• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4. HASIL PENELITIAN

4.3. Deskripsi Variabel Penelitian

Variabel independen dalam penelitian ini adalah nilai berpihak pada

rakyat, nilai bertindak cepat dan tepat, nilai kerjasama tim, nilai integritas yang

tinggi, nilai transparan dan akuntabel serta keyakinan petugas KIA dalam

pengelolaan data KIA di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang.

Berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada 40 orang responden dapat

diketahui gambaran dari masing-masing variabel independen dalam penelitian ini.

a. Nilai Berpihak pada Rakyat

Nilai berpihak pada rakyat pada setiap responden diukur dari jawaban

responden atas 3 (tiga) pertanyaan yang terdiri dari mengutamakan kepentingan

masyarakat daripada target dalam memberikan pelayanan KIA; tidak membeda-

bedakan suku, golongan, agama, dan status sosial ekonomi dalam memberikan

pelayanan KIA; dan mengutamakan kepuasan masyarakat yang dilayani. Jawaban

responden atas ketiga pertanyaan nilai berpihak pada rakyat dapat dilihat pada

Tabel 4.3.

Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Nilai Berpihak pada Rakyat di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

Jawaban Indikator Nilai Berpihak pada

Rakyat Sangat Setuju Setuju Ragu- ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

n % n % n % n % n %

1. Mengutamakan

kepentingan masyarakat daripada target dalam memberikan pelayanan KIA

3 7,5 24 60,0 8 20,0 4 10 1 2,5

2. Tidak membeda-bedakan

suku, golongan, agama, dan status sosial ekonomi dalam memberikan pelayanan KIA

14 35,0 23 57,5 3 7,5 0 0 0 0

3. Mengutamakan kepuasan

masyarakat yang dilayani

9 22,5 25 62,5 6 15,0 0 0 0 0

Sumber: Lampiran 10 (diolah)

Dari Tabel 4.3 di atas dapat dilihat bahwa mayoritas responden

menyatakan setuju apabila dinyatakan bahwa selama ini petugas KIA lebih

mengutamakan kepentingan masyarakat daripada target dalam memberikan

pelayanan KIA yaitu sebanyak 24 orang (60%). Namun demikian, ada juga

ditemukan responden yang menyatakan tidak setuju yaitu sebanyak 4 orang

(10%), dan bahkan ada 1 orang (2,5%) yang menyatakan sangat tidak setuju

apabila dinyatakan selama ini petugas KIA lebih mengutamakan kepentingan

masyarakat daripada target dalam memberikan pelayanan KIA.

Mayoritas responden menyatakan setuju apabila selama ini petugas KIA

tidak membeda-bedakan suku, golongan, agama, dan status sosial ekonomi dalam

memberikan pelayanan KIA yaitu sebanyak 23 orang (57,5%). Namun demikian,

tidak membeda-bedakan suku, golongan, agama, dan status sosial ekonomi dalam

memberikan pelayanan KIA.

Responden juga menyatakan setuju apabila dinyatakan selama ini petugas

KIA lebih mengutamakan kepuasan masyarakat yang dilayani yaitu sebanyak 25

orang (62,5%). Namun demikian, masih ditemukan 6 orang (15%) yang ragu-ragu

apabila dinyatakan selama ini petugas KIA lebih mengutamakan kepuasan

masyarakat yang dilayani daripada kepuasan pribadi maupun kepuasan atasan.

Nilai deskriptif variabel nilai berpihak pada rakyat di Dinas Kesehatan

Kabupaten Deli Serdang dapat dilihat pada Tabel 4.4 di bawah ini.

Tabel 4.4. Nilai Deskriptif Variabel Nilai Berpihak pada Rakyat di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

Nilai Variabel Nilai Berpihak pada Rakyat

Mean Standar

Deviasi

Range Koefisien Variasi

1. Mengutamakan kepentingan masyarakat

daripada target dalam memberikan pelayanan KIA

3,60 0,871 4 24,19%

2. Tidak membeda-bedakan suku, golongan,

agama, dan status sosial ekonomi dalam memberikan pelayanan KIA

4,28 0,599 2 14,00%

3. Mengutamakan kepuasan masyarakat

yang dilayani

4,08 0,616 2 15,10%

  Deskripsi variabel nilai berpihak pada rakyat pada Tabel 4.4 di atas menunjukkan  bahwa data yang terkumpul cukup bervariasi, karena koefisien variasi dari 

keseluruhan variabel nilai berpihak pada rakyat >10%. Hal ini menunjukkan nilai  berpihak pada rakyat pada petugas KIA di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang  cukup bervariasi.  

