• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : LANDASAN TEORI

D. Search Engine

6. Determinisme Teknologi

Teori determinisme teknologi adalah salah satu teori yang masuk dalam ruang lingkup pendekatan untuk melihat efek media kepada masyarakat. Teori ini

membahas membahas ciri tetap dari saluran komunikasi dan bagaimana ciri-ciri ini dibedakan secara psikologis dan sosiologis dari media lain. Teori ini juga mengkaji hubungan antara indera manusia yang diperlukan untuk menggunakan medium itu sendiri. Seseorang tidak merasakan dunia secara langsung, tetapi melalui media komunikasi yang berbeda-beda. Namun penekanan efek yang dimaksud bukan pada konten media melainkan pada sifat dan struktur media dan bagaimana semua mengubah pemikiran dan organisasi sosial.123

“Manusia dalam setiap gerak kehidupannya dikelilingi teknologi dan menggunakan teknologi. Pengaruh teknologi yang berdampak pada kehidupan manusia ini akhirnya menarik perhatian seorang pemikir kebangsaan Kanada, Marshal McLuhan melalui bukunya Understanding Media. Menurut McLuhan, teknologi media telah menciptakan revolusi di tengah masyarakat sebab masyarakat sudah sangat tergantung kepada teknologi, dan tatanan masyarakat terbentuk berdasarkan pada kemampuan masyarakat menggunakan teknologi.124

Secara etimologi, kata determinisme berasal dari kata determinare (Bahasa Latin) yang secara sederhana diartikan dengan menentukan atau menetapkan batas/membatasi. Jika diartikan secara luas berarti ada faktor lain yang membatasi. Apabila dikaitkan dengan manusia, berarti ada faktor lain di luar mereka yang menentukan keadaan hidup dan perilaku (fisik, geografis, psikologis, ekonomis, politis, dan lain-lain). Kemudian jika dikaitkan dengan teknologi, maka dapat dikatakan bahwa itu menjadi sebab atau penentu setiap kejadian yang dialami manusia.125 Singkatnya determinisme teknologi adalah suatu paham bahwa teknologi bersifat menentukan atau memberikan pengaruh dalam membentuk kehidupan manusia.

Pemikiran McLuhan sering juga dinamakan teori mengenai ekologi media yang didefinisikan sebagai “the study of media environments, the idea that

technology and techniques, modes of information and codes of communication play a leading role in human affairs”. Yang masksudnya yaitu studi mengenai

123 Stepen W Litlejohn & Karen A Foss, Encylopedia of Communication Theory (New

York: Sage Publication, Inc, 2016), h. 774.

124 Morissan, Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. Cet. 2 (Jakarta: Kencana, 2014),

h. 486.

lingkungan media, gagasan bahwa teknologi dan teknik, mode informasi dan kode komunikasi memainkan peran penting dalam kehidupan manusia.126

Denis McQuail menjelaskan bahwa ahli teori pertama yang penting dalam teori determinisme teknologi ini adalah ahli sejarah ekonomi dari Kanada, Harold Adams Innis yang menemukan “Mazhab Toronto” (Toronto School) mengenai pemikiran media pasca perang dunia ke II. Innis memberikan karakteristik dari penerus budaya massa lalu kepada model komunikasi yang dominan, masing-masing memiliki bias dalam kaitannya dengan bentuk masyarakat. Contohnya perubahan dari batu ke lembaran papyrus yang menyebabkan perubahan kekuatan dari kerajaan kepada pemuka agama.127

“McLuhan dalam mengemukakan gagasannya banyak dipengaruhi oleh mentor atau pembimbinya yaitu Harold Adam Innis yang mengajarkan bahwa media adalah esensi peradaban dan bahwasannya sejarah diarahkan oleh media yang mendominasi pada setiap zamannya. Bagi McLuhan dan Innis, media adalah kepanjangan atau ekstensi dari pikiran manusia, dengan demikian media memegang peran dominan dalam mempengaruhi tahapan atau periodisasi sejarah.128

“Marshall McLuhan seorang tokoh terkemuka dalam penelitian budaya populer pada tahun 1960-an, mengembangkan teori ini dan menawarkan pandangan baru ke dalam konsekuensi dari munculnya media cetak walaupun tujuan utamanya adalah menjelaskan signifikansi media elektronik bagi pengalaman manusia tidak begitu tercapai.129

“Walaupun rincian teori McLuhan sering kali ditolak dalam teori media yang umum, tesisnya telah menerima penerimaan secara luas yaitu bahwa media terpisah dari apa pun isi yang disampaikannya pasti akan mempengaruhi individu ataupun masyarakat. Misalnya Televisi mempengaruhi seseorang terlepas dai apa yang dia tonton. Internet akan mempengaruhi seseorang terlepas dari situs apa

126

Morissan, Teori Komunikasi…, h. 487.

127 Dennis McQuail, Teori Komunikasi Massa Buku I Edisi 6, Terj. Putri Iva Izzati

(Jakarta: Salemba, 2012), h. 112.

