BAB VI PENYELENGGARAAN TUGAS UMUM PEMERINTAHAN A. Kerjasama Antar Daerah
D. KONDISI EKONOMI
1. Potensi Unggulan Daerah
Kabupaten Semarang memiliki potensi unggulan terutama dibidang industri, pertanian, dan pariwisata. Hal ini karena faktor-faktor antara lain secara geografis posisi Kabupaten Semarang adalah sebagai Penyangga Ibukota Provinsi Jawa Tengah, selain itu juga merupakan bagian kawasan strategis nasional KEDUNGSEPUR dan dilalui jalur lintas nasional Jogja-Solo-Semarang (JOGLOSEMAR) serta Potensi sumberdaya alam melimpah.
Potensi unggulan tersebut juga tergambar dari kontribusi yang telah disumbangkan terhadap PDRB Kabupaten dari tahun ke tahun yaitu berturut-turut sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor pertanian.
a. Potensi Industri
Industri di Kabupaten Semarang dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, baik dari segi jumlah, tenaga kerja yang terserap maupun dari nilai produksinya. Jumlah industri besar pada Tahun 2010 sebanyak 180 unit dengan tenaga kerja sebanyak 71.506 dan nilai produksinya mencapai 2,737
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang
Tahun 2010-2015
I - 17
trilyun rupiah. Sedangkan pada Tahun 2014 jumlah industri besar mengalami kenaikan menjadi 189 unit dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 72.290 orang dan nilai produksinya mencapai 3,066 trilyun. Sebaran industri besar mengelompok di Kecamatan Ungaran Barat, Ungaran Timur, Bawen, Pringapus dan Bergas.
Industri kecil menengah pada Tahun 2010 berjumlah 1.469 unit mampu menyerap tenaga kerja sejumlah 12.369 orang dengan nilai produksi mencapai 431 milyar rupiah. Sementara pada Tahun 2014 industri kecil menengah sebanyak 1.531 unit, mampu menyerap 12.049 orang tenaga kerja dan nilai produksinya sebanyak 449 milyar rupiah. Sedangkan untuk industri tingkat rumah tangga tercatat sebanyak 9.558 unit dengan tenaga kerja 17.016 orang tersebar di seluruh kecamatan.
Tabel 1.8
Perkembangan Industri
di Kabupaten Semarang Tahun 2010-2014
NO JENIS INDUSTRI Satuan TAHUN
2010 2011 2012 2013 2014
1 Industri Rumah
Tangga Unit 9.553 9.290 9.558 9.558 9.558
Tenaga Kerja orang 17.074 16.503 17.016 17.016 17.016 Nilai Produksi Jutaan 163.190,5 150.596,6 162.812,9 162.812,9 162.812,9 2 Industri Kecil
Menengah Unit 1.469 1.415 1.424 1.462 1.531
Tenaga Kerja orang 12.369 11.542 12.169 12.352 12.049 Nilai Produksi Jutaan 431.479,6 409.730,8 488.027,6 492.160 449.658
3 Industri Besar Unit 180 175 182 185 189
Tenaga Kerja orang 71.506 71.578 71.998 72.135 72.290 Nilai Produksi Jutaan 2.737.615 2.812.531 2.850.038 2.854.699 3.066.829 Sumber: Dinas Koperasi,UMKM dan Perindag Kab. Semarang Tahun 2010-2014
b. Potensi Pertanian
Kabupaten Semarang mempunyai potensi sumber daya alam yang melimpah didukung kondisi lahan dan iklim yang sesuai bagi pengembangan pertanian sehingga terbentuklah sentra-sentra potensi komoditas pertanian dan perkebunan. Sentra komoditas tersebut antara lain padi, hortikultura, biofarmaka, tanaman hias, dan tanaman perkebunan. Potensi-potensi yang ada tersebut mendukung program-program yang dikembangkan disektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan guna menciptakan terpenuhinya
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang
Tahun 2010-2015
I - 18
kebutuhan pangan bagi masyarakat didalamnya. Sentra tanaman pertanian dan perkebunan di Kabupaten Semarang adalah sebagai berikut:
1). Tanaman Pangan
a). Padi : Kecamatan Banyubiru, Suruh, Susukan, Ambarawa, Bringin, dan Pabelan
b). Jagung : Kecamatan Tengaran, Getasan, Bringin, Sumowono, dan Jambu
c). Kedelai : Kecamatan Bringin, Bancak, Susukan, dan Kaliwungu
d). Kacang tanah : Kecamatan Pabelan, Suruh, dan Bringin e). Ubi Kayu : Kecamatan Susukan, Kaliwungu, dan Suruh f). Ubi jalar : Kecamatan Sumowono, Jambu, dan Banyubiru 2). Tanaman Buah-Buahan
a). Alpukat : Kecamatan Sumowono, Ambarawa, dan Getasan b). Mangga : Kecamatan Bringin, Susukan, dan Bergas
c). Rambutan : Kecamatan Susukan, dan Ungaran Barat d). Durian : Kecamatan Jambu, Banyubiru, dan Tuntang e). Pisang : Kecamatan Ambarawa
f). Salak : Kecamatan Ambarawa, Tengaran, dan Banyubiru g). Kelengkeng : Kecamatan Ambarawa, Jambu, dan Banyubiru h). Manggis : Kecamatan Ungaran Barat, Tuntang, Getasan, dan
Tengaran
i). Nangka : Kecamatan Jambu, Sumowono, dan Banyubiru 3). Tanaman Hias
a). Gladiol : Kecamatan Ambarawa
b). Krisant : Kecamatan Ambarawa dan Sumowono
c). Mawar : Kecamatan Ambarawa, Sumowono, dan Bawen d). Anggrek : Kecamatan Ungaran Barat, Ungaran Timur, dan
Ambarawa
e). Sedap malam : Kecamatan Ambarawa 4). Tanaman Sayur-Sayuran
a). Bawang Daun : Kecamatan Ambarawa, Bawen, Sumowono, dan Getasan
b). Kentang : Kecamatan Getasan
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang
Tahun 2010-2015
I - 19
c). Kubis : Kecamatan Getasan, Ambarawa, dan Sumowono d). Petsai/Sawi : Kecamatan Ambarawa, Bawen, Sumowono, dan
Getasan
e). Wortel : Kecamatan Getasan, Ambarawa, dan Sumowono f). Cabe Besar : Kecamatan Getasan, Ambarawa, dan Sumowono g). Cabe Rawit : Kecamatan Getasan, Ambarawa, dan Sumowono h). Tomat : Kecamatan Getasan, Ambarawa, Sumowono, dan
Bawen
i). Buncis : Kecamatan Ambarawa, Bawen, dan Sumowono 5). Tanaman Biofarmaka
a). Jahe : Kecamatan Sumowono, Getasan, dan Tengaran b). Temu Lawak : Kecamatan Susukan dan Suruh
c). Kencur : Kecamatan Bringin, Bawen, dan Tuntang d). Kunyit : Kecamatan Bringin, Bancak, dan Ungaran Barat 6). Tanaman Perkebunan
a). Kelapa : Kecamatan Suruh, Banyubiru, dan Tuntang b). Kelapa Deres : Kecamatan Suruh
c). Kopi : Kecamatan Sumowono, dan Jambu d). Cengkeh : Kecamatan Suruh dan Tengaran e). Aren : Kecamatan Banyubiru dan Sumowono
f). Kapok : Kecamatan Pringapus, Bergas, Bawen, dan Bringin g). Wijen : Kecamatan Bancak
h). Panili : Kecamatan Sumowono, Jambu, dan Banyubiru i). Tebu : Kecamatan Pabelan, Bringin, dan Getasan j). Kakao : Kecamatan Jambu, Sumowono, dan Bawen k). Tembakau : Kecamatan Getasan dan Banyubiru
c. Potensi Pariwisata
Posisi strategis Kabupaten Semarang sebagai daerah penyangga ibukota Provinsi Jawa Tengah dan kondisi alamnya memberikan peluang dan kesempatan untuk lebih mengembangkan potensi dibidang pariwisata. Dengan potensi wisata yang sangat variatif yang terdiri dari wisata alam, wisata budaya, wisata buatan, maupun wisata industri dan wisata minat khususnya, menjadikan Kabupaten Semarang sebagai tempat tujuan wisata yang sangat
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang
Tahun 2010-2015
I - 20
diminati oleh para wisatawan mengingat letak yang sangat dekat dengan Ibukota Provinsi Jawa Tengah.
Jumlah kunjungan wisata pada Tahun 2010 sebanyak 1.191.118 wisatawan, pada Tahun 2014 meningkat menjadi 1.367.452 wisatawan.
Peningkatan ini antara lain karena kegiatan promosi bersama dengan pelaku pariwisata seperti biro perjalanan dan pengelola obyek wisata swasta serta informasi pariwisata melalui media cetak dan media elektronik. Perkembangan kunjungan wisata selama lima tahun terkahir di Kabupaten Semarang dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1.9
Jumlah Kunjungan Wisata di Obyek Wisata Kabupaten Semarang Tahun 2010-2014
NO Kunjungan Wisata TAHUN
2010 2011 2012 2013 2014 1 Wisatawan domestik 1.186.292 1.170.079 1.276.228 1.362.777 1.363.769
2 Wisatawan asing 4.826 4.071 3.622 3.683 3.683
TOTAL 1.191.118 1.174.150 1.279.850 1.366.460 1.367.452 Sumber: Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Semarang
Jumlah kunjungan wisata ini berdampak langsung pada peningkatan jumlah PAD dari retribusi tempat wisata pada Tahun 2010 sebesar Rp1.562.044.880,00 meningkat pada Tahun 2014 menjadi sebesar Rp3.480.758.100,00 atau mengalami kenaikan sebesar 55,12%.
Tabel 1.10
Perkembangan Retribusi Tempat Wisata Kabupaten Semarang Tahun 2010-2014
2010 2011 2012 2013 2014
1.562.044.880 1.687.658.200 2.582.508.000 3.198.152.640 3.480.1000 Sumber: Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Semarang