Dewan Komisaris bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi terhadap pelaksanaan tata kelola Perusahaan. Dewan Komisaris berkomitmen untuk bertindak secara profesional dan penuh integritas dalam menjalankan fungsi pengawasan dan memberi masukan kepada Direksi, yang meliputi tindakan pencegahan, perbaikan, hingga pemberhentian sementara.
Ketentuan umum
Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”), seluruh perusahaan berdasarkan hukum Indonesia harus memiliki Dewan Komisaris yang bertugas untuk melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan, baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan, serta memberi nasihat kepada Direksi. Selanjutnya Pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, menyebutkan masa jabatan anggota Dewan Komisaris ditetapkan 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan.
Ketentuan lainnya menyebutkan seluruh anggota Komisaris Perusahaan BUMN, termasuk PT TIMAH (Persero) Tbk, dilarang memangku jabatan rangkap sebagai anggota Direksi pada BUMN, badan usaha milik daerah, badan usaha milik swasta, dan jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan; dan/atau jabatan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.
board Manual (Board Charter) Dewan Komisaris
Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen untuk menerapkan praktek terbaik GCG, PT TIMAH memiliki Board Manual Dewan Komisaris, atau Buku Panduan Kerja Dewan Komisaris sebagai pedoman pelaksanaan tugas Dewan Komisaris sehari-hari. Buku Panduan Kerja Dewan Komisaris merupakan acuan bagi Dewan Komisaris dalam menjalankan tugasnya dan sebagai dasar pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Dewan Komisaris.
Buku Panduan tersebut menjabarkan tugas, wewenang, kewajiban, tanggung jawab, pembagian kerja, waktu kerja, etika kerja, rapat, struktur organisasi, dan pelaksanaan tugas berkaitan dengan RUPS. Buku Panduan ini telah menjalani peninjauan dan revisi agar sesuai dengan perkembangan peraturan perundangan terkini maupun praktek GCG terkini.
Dewan Komisaris juga berpedoman kepada Anggaran Dasar, Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Dewan Komisaris dan Direksi dan Peraturan Perundangan lain yang berlaku dalam dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai organ pengawasan dan penasehatan terhadap manajemen Perseroan.
Tugas dan Tanggung jawab Dewan Komisaris
1. Melakukan pengawasan terhadap kebijakan Direksi dalam melaksanakan pengelolaan serta menilai kerja Direksi dalam pengelolaan Perseroan dengan kriteria yang jelas;
2. Memberikan nasihat kepada Direksi termasuk pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perusahaan, Kontrak Manajemen, ketentuan-ketentuan Anggaran Dasar, keputusan RUPS dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
3. Mewakili kepentingan Pemegang Saham dalam melaksanakan kegiatan pengawasan dan bertanggung jawab kepada RUPS;
4. Menyusun pembagian tugas antara anggota Dewan Komisaris sesuai dengan keahlian dan pengalaman masing-masing anggota;
5. Mengikuti perkembangan kegiatan Perseroan, memberikan pendapat dan saran kepada Pemegang Saham mengenai setiap masalah yang dianggap penting bagi kepengurusan Perseroan;
6. Merekomendasikan Auditor Eksternal kepada RUPS dan memantau pelaksanaan penugasan Auditor Eksternal;
7. Memastikan bahwa Perseroan telah memenuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku;
8. Melaporkan hasil penilaian atas kinerja Direksi kepada Pemegang Saham;
9. Mengajukan calon-calon anggota Direksi yang baru kepada Pemegang Saham;
10. Memantau efektivitas praktik tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan, serta melaporkannya kepada RUPS;
11. Melaporkan hasil pengawasan dan penilaian kinerja Perseroan serta tugas dan tanggung jawabnya kepada RUPS minimal setahun sekali.
Dalam melaksanakan tugasnya, setiap anggota Dewan Komisaris harus mematuhi Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan serta prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban, serta kewajaran. Anggota Dewan Komisaris juga harus beritikad baik, berhati-hati, serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.
