II. PEMBATALAN PEMAKAIAN AMBULANCE
3. DOKTER KONSULEN
tindakan lanjut
b. Sesuai dengan kepentingannya, dokter konsulen sewaktu menerima konsul wajib datang kerumah sakit.
c. Melaksanakan konsultasi timbal balik antara dokter spesialis dan mengambil yang perlu penanganan secara spesialistik / multi disiplin
d. Membimbing dan atau mengawasi tindakan medis yang dilakukan oleh dokter jaga I dan II
e. Membina dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter jaga I dan II dan para medis
f. Membuat catatan medik yang baik atas semua pasien yang ditangani menurut tata cara yang berlaku
g. Membuat dan menandatangani surat keterangan kesehatan termasuk membuat VER
h. Bertanggung jawab atas mutu pelayanan medis spesialistik atas kasus yang ditanganinya
BATASAN TINDAKAN MEDIS DI UGD
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
Yang berhubungan dengan tindakan yang membutuhkan bantuan hidup dasar (Basic of Life Support) antara lain:
1. Resusitasi jantung paru 2. Melakukan tindakan intubasi
3. Memperbaiki faktor penyebab shock (dengan iv line) 4. Mengatasi kegawatan jantung
Yang berhubungan dengan kecelakaan oleh sebab lain: 1. Eksplorasi dan evaluasi luka dangkal dan dalam 2. Jahit luka sederhana tanpa penyulit
3. Jahit luka mejamuk tanpa penyulit 4. Menghentikan perdarahan
5. Menyambung tendon otot putus yang ujung potongannya mudah dicari 6. Amputasi jari tangan, kaki
7. Pemasangan bidai / tindakan anesthesi setempat
8. Pemasangan gips pada patah tulang sederhana dari posisi baik 9. Angkat korpus alienum (mata, telinga. Tenggorokan, otot) 10. Melakukan sirkum / dorsumsisi pada kasus fomisos 11. Melakukan Reposisi sendi (lengan, tungkai, bahu) Catatan:
Konsul ke Dokter Spesialis Bedah dulu. Ad 5.6.11
RAHASIA MEDIS
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
1. Setiap dokter / petugas UGD wajib menjaga rahasia medis tentang penyakit yang dialami oleh pasien dengan sumpah jabatan
2. Beberapa perkecualian diatur dengan undang-undang kesehatan sesuai peraturan pemerintah No : 10 Tahun 1996. Tentang Wajib Simpan Rahasia Kedokteran
TENTANG CATATAN MEDIS
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
1. Setiap penderita yang masuk di UGD oleh keluarga penderita atau teman atau petugas didaftarkan di Rekam Medis untuk mendapatkan oleh petugas UGD 2. Penderita tanpa keluarga / pengantar didaftarkan oleh petugas UGD
3. Pelayanan di UGD dilaksanakan selama 24 jam 4. kartu penderita UGD disimpan di Unit Rekam Medis
PENULISAN RESEP
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
Resep yang lengkap terdiri dari:
1. Inscriptio : biasanya sudah dicetak pada kertas
Nama
Alamat
Nomor telepon
Nomor ijin praktek
Tempat dan tanggal pembuatan resep
Huruf “R“ 2. Praescriptio Nama obat Jumlah obat Cara pembuatan 3. Signatura Cara pemakaian
Nama dan umur penderita 4. Subscriptio
Paraf dokter
PELAYANAN IBU DALAM PROSES PERSALINAN NORMAL MAUPUN TIDAK NORMAL
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
Bila ada ibu hamil datang dengan pembukaan lengkap (kala II), pasien segera: 1. Terima oleh perawat UGD
