• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktur Pengendalian Wibowo Arnin P, ST.,

M.Kom

Kepala Pusat Jaminan

Mutu

1. Visi dan Misi PPNS

Visi Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) :

“Menjadi Politeknik bereputasi global dalam melaksanakan dan mengembangkan teknologi kemaritiman dan teknologi penunjangnya serta berperan aktif mengimplementasikannya”

Misi Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya :

1. Melaksanakan program pendidikan vokasi dan penelitian terapan di bidang teknologi kemaritiman, teknologi penunjang kemaritiman, serta teknik keselamatan & kesehatan kerja (professionalism-sustainability);

2. Berperan dalam kegiatan kemasyarakatan secara aktif dan produktif, untuk mengembangkan teknologi kemaritiman, teknologi penunjang kemaritiman, serta teknik keselamatan dan kesehatan kerja (good governance- professionalism); 3. Membangun masyarakat akademis berkualitas yang mampu berkompetisi secara

global (sustainability-professionalism);

4. Membentuk jejaring kerja dengan sektor industri kemaritiman serta berbagai institusi terkait untuk merealisasikan sistem pendidikan yang komprehensif (good governance-sustainability).

5. Mengintegrasikan pengembangan kepribadian dalam proses pembelajaran dan/ atau kegiatan ekstra kurikuler untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa serta kemuliaan akhlak (moral value).

2.

Definisi Istilah 1. Direktur adalah Direktur PPNS yang mempunyai tugas memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian,dan pengabdian kepada masyarakat serta membina pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan hubungannya dengan lingkungan.

2. Senat adalah organ yang menjalankan fungsi pertimbangan dan melakukan pengawasan dalam pengelolaan dan penyelenggaraan bidang akademik.

3. Satuan Pengawas adalah organ yang menjalankan fungsi pengawasan non akademik 4. Dewan Penyantun adalah organ yang menjalankan fungsi pertimbangan bidang

non-akademik dan membantu pengembangan PPNS

5. Jurusan atau nama lain yang sejenis adalah himpunan sumber daya pendukung program studi dalam 1 (satu) rumpun disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olahraga.

6. Program Studi adalah kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan akademik, pendidikan profesi, dan/atau pendidikan vokasi.

7. Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah unsur pelaksana sebagian tugas PPNS bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berada di bawah Direktur

8. Unit Pelaksana Teknis merupakan unsur penunjang penyelenggaraan kegiatan tridharma di lingkungan PPNS

9. Wakil Direktur Bidang Akademik adalah WaDir I mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat

10. Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan adalah WaDir II yang mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum dan keuangan

11. Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan adalah WaDir III yang mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang kemahasiswaan dan alumni.

3. Rasional Organisasi PPNS disusun dengan mengacu pada Permendikbud No 6 thn 2014 tentang OTK (Organisasi dan Tata Kerja PPNS). Organisasi merupakan sebuah tatanan internal institusi berkaitan dengan kebutuhan pengelolaannya. Struktur organisasi mencerminkan pola kerja manajemen dalam mengelola penerapan kebijakan, program, dan kegiatan baik dalam lingkup akademik maupun non akademik.

Organisasi PPNS disusun untuk memenuhi 5 pilar pengelolaan perguruan tinggi yaitu akuntabel, kredibel, transparan, tanggung jawab dan adil. Untuk memenuhi 5 pilar tsb PPNS menyusun organisasi yang terdiri atas organ pengelola, organ pengawasan dan pertimbangan kebijakan akademik, organ pertimbangan non akademik dan organ pengawasan non akademik.

4. Pernyataan Isi Standar

1. PPNS terdiri atas:

a. Direktur sebagai organ pengelola;

b. Senat sebagai organ yang menjalankan fungsi pertimbangan dan pengawasan akademik;

c. Satuan Pengawasan sebagai organ yang menjalankan fungsi pengawasan non akademik; dan

d. Dewan Penyantun sebagai organ yang menjalankan fungsi pertimbangan non akademik dan membantu pengembamgan PPNS

2. Direktur sebagai organ pengelola terdiri atas a. Direktur dan Wakil Direktur;

b. Bagian; c. Jurusan;

d. Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat; dan e. Unit Pelaksana Teknis

3. Direktur merupakan pimpinan dalam organ pengelola PPNS. Direktur mempunyai tugas memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta membina pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan hubungannya dengan lingkungan

