• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Tabel 4.39

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAH DAERAH

JUMLAH NASKAH KESEJARAHAN DI KABIPATEN SEMARANG TAHUN 2010-2015 Triwulan I

B. MISI II: Mengembangkan Produk Ungggulan berbasis potensi lokal (Industri, Pertanian dan Pariwisata) yang sinergi dan berdaya saing serta

2) Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Tabel 4.39

Capaian Indikator Urusan Pertanian Tahun 2010 s.d 2015 Triwulan I

INDIKATOR Tahun 2015

867.908,82 1.004.549,60 1.148.232,83 1.239.945,14 1.375.683,69*) 1.431.501,70 867.908,82

3 Kontribusi sub sektor perkebunan

terhadap PDRB 118.860,84 114.046,72 127.412,89 147.780,92 173.344,98*) 183.901,50 118.860,84

4 Cakupan bina kelompok tani 3,03 10 12 16,59 17,85 9,39 3,03

Sumber: Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan

*) Angka Sementara Prediksi Bappeda dan BPS

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang

Tahun 2010-2015

IV - 89

Produktivitas padi dari Tahun 2010 sampai dengan Tahun 2014 cenderung naik dari 53,57 kuintal/ha meningkat sampai 56,82 kuintal/ha.

Penurunan terjadi pada Tahun 2013 yaitu 54,92 kuintal/ha diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dan hama padi yang menyebabkan kerusakan padi. Sedangkan kecenderungan peningkatan tersebut dikarenakan berbagai upaya antara lain adanya Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) Padi yang menerapkan sistem teknis yang tepat disesuaikan dengan kondisi setempat, penggunaan benih bermutu, penerapan pemupukan berimbang, pengendalian OPT, penanganan pasca panen dan perbaikan infrastruktur.

Tabel 4.40

Produksi Tanaman Pangan Tahun 2010-2015 Triwulan I

No Uraian (ton) 2010 2011 2012 2013 2014 2015 1 Padi 196.030 193.253 205.242 202.676 218.818 - 2 Jagung 65.333 50.043 60.123 61.161 714.86 -

2 Kedelai 1.472 431 157 134 199 -

3 Kacang Tanah 1.309 1.934 2.919 3.394 3.126 - 4 Ubi Kayu 33.264 42.744 58.373 49.511 34.812 - 5 Ubi Jalar 14.860 29.803 29.803 24.547 19.904 - Sumber Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan

Produksi Tanaman Pangan selama Tahun 2010-2014 mengalami kenaikan diantaranya padi, jagung, kedelai dan kacang tanah, sedangkan ubi kayu dan ubi jalar mengalami penurunan dikarenakan banyak petani beralih ke tanaman yang lain dan yang lebih menguntungkan. Petani masih mengharapkan bantuan pupuk non subsidi untuk meningkatkan produksi pertanian dan perkebunan.

Untuk produksi tanaman sayuran/hortikultura selama lima tahun terakhir dapat kita lihat pada Tabel 4.41 sebagai berikut:

Tabel 4.41

Produksi Tanaman Sayuran Tahun 2010-2015 Triwulan I No Jenis

Komoditas

Produksi (ton)

2010 2011 2012 2013 2014 2015

1 Bawang daun 11.141 11.745 13.397 12.604 12.462,50 - 2 Kentang 2.846 2.984 4.375,40 4.201 3.823,40 -

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang

Tahun 2010-2015

IV - 90

No Jenis Komoditas

Produksi (ton)

2010 2011 2012 2013 2014 2015

3 Kubis 17.314 21.035 23.918,40 18.147 16.677,70 - 4 Petsai/Sawi 17.406 20.084 19.499,60 18.237 19.662,60 - 5 Wortel 12.329 11.835 10.459 10.498 9.898,50 - 6 Cabe Besar 5.827 10.019 9.988,60 10.238 14.312,90 - 7 Cabe Kecil 2.200 2.432 2.287 3.038 3.932,80 - 8 Tomat 8.527 11.658 11.077 12.505 11.708,60 -

9 Buncis 4.418 4.302 4.528 4.692 5.831,40 -

Sumber Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Tahun 2010-2015

Komoditas hortikultura sayur-sayuran secara umum mengalami peningkatan dari Tahun 2010-2014 antara lain bawang daun, kentang, cabe besar, cabe kecil, tomat dan buncis. Sedangkan komoditas yang mengalami tren penurunan antara lain kubis di Tahun 2010 dari 17.314 ton menurun hingga 16.677,7 ton di Tahun 2014 dan wortel sebesar 12.329 ton di Tahun 2010 menurun hingga 9.898 ton di Tahun 2014. Penurunan tersebut juga akibat dari curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan kerusakan produksi komoditas sayuran ini.