2. Pasien segera diangkat ketempat tidur 3. Siapkan patus set
4. Memanggil Bidan
5. Selanjutnya pertolongan persalinan normal oleh Bidan
6. Setelah plasenta lahir, bayi dan ibu dibersihkan, kemudian dipindah kekamar bersalin untuk diobservasi kala IV selama 2 jam
Untuk partus tidak normal:
Pasien diterima di UGD dan diperiksa oleh dokter jaga,bila pasien datang dengan pendarahan,langsung diberi pertolongan terlebih dahulu dan segera perawat memanggil bidan kemudian dipindah ke kamar bersalin untuk dikonsultasikan ke dokter Obsgyn
PERSALINAN NORMAL
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
Persiapan alat:
1. Bak partus normal steril didalam berisi: a. Doek steril 1 buah
b. Klem tali pusat 2 buah c. Gunting tali pusat 1 buah d. Gunting episiotomi 1 buah e. Kom tempat bethadine f. Kassa steril secukupnya g. Chateter metal 1 buah
h. ½ koher tangan atau pemecah ketuban 2. Bak instrumen beisi alat-alat steril untuk menjahit
a. Doek lubang 1 buah b. Nacl powder 1 buah c. Kom tempat bethadine d. Gunting benang 1 buah e. Pincet sirurgi 1 buah
f. Jarum jahit kulit 1 buah / otot 1 buah g. Kassa steril secukupnya
h. Tampon bulat 1 buah (kalau perlu) 3. Alat-alat setril dalam tempatnya
a. Umbilical klem 1 buah
b. Benang catgut dan benang side 1/1 kotak c. Slym zuiger 1 buah
d. Sarung tangan steril 2 pasang e. Obat anesthesi lokal
f. Spuit 10cc, 5cc, 3cc g. Bethadine dan tempatnya
PERSALINAN NORMAL
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
4. Alat-alat tidak steril
a. Waskom berisi larutan disenfektan b. Stikpan 1 buah
c. Bengkok 1 buah
d. Ember tempat pakaian kotor 1 buah e. Waskom untuk menyeka
f. Waslap 1 buah
g. Plastik plasenta 1 buah
h. Sarung atau kain panjang 1 lembar i. Baju atasan 1 lembar
j. Underped
k. Celana dalam 1 buah l. Softex 3 buah
m. Gurita pasien n. shcort
pelaksanaan: Kala II
1. Posisi ibu litotomi
2. Pasien dipimpin mengejan bila ada his 3. Observasi hid dan B.J.A
4. Observasi penurunan kepala
5. Lakukan epiriotomi bila kepala bayi didasar panggul pada primi, multi 6. Lahirkan bayi
7. Bayi dirawat sesuai protap 8. Beri uteriotonika sesuai indikasi
PERSALINAN NORMAL
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
Kala III: Periksa 1. Ku Ibu
2. Kontraksi terus dan tingginya fundus uteri 3. Kandung kencing dikosongkan
4. Robekan perinium 5. Perdarahan
6. Lahirkan plasenta, lengkap atau tidak lengkap 7. Periksa selaput plasenta koteledon
Kala IV:
1. Mengawasi Ku ibu 2. Kontrkasi uterus 3. perdarahan
4. Observasi tanda-tanda vital 5. Membersihkan vulva
6. menjahit luka pada perinium 7. Ibu diseka
8. Selanjutnya pasien diantar keruang VK untuk diobservasi 2 jam post partum
PROGRAM ORIENTASI BAGI PETUGAS YANG BARU DI UGD RUMAH SAKIT ”RESTU IBU”
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes. PENGERTIAN
Pada umumnya petugas yang baru masih belum mengenal lingkungan UGD untuk itu UGD mengadakan orientasi pada petugas baru yang akan ditempatkan di UGD vaik Dokter Umum, perawat maupun pekerya.
1. Mengetahui struktural organisasi UGD Rumah Sakit “RESTU IBU“
2. Mengetahui peraturan / kebijakan yang berlaku di UGD Rumah Sakit “RESTU IBU“ KEBIJAKAN PROSEDUR Metode : 1. Menjelaskan / ceramah 2. Orientasi ruangan 3. Tanya jawab
a. Orientasi petugas baru:
Materi : 1. Penjelasan tentang
Struktural organisasi
Perkenalan staff UGD
Uraian tugas dan tanggung jawab
Tempat kerja / ruangan
Pengenalan alat-alat dll
Tata cara administrasi dan pengolahannya Prosedur :
Prosedur penerimaan pasien
Prosedur memindahkan pasien keruangan
Prosedur konsul dokter ahli
Prosedur penggunaan alat
Prosedur menyediakan obat, dll
PROGRAM ORIENTASI BAGI PETUGAS YANG BARU DI UGD RUMAH SAKIT ”RESTU IBU”
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
Peserta : petugas baru
Pembimbing : Ka uGD, koordinator perawat Tempat : UGD Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan Lamanya : 1 hari
Evaluasi : dilakukan oleh ka. UGD / koordinator perawat UGD yang selanjutnya dikirim kembali kepada kepegawaian dengan rekomendasi mengenai
sikap dan kemauan bekerja. b. Orientasi petugas lama yang baru di UGD
Materi : 1 . Penjelasan tentang
Struktural organisasi
Uraian tugas dan tanggung jawab
Tempat kerja
Pengenalan alat 2. Prosedur
Prosedur penerimaan pasien
Prosedur memindahkan pasien keruangan
Prosedur konsul dokter ahli
Prosedur penggunaan alat Peserta: petugas lama yang baru di UGD Pembimbing : ka UGD, Koordinator perawat Lamanya : 1 hari
Evaluasi : dilakukan oleh Ka. UGD / koordinator perawat UGD dimasukkan didalam staff penilaian UGD
PENILAIAN SISTEM KERJA STAFF UGD
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
Untuk mempertahankan dan memelihara mutu pelayanan dan perawatan di Unit Gawat Darurat,maka dipandang perlu untuk melakukan suatu sistem penilaian kerja yang dapat menjadi tolak ukur bagi Ka. UGD dalam memberi masukkan kepada Ka. Keperawatan dan Direksi Rumah sakit.
Penilaian meliputi:
1. Etika berbicara dan berkomunikasi 2. Etika berpakaian
3. Kepribadian dan tingkah laku 4. Inisiatif
5. Efisien kerja
6. Kerjasama antar teman dan kelompok 7. Sopan santun dan disiplin
8. Tanggung Jawab
9. Etika pelayanan dan penanganan penderita 10. Keterampilan bekerja
11. Intellegensia
12. Kemampuan menghadapi dan menangani sebuah persoalan 13. Kebersihan dan ketelitian
Kriteria penilaian adalah : kurang, sedang, cukup, baik Evaluasi diadakan setiap 3bulan dan 6 bulan sekali
Hasil penilaian hanya dapat dipergunakan secara profesional sesuai bidang pekerjaannya dan bersifat rahasia.
PERMINTAAN FOTO RONTGEN PASIEN UGD
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
1. Pasien UGD yang memerlukan foto rontgen, formulirnya ditanda tangani oleh dokter jaga
2. Pasien diantar petugas UGD keruang rontgen
3. a. Untuk pasien yang rawat jalan bila tidak memerlukan tindakan segera, pasien dipulangkan setelah menyelesaikan adminstrasi, hasilnya diambil malam setelah dibaca oleh dokter spesialis rontgen kemudian hasil diserahkan lagi ke dokter jaga
PERMINTAAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM PASIEN UGD
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
1. Pasien UGD adalah pasien yang berobat di UGD, pasien rawat inap / rawat jalan yang memerlukan pemeriksaan laboratorium
2. Permintaan pemeriksaan laboratorium harus ditanda tangani oleh dokter yang merawat atau dokter yang bertugas saat itu.
3. Fromulir permintaan laboratorium dibawa ke laboratorium oleh petugas UGD 4. Bila mana formulir permintaan laboatorium telah sampai ke laboratorium, maka
petugas laboratorium akan ke UGD untuk mengambil contoh
5. Setelah contoh diambil, pasien (keluarga pasien) harus menyelesaikan administrasi (pembayaran)
6. Dan petuags UGD, atau pasien (keluarga pasien) menunggu hasil untuk diperlihatkan kepada dokter yang merawat.
ANCAMAN BOM DAN PENYANDERAAN
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
Sejauh ini belum pernah ditemukan ke kasus-kasus tersebut diatas. Hanya berlaku untuk kejadian yang berlangsung di UGD dan sekitarnya.
Langkah-langkah yang dikerjakan adalah sebagai berikut:
1. Berusaha mencari keterangan lengkap mengenai kejadian tersebut 2. Melaporkan kejadian tersebut kepada keamanan Rumah Sakit 3. Memberitahukan dan memanggil perawat pengawas (PJK) 4. Melaporkan dan memanggil Ka, UGD
5. Memanggil dokter jaga UGD untuk bertindak sementara sebagai koordinator sementara
6. Melaporkan kepada Ka.Bid.Yan.Med untuk diteruskan kepada Direktur Rumah Sakit
7. Melaporkan dan memanggil kepolisian setempat 8. Memanggil petugas KIE
9. Berusaha mengendalikan situasi sebatas kemampuan
10. Mengevakuasi penderita-penderita yang sudah selesai berobat, sedangkan akan berobat secara bijaksana dan tenang
11. Memberlakukan tingkat siaga medik dan bedah tahap-tahapan
12. Komunikasi dilakukan melalui hot line telepon oleh perawat secara tenang da terkendali.
13. Sementara jajaran tersebut diatas sedang dihubungi dan belum sampai
ditempat, maka dokter UGD yang menjadi koordinator dan komunikator dalam hal penyanderaan, untuk nantinya dialihkan kepada yang lebih berwenang (Ka.Bid. Yan. Med dan kepolisian)
masing-masing
15. Semua pembiayaan untuk sementara dibebankan kepada Rumah Sakit . siaga dinyatakan selesai setelah situasi siap dan penderita dapat ditanggulangi dan dinyatakan aman.
TENTANG LISTRIK PADAM
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
Bila listrik padam maka:
1. Dalam waktu tidak lebih ari 5 menit genset yang dioperasikan oleh petugas maintenance harus sudah jalan
2. Kalau ternyata genset tidak berfungsi maka UGD akan menggunakan emergency lampu yang ada di UGD sebanyak 1 set, penempatan emergency lampu tergantung tempat yang memerlukan, disamping itu petugas UGD langsung lapor ke IPSRS untuk bersama menghidupkan genset
PEMADAMAN LISTRIK
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
1. Pemberitahuan sebelumnya oleh PLN ke Rumah Sakit RESTU IBU kira-kira 1 minggu sebelum pemadaman dilakukan
2. Unit maintenance wajib menghubungi tiap-tiap ruangan untuk persiapan antisipasi kebutuhan listrik selama pemadaman dilakukan.
TENTANG RADIO AKTIF
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
1. Di Rumah Sakit RESTU IBU Balikpapan hanya terdapat sumber radiasi dari sinar X, dimana sinar radiasinya bari timbul saat ekspose
2. Untuk menghindari akibat buruk dari radiasi ini, baik petugas, pasien maupun pengantar pasien perlu mendapat perlindungan.
3. Perlindungan terhadap petugas:
a. Selama ekspose petugas harus berada dibalik tabir pelindung yang dilapisi lapisan timah ataupun menggunakan apron
b. Petugas harus menggunakan film badge dan menjalani pemeriksaan kesehatan setiap tahun
4. Perlindungan terhadap pasien:
a. Pemakaian diafragma untuk menentukan luas yang akan di sinar X sekecil mungkin sesuai yang diperlukan, sehingga dosis radiasi yang diterima pasien relatif kecil
b. Bagi ibu hamil (terutama kehamilan 3 bulan pertama) sebaiknya pemakaian radiasi ditunda kecuali bila keadaan mendesak maka pengambilan foto dilakukan dengan melindungi bagian perut dengan apron.
5. Perlindungan terhadap pengantar:
a. Pengantar tidak boleh memasuki ruangan pemeriksaan
b. Kalau pengantar harus masuk keruangan pemeriksaan, untuk kelancaran pemeriksaan (seperti pada bayi, anak-anak, dan penderita tidak kooperatif) maka pengantar diwajibkan memakai apron.
PROTOKOL PENDERITA YANG TERKONTAMINASI BAHAN RADIO AKTIF
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
langsung dirujuk ke RSU Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan yang memiliki fasilitas lebih lengkap dan tenaga ahli yang spesialistik.
Sesuai prosedur penerimaan dan identifikasi pasien baru
Yang penting adalah Allo anamnase dan Auto anamnase meliputi: 1. Waktu Exposure
2. TKP, dan jarak kesumber Kontaminant
3. Jenis Radio Aktif (Berhubungan dengan lama dan waktu isolasi serta half life bahan radio aktif)
Sesudah pemeriksaan fisik (dimana pasien segera di isolasi dalam ruangan kedap radiasi, dan diberikan supportif therapi). Semua bahan urine, feces, dan air liur penderita ditampung dan dibuang dalam septik tank / tempat pembuangan radio aktif sampai half life bahan tersebut habis. Pelaporan ke BATAN. Perujukan penderita ke RS lebihlengkap sesudah half life bahan tersebut habis dan penderita sudah dalam keadaan siap rujuk, dengan telebih dahulu menghubungi RS yang akan dirujuk.
