• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

C. PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH

2. Target dan Realisasi Pendapatan

Sumber pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan yang Sah. Pengelolaan pendapatan daerah tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan sumber pendapatan daerah dalam rangka meningkatkan kapasitas fiskal daerah dengan tujuan memaksimalkan penyelenggaraan pemerintahan untuk pelayanan kepada masyarakat.

Target dan realisasi pendapatan daerah Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2010-2015 dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang

Tahun 2010-2015

III - 8

Tabel 3.1

REKAPITULASI TARGET DAN REALISASI PENDAPATAN DAERAH PERIODE TAHUN 2010 s/d 2012

APBD Perubahan Realis as i APBD Pros en APBD Perubahan Realis as i APBD Pros en APBD Perubahan Realis as i APBD Pros en

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 PENDAPATAN DAERAH 846.467.917.000,00 843.410.273.414,00 99,64 1.079.816.672.000,00 1.099.476.750.251,00 101,82 1.247.565.182.000,00 1.258.200.115.384,31 100,85

1.1 Pendapatan as li daerah 103.084.175.000,00 98.831.140.360,00 95,87 139.414.942.000,00 133.198.913.306,00 95,54 148.515.954.000,00 156.104.007.119,31 105,11

1.1.1 Pajak daerah 25.743.379.000,00 26.228.584.340,00 101,88 41.233.896.000,00 39.433.225.418,00 95,63 43.086.908.000,00 47.192.969.403,00 109,53

1.1.2 Retribus i daerah 62.822.363.000,00 59.029.289.724,00 93,96 72.904.861.000,00 66.260.009.503,00 90,89 27.612.362.000,00 27.368.212.072,00 99,12

1.1.3Has il pengelolaan kekayaan daerah

yang dipis ahkan 4.514.198.000,00 4.510.450.025,00 99,92 3.568.434.000,00 3.568.435.564,00 100,00 7.570.261.000,00 7.570.260.388,00 100,00

1.1.4Lain-lain pendapatan as li daerah yang

s ah 10.004.235.000,00 9.062.816.271,00 90,59 21.707.751.000,00 23.937.242.821,00 110,27 70.246.423.000,00 73.972.565.256,31 105,30

1.2 Dana perimbangan 610.538.044.000,00 611.256.406.778,00 100,12 678.002.894.000,00 681.282.975.038,00 100,48 809.564.817.000,00 809.788.381.997,00 100,03 1.2.1Dana bagi has il pajak/Bagi has il

bukan pajak 50.312.725.000,00 51.031.087.778,00 101,43 41.144.415.000,00 44.424.496.038,00 107,97 50.556.034.000,00 50.779.598.997,00 100,44

1.3.3Bagi has il pajak dari provins i dan dari

pemerintah daerah lainnya 36.346.420.000,00 37.413.360.665,00 102,94 33.946.716.000,00 56.430.884.715,00 166,23 69.078.815.000,00 71.820.784.768,00 103,97

1.3.4Dana Penyes uaian dan Otonomi

Khus us 62.881.050.000,00 62.334.075.600,00 99,13 142.292.228.000,00 142.292.228.000,00 100,00 134.226.163.000,00 134.226.163.000,00 100,00 1.3.5Bantuan Keuangan dari provins i

pemerintah daerah lainnya 25.791.546.000,00 25.748.607.800,00 99,83 73.567.535.000,00 73.659.337.192,00 100,12 67.072.405.000,00 67.002.415.000,00 99,90

1.3.6

Dana Penguatan Des entralis as i Fis kal dan Percepatan Pembangunan Daerah

Tahun Anggaran 2010 Tahun Anggaran 2011 Tahun Anggaran 2012

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang

Tahun 2010-2015

III - 9

Tabel 3.2

REKAPITULASI TARGET DAN REALISASI PENDAPATAN DAERAH PERIODE TAHUN 2013 s/d 2015

APBD Perubahan Realis as i APBD Pros en APBD Perubahan Realis as i APBD Pros en APBD Penetapan Realis as i APBD s d

Tw 1 Pros en

1 2 12 13 14 15 16 17 18 19 20

1 PENDAPATAN DAERAH 1.382.645.303.000,00 1.373.383.023.313,00 99,33 1.492.434.332.000,00 1.528.999.468.156,00 102,45 1.549.256.853.000,00 416.598.802.420,00 26,89

