BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN
B. Hambatan-Hambatan Pencarian Informasi Anggota DPR RI dari Kalangan Artis dan Pekerja Informasi di P3DI
2 IK Tidak, dengan perkembangan teknologi semuanya menjadi mudah
Antara OA dan IK menganggap saluran dan sumber informasi itu hanya berasal dari teknologi dan hal itu tidak menjadikanya penghambat. Bahkan, dengan perkembangan teknologi yang ada. Dengan adanya teknologi juga bukan penghambat dan menjadikannya saluran dan sumber informasi utama. Untuk lembaga informasi masih dijadikan saluran dan sumber informasi alternatif. Setelah perkembangan teknologi, seperti google (pencarian data) dan Smartphone
98
Dalam bab terakhir ini akan dikemukan kesimpulan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh dari pengumpulan data berdasarkan uraian pada bab sebelumnya. Kesimpulan yang diambil ini juga merupakan jawaban dari permasalahan yang sebelumnya dirumuskan di awal bab skripsi ini. Selain kesimpulan ada juga saran yang kiranya bisa penulis berikan masukan kepada pekerja informasi di P3DI (Pusat Pengkajian Pengolahan Data dan Informasi) dan anggota DPR RI serta pihak-pihak yang terkait lainnya sehubungan dengan penelitian yang telah dilakukan ini.
A. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan yang diuraikan pada bab 4 (empat), maka temuan tersebut dapat dirumuskan dan diambil beberapa kesimpulan. Kesimpulan yang diambil dalam penelitian ini adalah temuan berdasarkan informan yang dimintai keterangannya dalam penelitian ini. Dalam penelitian kualitatif dengan jumlah informan hanya 4 (empat) orang, maka hasilnya tidak dapat digeneralisasikan. Sehingga keseluruhan populasi disamakan sikapnya sebagaimana keterangan yang disampaikan oleh informan. Di sini lebih mengungkapkan penjabaran dari fenomena yang ada dari masing-masing yang diteliti secara lebih mendalam. Adapun kesimpulan yang diambil dari peneltian ini adalah:
1. Untuk kebutuhan informasinya, anggota DPR RI dari kalangan artis lebih kepada informasi-informasi, seperti: faktor pekerjaannya yang berhubungan dengan bidang sosial budaya, ekonomi, perkembangan politik terkini dan isu-isu nasional lainnya. Serta informasi-informasi lainnya yang mendukung fungsi-fungsi anggota dewan sesuai masing-masing komisinya.
2. Untuk memenuhi kebutuhan informasi, pencarian informasi anggota DPR RI dari kalangan artis ini dilakukan dengan mengandalkan staf ahli masing-masing anggota DPR RI yang berjumlah 2 orang dan 1 orang staf/asisten pribadi. Ada juga yang mengandalkan staf ahli komisi, sedangkan untuk pencarian langsung ke perpustakaan menemukan lebih dari 1 anggota DPR RI dari kalangan artis dan belum ada satupun anggota DPR RI dari kalangan artis yang mencari informasi ke bidang Pengkajian dan analisis.
3. Pada kenyataannya anggota DPR RI dari kalangan artis beberapa masih banyak yang tidak tahu lokasi P3DI khususnya bidang analisis dan pengkajian. Sehingga yang banyak memanfaatkan hanya ketua DPR RI, staf anggota DPR RI, PAMDAL (pengamanan dalam), mahasiswa dan lain-lain. Mereka juga lebih cenderung memanfaatkan lembaga informasi bidang perpustakaan daripada bidang PAIS, sedangkan peran bidang pengkajian dan analisis lebih banyak di awal pembahasan suatu RUU. Tujuan penggunaan informasi yang mereka lakukan dalam memenuhi kebutuhan informasinya adalah untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam melaksanakan 3 fungsi DPR (Pengawasan kebijakan pemerintah, bersama-sama pemerintah membuat
anggaran dan membuat undang-undang). Penggunaan informasi masih didominasi informasi digital dan koran.
4. Hambatan utama mereka dalam pencarian informasi adalah waktu yang sempit dalam mencari langsung ke sumber informasi dan staf ahli yang kurang dalam pencarian informasi.
B. Saran
Adapun beberapa saran yang dapat penulis berikan adalah:
1. Untuk melengkapi penelitian ini, dirasakan perlu diadakannya penelitian lanjutan seperti perilaku pencarian informasi staf ahli anggota DPR RI, perilaku pencarian informasi pekerja informasi P3DI dan lainnya yang dirasa perlu.
