• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Profil Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bekasi

2. Deskripsi responden berdasarkan variabel

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi peningkatan jumlah Anggota dan kualitas pustakawan layanan sirkulasi akan di uji secara statistik deskriptif.

Skor penelitian berdasarkan kriteria menurut skala likert ini akan diperoleh dengan rumus aritmatika mean yaitu:

Keterangan = Nilai Maksimal = Sangat Tinggi (4) Nilai Minimum = Sangat Rendah (1)

Jumlah Kelas = Sangat Rendah, Rendah, Tinggi, Sangat Tinggi (4)

Nilai besar 1,00 - 1,74 = sangat rendah Nilai besar 1,75 – 2,49 = rendah Nilai besar 2,50 – 3,24 = tinggi

Tabel 4.5

Hasil Uji Statistik Deskriptif Peningkatan Jumlah Anggota Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation PJP_1 92 1 4 3.10 .785 PJP_2 92 2 4 3.36 .585 PJP_3 92 1 4 2.88 .709 PJP_4 92 1 4 2.82 .662 PJP_5 92 1 4 3.30 .752 Valid N (listwise) 92

Sumber: Data Primer (2015)

Berdasarkan nilai rata-rata (means) diketahui dari masing-masing variabel pernyataan di atas paling rendah (PJA4) mengenai anggota menanyakan informasi tambahan yang dibutuhkan kepada pustakawan adalah sebesar 2,82, sedangkan nilai rata-rata yang paling tinggi mengenai pemanfaatan layanan perpustakaan dalam pemenuhan kebutuhan informasi anggota (PJA2) adalah 3,36. Nilai-nilai tersebut berada pada skala 3,25 – 4,00, yang berarti peningkatan jumlah Anggota dipersepsikan responden termasuk sangat tinggi. Nilai rata-rata ini menunjukkan bahwa variabel peningkatan jumlah Anggota adalah sangat tinggi

Tabel 4.6

Hasil Uji Statistik Deskriptif Kebutuhan Layanan Pustakawan Sirkulasi

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

KPLS_1 92 1 4 3.22 .693 KPLS_2 92 1 4 2.78 .739 KPLS_3 92 2 4 3.17 .622 KPLS_4 92 2 4 3.18 .592 KPLS_5 92 2 4 3.30 .550 KPLS_6 92 2 4 3.41 .577 KPLS_7 92 2 4 3.27 .557 KPLS_8 92 2 4 3.39 .592 KPLS_9 92 1 4 3.20 .579 KPLS_10 92 2 4 3.36 .566 Valid N (listwise) 92

Sumber: Data Primer (2015)

Berdasarkan nilai rata-rata (means) diketahui dari masing-masing variabel pernyataan di atas paling rendah mengenai koleksi yang ada diperpustakaan cukup aktual dan sesuai dengan cakupan kebutuhan anggota (KPLS2) adalah sebesar 2,78, sedangkan nilai rata-rata yang paling tinggi mengenai pustakawan bagian pelayanan sirkulasi bersikap sopan dan ramah terhadap Anggota (KPLS6) adalah 3,41. Nilai-nilai tersebut berada pada skala 3,25 – 4,00, yang berarti kualitas pustakawan layanan sirkulasi dipersepsikan responden termasuk sangat tinggi. Nilai rata-rata ini menunjukkan bahwa variabel kualitas pustakawan layanan sirkulasi adalah sangat tinggi.

3. Hasil Uji Kualitas Data a. Hasil Uji Validitas Data

Validitas adalah alat pengujian digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan dalam kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan untuk menghitung korelasi antara skor masing-masing butir pertanyaan dengan total skor. Dalam tampilan output SPSS dapat terlihat korelasi antara masing-masing butir pertanyaan terhadap total skor, butir pertanyaan yang akan menunjukkan hasil yang signifikan pada 0,01 dan 0,05 yang ditandai dengan tanda (**,*). Jika muncul tanda tersebut maka dapat disimpulkan bahwa masing-masing butir pertanyaan adalah valid.

Tabel 4.7

Tabel 4.8

Hasil Uji Validitas Data Kualitas Pustakawan Layanan Sirkulasi

Tabel 4.7 dan 4.8 menunjukkan hasil validitas dari dua variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Peningkatan Jumlah Anggota dan Kualitas Pustakawan Layanan Sirkulasi .

