• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PEMBAHASAN

3.6. Hasil Penelitian

3.6.3. Distribusi Jawaban

0 = Tidak/Belum Menguasai

54

Tabel 3.2

Distribusi Frekuensi Kesiapan SDM dan Implementasi E-Learning Pernyataan

Jawaban Responden Ya Tidak

Sek Sek Sek Sek Sek Sek

Dari perhitungan Skala Guttman Cross-Sectional, titik kesesuaian diatas 50%

yaitu 87,83%, sehingga dapat dikatakan seluruh Sekretaris Direksi mendekati siap untuk mengikuti training e-learning.

Tabel 3.3

Distribusi Frekuensi Penguasaan Materi Sebelum diberikan Training E-Learning

f = Rata-rata jawaban tertinggi n = Jumlah jawaban tertinggi

56

Lanjutan Tabel 3.3 Distribusi Frekuensi Penguasaan Materi Sebelum diberikan Training E-Learning

Dari perhitungan Skala Guttman Cross-Sectional, titik kesesuaian diatas 50%

yaitu 82,16%, sehingga dapat dikatakan seluruh Sekretaris Direksi mendekati belum menguasai ke-8 judul training e-learning.

0% 50% 82,16%

%

100%

Keterangan:

P = Persentase

f = Rata-rata jawaban tertinggi n = Jumlah jawaban tertinggi tiap pertanyaan

100% = Konstanta

Tabel 3.4

Hubungan Materi dengan Judul Training E-Learning

Materi Judul Training E-Learning

P1, P2 Fasilitas dan Peralatan

P3, P15 Kepelabuhanan

P4, P7, P8, P9 Penanganan Petikemas

P5, P6 Kinerja

P10, P11 Pengenalan Petikemas

P12 Perencanaan Operasional

P13, P14 Tarif Kepelabuhanan

Sumber: Penulis (2019)

Tabel 3.5

Training E-Learning yang Dibutuhkan Individu Sekretaris Direksi Responden Sudah

P8, P12, P13 Membutuhkan 3 judul training e-learning, yaitu

58

Lanjutan Tabel 3.5 Training E-Learning yang Dibutuhkan Individu Sekretaris Direksi

BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil penelitian Analisis Kebutuhan Training E-learning Bagi Sekretaris Direksi PT Pelindo I yang telah dilakukan, yaitu:

1. Sekretaris direksi merupakan seseorang yang bekerja membantu direktur sebagai mediator (perantara) direktur dan dibutuhkan untuk meringankan tugas-tugas pimpinan. Sekretaris direksi termasuk dalam kategori sekretaris pimpinan.

2. Training adalah proses mengajar keterampilan yang dibutuhkan setiap karyawan untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang pekerjaannya. PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) memliki 3 jenis training, yaitu In House Training, Public Training, dan E-Learning.

3. Analisis kebutuhan training adalah hal penting yang harus dilakukan untuk memastikan karyawan mendapatkan training sesuai kebutuhan bidangnya.

Analisis kebutuhan training terdiri dari 3 jenis, yaitu Individual Analysis, Task Analysis, dan Organizational Analysis.

4. PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) memiliki 8 judul training e-learning, yaitu General Overview, Fasilitas dan Peralatan, Kepelabuhanan, Kinerja, Pengenalan Petikemas, Penanganan Petikemas, Perencanaan Operasional dan Tarif Kepelabuhanan.

5. Training e-learning General Overview wajib diikuti oleh seluruh sekretaris direksi berdasarkan perintah Direktur SDM & Umum

60

6. Sekretaris 1 hanya membutuhkan 3 judul training e-learning, yaitu Penanganan Petikemas, Perencanaan Operasional, dan Tarif Kepelabuhanan, sementara 5 orang sekretaris direksi lainnya membutuhkan 7 judul training e-learning, yaitu Fasilitas dan Peralatan, Kinerja, Penanganan Petikemas, Pengenalan Petikemas, Perencanaan Operasional, Tarif Kepelabuhanan, dan Kepelabuhanan.

7. Pelaksanaan training e-learning dimulai pada akhir bulan Mei dengan adanya hambatan apabila koneksi internet buruk, misalnya soal prtest, video, e-book, atau post-test tidak terbuka.

4.2. Saran

Saran yang dapat penulis berikan kepada perusahaan setelah melakukan penelitian di PT Pelindo I, yaitu:

1. Analisis kebutuhan training yang sudah dilakukan di PT Pelindo I harus terus dilakukan untuk memastikan karyawan mendapatkan training sesuai kebutuhan.