  Dengan memperhatikan nilai rata‐rata dari setiap variabel nilai berpihak pada  rakyat yang diukur dalam penelitian ini, angka rata‐ratanya ada dalam jangkauan  3,60‐4,28. Hal ini berarti bahwa mengutamakan kepentingan masyarakat daripada  target dalam memberikan pelayanan KIA yang paling rendah dirasakan oleh 

responden, sedangkan tidak membeda‐bedakan suku, golongan, agama, dan status  sosial ekonomi dalam memberikan pelayanan KIA

 

yang paling tinggi dirasakan oleh  responden. 

Berdasarkan perhitungan yang digunakan untuk mengukur variabel nilai

berpihak pada rakyat, implementasi nilai berpihak pada rakyat di Dinas Kesehatan

Kabupaten Deli Serdang termasuk dalam kategori cukup yaitu sebanyak 28 orang

(70%) dan kategori baik hanya 12 orang (30%). Distribusi responden berdasarkan

kategori nilai berpihak pada rakyat dapat dilihat pada Tabel 4.5.

Tabel 4.5. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Nilai Berpihak pada Rakyat di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

1. Cukup 2. Baik 28 12 70 30 Jumlah 40 100

Sumber: Lampiran 12 (diolah)

b. Nilai Bertindak Cepat dan Tepat

Nilai bertindak cepat dan tepat pada responden diukur dari jawaban

responden atas 4 (empat) pertanyaan yang terdiri dari bekerja cepat, tepat dan

berkualitas untuk meningkatkan cakupan program KIA; mengetahui resiko yang

mungkin terjadi akibat dari suatu pekerjaan/tindakan dan cara mengatasinya;

fasilitas yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten berfungsi untuk

melancarkan petugas KIA dalam memberikan pelayanan KIA yang berkualitas

kepada masyarakat; dan pendidikan/pelatihan yang diberikan Dinas Kesehatan

Kabupaten bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan/ketrampilan petugas KIA

sehingga mampu bertindak cepat dan tepat. Jawaban responden atas keempat

pertanyaan nilai bertindak cepat dan tepat dapat dilihat pada Tabel 4.6.

Tabel 4.6. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Nilai Bertindak Cepat dan Tepat di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

Jawaban Indikator Nilai Bertindak

Cepat dan Tepat

Sangat Setuju Setuju Ragu- ragu Tidak Setuju Sangat Tidak

Setuju

n % n % n % n % n %

1. Bekerja cepat, tepat dan berkualitas untuk meningkatkan cakupan Program KIA

4 10,0 29 72,5 6 15,0 1 2,5 0 0

2. Mengetahui resiko yang

terjadi akibat dari suatu tindakan dan cara mengatasinya

1 2,5 29 72,5 8 20,0 2 5,0 0 0

3. Fasilitas yang diberikan berfungsi untuk melancarkan tugas 5 12,5 28 70,0 7 17,5 0 0 0 0 4. Pendidikan/pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan/ketrampilan 16 40,0 22 55,0 2 5,0 0 0 0 0

Sumber: Lampiran 10 (diolah)

Dari Tabel 4.6 di atas dapat dilihat bahwa mayoritas responden

menyatakan setuju apabila dinyatakan bahwa selama ini petugas KIA bekerja

cepat, tepat dan berkualitas untuk meningkatkan cakupan Program KIA yaitu

sebanyak 29 orang (72,5%). Namun demikian, ada juga ditemukan responden

yang menyatakan ragu-ragu yaitu sebanyak 6 orang (15%), dan bahkan ada 1

orang (2,5%) yang menyatakan tidak setuju apabila dinyatakan selama ini

petugas KIA bekerja cepat, tepat dan berkualitas untuk meningkatkan cakupan

Program KIA.

