• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5. PEMBAHASAN

5.1.2. Umur

Berdasarkan hasil penelitian di Klinik VCT RSU Kabanjahe diketahui bahwa pecandu narkoba yang hasil HIV reaktif umur <35 tahun sebanyak 19 orang (57,6%), sedangkan pecandu narkoba yang hasil HIV reaktif tetapi memiliki umur ≥ 35 tahun sebanyak 14 orang (42,4%). Hasil analisis pengaruh umur terhadap infeksi HIV, diperoleh nilai p>0,05 artinya umur tidak berpengaruh terhadap infeksi HIV pada pecandu narkoba di Klinik VCT RSU Kabanjahe.

Umur merupakan lama hidup responden yang dihitung dalam tahun sampai dengan tahun responden diwawancarai serta mengelompokkan berdasarkan kategori.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Amornkul, et al. (2009) yang menyimpulkan bahwa umur yang lebih tua memiliki hubungan yang signifikan dengan infeksi HIV, namun dalam penelitian tersebut, rentang umur yang diteliti lebih luas yaitu umur 13–34 tahun, sehingga bisa mendapatkan sebaran yang lebih variatif. Hal yang sama juga didapatkan Sturdevant, et al, (2001), yaitu umur lebih tua memiliki hubungan signifikan dengan infeksi HIV. Hal ini dapat terjadi karena remaja dengan usia yang lebih tua memiliki kecenderungan lebih aktif secara seksual

(Puffer et al., 2011). Hasil survei yang dilakukan oleh CDC juga menyebutkan bahwa usia muda yang memiliki pasangan seksual lebih tua memiliki risiko lebih besar tertular HIV (CDC, 2011).

Tidak Sejalan dengan penelitian Tiniap (2012) bahwa, dibanding yang belum menikah, mereka yang menikah pada usia ≥ 20 tahun berisiko 2,42 kali (95%CI:

1,08-5,57) untuk terinfeksi HIV, dan hubungannya signifikan. Sedangkan yang menikah pada usia < 20 tahun berisiko 5,60 kali (1,44-23,81) untuk terinfeksi HIV dan hubungannya signifikan. Penelitian Roza (2013), menyatakan bahwa umur <35 tahun menyebabkan mereka lebih rentan terkena efek dari infeksi HIV yang menyebabkan daya tahan tubuh melemah, dikarenakan masa terjadi transmisi dan perjalanan penularan infeksi HIV pada kurun waktu 5-10 tahun. Sehingga dapat nantinya akan menurunkan angka harapan hidup.

Usia mempengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang. Pada usia menuju dewasa, individu akan lebih berperan aktif dalam masyarakat dan kehidupan sosial, selain itu orang usia tersebut akan lebih banyak menggunakan banyak waktu untuk membaca. Kemampuan intelektual, pemecahan masalah, dan kemampuan verbal dilaporkan hampir tidak ada penurunan pada usia dini (Notoatmodjo, 2007). Hal ini sejalan dengan data Ditjen PP dan PL kemenkes RI (2014), orang yang terinfeksi HIV dan AIDS direntang umur produktif.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Luthfiana (2012), orang risiko tinggi HIV dan AIDS berada dalam kategori umur di bawah 29 tahun. Seiring dengan

perkembangan HIV dan AIDS, kelompok tertentu ditemukan lebih rentan memiliki perilaku seksual berisiko terhadap HIV dan AIDS. Kelompok umur remaja merupakan masa krisis dimana pemahaman terhadap perilaku masih belum cukup matang. Walaupun kelompok umur remaja memiliki kemampuan kognitif untuk menentukan perilaku yang sehat, pada prakteknya remaja sering terdorong oleh kekuatan lain yang membuat mereka tidak berperilaku secara sehat. Hal ini termasuk perilaku mencoba atau memulai hubungan seksual (Angreani, 2005).

Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Utama Hendra (2011), yang menyatakan bahwa kelompok usia <35 tahun lebih beresiko terinfeksi HIV, karena kematangan sistem reproduksi sehat pada wanita adalah sekitar 20–35 tahun. Dimana wanita memiliki alat reproduksi yang lebih rentan dan berakibat lebih parah karena gejala awal tidak dikenali, sementara penyakit melaju hingga ketahap yang lebih parah. Gejala HIV umumnya tidak akan terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus, jamur dan parasit yang dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak oleh HIV. Penderita HIV beresiko lebih besar untuk menderita kanker seperti sarkoma kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan tubuh yang disebut dengan limfoma di dalam tubuh penderita HIV partikel virus bergabung dengan DNA sel penderita, sehingga satu kali seseorang terinfeksi HIV maka seumur hidup akan tetap terinfeksi. Dari semua orang yang terinfeksi HIV, sebagian berkembang masuk ke tahap AIDS pada 3tahun pertama, 50% berkembang menjadi penderita AIDS 10

tahun kemudian dan sesudah 13 tahun hampir semua orang terinfeksi HIV menunjukkan gejala AIDS dan kemudian meninggal (Nugroho Taufan, 2011).

Berdasarkan uraian di atas menurut peneliti kemungkinan penyebab banyaknya penderita HIV pada umur <35 tahun adalah karena jumlah penderita HIV positif didominasi oleh laki-laki yang berumur <35 tahun dan sebagian dari mereka adalah pengguna narkoba suntik dan memiliki prilaku seksual yang berisiko. Hasil penelitian ini tidak berpengaruh dapat disebabkan oleh perjalanan ineksi HIV).

Sebagian orang yang terinfeksi HIV tidak menunjukkan gejala apa pun dalam waktu 2-10 tahun dan merasa sehat-sehat aja. Seringkali orang tersebut tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi HIV. Secara garis besar, orang yang terinfeksi HIV dapat dibagi menjadi 2 bagian : pengidap tidak menunjukkan gejala apa pun baik kondisi maupun hasil pemeriksaan darahnya negative. Ini terjadi karna pada waktu virus masuk kedalam peredaran darah, tubuh belum membentuk antibodi terhadap virus HIV dimana periode ini disebut periode jendela (window period) sehingga pada umur <35 tahun atau ≥35 tahun pada saat pemeriksaan darah hasilnya negative tetapi dalam beberapa tahun kemudian pemeriksaan darah dapat menjadi positif.

Umur < 35 tahun dan umur ≥ 35 tahun sangat berisiko terhadap penularan HIV. Pada umur <35 tahun sangat rentan dengan HIV, oleh karena umur mereka identik dengan adanya penigkatan hormon estrogen pada wanita dan androgen pada pria yang mengakibatkan dapat menigkatkan libido mereka, adanya ingin tahu yang tinggi dan adanya faktor lingkungan maupun ekonomi yang menyebabkan prilaku

mereka menjadi buruk. Namun, umur tua atau yang sudah menikah lebih besar untuk tertular HIV kemungkinan karena kebutuhan seksual mereka yang semakin tinggi.

Sehingga pecandu narkoba tidak menyadari terjadinya penularan HIV kapan saja dapat terjadi dan transmisi waktu 5-10 tahun penderita HIV akan masuk ketahap AIDS lalu mengakibatkan kematian, dan angka kematian perempuan akibat AIDS yang cukup tinggi.