• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Deskripsi Subyek Penelitian

Subyek penelitian dalam penelitian ini sesuai dengan tujuan penelitian yaitu siswa kelas III, IV, dan V sebagai anggota pramuka, pembina pramuka, wali kelas dan Kepala Sekolah. Peneliti mengambil subyek penelitian kelas III, IV, dan V karena ketiga kelas tersebutlah yang telah terkualifikasi sebagai anggota pramuka dan yang mengikuti kegiatan pramuka. Berikut akan paparkan secara terperinci.

1) Kepala Sekolah

Kepala Sekolah SDIT Al-Muhajirin dijabat oleh Ustadz Nursodiq yang merupakan lulusan Sarjana Pendidikan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Ustadz Nursodiq sudah menjabat sebagai kepala sekolah sejak tahun 2013. Visi misinya adalah menjadikan Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Muhajirin menjadi sekolah yang selalu berprestasi di bidang akademik dan non-akademik dan memiliki siswa yang berkarakter ataupun memiliki akhlaq yang baik.

Selain memiliki tanggung jawab yang penuh terhadap sekolah tersebut kepala sekolah juga telah berperan aktif dalam mewujudkan pendidikan karakter melalui berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan di sekolah ini

81

khususnya kegiatan ekstrakurikuler Pramuka mulai dari perencanaan kegiatan hingga kegiatan usai.

2) Wali Kelas

Wali kelas untuk kelas III dijabat oleh Ustadzah Istiqomah yang merupakan lulusan sarjana pendidikan. Sebelumnya pernah menjabat sebagai wali kelas di kelas atas selama tiga tahun. Strategi yang selalu ditanamkan oleh beliau untuk mewujudkan pendidikan karakter mandiri ketika kegiatan belajar mengajar adalah inovasi pembelajaran yang terintegrasi dengan pendidikan karakter dan dengan peembudayaan karakter mandiri itu sendiri.

Wali kelas IV dijabat oleh Ustadz Danang yang juga menjabat sebagai pembina pramuka penggalang tingkat ramu. Beliau merupakan lulusan sarjana sastra arab akan tetapi telah mengajar selama kurang lebih sepuluh tahun sehingga sudah mampu memahami karakteristik siswanya serta mampu membimbing siswa dalam mewujudkan pendidikan karakter mandiri dan disiplin kelas. Memenuhi syarat sebagai wali kelas yang berkewajiban menjadi manajer dan motivator untuk membangkitkan minat siswa untuk berprestasi serta menjembatani antar sekolah dengan orang tua dengan melakukan koordinasi dengan cara home visit dan lain-lain.

82

Wali kelas V dijabat oleh ustadz Zaenal yang telah mengajar selama kurang lebih 16 tahun, berawal dari guru mata pelajaran pendidikan jasmani kemudian setelah beberapa tahun silam diangkat menjadi wali kelas kemudian sempat menjadi kepala sekolah pada tahun 2006 selam kurang lebih tiga tahun. Karena kepemimpinannya tidak terlalu banyak memberikan perubahan yang tampak maka beliau diturunkan dan menjabat sebagai wali kelas lagi. Meskipun demikian kiprahnya di SDIT Al-Muhajirin sangatlah banyak dimulai sejak awal berdirinya sekolah hingga kini sekolah ini memiliki jumlah murid yang bisa dikatakan tidak sedikit, beliau pernah juga menjadi pembina pramuka dan selalu berperan aktif ketika ada kegiatan pramuka hingga saat ini.

Saat ini menjabat sebagai wali kelas V beliau selalu mengerahkan siswa-siswanya dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler serta selalu sigap dalam menangani atau mengatasi hambatan dan gangguan terhada kelancaran kegiatan kelas dan atau kegiatan sekolah pada umumnya. Selain itu juga memantapkan siswanya dalam melaksanakan tata karma, sopan santun, mandiri dan disiplin baik di sekolah maupun di lingkungan luar sekolah.

83

3) Pembina

Pembina pramuka yang bertugas merencanakan kegiatan pramuka, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pramuka di gugus depan SDIT Al-Muhajirin terdapat 3 orang yang statusnya bukan merupakan Dewan Kerja Ranting akan tetapi merupakan guru pengajar.

Untuk pembina pramuka siaga di jabat oleh Ustadzah Ana yang berusia 35 tahun dimana telah memenuhi syarat umur sebagai pembina siaga dengan pengalaman mengajar pramuka selama kurang lebih 10 tahun dan telah mendapat sertifikat resmi Kursus Mahir Dasar Kepramukaan dari Kwarcab Magelang dengan mengucapkan Tri Satya dan menandatangani ikrar.