1.1 Pendapatan as li daerah 202.416.501.000,00 215.679.554.472,00 106,55 219.804.925.000,00 248.213.019.938,00 112,92 238.219.647.000,00 28.661.258.951,00 12,03 1.1.1 Pajak daerah 74.267.729.000,00 82.603.475.216,00 111,22 82.079.729.000,00 85.236.216.371,00 103,85 86.034.569.000,00 17.417.560.566,00 20,24 1.1.2 Retribus i daerah 30.969.579.000,00 28.353.829.274,00 91,55 21.795.837.000,00 22.236.497.946,00 102,02 26.043.345.000,00 5.183.061.827,00 19,90

1.1.3Has il pengelolaan kekayaan daerah

yang dipis ahkan 8.278.985.000,00 8.193.157.136,00 98,96 5.957.792.000,00 5.957.795.241,00 100,00 6.621.447.000,00 22.500.000,00 0,34 1.1.4Lain-lain pendapatan as li daerah yang

s ah 88.900.208.000,00 96.529.092.846,00 108,58 109.971.567.000,00 134.782.510.380,00 122,56 119.520.286.000,00 6.038.136.558,00 5,05

1.2 Dana perimbangan 875.942.990.000,00 879.109.713.026,00 100,36 954.736.729.000,00 955.995.669.272,00 100,13 943.724.244.000,00 305.887.192.185,00 32,41 1.2.1Dana bagi has il pajak/Bagi has il

bukan pajak 38.224.600.000,00 41.391.323.026,00 108,28 38.593.379.000,00 39.852.319.272,00 103,26 43.031.839.000,00 6.457.052.185,00 15,01

1.3.3Bagi has il pajak dari provins i dan dari

pemerintah daerah lainnya 69.798.658.000,00 80.987.773.921,00 116,03 84.387.873.000,00 104.432.238.412,00 123,75 104.344.634.000,00 12.084.921.284,00 11,58 1.3.4Dana Penyes uaian dan Otonomi

Khus us 197.490.986.000,00 179.511.614.000,00 90,90 172.713.810.000,00 172.713.810.000,00 100,00 234.582.715.000,00 69.964.865.000,00 29,83 1.3.5Bantuan Keuangan dari provins i

pemerintah daerah lainnya 36.870.373.000,00 18.060.644.294,00 48,98 57.790.995.000,00 43.321.215.000,00 74,96 - 565.000,00

1.3.6

Dana Penguatan Des entralis as i Fis kal dan Percepatan Pembangunan Daerah

Tahun Anggaran 2013 Tahun Anggaran 2014 Tahun Anggaran 2015

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang

Tahun 2010-2015

III - 10

Berdasarkan Data sebagaimana tersaji dalam Tabel 3.1 tersebut di atas besarnya nilai kontribusi PAD terhadap Pendapatan APBD dan tingkat pertumbuhan rata-rata PAD dari Tahun Anggaran 2010-2015 dapat dilihat pada Tabel 3.2 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3

Tingkat Pertumbuhan PAD Tahun 2010 s/d 2015

TA Target Pendapatan

APBD Target PAD Realisasi PAD

Kontribusi PAD terhadap

APBD

Tingkat Pertum-buhan

PAD 2010 846.467.917.000 103.084.175.000 98.831.140.360 12,18% - 2011 1.079.816.672.000 139.414.942.000 133.198.913.306 12,91% 34,77%

2012 1.247.565.182.000 148.515.954.000 156.104.007.119 11,90% 17,20%

2013 1.382.645.303.000 202.416.501.000 215.679.554.472 14,64% 38,17%

2014 1.492.434.332.000 219.804.925.000 248.213.019.938 14,73% 15,08%

2015 1.549.256.853.000 238.219.647.000 28.548.217.151 15,38% - Catatan :

- Sd Tahun 2013 angka realisasi audited - Tahun 2014 angka realisasi sebelum audited

- Tahun 2015 angka realisasi sampai dengan bulan Maret 2015.

Melalui upaya-upaya intensifikasi dan ekstensisfikasi pendapatan daerah yang selama ini telah dilaksanakan, maka secara umum capaian kinerja Pendapatan Asli Daerah dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

a. Pertumbuhan rata-rata PAD dari Tahun 2010-2015 Triwulan I adalah sebesar 26,31%.

b. Kontribusi PAD terhadap APBD selama periode 2010-2015 Triwulan I menunjukan perkembangan yang relatif baik yakni rata-rata sebesar 13,62%.

