kemudahan ,124 222 ,000 ,973 222 ,000
Kepuasan ,145 222 ,000 ,961 222 ,000
Kepatuhan ,153 222 ,000 ,952 222 ,000
a. Lilliefors Significance Correction
Sumber: Data primer diolah 2017 Tabel 5. 17 Rekapitulasi Uji Normalitas
Variabel Data Hasil Uji Taraf Kesalahan 5% (α= 0,05) Pernyataan normlitas jika Sig
> 0,05 Persepsi
Kebermanfaatan
Persepsi Kemudahan
0,000 0,05 Tidak Normal Persepsi Kepuasan 0,000 0,05 Tidak Normal Persepsi Kepatuhan
Wajib Pajak Orang Pribadi
0,000 0,05 Tidak Normal
Sumber: Data primer diolah tahun 2017
Berdasarkan hasil uji normalitas diatas, pengujian normalitas yang digunakan adalah Kolmogorof Smirnov. Diketahui bahwa nilai signifikansi (Sig.) variabel persepsi kebermanfaatan penerapan e-Filing, persepsi kemudahan penerapan e-Filing, persepsi kepuasan penerapan e-Filing, dan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi sebesar 0,000. Dari hasil pengujian tersebut, seluruh data berada di bawah taraf kesalahan 5% atau Sig.< 0,05 maka Ho ditolak.
Santoso (2010: 3) menyatakan bahwa penggunaan statistik parapetrik tetaplah diutamakan, jika data masih memenuhi asumsi parametrik, seharusnya digunakan prosedur parametrik untuk mengolah data. Jika ada asumsi yang tidak terpenuhi, maka masih bisa dilakukan transformasi data dan tetap menggunakan prosedur parametrik. Hanya jika memang sudah tidak ada jalan lain, penggunaan statistik nonparametrik bisa dipertimbangkan. Ghozali (2005: 32) dalam Prananda (2010) juga menyatakan jika data yang tidak terdistribusi secara normal dapat ditansformasi agar menjadi normal. Banyak jenis transformasi yang bisa digunakan dalam menormalkan data. Hal ini tergantung dari bentuk distribusi awal
data tersebut. Untuk mengetahui distribusi awal data dapat dilihat dari grafik histogram data. Bentuk histogram data yang akan ditrasformasi dapat dilihat dari gambar berikut:
Sumber: Data primer diolah tahun 2017 Gambar 5.1
Sumber: Data primer diolah tahun 2017 Gambar 5.2
Sumber: Data primer diolah tahun 2017 Gambar 5.3
Sumber: Data primer diolah tahun 2017 Gambar 5.4
Berdasarkan Gambar diatas dapat diketahui bahwa bentuk grafik histogram variabel kebermanfaatan, kemudahan penerapan e-Filing dan variabel kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi adalah moderate positive skewness sedangkan bentuk grafik histogram variabel kepuasan penerapan e-Filing adalah substantial negative skewnees. Bentuk grafik histogram moderate positive skewness
menggunakan transformasi data SQRT, sedangkan grafik histogram berbentuk substantial negative skewnees menggunakan transformasi data Log 10 (www.jam-statistic.id).
Setelah dilakukan transformasi data, penulis melakukan pengujian ulang terhadap uji normalitas untuk melihat apakah data penelitian telah berdistribusi normal atau tidak.
Tabel 5.18 Hasil Uji Normalitas Setelah Transformasi Data
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic Df Sig. Statistic df Sig.
SQRT_X 1 ,122 222 ,000 ,970 222 ,000 SQRT_X 2 ,131 222 ,000 ,974 222 ,000 LOG_X3 ,157 222 ,000 ,958 222 ,000 SQRT_Y ,155 222 ,000 ,948 222 ,000
a. Lilliefors Significance Correction
Sumber: Data primer diolah tahun 2017
Berdasarkan tabel 5.18, diketahui bahwa nilai signifikansi (Sig.) variabel persepsi kebermanfaatan penerapan e-Filing, persepsi kemudahan penerapan e-Filing, persepsi kepuasan penerapan e-Filing, dan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi sebesar 0,000. Dari hasil pengujian tersebut, seluruh data berada di bawah taraf kesalahan 5% atau Sig.< 0,05 maka Ho ditolak. Dengan demikian, data penelitian ini tidak berdistribusi secara normal, maka digunakan uji statistik non parametrik.