Mayoritas responden menyatakan setuju apabila selama ini petugas KIA

mengetahui resiko yang mungkin terjadi akibat dari suatu pekerjaan/tindakan dan

cara mengatasinya yaitu sebanyak 29 orang (72,5%). Namun demikian, ada 8

setuju apabila dinyatakan bahwa selama ini petugas KIA mengetahui resiko yang

mungkin terjadi akibat dari suatu pekerjaan/tindakan dan cara mengatasinya.

Responden juga menyatakan setuju jika dinyatakan fasilitas yang diberikan

oleh Dinas Kesehatan Kabupaten selama ini berfungsi untuk melancarkan petugas

KIA dalam memberikan pelayanan KIA yang berkualitas kepada masyarakat yaitu

sebanyak 28 orang (70%). Namun demikian, masih ditemukan 7 orang (17,5%)

yang ragu-ragu apabila dinyatakan fasilitas yang diberikan oleh Dinas Kesehatan

Kabupaten selama ini berfungsi untuk melancarkan petugas KIA dalam

memberikan pelayanan KIA yang berkualitas kepada masyarakat.

Pada umumnya responden juga setuju apabila dinyatakan selama ini

pendidikan/pelatihan yang diberikan Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang

bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan/ketrampilan petugas KIA sehingga

mampu bertindak cepat dan tepat yaitu sebanyak 22 orang (55%). Akan tetapi

masih ditemukan 2 orang (5%) yang ragu-ragu apabila pendidikan/pelatihan yang

diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang bertujuan untuk

meningkatkan pengetahuan/ketrampilan petugas KIA sehingga mampu bertindak

cepat dan tepat dalam memberikan pelayanan KIA.

Nilai deskriptif variabel nilai bertindak cepat dan tepat di Dinas Kesehatan

Kabupaten Deli Serdang dapat dilihat pada Tabel 4.7 di bawah ini.

Tabel 4.7. Nilai Deskriptif Variabel Nilai Bertindak Cepat dan Tepat di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

Mean Standar Deviasi

Range Koefisien Variasi 1. Bekerja cepat, tepat dan berkualitas untuk

meningkatkan cakupan Program KIA

3,90 0,591 3 15,15%

2. Mengetahui resiko yang terjadi akibat dari suatu tindakan dan cara mengatasinya

3,73 0,599 3 16,06%

3. Fasilitas yang diberikan berfungsi untuk melancarkan tugas

3,95 0,552 2 13,97%

4. Pendidikan/pelatihan untuk meningkatkan

pengetahuan/ketrampilan

4,35 0,580 2 13,33%

Sumber: Lampiran 11 (diolah)

  Deskripsi variabel nilai bertindak cepat dan tepat pada responden yang disajikan  pada Tabel 4.7 di atas menunjukkan bahwa data yang terkumpul cukup bervariasi,  karena koefisien variasi dari keseluruhan variabel nilai bertindak cepat dan tepat  >10%. Hal ini menunjukkan nilai bertindak cepat dan tepat pada petugas KIA di Dinas  Kesehatan Kabupaten Deli Serdang cukup bervariasi.  

Dengan memperhatikan nilai rata-rata dari setiap variabel nilai bertindak

cepat dan tepat yang diukur dalam penelitian ini, angka rata-ratanya berada dalam

jangkauan 3,73-4,35. Hal ini berarti bahwa mengetahui resiko yang terjadi akibat

dari suatu tindakan dan cara mengatasinya yang paling rendah dirasakan oleh

responden, sedangkan pendidikan/pelatihan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan

Kabupaten Deli Serdang/Puskesmas berguna untuk meningkatkan

pengetahuan/ketrampilan yang paling tinggi dirasakan oleh responden.

Berdasarkan perhitungan yang digunakan untuk mengukur variabel nilai

bertindak cepat dan tepat, implementasi nilai bertindak cepat dan tepat di Dinas

30 orang (75%) dan kategori cukup hanya 10 orang (25%). Distribusi responden

berdasarkan kategori nilai bertindak cepat dan tepat dapat dilihat pada Tabel 4.8 di

bawah ini.