Realisasi produksi hortikultura sayur-sayuran rata-rata mengalami peningkatan produksi. Pada Tahun 2013 kobis 18.147 ton, pada Tahun 2014 mencapai 16.677,7 ton. Kentang pada Tahun 2013 sebesar 4.201 ton, pada Tahun 2014 mencapai 3.823,4 ton. Tahun 2013 wortel sebesar 10.498 ton, pada 2014 menurun sebesar 9.898,5 ton. Pada Tahun 2013 cabe besar sebesar 10.238 ton, pada Tahun 2014 tercapai 14.312,9 ton.

Tahun 2013 cabe rawit 3.038 ton, pada Tahun 2014 mencapai 3.932,8 ton.

Komoditas Petsai/Sawi Tahun 2013 sebesar 18.237 ton, pada Tahun 2014 naik menjadi 19.662,6 ton. Bawang daun Tahun 2013 sebesar 12.604 ton, pada Tahun 2014 turun menjadi 12.462,5 ton, Tomat pada Tahun 2013 tercapai 12.505 ton, pada Tahun 2014 mencapai 11.708,6 ton dan Buncis pada Tahun 2013 mencapai 4.692 ton, naik pada Tahun 2014 sebesar 5.831,4 ton. Secara umum penurunan produksi hortikultura tidak terlalu tinggi, penurunan juga disebabkan oleh alih fungsi lahan ke komoditas lain.

Untuk produksi tanaman hias selama lima tahun terakhir dapat kita lihat pada Tabel 4.42 sebagai berikut:

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang

Tahun 2010-2015

IV - 91

Tabel 4.42

Produksi Tanaman Hias Tahun 2010-2015 Triwulan II

No Jenis Komoditas

Produksi (tangkai)

2010 2011 2012 2013 2014 2015

1 Gladiol 659.728 426.000 201.018 9.000 57.500 -

2 Krisant 19.341.700 102.130.000 105.517.350 137.866.225 136.143.750 - 3 Mawar 6.019.298 10.210.475 3.205.579 14.651.800 17.522.250 -

4 Anggrek 10.947 6.730 2.513 2.001 865 -

5 Sedap Malam 2.829.840 3.031.250 1.719.600 1.872.800 2.638.500 -

6 Leather Leaf - 2.160.000 512.416 - 139.000 -

Sumber Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan

Komoditas tanaman hias yang mengalami kenaikan produksi dikarenakan meningkatnya permintaan pasar antara lain Krisant pada Tahun 2010 sebanyak 19.341.700 tangkai melonjak di Tahun 2014 menjadi sebanyak 136.143.750 tangkai dan Mawar sebanyak 6.019.298 tangkai di Tahun 2010 meningkat menjadi 17.522.250 tangkai di Tahun 2014.

Sedangkan komoditas Gladiol, Anggrek, Sedap Malam dan leather leaf produksinya menurun karena tren pasar atau permintaan pasar yang sedang menurun.

Untuk perkembangan produksi dan produktivitas tanaman hortikultura/ buah-buahan dapat dilihat di tabel berikut ini:

Tabel 4.43 Sumber Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang

Tahun 2010-2015

IV - 92

Dari Tahun 2010-2014 produksi tanaman hortikultura/buah-buahan secara umum mengalami peningkatan yakni antara lain alpukat, mangga, rambutan, durian, pisang, salak dan nangka, sedangkan kelengkeng dan manggis mengalami fluktuasi produksi yang naik turun. Penurunan produksi di sektor ini antara lain diakibatkan oleh kegagalan proses pembungaan akibat curah hujan yang terjadi intensitasnya cukup tinggi.

Dengan kegagalan pembungaan maka akan berakibat menurunnya produktivitas tanaman.

Untuk produksi tanaman biofarmaka/tanaman obat selama tahun 2010-2014 dapat kita lihat pada Tabel 4.44 yang kami sajikan pada halaman berikut:

Tabel 4.44

Produksi Biofarmaka Tahun 2010-2015Triwulan I

No Jenis Sumber Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan

Tabel 4.45

Produktivitas Biofarmaka Tahun 2010-2015 Triwulan I

No Jenis

Sumber Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan

Produktivitas tanaman Biofarmaka pada Tahun 2010 hingga Tahun 2014 relatif stabil namun cenderung menurun yakni antara lain jahe, kencur, kunyit. Sedangkan produksi yang cenderung naik antara lain

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang

Tahun 2010-2015

IV - 93

temulawak, laos dan kapulago. Secara umum penurunan komoditas pertanian antara lain diakibatkan adanya hujan hampir sepanjang musim, konversi lahan pertanian ke non pertanian, alih komoditas fungsi pertanian yang lebih menguntungkan dan berbagai serangan hama penyakit.