Kemudian kontribusi Pajak Daerah terhadap PAD dan pertumbuhaannya disajikan dalam Tabel 3.3 sebagai berikut:

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang

Tahun 2010-2015

III - 11

Tabel 3.4

Kontribusi Pajak Daerah Terhadap PAD, dan Tingkat Pertumbuhan Pajak Daerah 2010 103.084.175.000 25.743.379.000 26.228.584.340 24,97% - 2011 139.414.942.000 41.233.896.000 39.433.225.418 29,58% 50,34%

2012 148.515.954.000 43.086.908.000 47.192.969.403 29,01% 19,68%

2013 202.416.501.000 74.267.729.000 82.603.475.216 36,69% 75,03%

2014 219.804.925.000 82.079.729.000 85.236.216.371 37,34% 03,19%

2015 238.219.647.000 86.034.569.000 17.417.500.566 36,12% - Catatan :

- Sd Tahun 2013 angka realisasi audited - Tahun 2014 angka realisasi sebelum audited

- Tahun 2015 angka realisasi sampai dengan bulan Maret 2015.

Sektor Pajak Daerah dalam kurun waktu 5 (lima) Tahun (2010-2015) telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah yakni rata-rata sebesar 32,28% per tahun, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 37,06% per tahun. Besarnya angka kontribusi dan tingkat pertumbuhan pajak daerah ini menunjukan bahwa selama Tahun Anggaran 2010-2015 kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi yang dilakukan menunjukan pencapaian kinerja yang positif juga didukung adanya peralihan Pajak Bumi dan Bangunan dari penerimaan Dana Perimbangan menjadi penerimaan Pajak Daerah.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya nyata dan sungguh-sungguh dari seluruh komponen pemerintah daerah yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pemungutan pajak daerah. Hal ini akan dijadikan sebagai modal untuk memacu kinerja dalam peningkatkan pendapatan daerah kearah yang lebih baik.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang

Tahun 2010-2015

III - 12

Tabel 3.5

Kontribusi Retribusi Daerah Terhadap PAD, dan Tingkat Pertumbuhan Retribusi Daerah 2010 103.084.175.000 62.822.363.000 59.029.289.724 60,94% - 2011 139.414.942.000 72.904.861.000 66.260.009.503 52,29% 12,25%

2012 148.515.954.000 27.612.362.000 27.368.212.072 18,59% (58,70%) 2013 202.416.501.000 30.969.579.000 28.353.829.274 15,30% 03,60%

2014 219.804.925.000 21.795.837.000 22.236.497.946 09,92% (21,57%) 2015 238.219.647.000 26.043.345.000 5.073.090.027 10,93% - Catatan :

- Sd Tahun 2013 angka realisasi audited - Tahun 2014 angka realisasi sebelum audited

- Tahun 2015 angka realisasi sampai dengan bulan Maret 2015.

Kontribusi Retribusi Daerah terhadap PAD rata-rata mencapai 27,99% per tahun, sedangkan tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun sebesar negative 16,10%. Besaran angka kontribusi retribusi daerah terhadap PAD menunjukan bahwa sektor Retribusi Daerah memberikan kontribusi penerimaan pendapatan asli daerah yang cukup baik sedangkan pertumbuhan rata-rata retribusi daerah yang negative 16,10% per tahun disebabkan adanya peralihan penerimaan retribusi ke lain-lain PAD yang sah dan beberapa jenis retribusi daerah realisasinya tidak mencapai target.

Peralihan jenis retribusi ke pendapatan lain lain yaitu penerimaan atas Badan Layanan Umum Daerah dan penerimaan atas dana Kapitasi JKN di Puskesmas, sedangkan beberapa jenis retribusi daerah pada tahun terakhir ini realisasinya belum mencapai target sebagaimana ditetapkan dalam APBD. Naik turunnya capaian retribusi ini antara lain disebabkan karena sektor retribusi daerah merupakan pungutan pemerintah kepada masyarakat yang pemungutannya sangat dipengaruhi oleh besaran nilai kontraprestasi yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat dan adanya pembangunan beberapa bangunan pasar dan obyek wisata yang mempengaruhi realisasi penerimaan retribusi daerah.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang

Tahun 2010-2015

III - 13

Besar kecilnya kontraprestasi yang diberikan oleh pemerintah akan berpengaruh langsung terhadap realisasi penerimaan retribusi daerah. Adapun faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target retribusi daerah antara lain sebagai berikut:

a. Kurangnya fasilitas umum yang dijadikan sebagai obyek pendapatan retribusi daerah.

b. Adanya beberapa obyek pendapatan retribusi yang telah dibebaskan dari pungutan retribusi daerah (Pelayanan KTP, Pelayanan Kesehatan Puskesmas, parkir ditepi jalan Nasional, Pajak Bando yang melintang di jalan Nasional).

c. Kurang optimalnya pengelolaan fasilitas umum yang dijadikan sebagai obyek pemungutan retribusi daerah sehingga berpengaruh terhadap kontraprestasi yang diterima oleh pemakai jasa (masyarakat).

d. Kurangnya jumlah dan kuantitas SDM pemungut retribusi daerah yang berkualitas.

Tabel 3.6

Kontribusi Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang dipisahkan Terhadap PAD, dan Tingkat Pertumbuhan Hasil Pengelolaan

Kekayaan Daerah Yang dipisahkan 2010 103.084.175.000 4.514.198.000 4.510.450.025 04,38% - 2011 139.414.942.000 3.568.434.000 3.568.435.564 02,56% (20,89%) 2012 148.515.954.000 7.570.261.000 7.570.260.388 05,10% 112,15%

2013 202.416.501.000 8.278.985.000 8.193.157.136 04,09% 08,23%

2014 219.804.925.000 5.957.792.000 5.957.795.241 02,71% (27,28%) 2015 238.219.647.000 6.621.447.000 22.500.000 02,78% - Catatan :

- Sd Tahun 2013 angka realisasi audited - Tahun 2014 angka realisasi sebelum audited

- Tahun 2015 angka realisasi sampai dengan bulan Maret 2015.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang

Tahun 2010-2015

III - 14

Sektor Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang dipisahkan dalam kurun waktu 5 (lima) Tahun (2010-2015) telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah yakni rata-rata sebesar 3,60% per tahun, sedangkan tingkat pertumbuhan memberikan kontribusi rata-rata sebesar 18,05% per tahun. Penurunan terjadi pada realisasi Tahun 2013 ke realisasi Tahun 2014 yang disebabkan adanya laba PDAM yang tidak disetorkan sebagai hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan tetapi langsung diinvestasikan ke PDAM untuk menambah cakupan pelayanan, dengan demikian maka hasil bagian laba dari PDAM tersebut langsung terakumulasi sebagai penambahan investasi Pemerintah Daerah.

Tabel 3.7

Kontribusi Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Terhadap PAD, dan Tingkat Pertumbuhan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah

TA Target PAD Target Lain-lain PAD yang 2010 103.084.175.000 10.004.235.000 9.062.816.271,00 09,70% - 2011 139.414.942.000 21.707.751.000 23.937.242.821,00 15,57% 164,13%

2012 148.515.954.000 70.246.423.000 73.972.565.256,31 47,30% 209,03%

2013 202.416.501.000 88.900.208.000 96.529.092.846,00 43,92% 30,51%

2014 219.804.925.000 109.971.567.000 134.782.510.380,00 50,03% 39,61%

2015 238.219.647.000 119.520.286.000 6.035.066.558,00 50,17% - Catatan :

- Sd Tahun 2013 angka realisasi audited - Tahun 2014 angka realisasi sebelum audited

- Tahun 2015 angka realisasi sampai dengan bulan Maret 2015

Sektor Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah dalam kurun waktu 5 (lima) Tahun (2010-2015) telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah yakni rata-rata sebesar 36,11 per tahun, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 110,82% per tahun. Besarnya angka kontribusi dan tingkat pertumbuhan menunjukan bahwa selama Tahun Anggaran 2010-2015, lain-lain PAD yang sah ini mencapai kinerja yang positif disamping

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang

Tahun 2010-2015

III - 15

dipengaruhi adanya peralihan penerimaan BLUD dari 2 (dua) RSUD Kabupaten Semarang dan penerimaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional pada Puskesmas yang semula retribusi beralih menjadi penerimaan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah.