BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN
DOKUMEN DARI BIDANG PERPUSTAKAAN
Gambar brosur Perpustakaan tampak depan.
Bon Peminjaman
Lampiran 10
Hasil Wawancara
Responden/Informan : Okki Asokawati
Jabatan : Anggota DPR RI dan Anggota Regional BKSAP Waktu Wawancara : 14.00 WIB
Hari/Tanggal : Rabu, 20 Juni 2012
Tempat : Gedung Nusantarara 1 Lantai 15 Ruang 1512 Keterangan : R = Informan, P = Peneliti
1. P : Dapatkah anda ceritakan informasi apa yang sedang anda butuhkan? R : Menjawab: Anggota dewan fungsi-fungsinya 3: dalam hal pengawasan
kinerja pemerintah, melakukan pembuatan anggaran bersama pemerintah dan yang ketiga membuat undang-undang. Di dalam ketiga fungsi anggota DPR itu tentunya kami membutuhkan informasi. Kalau ditanyakan informasi apa yang sedang saya cari saat ini? sebagai anggota komisi IX yang menangani bidang kesehatan, ketenaga kerjaan, kemudian mengenai juga Obat dan pengawasan Bahan Makanan atau Badan POM, maka yang sedang saya cari itu sebetulnya tertarik dengan proses pembuatan rancangan undang-undang.
2. P : Apa tujuan dari informasi tersebut?
R : Menjawab: Tentu informasi itu kita buat sebagai bentuk pengawasan kita terhadap kinerja pemerintah. Jadi untuk bisa kita mengawasi dengan baik, untuk bisa kita melakukan analisa terhadap pekerjaan pemerintah atau eksekutif, maka kita harus bisa mempunyai informasi yang akurat dong. Kita harus mempunyai data-data, kita harus mempunyai statistik-statistik. Sehingga kita bisa mengkounter apa-apa yang sudah atau belum dilakukan oleh pemerintah. Sehingga nanti hasil dari informasi yang kita dapatkan kemudian kita counter dengan eksekutif. Sehingga hasil dari rapat antara legislatif dan eksekutif. Kita bisa mendapatkan rekomendasi untuk kinerja kita selanjutnya.
3. P : Selama pencarian informasi berlangsung, pertanyaan-pertanyaan apa saja yang muncul dan ingin ditemukan?
R : Menjawab: Karena memang saya adalah PANJA/panitia kerja untuk perumusan rancangan undang-undang keperawatan. Jadi ya, memang hal-hal seperti itu yang saya butuhkan informasi-informasi. Hal-hal atau informasi yang terkait seperti itu. Selain itu juga saya tergabung di panja konsorsium asuransi TKI. Karena memang banyak masalah-masalah dikeluhkan oleh para TKI kita yang berada di luar negeri mereka sudah bayar premi, tapi ketika mau mengklaim asuransinya mereka sulit mendapatkannya. Dan kami di komisi IX merasa perlu membuat panja ini. Untuk segera memberikan rekomendasi kepada pemerintah. Jadi hal-hal yang terkait dengan konsorsium TKI, itu juga menjadi informasi yang saya cari juga. Selain itu juga, Saya saat ini juga menjadi panja jamkesmas/Jaminan Kesehatan Masyarakat, nah kenapa ada panja jamkesmas ini. Karena asuransi sosial bagi rakyat Indonesia yang berupa jamkesmas tadi itu nanti tahun 2014 akan berubah bentuk menjadi BPJS (Badan Pemelihara jaminan sosial kesehatan). Nah, peralihan atau transformasi dari jamkesmas ke BPJS inilah, maka komisi IX membuat panja juga. Nah, hal itu yang menjadikan saya membutuhkan informasi terkait dengan panja-panja tadi.
4. P : Apa yang anda rasakan ketika persoalan tersebut muncul dan apa yang anda rasakan setelah anda mendapatkan jawabannya? Gimana perasaan anda kalau tidak mendapatkan jawabannya?
R : Menjawab: Saya merasa bersyukur dan saya merasa terkayakan dengan informasi itu. Karena menurut saya tanpa informasi yang baik, tanpa informasi yang banyak, tanpa informasi yang akurat sesuai dengan topik yang akan kita bahas. Maka, pembahasan atau ide yang kita keluarkan atau masukan yang kita keluarkan atau cara kita mengkritisi pemerintah itu tidak akan baik. Kalau memang informasi itu hanya sekedar permukaan saja tanpa saya memahami betul maksud di balik itu maka saya yakin apa yang saya utarakan, yaitu yang saya sampaikan kepada pemerintah. Pemerintah juga, mereka tidak akan mendapatkan pengawasan apa-apa. Jadi kalau misalnya staf ahli memberikan informasi biasanya nggak cuman langsung dikasih terus dibaca sendiri tapi, biasanya setelah itu kita melakukan diskusi.
Ya, saya tidak mau kerja, mendingan harus ada dulu, mendingan saya nggak usah datang ke kantor/mendingan nggak usah rapat. Saya nggak/tidak punya apa-apa di back mind saya ini, tidak ada peluru buat saya berbicara, peluru untuk melakukan penyerangan, atau tidak mempunyai informasi untuk mengkritisi pemerintah atau membahas suatu rancangan undang-undang karena saya merasa galau, nggak enak, nggak percaya diri. Mending nggak usah ikut. Kalau saya tidak mendapat informasi tepatnya saya tidak merasa percaya diri.
5. P : Biasanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencari informasi?
R : Menjawab: Karena kita inikan mitranya-kan itu-itu aja kemenkes, kemenakertrans, jamsostek, jadi ya nggak lama waktu untuk mempelajari informasi itu. Karena itu lagi, paling ya beda-beda tipis.
6. P : Apakah anda pernah ke Perpustakaan dan Pengkajian dan Analisis? R : Menjawab: Perpustakaan saya belum pernah selama di DPR ini. Bahkan sampai saat ini saya tidak tahu Perpustakaan disini Karena saya bener-bener link online staf ahli. Memang dimana perpustakaannya?
7. P : Paling suka mencari informasi dengan menggunakan saluran (Formal: perpustakaan, dan Pengkajian dan analisis (PAIS); dan
informal: rekan sejawat, tv, koran, radio, dll.) dan sumber informasi apa (tercetak: buku, koran, majalah, jurnal; dan tidak tercetak: seminar, diskusi, konferensi, studi banding.)?
R : Menjawab: Sebagai anggota dewan itu kan kita difasilitasi mempunyai 3 staf; 2 Tenaga ahli/TA dan 1 aspri/asisten pribadi atau sekretaris. Nah, jadi biasanya memang informasi itu saya dapatkan melalui staf ahli ini atau tenaga ahli ini, nah kadang-kadang juga saya mencarinya melalui internet, juga kadang-kadang saya mencari melalui literatur, tapi bisa dikatakan 70 persen informasi itu saya dapatkan dari internet. Kalau dari Koran itu juga termasuk; eh iya, biasanya baca kompas, media Indonesia, merdeka, tempo. Acara-acara TV juga menjadi informasi juga, di program-program ataupun berita-berita. Yah, program-program yang menjadikan di lembaga informasi di Metro itu ada Dinas kesehatan kerja sama antara Metro dan Departemen Kesehatan atau juga tentang ada yang metro kerja sama dengan JAMSOSTEK. Tentu program-program yang ada kaitannya dengan mitra kerja kita di komisi IX.
8. P : Dalam melakukan pencarian tersebut, apakah anda mengalami hambatan, hambatan-hambatan apa yang anda temukan atau alami? R : Menjawab: Hambatan kalau biaya nggak. Cuman hambatan itu-kan Anggota dewan kalau TA-nya itu cuman 2. Kalau di Amerika itu seorang anggota dewan itu TA-nya 7. Begitu, karena memang banyaknya yang harus dia baca, banyak yang harus dicari informasi. Sementara TA 2 ini 1 menangani dewan, 1 menangani tentang pekerjaan. Tentang pekerjaan ini banyak aspek yang dilihat, seperti yang tadi saya katakan tentang kerjasama lintas sektoralnya dan bagian dari TKI dan
kelayakannya. Jadi memang TA ini harus banyak membaca. Nah untuk 1 rapat biasanya kita ini dikasih agenda rapat itu sehari sebelumnya atau 2 hari sebelumnya artinya mereka mempersiapkan. Jadi kadang-kadang karena waktu sangat pendek atau kadang-kadang dari pemerintahnya sendiri memberikan bahan rapatnya baru sehari sebelumnya. Jadi besok rapat dikasihnya baru siang ini. Artinya kita musti ngebahas yang dia kasih, itukan musti dibahas di TA gitu-kan. TA dibahas baru kemudian dibicarakan dengan saya, didiskusikan dengan saya. Nah, Kadang-kadang datangnya siang, dia juga belum bikin, saya baru dapat e-mail-nya malam. Jadi pagi-pagi baru diskusi kadang-kadang tidak sempet diskusi dah langsung rapat gitu. Kadang-kadang bisa seperti itu. Jadi Kendalanya memang adalah bahan rapat yang diberikan oleh pemerintah itu kadang-kadang sangat dadakan dengan schedule [jadwal] rapat atau kadang-kadang juga schedule yang dibuat oleh sekretariat untuk rapat itu juga kadang dadakan itu juga jadi membuat informasi yang kami/saya dapatkan itu menemui hambatan. Tapi, sekali lagi itu tidak terlalu signifikan begitu. Karena tadi kita sudah mempunyai pengalaman kan dengan rapat-rapat terdahulu.
9. P : Apa yang menghambat anda, sehingga berhenti mencari informasi? R : Menjawab: Nggak pernah ya selalu ada saja. Karena ini tinggal TA saya menghubungi saya luar biasa gitu. Ga ada itu yang mentok, selalu ada saja yang bisa di bahas.
10. P : Apakah ketidaktahuan akan sumber dan saluran informasi menghambat mencari informasi?
R : Menjawab: Saya tahulah buka google. Maksudnya teknologi bukan, saya tidak gapteklah. Bahkan saya dulu kan Saya pake I-Pad, saya kan pernah ke luar negeri. I-Pad kan berat ya. Akhirnya tuch saya beli Samsung/galaxy note tuch. Karena saya pikir kalau ke luar negeri enak bawa galaxy note tuch lebih kecil. Jadi sekali lagi memang teknologi itu memang sangat membantu daripada bawa hardcopy mending bawa
Responden/Informan : Ingrid Maria Palupi Kansil, S.Sos
Jabatan : Anggota DPR RI dan Anggota Badan Legislasi Waktu Wawancara : 16.35 WIB
Hari/Tanggal : Senin, 30 Juni 2013
Tempat : Gedung Nusantarara 1 Lantai 09 Ruang 0917 Keterangan : R = Informan, P = Peneliti
1. P : Dapatkah anda ceritakan informasi apa yang sedang anda butuhkan? R : Menjawab: Saya biasanya membutuhkan segala macam informasi, baik
itu sosial budaya, ekonomi, sosial maupun perkembangan politik terkini dan isu-isu nasional lainnya.
2. P : Apa tujuan dari informasi tersebut?
R : Menjawab: Memperbarui informasi & digunakan sebagai database.
3. P : Selama pencarian informasi berlangsung, pertanyaan-pertanyaan apa saja yang muncul dan ingin ditemukan?
R : Menjawab: Saya terbiasa menggunakan metode : kejadian apa, mengapa bisa terjadi, dimana kejadian tersebut terjadi, alasan-alasan terjadi kejadian, dan akibat yang ditimbulkan.
4. P : Apa yang anda rasakan ketika persoalan tersebut muncul dan apa yang anda rasakan setelah anda mendapatkan jawabannya? Gimana perasaan anda kalau tidak mendapatkan jawabannya?
R : Menjawab: Seperti kebanyakan orang, saya akan merasa gelisah dan merasa ada sesuatu yang salah. Dan ketika saya menemukan jawabannya saya akan merasa sedikit lega dan bersiap mencari jawaban atas pertanyaan berikutnya.
5. P : Biasanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencari informasi?
6. P : Apakah anda pernah ke Perpustakaan dan Pengkajian dan Analisis? R : Menjawab: Ya
7. P : Paling suka mencari informasi dengan menggunakan saluran (Formal: perpustakaan, dan Pengkajian dan analisis (PAIS); dan
informal: rekan sejawat, tv, koran, radio, dll.) dan sumber informasi apa (tercetak: buku, koran, majalah, jurnal; dan tidak tercetak: seminar, diskusi, konferensi, studi banding.)?
R : Menjawab: Media elektronik. Media massa, & literatur (perpustakaan).
8. P : Dalam melakukan pencarian tersebut, apakah anda mengalami hambatan, hambatan-hambatan apa yang anda temukan atau alami? R : Menjawab: Hambatan : ketidaksediaan waktu yang cukup untuk menggali lebih dalam mengenai hal yang sedang di cari.
9. P : Apa yang menghambat anda, sehingga berhenti mencari informasi? R : Menjawab: Rutinitas/kesibukan sehari-hari dan jadwal pekerjaan.
10. P : Apakah ketidaktahuan akan sumber dan saluran informasi menghambat mencari informasi?
R : Menjawab: Tidak, dengan perkembangan teknologi semuanya menjadi mudah.