Dibidang perkebunan rata-rata semua komoditas pada dari Tahun 2010 sampai dengan Tahun 2014 juga relatif stabil seperti kelapa, kopi, tembakau dan aren. Beberapa komoditas tersebut relatif tidak mengalami perbedaan produksi yang berarti. Saat ini upaya peremajaan tanaman untuk tanaman yang kurang produktif terus dilakukan dan butuh waktu untuk bisa berproduksi lagi.

Tabel 4.46

Produksi Tanaman Perkebunan Tahun 2010-2015Triwulan I

No. Jenis Komoditas

Produksi (ton)

2010 2011 2012 2013 2014 2015

1 Kelapa 3.588,59 4.429,55 4.295,28 4.363,23 4.248,86 - 2 Kelapa deres 4.483,72 5.400,69 5.401,61 5.390,87 5.378,52 - 3 Kopi 1.425,53 1.096,99 1.459,49 1.466,61 1.478,66 - 4 Cengkeh 279,97 164,90 224,20 215,30 220,35 -

5 Aren 655,54 872,97 872,53 871,71 900,52 -

6 Kapok 95,15 93,73 91,22 83,73 55,71 -

7 Karet 42,30 - - - 0,70 -

8 Panili 1,51 1,46 1,58 1,14 1,35 -

9 Tebu 721,18 665,22 1.219,84 1.383,40 1.506,10 -

10 Kakao 6,77 4,85 7,40 9,08 10,52 -

11 Tembakau 467,55 834,99 909,93 560,92 842,34 - Sumber Dinas Pertanian,Perkebunan dan Kehutanan Tahun 2010-2015

Tanaman cengkeh, kapok, karet, kakao dan panili sebagian besar produktivitasnya rendah dikarenakan tanaman sudah tua/tanaman rusak, sehingga upaya yang diperlukan adalah dengan melakukan peremajaan tanaman. Selain itu dalam bidang perkebunan UPTD Mulyorejo telah melakukan upaya pembuatan bibit antara lain pelaksanaan pengelolaan kebun buah kelengkeng seluas 1 ha (100 batang).

Secara umum pencapaian hasil produksi pertanian dan perkebunan masih terkendala beberapa permasalahan antara lain:

a) Masih rendahnya pengetahuan petani tentang pertanian.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang

Tahun 2010-2015

IV - 94

b) Petani masih mengharapkan bantuan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah

c) Upaya pemberantasan hama dan penyakit pada tanaman belum maksimal hasilnya

d) Petani masih menggantungkan bantuan dari pemerintah

Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian baik tanaman padi maupun palawija serta tanaman perkebunan lainnya dilakukan pembuatan irigasi untuk pengairan sawah seperti sawah teknis, setengah teknis dan lain sebagainya.

Tabel 4.47

Luas Lahan Pertanian Dan Perkebunan Tahun 2010-2015 Triwulan I

No Uraian (Ha) 2010 2011 2012 2013 2014 2015

1 Sawah Teknis 5.981.17 5.981.17 4.256,83 3.635,72 3.635,72 - 2 Sawah 1/2 teknis 3.427,89 3.427,89 5.063,43 5.504,20 5.504,20 - 3 Sawah Sederhana 8.750,49 8.750,49 6.607,68 7.191,81 7.191,81 - 4 Sawah Tadah Hujan 5.966,87 5.966,87 7.317,33 6.834,53 7.624,44 - 5 Tanah pekarangan 17.115,59 17.115,59 18.657,80 19.573,25 27.462,57 - 6 Tanah Tegalan 23.978,29 23.978,29 23.325,75 24.604,23 27.462,57 - 7 Kebun 5.120,61 5.120,61 4.439,50 4.580,02 13.619 - Sumber Dinas Pertanian,Perkebunan dan Kehutanan

Data pada tabel diatas menunjukan bahwa penurunan jumlah luas lahan pertanian perkebunan disebabkan lahan banyak alih fungsi diantaranya untuk pembuatan jalan tol, jalan lingkar Ambarawa, perumahan dan pendirian industri/pabrik sehingga pengaruh pada prosentase peningkatan hasil produksi pertanian dan perkebunan pada setiap tahunnya.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan peningkatan produksi, produktivitas Perkebunan dan peningkatan kesejahteraan petani diperlukan dukungan baik sarana, prasarana maupun dana yang memadai. Upaya-upaya yang telah dilakukan memberikan bantuan berupa alat–alat pertanian, bibit dan pembangunan jaringan irigasi/pembangunan jalan