Tabel 4.8. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Nilai Bertindak Cepat dan Tepat di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

Variabel Nilai Bertindak Cepat dan Tepat Frekuensi (n) Persentase (%)

1. Cukup 2. Baik 10 30 25 75 Jumlah 40 100

Sumber: Lampiran 12 (diolah)

c. Nilai Kerjasama Tim

Nilai kerjasama tim pada responden diukur dari jawaban responden atas 4

(empat) pertanyaan yang terdiri dari merasa senang bekerja sama dan saling

mendukung satu sama lain; membicarakan cakupan dan target Program KIA di

pertemuan rutin Bikor di Puskesmas dengan Bides dan Bikor di Puskesmas

dengan kabupaten; perbedaan pendapat bukanlah menjadi pemecah persatuan; dan

tidak tersinggung jika dievaluasi demi keberhasilan program KIA. Jawaban

responden atas keempat pertanyaan nilai kerjasama tim dapat dilihat pada Tabel

4.9.

Tabel 4.9. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Nilai Kerjasama Tim di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

Jawaban Sangat Setuju Setuju Ragu- ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Indikator Nilai Kerjasama

Tim

n % n % n % n % n %

1. Merasa senang bekerja

sama dan saling

mendukung satu sama lain

0 0 36 90,0 4 10,0 0 0 0 0

2. Membicarakan cakupan

dan target Program KIA di pertemuan rutin Bikor Puskesmas dengan Bides dan Bikor Puskesmas dengan kabupaten 8 20,0 31 77,5 0 0 1 2,5 0 0 3. Perbedaan pendapat bukanlah menjadi pemecah persatuan 2 5,0 35 87,5 3 7,5 0 0 0 0

4. Tidak tersinggung jika dievaluasi demi

keberhasilan program KIA

0 0 19 47,5 21 52,5 0 0 0 0

Sumber: Lampiran 10 (diolah)

Dari Tabel 4.9 di atas dapat dilihat bahwa mayoritas responden

menyatakan setuju apabila dinyatakan bahwa selama ini petugas KIA merasa

senang bekerja sama dan saling mendukung yaitu sebanyak 36 orang (90%).

Namun demikian, ada juga ditemukan responden yang menyatakan ragu-ragu

yaitu sebanyak 4 orang (10%) apabila dinyatakan selama ini petugas KIA merasa

senang bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain. Mayoritas responden

menyatakan setuju apabila selama ini membicarakan cakupan dan target Program

KIA di pertemuan rutin Bikor di Puskesmas dengan Bides dan Bikor di

Responden juga menyatakan setuju apabila selama ini perbedaan pendapat

bukanlah menjadi pemecah persatuan di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli

Serdang yaitu sebanyak 35 orang (87,5%). Umumnya responden ragu-ragu

apabila dinyatakan selama ini petugas KIA tidak tersinggung jika dievaluasi demi

keberhasilan program KIA di Kabupaten Deli Serdang yaitu sebanyak 21 orang

(52,5%). Responden yang setuju apabila dinyatakan selama ini petugas KIA tidak

tersinggung jika dievaluasi demi keberhasilan program KIA di Kabupaten Deli

Serdang berjumlah 19 orang (47,5%).

Nilai deskriptif variabel nilai kerjasama tim di Dinas Kesehatan Kabupaten

Deli Serdang dapat dilihat pada Tabel 4.10.

Tabel 4.10. Nilai Deskriptif Variabel Nilai Kerjasama Tim di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

Nilai Variabel Nilai Kerjasama Tim

Mean Standar

Deviasi

Range Koefisien Variasi

1. Merasa senang bekerja sama dan saling

mendukung satu sama lain

3,90 0,304 1 7,79%

2. Membicarakan cakupan dan target

Program KIA di pertemuan rutin Bikor Puskesmas dengan Bides dan Bikor Puskesmas dengan kabupaten

4,15 0,533 3 12,84%

3. Perbedaan pendapat bukanlah menjadi

pemecah persatuan

3,98 0,357 2 8,97%

4. Tidak tersinggung jika dievaluasi demi keberhasilan program KIA

3,48 0,506 1 14,54%

Sumber: Lampiran 11 (diolah)

   Dengan memperhatikan nilai rata‐rata dari setiap variabel nilai kerjasama tim  yang diukur dalam penelitian ini pada Tabel 4.10 di atas, angka rata‐ratanya ada 

dalam jangkauan 3,48‐4,15. Hal ini berarti responden merasakan bahwa petugas KIA  tidak tersinggung jika dievaluasi demi keberhasilan program KIA yang paling rendah  dirasakan oleh responden, sedangkan membicarakan cakupan dan target Program  KIA di pertemuan rutin Bikor di Puskesmas dengan Bides dan Bikor di Puskesmas  dengan kabupaten yang paling tinggi dirasakan oleh responden. 