2. P3DI sebaiknya lebih sering mempromosikan bidang-bidang yang ada. Alangkah lebih baiknya juga perpustakaan mengadakan pendidikan pemakai khususnya mengenai pencarian informasi. Agar UU yang dapat disahkan atau dihasilkan jadi lebih banyak (seimbang antara RUU dan UU) dan baik (diterima masyarakat banyak).
3. P3DI sebaiknya lebih berperan aktif lagi “jemput bola” dalam
memberikan informasi yang diinginkan anggota DPR RI dan anggota DPR RI lebih sering lagi ke P3DI. Walaupun hanya untuk mengetahui informasi terbaru.
4. Sekretariat Jenderal DPR RI sebaiknya menambah jumlah sumber daya manusia khususnya di bagian analisis P3DI dan staf ahli anggota DPR RI.
5. P3DI sebaiknya menambah koleksi yang ada dan menginformasikan buku-buku baru kepada anggota DPR RI serta mengemas informasi yang dimiliki menjadi lebih cepat & mudah dicari.
102
Albarracín, et.al. The Handbook of Attitude. [S.l]: Routledge, 2005.
Arsland, A. H. “Studi tentang kebutuhan dan pencarian informasi anggota DPR RI dalam proses penerbitan suatu UU atas usul inisiatif.” Tesis S2 Pascasarjana Program Studi Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan bidang Ilmu Budaya UI Depok, 2001.
Atherton, Pauline. Handbook for information system and services. Paris: UNESCO, 1977.
Bouazza, Abdelmajed. Information user studies dalam Allen Kent (Editor)
Encyclopedia of library and information science. New York: Marcel Dekker, 1989.
Bungin, Burhan. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu sosial lainnya. Jakarta: Kencana, 2009.
Choo, Chun Wei. et. all. Web Work: Information Seeking and Knowledge Work on the World Wide Web. London: Kluwer Academic Publisher, 2000. Darmono & Yunaldi. “Kajian pemakai informasi: Prospeknsya dalam lingkup
kepustakawanan di Indonesia,”Vol. 19 No. 1 (1996).
Echol, John M. et al. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Gramedia, 1996.
Edward, Evan G. Developing library and information center collection. 2nd ed. Littleton: Library Unlimited, 1987.
Ellis, et.al. “A comparison of the information seeking patterns of researchers in
the physical and social sciences.” Journal of documentation. Vol.49, no. 4,
(December 1991).
George R. Terry. Office Manajemen and Control, Illinois: Homewood, 1962. Gochman, David S. Handbook of Health Behavior Research: Relevance for
Professionals and Issues for the Future. [S.l]: Springer, 1997.
Hayden, K. Atx. Information seeking models. Calgary: the University of Calgary,
2000. Artikel diakses pada 20 Maret 2009 dari
http://www.ucalgaryca/~ahayden/seeking.html.
Herman, Zul. Program pendidikan pemakai di Pusat Regional Biologi Tropika (Biotrop) dan Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDIN-LIPI): Sebuah tinjauan, Depok: Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Sastra, Universitas Indonesia, 1983.
Hermawan, Rachman dan Zen, Zulfikar. Etika kepustakawanan : suatu pendekatan terhadap kode etik pustakawan Indonesia. Jakarta : Sagung Seto, 2006.
Hidayat, Ferdi. Karakter Pengguna Perpustakaan. Artikel diakses pada 29 Desember 2010 dari http://www.fedri-hidayat.co.cc/2009/12/karakter-pengguna-perpustakaan.html.
Kosasih, Aa. Jasa Informasi Pada Perpustakaan. Artikel diakses pada tanggal 14 Januari 2011 dari http://[email protected]
Kuhlthau, Carol C., “Inside the searching process: information seeking from the
user’s perspective.” Journal of the American Society for Information
Science, no. 42 (Mei 1993): h. 361-371.
Lancester, F.W., “User education: the next major thrust in information science?” Journal of education for librarianship, no. 11 (Januari): h. 55
Moleong, Lexy J. Metode penelitian kualitatif: Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004.
Mangindaan, Christina. dkk. Perilaku informasi dosen dalam proses penelitian [laporan penelitian]. Jakarta: Universitas Terbuka, 1993.
Meyer, Hester W. J. The nature of information, and the effective use of information in rural development. Information research, 10 (2), (January, 2005). h. 214. Diakses pada tanggal 20 Maret 2009 dari http://informationR.net/ir/10-2/paper214.html
Nasuhi, Hamid. Pedoman penulisan karya ilmiah (skripsi, tesis dan disertasi).