Berdasarkan hasil data dari kuesioner yang telah diolah pada Tabel 4.6 hasil uji validitas variabel PJP. Diketahui bahwa variabel PJP terdiri dari 5 pertanyaan yang keseluruhannya adalah valid dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti bahwa setiap item pertanyaan PJP yang digunakan dalam penelitian ini mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur pada kuesioner tersebut. Berdasarkan hasil data dari kuesioner yang telah diolah pada Tabel 4.7 hasil uji validitas variabel

KPLS. Diketahui bahwa variabel KPLS terdiri dari 10 pertanyaan yang keseluruhannya adalah valid dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti bahwa setiap item pertanyaan KPLS yang digunakan dalam penelitian ini mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur pada kuesioner tersebut.

b. Hasil Uji Realibilitas

Uji reliabilitas adalah suatu alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dan variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal, jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu kewaktu. Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai

Cronbach Alpha > 0,60. Tabel 4.9 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .817 15 Tabel 4.10 Hasil Uji Realibilitas

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted PJP 1 44.6522 21.944 .463 .804 PJP 2 44.3913 23.999 .284 .815 PJP 3 44.8696 22.378 .461 .804 PJP 4 44.9348 24.018 .233 .820 PJP 5 44.4457 25.019 .051 .835 KPLS 1 44.5326 22.933 .385 .809

S u m b e r S

Sumber: Data Primer (2015)

Pada tabel 4.9 dan 4.10 menunjukkan nilai cronbach’s alpha di atas variable PJP dan KPLS sebesar 0,817. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini

reliable karena mempunyai nilai cronbach’s alpha > 0,60. Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pernyataan yang digunakan mampu memperoleh data yang konsisten yang berarti bila pernyataan itu diajukan kembali akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya.

4. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas model regresi bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik seharusnya distribusi regresi residual normal atau mendekati kenormalan. Dasar pengambilan keputusan untuk mendeteksi kenormalan

KPLS 2 44.9674 22.274 .452 .805 KPLS 3 44.5761 22.445 .532 .799 KPLS 4 44.5652 22.248 .604 .795 KPLS 5 44.4457 22.733 .560 .799 KPLS 6 44.3370 21.962 .679 .790 KPLS 7 44.4783 22.472 .604 .796 KPLS 8 44.3587 22.452 .564 .797 KPLS 9 44.5543 23.766 .331 .812 KPLS 10 44.3913 23.142 .460 .804

adalah jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

Gambar 4.1

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Gambar 4.2

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Dengan melihat tampilan grafik normal probability plots

memperhatikan titik-titik menyebar berhimpit disekitar garis diagonal atau mengikuti arah garis diagonal, hal ini menunjukkan

bahwa residual terdistribusi normal, maka model regresi layak digunakan grafik histogram memperlihatkan pola distribusi mendekati normal. Dapat disimpulkan bahwa grafik normal plot dan grafik histogram menunjukkan model regresi layak dipakai karena memenuhi asumsi normalitas.

Tabel 4.11 Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardi zed Residual N 92 Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 3.34846436 Most Extreme Differences Absolute .123 Positive .123 Negative -.088 Kolmogorov-Smirnov Z 1.176

Asymp. Sig. (2-tailed) .126

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Sumber: Data Primer (2015)

Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Uji Kolmogorov-Smirnov adalah salah satu cara untuk menguji goodness fit. Dalam hal ini yang diperhatikan adalah tingkat kesesuaian antara distribusi nilai sampel (skor yang diobservasi) dengan distribusi teoritis tertentu (normal, uniform, atau posion).

Berdasarkan tabel 4.10 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dapat diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0.126 lebih besar

dari 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang kita uji berdistribusi normal.

b. Uji Multikolonieritas

Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik mensyaratkan tidak adanya multikolinieritas dengan cara melihat nilai Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor). Metode pengambilan keputusan yaitu jika semakin mendekati terjadinya masalah multikolinieritas. Dalam kebanyakan penelitian menyebutkan bahwa jika Tolerance lebih dari 0,1 dan VIF kurang dari 10 maka tidak terjadi multikolinieritas.

Tabel 4.12

Hasil Uji Multikolonieritas PJP

Sumber: Data Primer (2015)

Berdasarkan tabel 4.11 terlihat bahwa nilai Variance Inflantion Factor (VIF) tidak lebih dari angka 0,10 untuk setiap variabel yang ditunjukkan dengan nilai VIF sebesar 1,000 untuk variabel

KPLS. Maka berdasarkan nilai VIF tidak ditemui masalah multikolonieritas antar variabel independent.

Dokumen terkait