2. Kestabilan aplikasi e-learning Pelindo I (PORTRAIT) lebih di tingkatkan lagi, agar peserta training tidak terganggu dalam mengakses e-learning. Dan sebaiknya e-learning ini hanya dikelola oleh satu divisi agar tidak terjadi ketidaktahuan apabila ada perubahan konfigurasi yang mendadak.

3. Sebaiknya diadakan penambahan materi e-learning untuk kemampuan khusus, misalnya untuk bagian kesekretariatan direksi, yaitu Human Relationship, Korespondensi (Bahasa Asing), Profesional Secretary, dll.

DAFTAR PUSTAKA Buku

Bungin, Burhan. 2010. Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik dan serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya. Edisi ke-2.

Jakarta: Kencana Media Grup.

Daryanto. 2010. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.

L Gaol, Jimmy. 2015. Keandalan dan Sukses Sekretaris Perusahaan dan Organisasi. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Mangkunegara, A.A.P. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan.

Bandung: PT. Remaja Rosadakarya.

Mangkunegara, A.A.P. 2011. Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: Refika Aditama.

Muchtar, Yasmin dan Inneke Qamariah. 2017. Dasar-Dasar Kesekretariatan.

Medan: USU Press.

Sarinah, Simon Gultom dan Sonya Sidjabat. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: In Media.

Sediadiningsih, Farida Mustikawati, dan Nieke Prihardini Soetanto. 2010. Teori dan Praktik Administrasi Kesekretariatan. Edisi 1. Jakarta: Prenada Media Group.

Surjono, Herman Dwi. 2011. Membangun Course E-Learning Berbasis Moodle.

Edisi 2. Yogyakarta: UNY Press.

Sutrisno, Edy. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan ke-8. Jakarta:

Prenada Media Group.

Tannady, Hendy. 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Expert.

Website

https://www.pelindo1.co.id/id/profil/Pages/2 Juni 2019/14.23

No. Pernyataan Ya Tidak II. KESIAPAN SDM

1. Saya memiliki e-mail address (Zimbra) 2. Saya memiliki PC/Laptop

3. Saya dapat mengoperasikan PC/Laptop 4. Saya memanfaatkan internet untuk belajar 5. Internet access di lingkungan kerja saya lancar III. IMPLEMENTASI E-LEARNING

6. Saya sering mengunduh video pembelajaran/e-book

7. Saya memahami cara belajar e-learning

8. Saya pernah melakukan training dengan metode e-learning

9. Saya mengetahui web Portrait Pelindo

10. Saya memahami cara mengakses web Portrait Pelindo

11. Training dengan metode e-learning memudahkan saya untuk memahami materi 12. Training dengan metode e-learning lebih

menghemat biaya

13. Training dengan metode e-learning dapat dilakukan dimana saja

14. Training dengan metode e-learning tidak menuntut saya untuk harus bertatap muka dengan trainer

15. Pre-test dan post-test dalam training e-learning memudahkan saya untuk mengetahui kemampuan sebelum dan sesudah training

Pengetahuan yang dimiliki sebelum mengikuti training e-learning:

(pilihan jawaban Anda mempengaruhi training yang akan diberikan)

No. Pengetahuan Sudah

Menguasai

Belum Menguasai 1. Fasilitas pokok dan penunjang bongkar muat

pelabuhan

2. Peralatan bongkar muat pelabuhan 3. Terminal dan jenis-jenisnya

4. Pembongkaran dan pemuatan barang ke kapal 5. Proses dan Istilah-istilah Marine Service

6. Utilisasi dermaga, gudang penumpukan, dan Container Yard

7. Pelayanan kapal petikemas

8. Penyusunan Stowage Plan dan Loading List

64

10. Tujuan dan manfaat penggunaan petikemas 11. Jenis, spesifikasi dan identifikasi setiap

petikemas

12. Tatacara Kapal Masuk dan Operasi Bongkar Muat

13. Dasar Penentuan Tarif Jasa Kepelabuhanan 14. Mekanisme Perubahan Dan Penetapan Tarif Jasa

Kepelabuhanan

15. Operasional Pelabuhan

2. Surat Permohonan Riset ke Perusahaan

66

3. Surat Izin Riset dari Perusahaan

Dokumen terkait