Jakarta: CEQDA, 2006.
Notoatmodjo, Sukidjo. Metodologi pendidikan dan pengajaran, Jakarta: BPKM FKMUI, 1980.
Palmer, Judith. Scientist and information: I using cluster analysis to identify information style dalam The journal of Documentation, 47 (2). (1991). Pannen, Paulina. A study in information seeking and use behaviors of resident
students and non resident student in Indonesia tertiary education. [S.l]: [Disertasi the School of Education at Syracuse University], 1990.
Pendit, Putu Laxman. Makna informasi: potensi dan tantangan. Jakarta: Kesaint Blanc, 1992.
Pinneli, Thomas E., A study in information seeking and use behaviors of resident student and non resident student in Indonesia tertiary education. Disertasi S3 the School of Education at Syracuse University, 1990.
Pirog, Wojciech. Training of documentation and information users. Unesco Bulletin for Libraries, no. 24(Mei)
Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa. Ejaan dalam bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1992.
Pusat pembinaan dan pengembangan bahasa. Pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan. Bandung: Pustaka Setia, 1996.
Putubuku, Ragam perilaku informasi, diakses pada tanggal 16 Des. 2010 dari
http://iperpin.wordpress.com/tag/pencarian-informasi/
Romli, Lili, ed. Pemilu 2009 dan konsolidasi demokrasi. Jakarta: Pusat Pengkajian Pengolahan Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal DPR RI, 2008.
Santoso, F. Harianto. Wajah DPR dan DPD 2009-2014: latar belakang pendidikan dan karier. Jakarta: Kompas, 2010.
Saraszwave, Pengaruh Five Traits Personality dengan Perilaku Penemuan Informasi Individu , diakses pada tanggal 16 Des. 2010 dari
http://saraszwave.wordpress.com/2009/05/09/pengaruh-five-traits-personality-dengan-perilaku-penemuan-informasi-individu/
Sarwono, Sarlito Wirawan. Pengantar umum psikologi. Jakarta: Bulan Bintang, 1996.
Sholeh, Asrorun Ni’am. Perpustakaan jendela peradaban: teks, konteks, dan dinamika pembahasan Undang-undang tentang perpustakaan. Jakarta: eLSAS, 2008.
Stevenson, Janet. Dictionary of library and information management, Teddington, Midlesex: Peter Collin, 1997.
Sugiono. Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2005. Sulistyo-Basuki. Kamus istilah kearsipan. Yogyakarta: Kanisius, 2005.
. Materi pokok kerjasama dan jaringan perpustakaan; 1-6, PUST 2256/2SKS. Jakarta: Universitas Terbuka, Depdikbud, 1996.
. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1993.
. Teknik dan jasa dokumentasi. Jakarta: Gramedia, 1992.
Sulistyo-Basuki, dkk. Perpustakaan dan Informasi dalam konteks budaya Depok: Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, FIB UI, 1993
Sutarno. Mengenal Perpustakaan. Cet. 1. Jakarta: Jala Permata, 2006.
Trimo, Soejono. Dari Dokumentasi ke Sistem Informasi Manajemen. Bandung: Remaja Karya, 1987.
Wilson, T.D. On user studies and information needs. Journal of librarianship, 37 (1), no. 3-15., artikel diakses pada tanggal 20 Maret 2009 dari
http://informationr.net/tdw/publ/papers/1981infoneeds.html
Young, Heartsill. ALA Glosary of Library and Information Science. Chicago: ALA, 1983.
Yulianah, Kebutuhan informasi pemustaka: Studi kasus di perpustakaan keliling Kota Administrasi, Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Program Studi Ilmu Perpustakaan, 2009.
Yusuf, Pawit M. Ilmu informasi, komunikasi, dan kepustakaan. Jakarta: Bumi Aksara, 2009.
Yusuf, Pawit M. Pedoman mencari sumber informasi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995.
Wawanudin. “Peran jasa perpustakaan DPR RI terhadap pemenuhan kebutuhan informasi bagi pegawai Sekretariat Jenderal DPR RI.” Skripsi S1 Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Jakarta, 2006.
Wijayanti, Lucky. Perilaku pencarian informasi staf pengajar Fakultas Sastra UI dalam melakukan penelitian. Depok: [Tesis PSIP-PPFSUI], 2001.
Zulfahmi. Selebritas menjadi Caleg: Untung atau rugi bagi partai, Media Indonesia 12 September 2008.
Lampiran 2