128 Morissan, Teori Komunikasi…, h. 488.

sedang dia kunjungi. Media pribadi (misalnya smartphone) akan mengubah masyarakat terlepas dari konten yang dibuat oleh penggunanya.130

“Marshall McLuhan berpikir bahwa budaya manusia dibentuk oleh bagaimana cara manusia berkomunikasi. Paling tidak ada 3 tahapan kerangka pemikiran teori determinisme teknologi ini yaitu : Pertama, penemuan dalam teknologi komunikasi menyebabkan perubahan budaya. Kedua, perubahan dalam jenis-jenis komunikasi akhirnya membentuk kehidupan manusia. Ketiga, manusia membentuk peralatan untuk berkomunikasi, akan tetapi peralatan tersebut akhirnya justru membentuk atau mempengaruhi kehidupan manusia sendiri.131

“Merrit Roe Smith mengatakan determinisme teknologi berasal dari asumsi bahwa teknologi adalah kekuatan kunci dalam mengatur masyarakat. Dalam paham ini struktur sosial dianggap sebagai kondisi yang terbentuk oleh materialitis teknologi. Sedangkan Andrew Feenberg menyatakan bahwa ada dua premis dalam determinsme teknologi yang bermasalah yaitu Pertama, teknologi berkembang secara unlinier dari konfigurasi sederhana ke arah yang lebih kompleks. Kedua, masyarakat harus tunduk pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia teknologi.132

“Untuk menjelaskan idenya, McLuhan meneliti sejarah perkembangan manusia sebagai masyarakat dengan mengidentifikasi teknologi media yang memiliki peran penting dan mendominasi kehidupan manusia pada waktu tertentu dan membaginya ke dalam empat era atau periode utama media yaitu: era kesukuan (tribal), era tulisan (literate), era cetak (print), dan era elektronik.133

Aplikasi teori determinisme teknologi terus berkembang dan menjadi kajian dalam bentuk penelitian dan menguji kembali teori ini. Berikut beberapa hasil penelitian yang menggunakan teori determinisme teknologi yaitu:

a. Asep Saefudin, 2008: “Perkembangan Teknologi Komunikasi: Perspektif

Komunikasi Peradaban.” Hasil penelitian menunjukkan “bahwa perkembangan teknologi komunikasi dalam perspektif komunikasi peradaban memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendorong

130 Stephen W. Littlejohn dan Karen A. Foss, Teori …, h. 410.

131 Nurudin, Pengantar Komunikasi Massa (Jakarta: Rajawali Press, 2009), h. 185.

132 Ujang Saefullah, Kapita …, h. 28.

133

teknologi di bidang lainnya yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Unsur yang sangat berperan dalam mewujudkan perubahan sosial adalah media menurut kajian McLuhan, sehingga dinyatakan bahwa media merupakan inti dari peradaban manusia. Implikasi teknologi komunikasi yang direpresentasikan oleh media dapat mewujudkan timbulnya masyarakat berpengetahuan (knowledge society). Terlebih dengan perkembangan teknologi informasi abad 21 membuat kehidupan manusia yang menjadi menglobal.134

b. Siti Meisyaroh, 2013 : “Determinisme Teknologi Masyarakat Dalam

Media Sosial”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran media

sosial mengubah cara berkomunikasi dan budaya masyarakat menjadi lebih transparan, inovatif, dan kreatif. Determinisme teknologi dan media sosial saling berkaitan satu sama lain dan mempengaruhi masyarakat dalam kehidupannya.135

c. Ihsan Turkal, 2015 : “Peran Penggunaan Media Sosial pada Pendekatan

Globalisasi: Kasus Fakultas Komunikasi Universitas Gümüşhane”. Hasil

penelitian menjelaskan bahwa peran penggunaan media sosial yang tersebar luas di kalangan masyarakat dalam beberapa dekade terakhir yaitu cara komunikasi mahasiswa dan pendekatan mahasiswa mengenai konsep globalisasi sesuai dengan determinisme teknologi.136

d. Sigit Surahman, 2016 : “Determinisme Teknologi Komunikasi Dan

Globalisasi Media Terhadap Seni Budaya Indonesia”. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa determinisme teknologi menimbulkan pengaruh yang negatif bagi kebudayaan bangsa Indonesia. “Norma-norma yang terkandung dalam kebudayaan bangsa Indonesia perlahan-lahan mulai pudar. Gencarnya serbuan teknologi disertai nilai-nilai intrinsik yang

134 Asep Saefudin, Perkembangan Teknologi Komunikasi: Perspektif Komunikasi

Peradaban, dalam Jurnal Mediator Vol. 9 No. 2 Desember 2008. 135

Siti Meisyaroh, Determinisme Teknologi Masyarakat Dalam Media Sosial, dalam Jurnal Komunikasi dan Bisnis, Vol. I No. 1 Mei 2013.

136 Ihsan Turkal, The Role Of Social Media Usage On Approaches Concerning

Globalisation: An Example Of Gümüşhane University Faculty Of Communication, dalam Jurnal

diberlakukan di dalamnya telah menimbulkan isu mengenai globalisasi dan pada akhirnya menimbulkan nilai baru tentang kesatuan dunia.137

Dari beberapa aplikasi teori dalam bentuk penelitian diatas, dapat dijelaskan bahwa teknologi mempengaruhi masyarakat dalam kehidupannya. Peneliti meyakini bahwa masih banyak lagi hasil penelitian yang menggunakan teori determinisme teknologi ini. Teori ini terbukti terus berkembang dari waktu ke waktu dan memenuhi janjinya menciptakan masyarakat informasi pada saat ini yang ditandai dengan terpaan internet di segala aspek kehidupan manusia terutama di dunia pendidikan yang salah satu penggunanya banyak digunakan dikalangan siswa.

Oleh sebab itu, teori determinisme teknologi ini akan digunakan untuk melihat bagaimana penggunaan teknologi berpengaruh terhadap akhlak para siswa-siswi di Kecamatan Pancur Batu. Penggunaan teori ini dinilai tepat karena banyaknya informasi yang mereka terima dikalangan siwa namun mereka tidak mengerti infomasi tersebut dan jika bertanya kepada orang lain dia merasa sungkan yang pada akhirnya mereka terpakasa mencari sendiri maksud dari informasi tersebut dengan menggunakan search engine.