Wewenang
Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Komisaris memiliki wewenang untuk:
1. Melihat buku, surat, serta dokumen lainnya, memeriksa kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain, dan memeriksa kekayaan Perseroan;
2. Memasuki pekarangan, gedung dan kantor yang dipergunakan oleh Perseroan;
3. Meminta penjelasan dari Direksi dan/atau pejabat lainnya mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan Perseroan;
4. Mengetahui segala kebijakan dan tindakan yang telah dan akan dijalankan oleh Direksi;
5. Meminta Direksi dan/atau pejabat lainnya di bawah Direksi dengan sepengetahuan Direksi untuk menghadiri rapat Dewan Komisaris;
6. Mengangkat Sekretaris Dewan Komisaris, jika dianggap perlu;
7. Memberhentikan sementara anggota Direksi sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar;
8. Membentuk Komite lain selain Komite Audit, jika dianggap perlu dengan memperhatikan kemampuan Perseroan;
9. Menggunakan tenaga ahli untuk hal tertentu dan dalam jangka waktu tertentu atas beban Perseroan, jika dianggap perlu;
10. Melakukan tindakan pengurusan Perseroan dalam keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar;
11. Menghadiri rapat Direksi dan memberikan pandangan terhadap hal-hal yang dibicarakan; serta
12. Melaksanakan kewenangan pengawasan lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar dan/atau keputusan RUPS.
Independensi Dewan Komisaris
Komisaris Independen adalah anggota Komisaris yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan atau hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan anggota Komisaris lainnya, Direksi dan atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. Keberadaaan Komisaris Independen dimaksudkan untuk dapat mendorong terciptanya iklim dan lingkungan kerja yang lebih objektif dan menempatkan kewajaran (fairness) dan kesetaraan diantara berbagai kepentingan termasuk kepentingan pemegang saham minoritas dan stakeholders lainnya.
PT TIMAH memiliki komposisi Dewan Komisaris sebanyak enam orang, yang mewakili pemegang saham minoritas, bertujuan mendorong terciptanya iklim dan lingkungan kerja yang lebih objektif, serta menjalankan prinsip kesetaraan dan kewajaran dalam memperjuangkan berbagai kepentingan, termasuk pemilik saham minoritas dan pemangku kepentingan lainnya.
Untuk menghindari benturan kepentingan yang dapat menghambat tugasnya secara mandiri dan kritis, serta dimungkinkan untuk pengambilan keputusan yang efektif, tepat, dan cepat, maka tidak ada anggota Dewan Komisaris Perseroan yang merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris, Direksi, atau Pejabat Eksekutif pada BUMN lain, BUMD, dan Badan Usaha Milik Swasta, atau jabatan lainnya yang berpotensi berbenturan kepentingan. Selain itu, anggota Dewan Komisaris juga tidak merangkap sebagai anggota dan pengurus partai politik dan atau calon anggota legislatif.
Komposisi Dewan Komisaris
Dewan Komisaris Perseroan beranggotakan enam orang, dengan dua anggotanya merupakan Komisaris Independen. Dewan Komisaris diketuai oleh seorang Komisaris Independen, yang kedudukannya setara dengan masing-masing anggota lainnya.
Komposisi Dewan Komisaris Perseroan sejak awal tahun 2014 hingga tanggal 25 Maret 2014 adalah sebagai berikut.