Berdasarkan perhitungan yang digunakan untuk mengukur variabel nilai

kerjasama tim, implementasi nilai kerjasama tim di Dinas Kesehatan Kabupaten

Deli Serdang termasuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 21 orang (52,5%) dan

kategori cukup sebanyak 19 orang (47,5%). Distribusi responden berdasarkan

kategori nilai kerjasama tim dapat dilihat pada Tabel 4.11.

Tabel 4.11. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Nilai Kerjasama Tim di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

Variabel Nilai Kerjasama Tim Frekuensi (n) Persentase (%)

1. Cukup 2. Baik 19 21 47,5 52,5 Jumlah 40 100

Sumber: Lampiran 12 (diolah)

d. Nilai Integritas yang Tinggi

Nilai integritas yang tinggi pada responden diukur dari jawaban responden

atas 3 (tiga) pertanyaan yang terdiri dari memiliki ketulusan hati, kejujuran,

kepribadian yang teguh dan moral yang tinggi dalam melaksanakan tugas;

pelanggaran dalam melaksanakan tugasnya. Jawaban responden atas ketiga

pertanyaan nilai integritas yang tinggi dapat dilihat pada Tabel 4.12.

Tabel 4.12. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Nilai Integritas yang Tinggi di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011 Jawaban Sangat Setuju Setuju Ragu- ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Indikator Nilai Integritas yang

Tinggi

n % n % n % n % n %

1. Memiliki ketulusan hati, kejujuran, kepribadian yang teguh dan moral yang tinggi dalam

melaksanakan tugas

7 17,5 26 65 7 17,5 0 0 0 0

2. Mempunyai sikap loyal

kepada atasan

9 22,5 30 75,0 1 2,5 0 0 0 0

3. Mempunyai rasa malu jika

melakukan pelanggaran dalam melaksanakan tugasnya

8 20,0 23 57,5 7 17,5 2 5,0 0 0

Sumber: Lampiran 10 (diolah)

Dari Tabel 4.12 di atas dapat dilihat bahwa mayoritas responden

menyatakan setuju apabila dinyatakan bahwa selama ini petugas KIA termotivasi

untuk memiliki ketulusan hati, kejujuran, kepribadian yang teguh dan moral yang

tinggi dalam melaksanakan tugasnya yaitu sebanyak 26 orang (65%). Namun

demikian, ada juga ditemukan responden yang menyatakan ragu-ragu yaitu

sebanyak 7 orang (17,5%) apabila dinyatakan selama ini petugas KIA termotivasi

untuk memiliki ketulusan hati, kejujuran, kepribadian yang teguh dan moral yang

Mayoritas responden menyatakan setuju apabila dinyatakan setiap petugas

KIA mempunyai sikap loyal kepada atasan yaitu sebanyak 30 orang (75%).

Responden juga menyatakan setuju apabila dinyatakan petugas KIA di Dinas

Kesehatan Kabupaten Deli Serdang mempunyai rasa malu jika melakukan

pelanggaran dalam melaksanakan tugasnya yaitu sebanyak 23 orang (57,5%).

Namun demikian, ada juga ditemukan 7 orang (17,5%) yang ragu-ragu, dan

bahkan 2 orang (5%) yang tidak setuju apabila dinyatakan petugas KIA di Dinas

Kesehatan Kabupaten Deli Serdang mempunyai rasa malu jika melakukan

pelanggaran dalam melaksanakan tugasnya.

Nilai deskriptif variabel nilai integritas yang tinggi di Dinas Kesehatan

Kabupaten Deli Serdang dapat dilihat pada Tabel 4.13.

