ANALISIS DAN PEMBAHASAN
D. Pengujian Hipotesis
1. Analisis Hubungan Persepsi Kebermanfaatan Penerapan E-Filing dengan Persepsi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi
Analisis untuk melihat hubungan persepsi kebermanfaatan penerapan
e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dengan penggunaan korelasi Rank Spearman dan diproses dengan sistem SPSS versi 23, sehingga diperoleh nilai koefisien korelasi seperti yang tertera pada tabel berikut ini:
Tabel 5.19 Hasil Uji Korelasi Rank Spearman Persepsi Kebermanfaatan Penerapan E-Filing dengan Persepsi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi
Correlations
Kebermanfaatan Kepatuhan
Spearman's rho Kebermanfaatan Correlation
Coefficient 1,000 ,521 ** Sig. (2-tailed) . ,000 N 222 222 Kepatuhan Correlation Coefficient ,521 ** 1,000 Sig. (2-tailed) ,000 . N 222 222
Sumber: Data primer diolah tahun 2017
Berdasarkan tabel 5.19, dapat diketahui angka signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari angka signifikansi hitung sebesar 0,01, maka H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat hubungan antara persepsi kebermanfaatan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Angka signifikansi 0,000 < 0,01 maka H0 ditolak, yang berarti ada hubungan yang signifikan pada taraf nyata 0,01.
Diketahui pula angka koefisien korelasi 0,521, hal ini berarti terdapat hubungan yang kuat dan positif persepsi kebermanfaatan penerapan e-Filing
dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Dilihat dari besarnya koefisen korelasi maka dapat diketahui bahwa persepsi kebermanfaatan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi memiliki kriteria kekuatan hubungan yang kuat karena nilai koefisien berada pada rentang >0,5 – 0,75. Angka korelasi yang positif menunjukkan adanya hubungan yang positif atau searah persepsi kebermanfaatan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Hubungan positif atau searah persepsi kebermanfaatan penerapan e-Filing dan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi menunjukkan bahwa jika persepsi kebermanfaatan penerapan e-Filing
meningkat maka persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi juga diperkirakan meningkat dan jika persepsi kebermanfaatan penerapan e-Filing menurun maka persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi juga diperkirakan akan menurun.
2. Analisis Hubungan Persepsi Kemudahan Penerapan E-Filing dengan Persepsi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi
Analisis untuk melihat hubungan persepsi kemudahan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dengan penggunaan korelasi Rank Spearman dan diproses dengan sistem SPSS versi 23, sehingga diperoleh nilai koefisien korelasi seperti yang tertera pada tabel berikut ini:
Tabel 5.20 Hasil Uji Korelasi Rank Spearman Persepsi Kemudahan Penerapan E-Filing dengan Persepsi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi
Correlations
Kemudahan Kepatuhan
Spearman's rho Kemudahan Correlation Coefficient 1,000 ,544**
Sig. (2-tailed) . ,000
N 222 222
Kepatuhan Correlation Coefficient ,544** 1,000
Sig. (2-tailed) ,000 .
N 222 222
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber: Data primer diolah tahun 2017
Berdasarkan tabel 5.20, dapat diketahui angka signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari angka signifikansi hitung sebesar 0,01, maka H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat hubungan antara persepsi kemudahan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Angka signifikansi 0,000 < 0,01 maka H0 ditolak, yang berarti ada hubungan yang signifikan pada taraf nyata 0,01.
Diketahui pula angka koefisien korelasi 0,544, hal ini berarti terdapat hubungan yang kuat dan positif persepsi kemudahan penerapan e-Filing
dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Dilihat dari besarnya koefisen korelasi maka dapat diketahui bahwa persepsi kemudahan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi memiliki kriteria kekuatan hubungan yang kuat karena nilai koefisien berada pada rentang >0,5 – 0,75. Angka korelasi yang positif menunjukkan adanya hubungan yang positif atau searah persepsi kemudahan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Hubungan positif atau searah persepsi kemudahan penerapan e-Filing dan persepsi
kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi menunjukkan bahwa jika persepsi kemudahan penerapan e-Filing meningkat maka persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi juga diperkirakan akan meningkat dan jika persepsi kemudahan penerapan e-Filing menurun maka persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi juga diperkirakan akan menurun.
3. Analisis Hubungan Persepsi Kepuasan Penerapan E-Filing dengan Persepsi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi
Analisis untuk melihat hubungan persepsi kepuasan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dengan penggunaan korelasi Rank Spearman dan diproses dengan sistem SPSS versi 23, sehingga diperoleh nilai koefisien korelasi seperti yang tertera pada tabel berikut ini:
Tabel 5.21 Hasil Uji Korelasi Rank Spearman Persepsi Kepuasan Penerapan
E-Filing dengan Persepsi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi
Correlations
Kepuasan Kepatuhan
Spearman's rho Kepuasan Correlation Coefficient 1,000 ,600**
Sig. (2-tailed) . ,000
N 222 222
Kepatuhan Correlation Coefficient ,600** 1,000
Sig. (2-tailed) ,000 .
N 222 222
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber: Data primer diolah tahun 2017
Berdasarkan tabel 5.21, dapat diketahui angka signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari angka signifikansi hitung sebesar 0,01, maka H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat hubungan antara persepsi kemudahan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi.