Komposisi Dewan Komisaris 1 Januari 2014 s/d 25 Maret 2014
Nama Tanggal Lahir Jabatan Tanggal Pengangkatan
Insmerda Lebang 27 Desember 1949 Komisaris Utama (Independen) 12 Juni 2008
Marwansyah Lobo Balia 7 April 1953 Komisaris 20 Mei 2009
Bingrosalto L. Tobing 10 September 1953 Komisaris Independen 20 Mei 2009
Suhendro 29 April 1952 Komisaris 23 Juni 2011
Erfi Triassunu 29 Oktober 1956 Komisaris 19 April 2012
Suryadi Saman 8 Desember 1965 Komisaris Independen 19 April 2012
Perubahan Komposisi Dewan Komisaris
Pada tanggal 25 Maret 2014 sesuai dengan keputusan RUPSLB telah terjadi perubahan komposisi Dewan Komisaris, dimana tiga orang anggota komisaris yakni: Tuan Marwansyah Lobo Balia, Tuan Bingrosalto L. Tobing dan Tuan Suryadi Saman telah mengakhiri tugasnya. Sementara Tuan Suhendro yang sebelumnya bertugas sebagai Komisaris, ditugaskan untuk menjadi Komisaris Independen.
Pada saat yang bersamaan, RUPSLB memutuskan untuk mengangkat tiga orang anggota Komisaris baru, yakni:
Tuan Eko Prasojo, Tuan Mochtar Husein dan Tuan Abd Hudarni Rani. Sehingga komposisi Dewan Komisaris Perseroan selanjutnya menjadi sebagai berikut.
Komposisi Dewan Komisaris 25Maret 2014 s/d 31 Desember 2014
Nama Tanggal Lahir Jabatan Tanggal Pengangkatan
Insmerda Lebang 27 Desember 1949 Komisaris Utama (Independen) 12 Juni 2008
Suhendro 29 April 1952 Komisaris Independen 23 Juni 2011
Erfi Triassunu 29 Oktober 1956 Komisaris 19 April 2012
Eko Prasojo 21 Juli 1970 Komisaris 25 Maret 2014
Mochtar Husein 24 Februari 1958 Komisaris 25 Maret 2014
Abd Hudarni Rani 20 November 1950 Komisaris 25 Maret 2014
Riwayat Anggota Dewan Komisaris
Profil masing-masing anggota Dewan Komisaris terdapat pada bagian Profil Anggota Dewan Komisaris pada sub Bab Profil Anggota Dewan Komisaris pada halaman 302 Laporan ini.
Program Kerja dan Realisasi Program Kerja
Dewan Komisaris Perseroan senantiasa bersikap proaktif dalam mengawasi kinerja Direksi dan memberikan masukan kepada Direksi. Pengawasan ini mengacu pada implementasi atas rekomendasi dari Dewan Komisaris bagi Direksi, termasuk melalui komite-komite yang dibentuk.
Program Kerja Dewan Komisaris selama tahun 2013 meliputi bidang pengelolaan, keuangan, sumber daya manusia, cadangan dan mineral, operasi produksi, pengembangan usaha, pemasaran, pengamanan aset, tanggung jawab sosial, lingkungan hidup, dan pascatambang.
Laporan program kerja yang meliputi tugas pengawasan dan penasehatan Dewan Komisaris atas kinerja tahun buku 2014 akan disampaikan pada saat RUPS tahun buku 2014, yang akan dilakukan tentatif pada bulan Maret 2015.
Rapat dan Kehadiran Rapat
Sepanjang tahun 2013, Dewan Komisaris menyelenggarakan 15 (lima belas) kali rapat, baik diselenggarakan di Kantor Pusat di Pangkalpinang, di Kantor Perwakilan Jakarta maupun di tempat lain, dengan rincian sebagai berikut:
• Rapat Internal sebanyak 4 (empat) kali
• Rapat Gabungan sebanyak 11 (sebelas) kali
Tata cara dan Ketentuan mengenai kehadiran anggota Dewan Komisaris dalam rapat diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan Pasal 22 tentang Rapat Dewan Komisaris. Adapun rekapitulasi frekuensi dan tingkat kehadiran setiap anggota Dewan Komisaris dalam rapat-rapat tersebut adalah sebagai berikut.
Frekuensi Rapat dan Tingkat Kehadiran Rapat Dewan Komisaris
Insmerda Lebang 4 11 3 11 75% 100%
Suhendro 4 11 4 11 100% 100%
*EKO PRASOJO, MOCHTAR HUSEIN: Setelah RUPSLB 25 Maret 2014.