Tabel 4.13. Nilai Deskriptif Variabel Nilai Integritas yang Tinggi di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

Nilai Variabel Nilai Integritas yang Tinggi

Mean Standar

Deviasi

Range Koefisien Variasi 1. Memiliki ketulusan hati, kejujuran,

kepribadian yang teguh dan moral yang tinggi dalam melaksanakan tugas

4,00 0,599 2 14,98%

2. Mempunyai sikap loyal kepada atasan 4,20 0,464 2 11,05%

3. Mempunyai rasa malu jika melakukan

pelanggaran dalam melaksanakan tugasnya

3,93 0,764 3 19,44%

Sumber: Lampiran 11 (diolah)

  Deskripsi variabel nilai integritas yang tinggi pada responden yang disajikan pada  Tabel 4.13 di atas menunjukkan bahwa data yang terkumpul cukup bervariasi, karena 

koefisien variasi dari keseluruhan variabel nilai integritas yang tinggi >10%. Hal ini  menunjukkan nilai integritas yang tinggi pada petugas KIA di Dinas Kesehatan  Kabupaten Deli Serdang cukup bervariasi.  

Dengan memperhatikan nilai rata-rata dari setiap variabel nilai integritas

yang tinggi yang diukur dalam penelitian ini, angka rata-ratanya ada dalam

jangkauan 3,93-4,20. Hal ini berarti bahwa petugas KIA mempunyai rasa malu

jika melakukan pelanggaran dalam melaksanakan tugasnya yang paling rendah

dirasakan oleh responden, sedangkan petugas KIA mempunyai sikap loyal kepada

atasan yang paling tinggi dirasakan oleh responden.

Berdasarkan perhitungan yang digunakan untuk mengukur variabel nilai

integritas yang tinggi, implementasi nilai integritas yang tinggi di Dinas

Kesehatan Kabupaten Deli Serdang termasuk dalam kategori cukup yaitu

sebanyak 29 orang (72,5%) dan kategori baik hanya 11 orang (27,5%). Distribusi

responden berdasarkan kategori nilai integritas yang tinggi dapat dilihat pada

Tabel 4.14 di bawah ini.

Tabel 4.14. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Nilai Integritas yang Tinggi di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

Variabel Nilai Integritas yang Tinggi Frekuensi (n) Persentase (%)

1. Cukup 2. Baik 29 11 72,5 27,5 Jumlah 40 100

e. Nilai Transparan dan Akuntabilitas

Nilai transparan dan akuntabilitas pada responden diukur dari jawaban

responden atas 4 (empat) pertanyaan yaitu menggunakan prosedur tetap (protap)

sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan KIA kepada masyarakat;

transparan dalam memberikan pelayanan KIA kepada masyarakat; pelayanan KIA

yang diberikan kepada masyarakat harus dapat dipertanggungjawabkan; dan

Dinas Kesehatan/Puskesmas telah memberikan hukuman/sanksi yang jelas dan

tegas kepada petugas KIA yang melanggar peraturan. Jawaban responden atas

terhadap pertanyaan nilai transparan dan akuntabilitas dilihat pada Tabel 4.15.

Tabel 4.15. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Nilai Transparan dan Akuntabilitas di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011 Jawaban Sangat Setuju Setuju Ragu- ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Indikator Nilai Transparan

dan Akuntabilitas

n % n % n % n % n %

1. Menggunakan protap

sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan KIA

2 5,0 34 85,0 4 10,0 0 0 0 0

2. Transparan dalam

memberikan pelayanan KIA kepada masyarakat

7 17,5 30 75,0 2 5,0 1 2,5 0 0

3. Pelayanan KIA yang

diberikan kepada masyarakat harus dapat dipertanggungjawabkan

14 35,0 23 57,5 3 7,5 0 0 0 0

4. Dinas

Kesehatan/Puskesmas telah memberikan

hukuman/sanksi yang jelas dan tegas kepada petugas

KIA yang melanggar peraturan

Sumber: Lampiran 10 (diolah)

Dari Tabel 4.15 di atas dapat dilihat bahwa mayoritas responden

menyatakan setuju apabila dinyatakan bahwa selama ini petugas KIA

menggunakan protap sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan KIA kepada

masyarakat yaitu sebanyak 34 orang (85%). Namun demikian, ada juga ditemukan

responden yang menyatakan ragu-ragu yaitu sebanyak 4 orang (10%) apabila

dinyatakan selama ini petugas KIA menggunakan protap sebagai pedoman dalam

memberikan pelayanan KIA kepada masyarakat.