4. Direktur menetapkan struktur organisasi berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku

5. Direktur membentuk tim pelaksana (task force) jika organ Direktur PPNS sesuai dengan permendikbud belum menjamin pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi. 6. Masing-masing komponen dalam organ direktur mempunyai tugas dan

tanggungjawab sesuai dengan lingkupnya

7. Direktur mengangkat Wakil Direktur I, II, III untuk membantu tugas-tugas Direktur sesuai dengan Analisis jabatan

8. Wakil Direktur berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur

memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat

10. Wakil Direktur II Bidang Umum dan Keuangan mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum dan keuangan

11. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang kemahasiswaan dan alumni

12. Bagian merupakan unsur pelaksana PPNS yang menyelenggarakan pelayanan administratif kepada seluruh unsur di lingkungan PPNS. Bagian dipimpin oleh seorang Kepala yang bertanggung jawab kepada Direktur dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh Wakil Direktur sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian terdiri atas:

a. Bagian Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Sistem Informasi; b. Bagian Umum dan Keuangan

13. Bagian Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Sistem Informasi (BAKPSI) mempunyai tugas melaksanakan urusan akademik, kemahasiswaan, alumni, perencanaan, sistem informasi, dan kerja sama di lingkungan PPNS

14. Bagian Umum dan Keuangan (BUK) mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan, barang milik negara, ketatalaksanaan, hubungan masyarakat, kepegawaian, dan keuangan di lingkungan PPNS

15. Jurusan merupakan unsur pelaksana akademik yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur. Jurusan dipimpin oleh seorang Ketua Jurusan yang dipilih diantara dosen dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur. Jurusan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan vokasi dalam 1 (satu) rumpun disiplin ilmu pengetahuan dan Teknologi

16. Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah unsur pelaksana sebagian tugas PPNS bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berada di bawah Direktur. Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dipimpin oleh kepala yang bertanggung jawab kepada Direktur dan sehari-hari pembinaannya dilakukan oleh Wakil Direktur Bidang Akademik. Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan ikut mengusahakan sumber daya yang diperlukan

17. Unit Pelaksana Teknis disebut UPT merupakan unsur penunjang penyelenggaraan kegiatan tridharma di lingkungan PPNS. UPT dipimpin oleh seorang Kepala dan bertanggung jawab kepada Direktur. Kepala UPT diangkat dan diberhentikan oleh Direktur.

5. Strategi

Pencapaian dan Pengendalian Standar

1. Direktur PPNS membentuk organ PPNS sesuai peraturan perundangan yang berlaku 2. Apabila organ Direktur PPNS sesuai dengan Permendikbud belum menjamin

pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi, maka Direktur membentuk tim pelaksana (task force).

3. Pembentukan tim pelaksana (task force) ini disusun berdasarkan SK Direktur. 4. Dosen dan Tenaga Kependidikan yang diberi tugas tambahan, menjalankan

wewenang dan tanggung jawabnya sesuai dengan job description yang telah ditetapkan oleh Direktur.

5. Penunjukan atau pengangkatan seseorang dalam posisi organisasi tertentu dilakukan dengan memperhatikan kemampuan yang bersangkutan sesuai dengan matriks kompetensi jabatan.

6. Indikator

1. Adanya SK Direktur untuk organ pengelola dan tim pelaksana (task force)

2. Kesesuaian antara persyaratan jabatan dengan penempatan seseorang pada posisi jabatannya.

7. Dokumen Terkait

1. Struktur Organisasi 2. Job description

3. Matriks kompetensi jabatan 4. Surat Keputusan Direktur

8. Referensi 1. UU 20 thn 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. UU 12 thn 2012 tentang Pendidikan Tinggi

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.

4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomer 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

5. Permendikbud No 6 Thn 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja PPNS

6. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2014 Tentang Statuta Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

8. Peraturan Mendikbud No 16 tahun 2012 tentang Kode Etik Pegawai di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

9. Keputusan Direktur PPNS Nomor: 3663/K12/PP/2009 tentang Kode Etik Dosen 10. Surat Keputusan Direktur PPNS No. 4014/PL19/DT/2013 tentang Pedoman

Akademik & Kemahasiswaan PPNS

9. Penanggungjawab dan Pihak Terkait

1. Direktur 2. Wakil Direktur 3. Senat PPNS

4. Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan

5. Koordinator Program Studi dan Sekretaris Program Studi 6. Kepala Laboratorium/Bagian/Unit

STANDAR PENGELOLAAN