HASIL DAN PEMBAHASAN
7 dimana : x = Jam kerja y = Hari kerja
17
,
14
8
,
0
7
73
,
5
.ratarata
HKP
= 9,27 HKPRata-rata hari kerja ibu rumah tangga dalam satu periode adalah 14,167 hari, rata-rata jam kerja per hari adalah 5,733 jam. Produktivitas kerja ibu rumah tangga dalam mengikuti pembibitan mangrove di daerah penelitian berkisar antara 700 - 1514 unit/HKP. Pendataan produktivitas dapat dilihat di Lampiran 2. Jumlah ibu rumah tangga yang menjadi ibu rumah tangga di daerah penelitian berdasarkan produktivitas kerja dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Distribusi Ibu Rumah Tangga Menurut Produktivitas Kerja Produktivitas
Kerja(Unit/HKP)
Jumlah (Orang) Persentase (%)
< 1000 9 30
1000 – 1500 20 66,67
> 1500 1 3,33
Jumlah Total 30 100
Sumber : Data primer diolah dari lampiran 2
Rata-rata produktivitas kerja ibu rumah tangga yang menjadi sampel adalah 1100 unit/HKP. Berdasarkan Tabel 11 terdapat 9 orang ibu rumah tangga (30%) dengan produktivitas kerja dibawah 1000 unit/HKP, 20 orang ibu rumah tangga (66,67%) dengan produktivitas antara 1000 – 1500 unit/HKP dan 1 orang (3,33%) dengan produktivitas diatas 1500 unit/HKP.
Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi Ibu Rumah Tangga dengan Produktivitas Kerja dalam Pembibitan Mangrove
a. Hubungan antara Umur dengan Produktivitas Kerja dalam Pembibitan Mangrove
Kegiatan pembibitan di daerah penelitian banyak dilakukan oleh ibu rumah tangga yang berasal dari berbagai tingkat umur. Untuk itu perlu diteliti apakah terdapat hubungan yang nyata antara umur dengan produktivitas kerja ibu rumah tangga dalam pembibitan mangrove. Hubungan umur dengan produktivitas kerja dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Hubungan Umur dengan Produktivitas Kerja dalam Pembibitan Mangrove
No Umur (Tahun)
Produktivitas Kerja (Unit/HKP) Jumlah (Orang) < 1000 1000 – 1500 > 1500 1 25 - 40 2 (6,67%) 12 (40%) 1 (3,33%) 15 (50%) 2 41 - 55 4 (13,33%) 8 (26,67%) 0 12 (40%) 3 ≥ 56 3 (10%) 0 0 3 (10%) Jumlah 9 (30%) 20 (66,67%) 1 (3,33%) 30 (100%) Sumber : Diolah dari lampiran 3
Berdasarkan Tabel 12 ibu rumah tangga dengan umur 25 – 40 tahun terdapat 2 orang ibu rumah tangga (6,67%) dengan produktivitas kerja dibawah 1000 unit/HKP, 12 orang ibu rumah tangga (40%) dengan produktivitas kerja antara 1000 – 1500 unit/HKP dan 1 orang ibu rumah tangga (3,33%) dengan produktivitas kerja diatas 1500 unit/HKP. Pada kelompok umur 41 – 55 tahun terdapat 4 orang ibu rumah tangga (13,33%) dengan produktivitas kerja dibawah 1000 unit/HKP, 8 orang ibu rumah tangga (26,67%) dengan produktivitas kerja antara 1000 – 1500 unit/HKP dan tidak terdapat ibu rumah tangga dengan produktivitas kerja diatas 1500 unit/HKP. Pada kelomok umur ≥ 56 tahun terdapat
3 orang ibu rumah tangga (10%) dengan produktivitas kerja dibawah 1000 unit/HKP.