Angka signifikansi 0,000 < 0,01 maka H0 ditolak, yang berarti ada hubungan yang signifikan pada taraf nyata 0,01.
Diketahui pula angka koefisien korelasi 0,600, hal ini berarti terdapat hubungan yang kuat dan positif persepsi kepuasan penerapan e-Filing
dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Dilihat dari besarnya koefisen korelasi maka dapat diketahui bahwa persepsi kepuasan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi memiliki kriteria kekuatan hubungan yang kuat karena nilai koefisien berada pada rentang >0,5 – 0,75. Angka korelasi yang positif menunjukkan adanya hubungan yang positif atau searah persepsi kepuasan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Hubungan positif atau searah persepsi kepuasan penerapan e-Filing dan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi menunjukkan bahwa jika persepsi kepuasan penerapan e-Filing meningkat maka persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi juga diperkirakan akan meningkat dan jika persepsi kepuasan penerapan e-Filing menurun maka persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi juga diperkirakan akan menurun.
E. Pembahasan
1. Pembahasan Hubungan Persepsi Kebermanfaatan Penerapan E-Filing
dengan Persepsi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi
Hasil uji korelasi yang telah dilakukan menunjukkan adanya hubungan persepsi kebermanfaatan dan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Kekuatan hubungan persepsi kebermanfaatan penerapan
e-Filing dengan kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi memiliki hubungan yang kuat dan positif, artinya semakin tinggi persepsi kebermanfaatan penerapan e-Filing maka diperkirakan semakin tinggi pula persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Data yang diperoleh atas frekuensi jawaban responden untuk persepsi kebermanfaatan penerapan e-Filing juga menunjukkan keselarasan dengan besarnya nilai koefisien korelasi yang didominasi oleh pilihan jawaban yang positif, yang berarti sebagian besar dari Wajib Pajak Orang Pribadi yang menggunakan e-Filing merasa bahwa menggunakan e-Filing dalam menyampaikan SPT memberikan manfaat. Kebermanfaatan yang dimaksud adalah tingkat sejauh mana Wajib Pajak Orang Pribadi yakin bahwa menggunakan e-Filing akan meningkatkan kinerjanya.
Wajib Pajak percaya dan merasakan manfaat dalam menggunakan e-Filing pada saat menyampaikan SPT secara online. Manfaat yang diperoleh tersebut membuat Wajib Pajak Orang Pribadi berkeinginan untuk menggunakan e-Filing di periode tahun pajak selanjutnya.
2. Pembahasan Hubungan Persepsi Kemudahan Penerapan E-Filing dengan Persepsi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi
Hasil uji korelasi yang telah dilakukan menunjukkan adanya hubungan persepsi kemudahan penerapan e-Filing dengan persepsi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Kekuatan hubungan persepsi kemudahan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi memiliki hubungan yang kuat dan positif, artinya semakin
tinggi persepsi kemudahan penerapan e-Filing maka diperkirakan semakin tinggi pula persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Data yang diperoleh atas frekuensi jawaban responden untuk persepsi kemudahan penerapan e-Filing juga menunjukkan keselarasan dengan besarnya nilai koefisien korelasi yang didominasi oleh pilihan jawaban yang positif, yang berarti sebagian besar dari Wajib Pajak Orang Pribadi yang menggunakan e-Filing merasa bahwa e-Filing mudah digunakandalam menyampaikan SPT. Kemudahan yang dimaksud adalah bahwa Wajib Pajak Orang Pribadi tidak merasa kesulitan dalam menggunakan e-Filing pada saat menyampaikan SPT.
3. Pembahasan Hubungan Persepsi Kepuasan Penerapan E-Filing dengan Persepsi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi
Hasil uji korelasi yang telah dilakukan menunjukkan adanya hubungan persepsi kepuasan penerapan e-Filing dengan persepsi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Kekuatan hubungan persepsi kemudahan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi memiliki hubungan yang kuat dan positif, artinya semakin tinggi persepsi kepuasan penerapan e-Filing maka diperkirakan semakin tinggi pula persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Data yang diperoleh atas frekuensi jawaban responden untuk persepsi kepuasan penerapan e-Filing
juga menunjukkan keselarasan dengan besarnya nilai koefisien korelasi yang didominasi oleh pilihan jawaban yang positif. Data lama pengunaan e-Filing menunjukkan bahwa sebagian besar responden (Wajib Pajak) telah
menggunakan e-Filing selama satu sampai 2 tahun sebanyak 80% dan lebih dari 2 tahun sebanyak 2%, yang berarti Wajib Pajak sudah pernah menggunakan e-Filing setidaknya satu kali. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar Wajib Pajak merasa puas menggunakan
e-Filing. Kepuasan juga dipengaruhi oleh manfaat yang diperoleh dan kemudahan dalam menggunakan e-Filing.
Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa jika Wajib Pajak merasa puas atas penerapan e-Filing dalam penyampaian SPT maka Wajib Pajak akan semakin sering menggunakan e-Filing. Kepuasan tersebut timbul karena Wajib Pajak merasa ada manfaat dalam menggunakan e-Filing,
100 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
a. Terdapat hubungan yang kuat dan positif antara persepsi kebermanfaatan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi.
b. Terdapat hubungan yang kuat dan positif antara persepsi kemudahan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi.
c. Terdapat hubungan yang kuat dan positif antara persepsi kepuasan penerapan e-Filing dengan persepsi kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi.