KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH
Tujuan 8: Memanfaatkan sumberdaya alam secara optimal dan berkelanjutan, dengan sasaran:
C. Prioritas Pembangunan
Prioritas Pembangunan Kabupaten Semarang 2010-2015 dirumuskan ke dalam 9 (sembilan) prioritas sebagai berikut:
1. Peningkatan akses dan kualitas pendidikan formal dan non formal yang dititik beratkan pada aspek keterjangkauan, peningkatan mutu dan relevansi terhadap kebutuhan dunia usaha, serta efisien dan akuntabel dalam pengelolaan pendidikan guna peningkatan kecerdasan, keluhuran budi pekerti dan kemandirian masyarakat serta penguatan karakter bangsa menuju terangkatnya kesejahteraan hidup rakyat;
2. Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dengan menitikberatkan pada pendekatan promotif dan preventif serta memberdayakan masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat;
3. Penyediaan infrastruktur daerah dalam rangka mewujudkan keseimbangan antara pedesaan dan perkotaan, yang dititik beratkan pada pembangunan sarana dan prasarana yang memiliki daya dukung dan daya dorong terhadap pertumbuhan ekonomi dan pelayanan kebutuhan dasar yang berkeadilan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat umum dengan mendorong partisipasi swasta dan masyarakat;
4. Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang meliputi pengembangan SDM Aparatur, kelembagaan dan sistem manajemen pemerintahan;
5. Peningkatan ketahanan pangan dan revitalisasi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan, peningkatan daya saing produk pertanian, peningkatan pendapatan petani, serta kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam;
6. Pemberdayaan lembaga desa/kelurahan dan masyarakat serta perluasan kesempatan berusaha bagi masyarakat yang berbasis pada potensi lokal;
7. Peningkatan iklim investasi dan iklim usaha yang dititik-beratkan pada perbaikan dan penyederhanaan prosedur perijinan, kepastian rencana tata ruang, kepastian hukum dan perbaikan sistem informasi;
8. Pengelolaan lingkungan hidup dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang keberlanjutan, disertai penguasaan dan pengelolaan risiko bencana;
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang
Tahun 2010-2015
II - 13
9. Pengembangan dan perlindungan budaya, karya seni, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka memperkuat jati diri.
Adapun indikator keberhasilan untuk setiap prioritas pembangunan adalah sebagaimana tabel pada halaman berikut:
Tabel 2.1
Prioritas Pembangunan dan Indikator Kinerja Kabupaten Semarang Tahun 2010-2015
Angka Harapan Hidup: 72,4 tahun menjadi 72,5 tahun
Angka Kematian Ibu (AKI): 125,66/100.000 KH menjadi 102/100.000 KH
Angka Kematian Bayi (AKB): 8,17/1.000 KH menjadi 8/1.000 KH
Angka Kematian Balita (AKABA): 5,38/1.000 KH menjadi 5/1.000 KH
Persentase Balita Gizi Buruk: 0,14% menjadi 0,11%
Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan: 100%
Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani: 100%
Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan: 93,10% menjadi 95,%
Cakupan desa/kelurahan universal child immunization (UCI): 97,02%
Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA:
22,17% menjadi 70%
Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD 100%
Cakupan kunjungan bayi 92%
Rasio Posyandu per satuan balita: 22/1.000 balita
Rasio puskesmas, poliklinik, pustu per satuan penduduk: 0,35/1.000 penduduk
Rasio Rumah Sakit per satuan penduduk: 0,003/1.000 penduduk menjadi 04/1.000 penduduk
Rasio dokter per satuan penduduk: 0,11/1.000 penduduk menjadi 0,24/1.000 penduduk
Rasio tenaga medis per satuan penduduk: 0,2/1.000 penduduk menjadi 0,31/1.000 penduduk
Cakupan puskesmas: 136,84%
Cakupan puskesmas pembantu: 28,94%
Rata-rata jumlah anak per keluarga: 3,44 orang menjadi 3,22 orang
Rasio akseptor KB: 105,47% menjadi 110%
Keluarga Pra KS dan KS1 32,21% menjadi 16,43% dan 13,76% menjadi 23,2%
Persentase penduduk berusia lebih dari 15 th melek huruf: 99,50%
menjadi 99,98%
Angka Partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini: 33,06% menjadi 40,92%
Angka partisipasi murni (APM):
- SD/MI/Paket A: 94,95% menjadi 95,13%
- SMP/MTs/Paket B: 81,50% menjadi 81,84%
- SMA/SMK/MA/Paket C: 34,34% menjadi 40,10%
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang
Angka Partisipasi Kasar (APK):
- SD/MI: 104,95% menjadi 104,98%
- SMP/MTs: 95,77% menjadi 96,04%
- SMA/SMK/MA: 40,90% menjadi 52,91%
Angka Putus Sekolah (APS):
- SD/MI: 0,11%
- SMP/MTs: 0,71% menjadi 0,21%
- SMA/SMK/MA: 1,26% menjadi 0,70%
Angka kelulusan (AL):
- SD/MI: 99,88%
- SMP/MTs: 88,13% menjadi 99,65%
- SMA/SMK/MA: 92,17% menjadi 99,05%
Angka melanjutkan (AM):
- dari SD/MI ke SMP/MTs: 90,03% menjadi 92%
- dari SMP/MTS ke SMA/SMK/MA 67,63% menjadi 69%
Guru yang berpendidikan S1/D-IV:
- TK/RA, SD/MI 30,00% menjadi 61%
- SMP/MTs 69,00% menjadi 94%
- SMA/MA/SMK 86,00 % menjadi 98%
Persentase guru bersertifikat pendidik:
- SD/MI 27,00% menjadi 84%
- SMP/MTs 34,00% menjadi 86%
- SMA/SMK 86,00% menjadi 89%
Ruang kelas SD/MI sesuai standard: 44,06% menjadi 90%
Ruang kelas SMP/MTs sesuai standard: 86,76% menjadi 90%
Ruang kelas SMA/SMK sesuai standard: 35,00% menjadi 41%
Jumlah perpustakaan: 851 unit menjadi 1.114 unit
Jumlah pengunjung perpustakaan per tahun: 64.381 orang menjadi 100.000 orang
Koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah: 26.167 judul;
43.797 eksemplar menjadi 30.817 judul; 67.731 eksemplar Penanggulangan
Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin:
- Jamkesmas: 12,96% menjadi 17,05%
- Jamkesda: 8,44% menjadi 4,78%
Prosentase penduduk diatas garis kemiskinan: 89,34% menjadi 93,57%
Prosentase penduduk miskin: 10,66% menjadi 6,43%
Rasio Posyandu aktif: 100%
Sarana sosial seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi: 31 buah menjadi 40 buah
Penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial: 1,74% menjadi 2,17%
Rata-rata jumlah kelompok binaan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM): 235 orang
Jumlah LSM: 5 orang menjadi 11 orang
Swadaya masyarakat terhadap program pemberdayaan masyarakat:
Rp5.459.893.280 menjadi Rp8.189.839.920
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang
Bertambahnya jumlah koperasi: 605 unit menjadi 721 unit
Persentase Koperasi aktif: 90,74% menjadi 92,30%
Peningkatan koperasi aktif: 549 unit menjadi 608 unit
Jumlah UKM non BPR/LKMUKM: 25.496 orang menjadi 26.771 orang
Terbinanya pelaku UMKM: 5.932 orang menjadi 7.569 orang
Jumlah BPR/LKM: 859 buah menjadi 975 buah
Kontribusi sektor Lembaga Keuangan, Jasa dan persewaan terhadap PDRB Rp421.871,2 juta menjadi Rp892.262,8 juta
Usaha Mikro dan Kecil: 23,30% menjadi 28,30%
Ekspor bersih perdagangan: US$ 252.683,80 menjadi US$ 265.317,99
Cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal: 17,29% menjadi 89%
Kontribusi sektor industri terhadap PDRB: Rp4.364.042,7 juta menjadi Rp6.768.358,4 juta
Pertumbuhan industri: 2,25% menjadi 9,04%
Cakupan bina kelompok pengrajin: 36% menjadi 56%
Peningkatan
Ketersediaan pangan utama: 116,25% menjadi 166,81%
Pola pangan harapan: 74 skor menjadi 90 skor
Kontribusi sub sektor tanaman pangan terhadap PDRB: Rp772.910,7 juta menjadi Rp1.431.501,7 juta
Kontribusi sub sektor perkebunan terhadap PDRB: Rp115.846,2 juta menjadi Rp183.901,5 juta
Cakupan bina kelompok tani 9,39%
Produksi perikanan budidaya: 1.639,6 ton menjadi 3.921,0 ton
Produksi perikanan tangkap: 1.205 ton menjadi 1.270,3 ton
Cakupan bina kelompok nelayan: 30 kelompok menjadi 40 kelompok
Kontribusi sub sektor perikanan terhadap PDRB: Rp14.880,0 juta menjadi Rp34.279,8 juta
Kontribusi sub sektor kehutanan terhadap PDRB: Rp114.600,0 juta menjadi Rp99.380,8 juta
Regulasi ketahanan pangan: 1 regulasi menjadi 3 regulasi
Peningkatan
Jumlah jaringan komunikasi: 44 unit menjadi 250 unit
Jumlah surat kabar nasional/lokal: 7 buah menjadi 12 buah
Jumlah penyiaran radio/TV lokal: 9 buah
Rasio penduduk ber-KTP per satuan penduduk: 69,10% menjadi 100%
Kepemilikan akta kelahiran per 1.000 penduduk: 442 orang menjadi 1.000 orang
Rasio pasangan ber-akte Nikah: 51,22% menjadi 60%
Rasio bayi berakte kelahiran: 78,76% menjadi 100%
Kepemilikan KTP: 550.425 orang menjadi 737.133 orang
Penerapan KTP Nasional berbasis NIK: 85,00% menjadi 100%
Angka Pertumbuhan Penduduk: 0,90% menjadi 1,30%
Buku Kabupaten Dalam Angka: 5 dokumen menjadi 6 dokumen
Buku PDRB Kabupaten: 3 dokumen
Tersedianya dokumen perencanaan RKPD yang telah ditetapkan PERKADA: 1 buku menjadi 6 buku
Penjabaran program RPJMD ke dalam RKPD: 1 buku menjadi 6 buku
Transmigrasi swakarsa: 53,19% menjadi 38,46%
Pertumbuhan ekonomi: 4,38% menjadi 6,1%
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang
Tahun 2010-2015
II - 16
PRIORITAS
PEMBANGUNAN INDIKATOR KINERJA 2010-2015
PDRB ADHB: Rp10.066.845,50 juta menjadi Rp18.907.935,0 juta
PDRB ADHK: Rp5.300.723,40 juta menjadi Rp7.222.358,4 juta
PDRB ADHB per kapita: Rp9.621.069,88 menjadi Rp20.220.939,0
PDRB ADHK per kapita: Rp5.056.033,42 menjadi Rp7.018.290,5
Jumlah pajak daerah: 7 jenis menjadi 10 jenis
Jumlah retribusi daerah: 31 jenis
Penerapan pengelolaan arsip secara baku: 30% menjadi 50%
Kegiatan peningkatan SDM pengelola kearsipan: 3 kegiatan menjadi 15 kegiatan
Jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA): 10 buah menjadi 16 buah
Jumlah nilai investasi berskala nasional (PMDN,PMA) Rp226,484 Milyar menjadi Rp401,230 Milyar
Lama proses perijinan 3 s/d 14 hari
Pameran/ekspo: 1 kali menjadi 2 kali
Kenaikan/penurunan nilai realisasi PMDN Rp164,84 M menjadi Rp36,48 M
Rasio bangunan ber-IMB per satuan bangunan: 35% menjadi 80%
Luas wilayah produktif: 42,475 ha menjadi 44,325 ha
Luas wilayah industri: 1.525 ha menjadi 1.925 ha
Luas wilayah kebanjiran: 0,25 ha (perkotaan) menjadi 0,12 ha (perkotaan)
Luas wilayah kekeringan: 4.125 ha menjadi 4.000 ha
Luas wilayah perkotaan: 8.404,286 ha menjadi 8.824,500 ha
Rasio jumlah Polisi Pamong Praja per 10.000 penduduk: 52% menjadi 86%
Jumlah linmas per jumlah 10.000 penduduk: 103,33% menjadi 104,100%
Rasio Siskamling per jumlah desa/kelurahan: 13,481%
Angka kriminalitas: 622 kasus menjadi 535 kasus
Jumlah demo: 12 kegiatan menjadi 14 kegiatan
Kegiatan pembinaan politik daerah: 2 kegiatan
Cakupan patroli petugas Satpol PP: 411 kegiatan menjadi 503 kegiatan
Tingkat penyelesaian pelanggaran K3 (ketertiban, ketentraman dan keindahan): 97,16% menjadi 100%
Penegakan Perda: 198 kasus menjadi 184 kasus
Website milik Pemerintah Daerah: 3 sub domain menjadi 40 sub domain
Ketersediaan database kependudukan skala provinsi: 50% menjadi 100%
Sistem informasi manajemen Pemda: 6 buah menjadi 12 buah
Sistem informasi pelayanan perijinan dan administrasi pemerintah: 1 paket
Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik: 32,96% menjadi 75%
Panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik: 60% menjadi 75%
Jalan penghubung dari ibukota kecamatan ke kawasan pemukiman penduduk (minimal dilalui roda 4): 48% menjadi 70%
Panjang jalan yg memiliki trotoar dan drainase (lebar>1,5m): 13,12%
menjadi 29,35%
Drainase dalam kondisi baik: 50,24% menjadi 65,35%
Luas irigasi dalam kondisi baik: 19,82% menjadi 70,39%
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang
Rasio jaringan irigasi dalam kondisi baik: 41,71% menjadi 70,39%
Persentase Rumah tangga pengguna air bersih: 78,96% menjadi 93,64%
Persentase penduduk berakses air minum: 58,26% menjadi 89,36%
Rasio rumah layak huni: 51,99% menjadi 82,54%
Rumah tangga bersanitasi: 29,15% menjadi 62,20%
Rasio permukiman layak huni: 51,99% menjadi 79,68%
Lingkungan permukiman: 19.704 Ha menjadi 21.325 Ha
Lingkungan permukiman kumuh: 1.137 Ha menjadi 962 Ha
Persentase luas permukiman yang tertata: 35% menjadi 55,21%
Jumlah arus penumpang angkutan umum: 8.968.430 orang menjadi 9.416.850 orang
Jumlah KIR angkutan umum yang terlayani: 2.627 unit menjadi 2.951 unit
Pemasangan rambu-rambu: 506 buah menjadi 722 buah
Rasio ijin trayek: 1,20% menjadi 1,10%
Jumlah pelabuhan laut/udara/terminal bis 1 tipe B dan 4 tipe C menjadi 1 tipe A dan 7 tipe C
Rasio panjang jalan perjumlah kendaraan: 0,0054% menjadi 052%
Jumlah orang/barang yang terangkut angkutan umum: 8.968.430 orang, 230,58 ton menjadi 9.416.850 orang, 242.109 ton
Jumlah orang/barang melalui dermaga/bandara/terminal per tahun:
8.968.430 orang, 230,58 ton menjadi 9.416.850 orang, 242.109 ton
Angkutan darat: 0,0185%
Kepemilikan KIR angkutan umum: 7.377 kendaraan menjadi 8.120 kendaraan
Lama pengujian kelayakan angkutan umum (KIR): 30 menit
Rasio tempat pemakaman umum persatuan penduduk: 88,08% menjadi 92,35%
Jumlah gedung olahraga: 1 buah
Rasio ketersediaan daya listrik: 99%
Persentase rumah tangga yang menggunakan listrik: 94% menjadi 100%
Kontribusi sektor listrik, gas dan air minum terhadap PDRB: Rp130.744,8 juta menjadi Rp213.563,7 juta
Cakupan sarana prasarana perkantoran pemerintahan desa yang baik:
89% menjadi 100%
Persentase partisipasi perempuan di lembaga pemerintah: 5,34%
menjadi 5,44%
Rasio KDRT: 0,020% menjadi 0,015%
Persentase Jumlah Tenaga Kerja dibawah umur: 0,97% menjadi 0,95%
Partisipasi angkatan kerja perempuan: 24,40% menjadi 30,15%
Penyelesaian pengaduan perlindungan perempuan dan anak dari tindakan kekerasan: 0,010% menjadi 0,030%
Rata-rata jumlah kelompok binaan PKK: 8.001 kelompok menjadi 8.001 kelompok
PKK aktif: 100% menjadi 100%
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang
Kunjungan wisata: 989.755 orang menjadi 1.305.100 orang
Jumlah, kelas dan jenis restoran: 153 unit menjadi 200 unit
Jumlah, kelas dan jenis penginapan/hotel: 223 hotel menjadi 240 hotel
Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB: Rp2.070.685,2 juta menjadi Rp3.080.587,6 juta
Jumlah grup kesenian: 1.019 grup menjadi 1.200 grup
Jumlah gedung kesenian: 0 buah menjadi 1 buah
Jumlah penyelenggaraan festival seni dan budaya: 4 kali menjadi 10 kali
Jumlah sarana penyelenggaraan seni dan budaya: 1 buah menjadi 5 buah
Benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan: 34 lokasi
Jumlah organisasi pemuda: 15 buah menjadi 18 buah
Jumlah kegiatan kepemudaan: 9 kegiatan; 10 lokasi; 256 orang menjadi 12 kegiatan, 13 lokasi, 300 orang
Jumlah organisasi olahraga: 50 buah menjadi 150 buah
Jumlah kegiatan olahraga: 27 cabang menjadi 32 cabang
Jumlah klub olahraga: 300 buah menjadi 1.500 buah
Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB: Rp2.070.685,2 juta menjadi 3.080.587,6 juta
Jumlah grup kesenian: 1.096 grup menjadi 1.200 grup
Jumlah gedung kesenian: 0 buah menjadi 1 buah
Jumlah penyelenggaraan festival seni dan budaya: 4 kali menjadi 10 kali
Jumlah sarana penyelenggaraan seni dan budaya: 1 buah menjadi 5 buah
Benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan: 34 lokasi menjadi 34 lokasi
Jumlah organisasi pemuda: 15 buah menjadi 18 buah
Jumlah kegiatan kepemudaan: 10 kegiatan; 11 lokasi; 270 orang menjadi 12 kegiatan; 13 lokasi; 300 orang
Jumlah organisasi olahraga: 50 buah menjadi 150 buah
Jumlah kegiatan olahraga: 27 cabang menjadi 32 cabang
Jumlah klub olahraga: 300 buah menjadi 1.500 buah
Tingkat partisipasi angkatan kerja: 90,86% menjadi 87,25%
Pencari kerja yang ditempatkan: 13,313% menjadi 21,25%
Rasio penduduk yang bekerja: 51,27% menjadi 52,20%
Angka sengketa pengusaha-pekerja per tahun: 5,58% menjadi 2,45%
Keselamatan dan perlindungan: 55% menjadi 75%
Pengelolaan
Persentase penanganan sampah: 78,57% menjadi 79,50%
Rasio tempat pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk: 0,11%
menjadi 0,25%
Cakupan pantauan pencemaran status mutu air: 24 titik menjadi 45 titik
Cakupan penghijauan wilayah rawan longsor dan sumber mata air: 0 ha menjadi 70 ha
Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan amdal, UKL-UPL, SPPL: 20 pelaku usaha menjadi 52 pelaku usaha
Pelayanan tindak lanjut pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dan penegakan hukum lingkungan: 10 kasus menjadi 50 kasus
Tingkat waktu tanggap daerah layanan kebakaran wilayah manajemen kebakaran: 100%
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang
Tahun 2010-2015
II - 19
PRIORITAS
PEMBANGUNAN INDIKATOR KINERJA 2010-2015
Petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas): 1,03%
Cakupan pelayanan bencana kebakaran: 0,00032% menjadi 0050%
Rehabilitasi hutan dan lahan kritis: 13,10% menjadi 27,60%
Pertambangan tanpa ijin: 24 unit menjadi 0 unit
Kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap PDRB:
Rp12.280,4 juta menjadi Rp19.754,5 juta
Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM): 0 kegiatan menjadi 1 kegiatan
Sedangkan Untuk menjamin pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan maka pada setiap tahun anggaran pelaksanaan RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 dijabarkan dalam Agenda Tahunan sebagai berikut:
1. Tahun 2010: merupakan tahun pentahapan sosialisasi dan konsolidasi visi-misi pasca pemilihan kepala daerah, dan lanjutan pelaksanaan pembangunan sesuai RKPD Kabupaten Semarang Tahun 2010.
2. Tahun 2011: merupakan tahun pemantapan konsolidasi dan pembenahan infrastruktur dasar dalam upaya pemenuhan pelayanan dasar menuju masyarakat yang mandiri, tertib dan sejahtera. Pada tahun ini difokuskan pada dua hal, yaitu:
a. Konsolidasi dan penyiapan instrumen perencanaan pembangunan daerah sebagai acuan pemanfaatan secara optimal sumberdaya alam maupun buatan sesuai dengan RTRW Kabupaten Semarang, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, sehingga mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Serta penyiapan penerapan teknologi komunikasi dan informasi melaui electronic government di lingkungan Kabupaten Semarang dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kebebasan akses informasi bagi masyarakat.
b. Pembenahan sarana dan prasarana pelayanan dasar diprioritaskan pada:
1) Pemenuhan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu;
2) Melengkapi secara bertahap sarana dan prasarana pendidikan dasar yang menjamin proses belajar-mengajar dapat berjalan dengan baik;
3) Memantapkan administrasi pemerintahan dengan penerapan teknologi komunikasi dan informasi melalui electronic government di lingkungan
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang
Tahun 2010-2015
II - 20
Kabupaten Semarang dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kebebasan akses informasi bagi masyarakat.
3. Tahun 2012-2013: merupakan tahun percepatan pencapaian masyarakat yang mandiri, tertib dan sejahtera melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan, peningkatan SDM dan pelayanan publik. Pada tahun ini pembangunan difokuskan pada lima hal, yaitu:
a. Peningkatan dan pengembangan kapasitas SDM baik aparat maupun masyarakat;
b. Memanfaatkan secara optimal sumberdaya daerah sesuai dengan RTRW Kabupaten Semarang serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna untuk mendorong terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat;
c. Membangun dan mengembangkan jaringan bisnis untuk memaksimalkan potensi ekonomi lokal melalui UMKM secara mandiri;
d. Penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur daerah terutama di kawasan perdesaan dan perbatasan, revitalisasi kawasan Bandungan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi daerah;
e. Peningkatan kualitas pelayanan publik yang menjamin tercapainya kesejahteraan masyarakat.
4. Tahun 2014-2015: merupakan tahun perwujudan masyarakat Kabupaten Semarang yang berdaya saing tinggi, mandiri, tertib dan sejahtera. Pembangunan pada tahun ini difokuskan pada tiga hal, yaitu:
a. Memantapkan pemanfaatan sumberdaya daerah secara berkelanjutan serta pengembangan jaringan bisnis ekonomi lokal melalui UMKM yang diarahkan pada pengelolaan usaha oleh pelaku bisnis secara mandiri;
b. Mewujudkan masyarakat yang berkemampuan (empowered) dan berdaya saing (competitive) yang mengarah pada kemandirian, melalui peran aktif pemerintah, swasta dan masyarakat;
c. Mewujudkan perilaku aparatur pemerintah dan masyarakat yang selalu berpegang pada aturan dan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Semarang
Tahun 2010-2015