Berdasarkan analisis Korelasi Rank Spearman (rs) pada Lampiran 3 diperoleh:
rs = 0,53
th = 3,31
Nilai rs = 0,53 ini berarti korelasinya sebesar 53% dan 47% diterangkan
oleh faktor lain. Berdasarkan tabel pada α 0,05 dengan db (n-2) = 28 diperoleh nilai ttabel sebesar 2,048. Dengan demikian th (3,31) > ttabel (2,048) (Berarti Hı
diterima dan H0 tidak diterima), ini berartinya terdapat hubungan antara umur ibu
rumah tangga dengan produktivitas kerja dalam pembibitan mangrove di daerah penelitian. Berdasarkan nilai rs maka tingkat kekuatan korelasi adalah sedang.
b. Hubungan antara Pendidikan dengan Produktivitas Kerja dalam Pembibitan Mangrove
Hubungan umur dengan produktivitas kerja dapat dilihat pada Table 13. Tabel 13. Hubungan Pendidikan dengan Produktivitas Kerja dalam
Pembibitan Mangrove
No
Tingkat Pendidikian
(Tahun)
Produktivitas Kerja (Unit/HKP)
Jumlah (Orang) < 1000 1000 – 1500 > 1500 1 Tidak Sekolah 0 1 (3,33%) 0 1 (3,33%) 2 SD (6 tahun) 8 (26,67%) 17 (56,67%) 1 (3,33%) 26 (86,67%) 3 SMP (9 tahun) 1 (3,33%) 2 (6,67%) 0 3 (10%) Jumlah 9 (30%) 20 (66,67%) 1 (3,33%) 30 (100%) Sumber : Diolah dari lampiran 4
Berdasarkan Tabel 13 ibu rumah tangga dengan tingkat pendidikan tidak sekolah terdapat 1 orang ibu rumah tangga (3,33%) dengan produktivitas kerja antara 1000-1500 unit/HKP. Pada tingkat pendidikan SD (6 tahun) terdapat 8
orang ibu rumah tangga (26,67%) dengan produktivitas kerja dibawah 1000 unit/HKP, 17 orang ibu rumah tangga (56,67%) dengan produktivitas kerja antara 1000 – 1500 unit/HKP dan 1 orang ibu rumah tangga (3,33%) dengan produktivitas kerja diatas 1500 unit/HKP. Pada tingkat pendidikan SMP (9 tahun) terdapat 1 orang ibu rumah tangga (3,33%) dengan produktivitas kerja dibawah 1000 unit/HKP dan 2 orang ibu rumah tangga (6,67%) dengan produktivitas kerja antara 1000 – 1500 unit/HKP.
Berdasarkan analisis Korelasi Rank Spearman (rs) pada Lampiran 4 diperoleh,
rs = 0,31
th = 1,73
Nilai rs menyatakan korelasinya sebesar 31% dan 69% diterangkan oleh
faktor lain. Berdasarkan tabel pada α 0,05 dengan db (n-2) = 28 diperoleh nilai ttabel sebesar 2,048. Dengan demikian th (0,31) < ttabel (2,048) (Berarti Hı tidak
diterima dan H0 diterima). Artinya tidak terdapat hungungan antara pendidikan
ibu rumah tangga dengan produktivitas kerja dalam pembibitan mangrove di daerah penelitian.
c. Hubungan antara Jumlah Tanggungan dengan Produktivitas Kerja dalam Pembibitan Mangrove
Hubungan jumlah tanggungan dengan produktivitas kerja dapat dilihat pada Table 14.
Tabel 14. Hubungan Jumlah Tanggungan dengan Produktivitas Kerja dalam Pembibitan Mangrove
No
Jumlah Tanggungan
(Orang)
Produktivitas Kerja (Unit/HKP) Jumlah (Orang) < 1000 1000 – 1500 > 1500
1 0 – 2 9 (30%) 10 (33,33%) 0 19 (63,33%) 2 3 – 5 0 10 (33,33%) 1 (3,33%) 11 (36,67%) Jumlah 9 (30%) 20 (66,67%) 1 (3,33%) 30 (100%) Sumber : Diolah dari lampiran 5
Berdasarkan Tabel 14 ibu rumah tangga dengan jumlah tanggungan 0 – 2 orang terdapat 9 orang ibu rumah tangga (30%) dengan produktivitas kerja dibawah 1000 unit/HKP, 10 orang ibu rumah tangga (33,33%) dengan produktivitas kerja antara 1000 – 1500 unit/HKP. Pada ibu rumah tangga dengan jumlah tanggungan antara 3 – 5 orang tidak terdapat ibu rumah tangga dengan produktivitas kerja dibawah 1000 unit/HKP, 10 orang ibu rumah tangga (33,33%) dengan produktivitas kerja antara 1000 – 1500 unit/HKP dan 1 orang ibu rumah tangga (3,33%) dengan produktivitas kerja diatas 1500 unit/HKP.
Berdasarkan analisis Korelasi Rank Spearman (rs) pada Lampiran 5 diperoleh,
rs = 0,75 th = 5,98
Nilai rs menyatakan korelasinya sebesar 75% dan 25% diterangkan oleh
faktor lain. Berdasarkan tabel pada α 0,05 dengan db (n-2) = 28 diperoleh nilai ttabel sebesar 2,048. Dengan demikian th (5,98) > t tabel (2,048) (Berarti Hı
tanggungan ibu rumah tangga dengan produktivitas kerja dalam pembibitan mangrove di daerah penelitian. Berdasarkan nilai rs maka tingkat kekuatan
korelasi adalah kuat.
d. Hubungan antara Lama Bekerja di Pembibitan dengan Produktivitas Kerja dalam Pembibitan Mangrove
Hubungan lama mengikuti pembibitan dengan produktivitas kerja dapat dilihat pada Tabel 15.
Tabel 15. Hubungan Lama Bekerja di Pembibitan dengan Produktivitas Kerja dalam Pembibitan Mangrove
No
Lama Mengikuti Pembibitan
(Tahun)
Produktivitas Kerja (Unit/HKP)
Jumlah (Orang) < 1000 1000 – 1500 > 1500 1 1 – 2 6 (20%) 14 (46,67%) 1 (3,33%) 21 (70%) 2 3 – 4 3 (10%) 6 (20%) 0 9 (30%) Jumlah 9 (30%) 20 (66,67%) 1 (3,33%) 30 (100%) Sumber : Diolah dari lampiran 6
Berdasarkan Tabel 15 ibu rumah tangga dengan pengalaman pembibitan antara 1 - 2 tahun terdapat 6 orang ibu rumah tangga (20%) dengan produktivitas kerja dibawah 1000 unit/HKP, 14 orang ibu rumah tangga (46,67%) dengan produktivitas kerja antara 1000 - 1500 unit/HKP dan 1 orang ibu rumah tangga (3,33%) dengan produktivitas kerja diatas 1500 unit/HKP. Pada ibu rumah tangga dengan pengalaman pembibitan antara 3 – 4 tahun terdapat 3 orang ibu rumah tangga (10%) dengan produktivitas kerja dibawah 1000 unit/HKP dan 6 orang ibu rumah tangga (20%) dengan produktivitas kerja antara 1000 - 1500 unit/HKP.
Berdasarkan analisis Korelasi Rank Spearman (rs) pada Lampiran 6 diperoleh,
rs = 0,08 th = 0,43
Nilai rs menyatakan korelasinya sebesar 8% dan 92% diterangkan oleh
faktor lain. Berdasarkan tabel pada α 0,05 dengan db (n-2) = 28 diperoleh nilai ttabel sebesar 2,048. Dengan demikian th (0,43) < ttabel (2,048) (Berarti Hı tidak
diterima dan H0 diterima). Artinya tidak terdapat hubungan antara lama bekerja di
pembibitan (pengalaman pembibitan) ibu rumah tangga dengan produktivitas kerja dalam pembibitan mangrove di daerah penelitian.
e. Hubungan antara Total Pendapatan Keluarga dengan Produktivitas Kerja dalam Pembibitan Mangrove
Hubungan total pendapatan keluarga dengan produktivitas kerja dapat dilihat pada Table 16.