*HUDARNI RANI: Setelah RUPSLB 25 Maret 2014 sd. Tgl 22 September 2014.
*M.LOBO BALIA, BING TOBING, SURYADI SAMAN Sebelum RUPSLB 25 Maret 2014.
Persentasi dihitung berdasarkan masa aktif.
Remunerasi Dewan Komisaris
Kebijakan Penetapan Remunerasi
Penetapan besaran remunerasi Dewan Komisaris dilakukan mengacu pada ketentuan yang termuat dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-07/MBU/2010 sebagaimana telah diperbaharui dengan PER-04/
MBU/2013 tentang perubahan atas 07/MBU/2010 yang selanjutnya telah diperbaharui kembali dengan PER-04/MBU/2014 tertanggal 10 Maret 2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara. Sesuai Peraturan Menteri tersebut, besaran penghasilan Dewan Komisaris ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Adapun komponen penghasilan Dewan Komisaris Perseroan terdiri dari: Honorarium, Tunjangan, Fasilitas dan Tantiem/Insentif Kinerja.
Dalam implementasinya, Sistem remunerasi di Perseroan didasarkan pada sejumlah faktor, termasuk kinerja masing-masing individu sebagaimana diukur dari pencapaian atas Indeks Kinerja KPI (Key Performance Indicators) dan kinerja Perseroan. Kebijakan remunerasi ini bertujuan untuk memastikan setiap individu yang bekerja di Perseroan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebaik mungkin. Perseroan juga memberikan kompensasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi diberikan dalam bentuk tantiem, sementara bagi para manajer senior dan eksekutif lain di jajaran manajemen diberikan dalam bentuk bonus dan insentif dengan nilai yang proporsional.
Uraian lebih detail mengenai dasar penetapan komponen Dewan Komisaris dan Direksi disampaikan pada sub bahasan “Kebijakan dan Prosedur Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi”.
Besaran Remunerasi Dewan Komisaris
Berdasarkan ketentuan tersebut diatas, total besaran remunerasi bagi seluruh anggota Dewan Komisaris untuk tahun operasional 2014 yang terdiri dari satu Komisaris Utama dan 5 (lima) anggota Komisaris di tahun 2014 sebesar Rp7,88 miliar. Pajak atas remunerasi Dewan Komisaris menjadi tanggungan masing-masing anggota Komisaris.
Adapun gambaran total remunerasi anggota Dewan Komisaris per tahun untuk tahun buku 2014 adalah sebagai berikut.
Dewan Komisaris
Honorarium & tunjangan Tantiem Pajak
Total
Net Net Gaji, Tunjangan,
Tantiem
Insmerda Lebang 853.280.000 363.636.366 427.967.600 1.644.883.966
Suhendro 682.720.000 327.272.727 338.646.500 1.348.639.227
Erfi Triassunu 682.720.000 327.272.727 336.910.700 1.346.903.427 Eko Prasojo /
682.720.000 327.272.727 246.632.700 1.256.625.427 M. Lobo Balia
Mochtar Husein /
682.720.000 327.272.727 249.289.300 1.259.282.027 Bing Tobing
Hudarni Rani /
522.707.500 327.272.727 172.312.450 1.022.292.677 Suryadi Saman
Total 4.106.867.500 2.000.000.000 1.771.759.250 7.878.626.750
Pelatihan Anggota Dewan Komisaris
Perseroan menyediakan program pelatihan untuk mendukung upaya peningkatan pengetahuan para anggota Dewan Komisaris mengenai informasi-informasi perkembangan industri pertambangan terkini, khususnya tambang dan pemasaran timah, strategi korporasi, risk management maupun pengetahuan bidang management korporasi lainnya terkait dengan pelaksanaan tugas pengawasan Dewan Komisaris. Beberapa program pelatihan yang diikuti oleh anggota Dewan Komisaris untuk tahun 2014 tercantum pada tabel berikut.