Untuk pembina penggalang diampu oleh dua pengajar yaitu Ustadz lilik dan Ustadz Danang. Yang telah memenuhi syarat sebagai pembina pramuka penggalang, selain telah mengikuti Kursus Mahir Dasar Kepramukaan juga membina dan bertugas secara sukarela dan menempatkan posisinya sebagai mitra peserta didik atau siswa sebagai subyek pendidikan, karena menurutnya pada hakekatnya kepramukaan adalah pendidikan sepanjang hayat dan oleh karena itu siswa harus dipersiapkan sejak

84

dini bahwa mereka sendirilah yang akan mendidik diri mereka sendiri untuk selalu berakhlak baik. Selama mengajar pramuka juga selalu menggunakan prinsip dasar kepramukaan, metode kepramukaan dan sistem Among. 4) Anggota Pramuka

a. Siswa 1 (KW)

Siswa KW merupakan anggota pramuka siaga yang masih duduk dibangku kelas III dan belum terlalu lama menjadi anggota pramuka. Lahir dari keluarga berkecukupan dimana kedua orang tuanya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil. Secara akademis menurut wali kelas, siswa tersebut berada pada lima posisi terbawah jika dibandingkan dengan teman-teman lainnya.

b. Siswa 2 (GAK)

Siswa GAK merupakan anggota pramuka siaga yang juga masih duduk di bangku kelas III. Akan tetapi berbeda dengan siswa KW secara akademis termasuk sepuluh besar dikelas menurut sumber informasi wali kelas III dan secara kepribadian siswa ini belum menunjukkan predikat baik jika dilihat dari kebiasaan-kebiasaan di kelas maka sesuai dengan pernyataannya bahwa siswa tersebut jarang terpilih mengikuti lomba kepramukaan. Selain faktor kepribadian dikarenakan siswa ini merupakan siswa yang keadaan

85

ekonomi orang tuanya sangat berkecukupan dan jarang memperoleh ijin dari orang tua ketika hendak mengikuti kegiatan lapangan.

c. Siswa 3 (SA)

Siswa SA merupakan anggota pramuka penggalang ramu, yang telah memenuhi syarat kecakapan umum pada tingkat siaga. Siswa SA duduk di bangku kelas IV dengan prestasi akademik memuaskan dikelasnya dan selalu aktif mengikuti kegiatan pramuka sejak duduk dibangku kelas III. Siswa ini pernah mengikuti lomba pesta siaga.

d. Siswa 4 (FNC)

Siswa FNC merupakan regu inti termuda yang pernah mengikuti Lomba Tingkat. Siswa FNC merupakan anggota pramuka penggalang tingkat ramu. Pernah mengikuti pesta siaga dan mampu menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum siaganya dengan waktu yang lebih singkat jika dibandingkan dengan teman-temannya. Siswa FNC lebih sering menorehkan prestasi di bidang non akademik seperti salah satunya bergabung sebagai tim inti sepak bola sekolah yang selalu mewakili sekolah untuk bertanding pada tingkat kecamatan ataupun kabupaten.

86

e. Siswa 5 (ADP)

Siswa ADP adalah anggota regu inti penggalang SDIT AL-Muhajirin. Siswa ini pernah mengikuti Lomba tingkat 2, Lomba Tingkat 3 bahkan kemnas (Kemah Nasional). Dan sebelumnya ketika masih menjadi anggota siaga siswa ADP juga mengikuti pesta siaga dan telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum tingkat Siaganya. Siswa ini masih duduk di kelas V dan berprestasi di kelasnya. Secara ekonomi siswa ADP terlahir dari keluarga yang juga kecukupan akan tetapi selalu didukung oleh orang tuanya ketika mengikuti kegiatan apapun baik akademik maupun non-akademik.

f. Siswa 6 (RAG)

Siswa RAG merupakan anggota regu inti penggalang SDIT Al-Muhajirin yang masih duduk di bangku kelas V. Siswa RAG merupakan putra Ka-Kwaran Sawangan, yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan pramuka sehingga tak heran jika Siswa RAG sangat aktif dalam kegiatan Pramuka dan selalu terpilih tatkal sekolah menyeleksi ketika akan diadakan lomba-lomba pramuka. Selain itu siswa RAG juga sering mewakili regunya untuk berkompetisi yang dilakukan non-regu seperti yang telah dilakukan yaitu siswa RAG mewakili regunya terpilih

87

sebagai anggota yang berlomba memanah. Siswa RAG adalah anggota yang selalu bersemangat dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh pembinanya dengan tepat waktu dan memuaskan.

Baca selengkapnya

Dokumen terkait