Tabel 16. Hubungan Total Pendapatan Keluarga dengan Produktivitas Kerja dalam Pembibitan Mangrove
No
Total Pendapatan
Keluarga/ bulan (Rp)
Produktivitas Kerja (Unit/HKP)
Jumlah (Orang) < 1000 1000 – 1500 > 1500 1 < 1 juta 2 (6,67%) 0 0 2 (6,67%) 2 1-2 juta 0 0 1 (3,33%) 1 (3,33%) 3 3-5 juta 7 (23,33%) 17 (56,67%) 0 24 (80,00%) 4 > 5 juta 0 3 (10%) 0 3 (10%) Jumlah 9 (30%) 20 (66,67%) 1 (3,33%) 30 (100%) Sumber : Diolah dari lampiran 7
Berdasarkan Tabel 16 ibu rumah tangga dengan total pendapatan keluarga dibawah 1 juta terdapat 2 orang ibu rumah tangga (6,67%) dengan produktivitas kerja dibawah 1000 unit/HKP. Pada ibu rumah tangga dengan total pendapatan keluarga antara 1-2 juta terdapat 1 orang ibu rumah tangga (3,33%) dengan produktivitas kerja diatas 1500 unit/HKP. Pada ibu rumah tangga dengan total pendapatan keluarga antara 3-5 juta terdapat 7 orang ibu rumah tangga (23,33%) dengan produktivitas kerja dibawah 1000 unit/HKP, 17 orang ibu rumah tangga
(56,67%) dengan produktivitas kerja antara 1000 - 1500 unit/HKP. Pada ibu rumah tangga dengan total pendapatan keluarga diatas 5 juta terdapat 3 orang ibu rumah tangga (10%) dengan produktivitas kerja antara 1000 - 1500 unit/HKP.
Berdasarkan analisis Korelasi Rank Spearman (rs) pada Lampiran 7 diperoleh,
rs = 0,41 th = 2,38
Nilai rs menyatakan korelasinya sebesar 41% dan 59% diterangkan oleh
faktor lain) dan. Berdasarkan tabel pada α 0,05 dengan db (n-2) = 28 diperoleh nilai ttabel sebesar 2,048. Dengan demikian th (2,38) > ttabel (2,048) (Berarti Hı
diterima dan H0 tidak diterima). Artinya terdapat hungungan antara total
pendapatan keluarga ibu rumah tangga dengan produktivitas kerja dalam pembibitan mangrove di daerah penelitian. Berdasarkan nilai rs maka tingkat
kekuatan korelasi adalah sedang.
Karena total penghasilan keluarga dihitung dari total penjumlahan biaya hidup keluarga dan tabungannya maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kebutuhan yang harus dipenuhi keluarga juga akan meningkatkan produktivitas kerja ibu rumah tangga dalam pembibitan mangrove di daerah penelitian, hal ini sesuai dengan hubungan jumlah tanggungan dengan produktivitas kerja.
Kontribusi Pendapatan Ibu Rumah Tangga terhadap Total Pendapatan Keluarga
Besar kontribusi pendapatan ibu rumah tangga yang dimaksud adalah pendapatan ibu rumah tangga dibandingkan dengan total pendapatan keluarga per
bulan dimana pendapatan ibu rumah tangga yang dimaksud adalah pendapatan per periode pembibitan mangrove (± 15 hari kerja).
Pendapatan ibu rumah tangga yang bekerja di pembibitan mangrove merupakan pendapatan sampingan dalam keluarga mereka dan hanya sekali dalam setahun. Ibu rumah tangga yang menjadi sampel memperoleh upah Rp30,- untuk setiap polybag yang telah berisi tanah. Berdasarkan Lampiran 8, pedapatan ibu rumah tangga berkisar antara Rp180.000-Rp 345.000 per periode pembibitan (jumlah produksi 250.000 bibit) dengan rata-rata Rp 294.400,- per periode. Kontribusi pendapatan ibu rumah tangga terhadap total pendapatan keluarga dapat dilihat pada Tabel 17.
Tabel 17. Rata-Rata Kontribusi Pendapatan Ibu Rumah Tangga terhadap
Total Pendapatan Keluarga
Uraian Rerata (Rp) Kontribusi (%) Pendapatan Ibu rumah
tangga
294.400 7,4 Total Pendapatan
Keluarga/bulan
3.972.905,6 Sumber : Diolah dari lampiran 8
Dari Tabel 17 di atas dapat dilihat bahwa kontribusi pendapatan ibu rumah
tangga yang bekerja di pembibitan mangrove terhadap total pendapatan keluarga untuk perbulannya adalah sekitar 7,4% dengan rata-rata 11,906%. Besar rata-rata kontribusi pendapatan ibu rumah tangga terhadap rata-rata total pendapatan keluarga pertahunnya hanya 0,618%. Kontribusi ibu rumah tangga masih tergolong kecil karena masih berada dibawah angka 50%. Rendahnya kontribusi pendapatan ibu rumah tangga dikarenakan kegiatan pembibitan mangrove merupakan pekerjaan sampingan yang bertujuan untuk menambah pendapatan keluarga.