Kepemilikan saham Dewan Komisaris
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2014, tidak ada anggota Dewan Komisaris yang memiliki saham Perseroan.
Daftar kepemilikan saham anggota Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:
Nama Jabatan Kepemilikan Saham Perseroan
Insmerda Lebang Komisaris Utama (Independen)
-Suhendro Komisaris Independen
-Erfi Triassunu Komisaris
-Eko Prasojo Komisaris
-Mochtar Husein Komisaris
-Abd Hudarni Rani Komisaris
-DIREKsI
Direksi adalah organ perusahaan yang bertugas dan bertanggung jawab secara kolegial dalam mengelola Perseroan agar seluruh sumber daya yang dimiliki berfungsi secara maksimal, profitabilitas operasional meningkat dengan hasil akhir membaiknya nilai Perseroan secara berkesinambungan. Untuk mencapainya, masing-masing dari anggota Direksi melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya, namun pelaksanaan tugas tersebut tetap merupakan tanggung jawab bersama.
Panduan Kerja Direksi (Board Manual)
PT TIMAH memiliki Panduan Kerja Direksi / Board Manual sebagai pedoman Direksi dalam menjalankan peran dan fungsi pengelolaan perusahaan serta mengelola hubungan dengan Dewan Komisaris. Panduan Kerja tersebut berisi petunjuk tata laksana kerja Dewan Komisaris dan Direksi serta menjelaskan tahapan aktivitas secara terstruktur, sistematis, mudah dipahami dan dapat dijalankan dengan konsisten, menjadi acuan bagi Dewan Komisaris dan Direksi dalam melaksanakan tugas masing-masing untuk mencapai Visi dan Misi Perusahaan.
Garis besar isi Pedoman Kerja Direksi dan Tata Kerja Direksi mencakup:
1. Ketentuan umum jabatan anggota Direksi 2. Tugas dan wewenang Direksi
3. Hak dan kewajiban Direksi
4. Pembagian tugas dan wewenang anggota Direksi 5. Pelaksanaan tugas pengurusan perseroan oleh Direksi 6. Prinsip-prinsip pengambilan keputusan Direksi 7. Rapat Direksi
Tugas dan Tanggung jawab Direksi
Anggaran Dasar Perusahaan Pasal 18 ayat (22) perihal Tugas dan wewenang Direksi menyebutkan bahwa pembagian tugas dan wewenang setiap anggota Direksi ditetapkan oleh RUPS. Dalam hal RUPS tidak menetapkan pembagian tugas dan wewenang tersebut, maka pembagian tugas dan wewenang di antara Direksi ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi.
Penjelasan mengenai tugas dan tanggung jawab Direksi adalah sebagai berikut:
umum
Direksi bertugas memimpin dan mengelola Perseroan, memelihara dan mengurus aset Perseroan serta mewakili Perseroan di dalam maupun di luar urusan pengadilan. Dalam melaksanakan tugasnya, Direksi berkewajiban melaksanakan tugasnya mengurus Perseroan untuk kepentingan perusahaan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab serta mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Anggaran Dasar dan Keputusan RUPS.
Pelaksanaan tugas menjadi tanggung jawab kolegial Direksi, sekalipun masing-masing anggota Direksi memiliki wewenang spesifik sesuai bidang tugasnya. Kolegial berarti bahwa dalam menjalankan tugasnya tersebut masing-masing anggota Direksi kemudian dapat mempertanggungjawabkannya secara bersama di hadapan forum RUPS.
Selain atas pengelolaan usaha Perusahaan, Direksi juga bertanggung jawab atas untuk mengarahkan strategi Perusahaan dan segenap karyawan dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan Perusahaan dievaluasi secara berkala berdasarkan, antara lain, indikator-indikator yang telah ditentukan oleh Perusahaan, hasil penilaian dari badan penilai eksternal, keharmonisan dengan masyarakat, serta tidak adanya pengajuan tuntutan dari masyarakat terkait aspek-aspek tersebut.