PROGRAM PENINGKATAN MUTU DI UGD RUMAH SAKIT RESTU IBU BALIKPAPAN
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
PROSEDUR Pelatihan atau penyegaran mengenai penanganan pasien sangat besar peranannya dalam meningkatkan produktivitas perusahaan untuk mengurangi angka kematian dan untuk meningkatkan pelayanan pasien di Rumah Sakit “RESTU IBU“. Pengoperasian alat-alat yang lama maupun yang baru untuk meningkatkan keterampilan dalam penggunaan alat-alat juga merupakan usaha meningkatkan
pelayanan.
TUJUAN
1. Meningkatkan keterampilan dalam pelatihan untuk mengurangi angka kematian 2. Menanamkan arti pentingnya tindakan penanggulangan terhadap pasien
3. Menanamkan rasa kesadaran bahwa masalah penanggulangan terhadap pasien merupakan tanggung jawab kita semua
4. Meningkatkan keterampilan penggunaan alat
KEBIJAKAN PROSEDUR Metode 1. Seminar 2. Simposium 3. Pelatihan Intern 4. Simulasi Materi 1. Kegawatan darurat Peserta 1. Dokter
2. Perawat Rumah Sakit RESTU IBU
3. Karyawan Non Medis Rumah Sakit RESTU IBU 4. Masyarakat luar
Tempat : Intern di RSRI, Exterim didalam kota maupun diluar daerah Waktu : Disesuaikan dengan tanggal, jadwal pelatihan.
PROGRAM PENINGKATAN MUTU DI UGD RUMAH SAKIT RESTU IBU
TAHUN 1998
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR Tanggal Terbit Direktur RS RESTU IBUDitetapkan oleh :
No Jenis pelatihan Nama pelatihan / pendidikan Tempat pelatihan Jenis petugas yang dipilih Jumlah orang / anggaran Waktu Keterangan
1. PHTLS 5 Hari RSU BPP Perawat Seluruh perawat
UGD Juli 1998 Terlaksana 3 orang, karena keterbatasan dana 2. Pengoperasian alat & BLS I
2 Hari RSRI Perawat Seluruh perawat
RSRI Juli 1998 Terlaksana 100 orang perawat 3. Pengoperasian alat & BLS II
1 Hari RSRI Perawat
Puskesmas Anak SD 40 orang Desember 1998 Terlaksana 40 orang karena dilaksanakan secara bertahap 4. Simulasi Pemadam Kebakaran
1 Hari RSRI Dokter
Perawat Karyawan Non Medis Seluruh karyawan RSRI Desember 1998 Terlaksana 30 orang 5. Management Disaster 1 Minggu Denpasar / Surabaya Ka. UGD / Ketua Panitia K3 1 orang Februari 1999 Belum terlaksana diusulkan tahun depan.
PROGRAM PENINGKATAN MUTU DI UGD RUMAH SAKIT ”RESTU IBU”
TAHUN 1999
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur RS RESTU IBU
dr. B. Syahrial S.,M.Kes.
No Jenis pelatihan Nama pelatihan / pendidikan Tempat pelatihan Jenis petugas yang dipilih Jumlah orang / anggaran Waktu Keterangan 1. Pelatihan BLS & pengoperasian Alat yang ke I
1 Hari RSRI Perawat
Karyawan non medis Sebagian perawat secara bergantian Juni 1999 Belum dilaksanakan
Masyarakat sekitar 2. Pelatihan BLS &
pengoperasian Alat yang ke II
1 Hari RSRI Perawat
Karyawan non medis Masyarakat sekitar Sebagian perawat secara bergantian Desember 1999 Belum dilaksanakan 3. Simulasi kebakaran
1 Hari RSRI Seluruh staff
RSRI 30 orang Desember 1999 Belum dilaksanakan 4. Management disaster 1 Minggu Denpasar / Surabaya Ka. UGD / Direktur 1 orang Februari 1999 Belumterlaksana karena persiapan Akreditasi RSRI
5. PPGDT 10 Hari Semarang Dokter
Perawat
1 orang 1 orang
Maret 1999 Belum dilaksanakan.