Mayoritas responden menyatakan setuju apabila dinyatakan setiap petugas

KIA transparan (jelas dan terbuka) dalam memberikan pelayanan KIA kepada

masyarakat yaitu sebanyak 30 orang (75%). Selain itu, 7 orang (17,5%)

menyatakan sangat setuju, namun ada 2 orang yang ragu-ragu (5%), dan bahkan 1

orang yang tidak setuju apabila dinyatakan setiap petugas KIA transparan (jelas

dan terbuka) dalam memberikan pelayanan KIA kepada masyarakat.

Responden juga menyatakan setuju apabila dinyatakan setiap pelayanan

KIA yang diberikan oleh petugas KIA di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli

Serdang kepada masyarakat harus dapat dipertanggungjawabkan yaitu sebanyak

23 orang (57,5%). Selain itu, ada 14 orang (35%) yang menyatakan sangat setuju,

KIA yang diberikan oleh petugas KIA di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli

Serdang kepada masyarakat harus dapat dipertanggungjawabkan.

Pada umumnya responden setuju apabila dinyatakan selama ini Dinas

Kesehatan/Puskesmas telah memberikan hukuman/sanksi yang jelas dan tegas

kepada petugas KIA yang melanggar peraturan yaitu sebanyak 19 orang (47,5%).

Namun demikian, masih juga ditemukan 14 orang (35%) yang ragu-ragu, dan

bahkan 5 orang (12,5%) yang tidak setuju apabila dinyatakan selama ini Dinas

Kesehatan/Puskesmas telah memberikan hukuman/sanksi yang jelas dan tegas

kepada petugas KIA yang melanggar peraturan (termasuk dalam hal pengelolaan

data KIA).

Nilai deskriptif variabel nilai transparan dan akuntabilitas di Dinas

Kesehatan Kabupaten Deli Serdang dapat dilihat pada Tabel 4.16 di bawah ini.

Tabel 4.16. Nilai Deskriptif Variabel Nilai Transparan dan Akuntabilitas di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

Nilai Variabel Nilai Transparan dan Akuntabilitas

Mean Standar

Deviasi

Range Koefisien Variasi

1. Menggunakan protap sebagai pedoman

dalam memberikan pelayanan KIA

3,95 0,389 2 9,85%

2. Transparan dalam memberikan pelayanan

KIA kepada masyarakat

4,08 0,572 3 14,02%

3. Pelayanan KIA yang diberikan kepada

masyarakat harus dapat dipertanggungjawabkan

4,28 0,599 2 14,00%

4. Dinas Kesehatan/Puskesmas telah

memberikan hukuman/sanksi yang jelas dan tegas kepada petugas KIA yang melanggar peraturan

3,45 0,783 3 22,70%

  Dengan memperhatikan nilai rata‐rata dari setiap variabel nilai transparan dan  akuntabilitas yang diukur dalam penelitian ini pada Tabel 4.16 di atas, angka rata‐ ratanya ada dalam jangkauan 3,45‐4,28. Hal ini berarti bahwa Dinas 

Kesehatan/Puskesmas telah memberikan hukuman/sanksi yang jelas dan tegas  kepada petugas KIA yang melanggar peraturan yang paling rendah dirasakan oleh  responden, sedangkan menyadari bahwa setiap pelayanan KIA yang diberikan kepada  masyarakat harus dapat dipertanggungjawabkan yang paling tinggi dirasakan oleh  responden. 

Berdasarkan perhitungan yang digunakan untuk mengukur variabel nilai

transparan dan akuntabilitas, implementasi nilai transparan dan akuntabilitas di

Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang termasuk dalam kategori baik yaitu

sebanyak 24 orang (60%) dan kategori cukup sebanyak 16 orang (40%).

Distribusi responden berdasarkan kategori nilai transparan dan akuntabilitas dapat

dilihat pada Tabel 4.17 di bawah ini.

Tabel 4.17. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Nilai Transparan dan Akuntabilitas di Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

Variabel Nilai Integritas yang Tinggi Frekuensi (n) Persentase (%)

1. Cukup 2. Baik 16 24 40,0 60,0 Jumlah 40 100

f. Keyakinan (Belief)

Keyakinan (belief) yaitu sikap tentang cara bagaimana seharusnya

mengelola data KIA pada responden diukur dari jawaban responden atas 4