Direksi diharapkan senantiasa bersikap terbuka terhadap saran ataupun masukan lain yang membangun demi menjadikan Perusahaan sebagai BUMN yang teladan dalam hal keterbukaan menerima pendapat. Karyawan Perusahaan dapat menyampaikan saran dan pendapat dalam lingkup internal melalui Ikatan Karyawan Timah (IKT). Pihak eksternal dapat menyampaikan saran ataupun masukan lain melalui Sekretaris Perusahaan. Para pemegang saham dapat menyampaikan arahan dan rekomendasi mereka dalam RUPS. Setiap individu yang menyampaikan pendapatnya kepada Perusahaan dijamin kerahasiaannya.
Khusus
Selain tugas yang bersifat umum tersebut, Direksi memiliki tugas khusus, meliputi:
• Tugas dan tanggung jawab yang berkaitan dengan Dewan Komisaris dan Pemegang Saham - Memastikan pelaksanaan keputusan yang dibuat pada RUPS;
- Menyusun Rencana Jangka Panjang Perseroan (RJPP), Rencana Bisnis Bank (RBB), Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) dan rencana kerja lainnya serta perubahannya untuk disampaikan guna mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris;
- Menyelenggarakan RUPS berdasarkan permintaan tertulis dari satu atau lebih pemegang saham yang mewakili sekurang-kurangnya 1/10 (satu per sepuluh) dari jumlah saham yang dikeluarkan dengan hak suara yang sah;
- Menyampaikan laporan tahunan setelah ditelaah oleh Dewan Komisaris dalam jangka waktu paling lambat 5 (lima) bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir kepada RUPS untuk mendapatkan persetujuan.
• Tugas dan tanggung jawab Direksi berkaitan dengan Akuntansi dan Laporan Tahunan
- Mengadakan dan memelihara pembukuan dan administrasi Perseroan sesuai dengan praktek yang umum berlaku bagi perusahaan;
- Menyusun sistem akuntansi sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan dan prinsip-prinsip pengendalian internal, terutama dalam hal pengurusan, pencatatan, penyimpanan dan pengawasan;
- Menyiapkan Laporan Tahunan termasuk laporan keuangan.
• Tugas dan tanggung jawab Direksi berkaitan dengan manajemen risiko dan pengendalian.
- Mengelola proses manajemen risiko termasuk memitigasi risiko potensial.
- Memastikan adanya suatu sistem pengendalian yang efektif untuk: meyakinkan keandalan dan integritas informasi, penjagaan atas aset perusahaan, penggunaan sumber daya secara ekonomis dan efisien.
• Membuat struktur organisasi, tugas dan menetapkan tanggung jawab yang jelas termasuk pengangkatan manajemen;
Adapun uraian spesifik dan ringkas tugas dari masing-masing anggota Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Direktur utama
Berlaku sebagai primus interpares dalam melakukan koordinasi antara berbagai anggota Direksi dalam menjalankan kegiatannya, dan juga bertanggung jawab menetapkan, mengelola, dan mengendalikan pengawasan terhadap
pengelolaan Perseroan, kepatuhan pada hukum, komunikasi Perseroan, dan hubungan dengan para pemegang saham.
Direktur Operasi
Bertugas mengendalikan, mengelola, dan merancang kebijakan Perseroan dalam aspek-aspek produksi, yang mencakup pengembangan dan perencanaan, aspek eksplorasi, serta aspek kesehatan dan keselamatan kerja dan lingkungan hidup.
Direktur Keuangan
Bertugas menetapkan, mengelola, dan mengendalikan kebijakan Perseroan dalam aspek keuangan, yang mencakup anggaran, perbendaharaan, penyelenggaraan kegiatan akuntansi, penyusunan laporan keuangan, perpajakan, sistem informasi manajemen, dan pengelolaan aset non operasional.
Direktur umum dan sumber Daya Manusia
Bertugas mengendalikan dan merancang kebijakan Perseroan dalam aspek pengelolaan sumber daya manusia, yang mencakup perencanaan kebutuhan tenaga kerja, pengembangan kompetensi, pendidikan dan pelatihan, organisasi, layanan umum, kesejahteraan, aspek administrasi Perseroan, aspek tanggung jawab sosial, serta aspek hukum Perseroan.
Direktur Niaga
Bertugas mengendalikan, mengelola, dan merancang kebijakan Perseroan dalam aspek-aspek pemasaran dan logistik.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan usaha
Bertugas mengendalikan, mengelola, dan merancang kebijakan Perseroan dalam fungsi perencanaan dan pengembangan usaha serta pengembangan teknologi.
Independensi Direksi
Sesuai dengan Pedoman GCG Perseroan, komposisi Direksi telah ditetapkan sedemikian rupa hingga memudahkan dan memungkinkan proses pengambilan keputusan yang efektif, cepat, dan independen. Independen berarti tidak mengandung kepentingan yang dapat mengurangi atau mengganggu kemampuan Direksi untuk bertugas secara mandiri dan kritis.
Berdasarkan aturan tersebut Perseroan menetapkan 20% dari jumlah anggota Direksi harus berasal dari kalangan di luar BUMN yang bersangkutan dan bebas dari pengaruh anggota Dewan Komisaris, Direksi dan pemegang saham pengendali Perseroan.
Sebagaimana halnya Dewan Komisaris, anggota Direksi Perseroan dilarang merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris, Direksi, atau Pejabat Eksekutif pada BUMN lain, BUMD, dan Badan Usaha Milik Swasta, atau anggota dan pengurus partai politik dan atau calon anggota legislatif, dan atau jabatan lainnya yang berpotensi berbenturan kepentingan.
Komposisi Direksi
Direksi PT TIMAH beranggotakan enam orang, diketuai oleh seorang Direktur Utama, yang kedudukannya setara dengan masing-masing anggota lainnya.
Adapun Komposisi Direksi per 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:
Nama Tanggal Lahir Jabatan Tanggal Pengangkatan
Sukrisno 27 April 1953 Direktur Utama 19 April 2012
Dadang Mulyadi 14 Juni 1958 Direktur Niaga 19 April 2012
Purwijayanto 21 Januari 1960 Direktur Perencanaan & Pengembangan Usaha 19 April 2012
Akhmad Rosidi 5 April 1962 Direktur Keuangan 19 April 2012
Abrun Abubakar 3 Juli 1964 Direktur Sumber Daya Manusia & Umum 19 April 2012
Ahmad Subagdja 26 Maret 1960 Direktur Operasi 19 April 2012
Profil Anggota Direksi
Profil masing-masing anggota Direksi terdapat pada bagian Profil Anggota Direksi pada Sub Bab “Profil Direksi di halaman 305 Laporan ini.
Rapat dan hasil Rapat Direksi
Sepanjang tahun 2014 Direksi menyelenggarakan 56 kali rapat, baik di Kantor Pusat di Pangkalpinang maupun di tempat lain, dengan rincian sebagai berikut:
• Rapat Intern (sesama anggota Direksi) sebanyak 45 kali
• Rapat Gabungan (bersama Dewan Komisaris dan pihak lainnya) sebanyak 11 kali.
Kehadiran anggota Direksi dalam rapat diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan Pasal 19 tentang Rapat Direksi, termasuk tentang persyaratan pengambilan keputusan yang sah.
Rekapitulasi Frekuensi Rapat dan Tingkat Kehadiran Direksi, 2014
Frekuensi Rapat dan Tingkat Kehadiran Direksi
Nama
Sukrisno 45 11 44 11 98% 100%
Akhmad Rosidi 45 11 43 11 96% 100%
Purwijayanto 45 11 42 11 93% 100%
Ahmad Subagja 45 11 43 10 96% 91%
Abrun Abubakar 45 11 43 11 96% 100%
Dadang Mulyadi 45 11 44 11 98% 100%