18. 18.8 19.6
200
200
2006
2007
2008
10.9 11. 12. 19.6 1. 21.2 16.8 Konsumsi: Consumption: Sumatera naik 11.1% Sumatera increase 11.1% Kalimantan naik 22.9% Kalimantan increase 22.9% Sulawesi naik 25.2% Sulawesi increase 25.2%Daerah lainnya naik 16.0%
Other area increase 16.0%
Luar Jawa Outer Java Jawa Java Jawa naik 8.1% Java increase 8.1%
10
Laporan Tahunan 2008 Annual Report P T S e m e n G r e s i k ( P e r s e r o ) T b kPerseroan melakukan risk assesment di seluruh proses bisnis untuk menggali seluruh risiko yang ada, kemudian diklasiikasikan berdasarkan tingkat risiko dan ditentukan menjadi high level corporate risks dengan hasil sebagai berikut:
1. Risiko kapasitas produksi
Kapasitas produksi perseroan tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Risiko ini dapat diminimalisir dengan pembangunan pabrik baru seperti yang sedang dilakukan perusahaan.
2. Risiko kompetisi bisnis
Kompetitor baru ataupun lama melakukan diversiikasi produk maupun inovasi-inovasi baru dalam pengembangan produk sehingga kompetisi menjadi semakin ketat. Risiko ini dapat diminimalisir melalui diversiikasi produk dengan jenis semen berkomposisi terak lebih sedikit serta promosi dan komunikasi pemasaran dengan lebih optimal.
3. Risiko sinergi holding
Pelaksanaan sinergi holding tidak berjalan sesuai dengan rencana sehingga eisiensi biaya tidak berjalan sesuai dengan harapan. Risiko ini dapat diminimalisir melalui pemilihan model holding yang mampu mendukung proses sinergi.
4. Risiko kegagalan cost reduction
Program cost reduction tidak berjalan dengan optimal sehingga penurunan harga pokok produksi dan eisiensi biaya tidak tercapai. Risiko ini dapat diminimalisir melalui program eisiensi yang berorientasi jangka panjang yang saat ini sedang dilakukan Perseroan, yaitu meliputi:
• Cost management
• Reduce cost material • Reduce cost maintenance • Alternatif fuel
5. Risiko energi listrik
Keterbatasan supply atau kenaikan harga energi listrik mempengaruhi kelancaran proses produksi. Risiko ini dapat diatasi dengan melakukan pembangunan pembangkit listrik dan kontrak jangka panjang dengan PLN seperti yang sedang dilakukan Perseroan saat ini.
6. Risiko Batubara
Kontinuitas supply serta kualitas batubara mengalami kendala. Risiko ini dapat diminimalisir
The Company conducted risk assessment in all the business processes for investigating the existing risk, and has been further classiied on the base of risk rate and determined into high level corporate risks with the following results:
1. Risk of production risk
The Company’s production capacity can not fulfill the market demand. The risk can be minimized by the new plant development, which is undergoing construction process by the Company.
2. Risk of business competition
The new or existing competitors conduct product diversiication or new innovation in product development that increase the competition level. The risk can be minimized through product diversiication with cement type of lower composition of slag, in addition to a more extensive promotion and marketing communication campaigns.
3. Risk of holding synergy
The conduct of holding synergy is not working in accordance with the plan that causes the cost eficiency plan does not work accordingly. The risk can be minimized through the choice of holding model which is conducive for the synergy process.
4. Risk of cost reduction failure
Cost reduction program does not work in its optimum level that causes failure in reducing the cost of goods sold and conduct of cost eficiency. The risk can be minimized through long-term oriented eficiency program which is currently undergoing process by the Company, which includes:
Cost management Reduce cost material Reduce cost maintenance Alternative fuel
5. Risk of electricity power energy
The short of supply or increasing price of electricity power energy risk inluences the smoothness of production process. The risk can be controlled by developing electricity power plant and long-term contract with PLN which is in undergoing process by the Company.
• • • •
RISIKO USAHA
BUSSINESS RISK
dengan melakukan kerjasama operasi/kontrak jangka panjang dengan perusahaan batubara ataupun melalui pengembangan alternatif fuel.
7. Risiko likuiditas
Likuiditas Perseroan berada pada kondisi tidak optimal. Risiko ini dapat diminimalisir melalui pengelolaan dana dan cash flow dengan lebih optimal.
8. Risiko valuta asing
Terjadi luktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Risiko ini dapat diatasi dengan melakukan
hedging seperti yang sedang dilakukan Perseroan.
9. Risiko lingkungan dan sosial
Terjadi kendala pada kondisi lingkungan dan sosial perusahaan dengan masyarakat. Risiko ini dapat diminimalisir dengan mengoptimalkan penerapan
health, safety and environment management serta penerapan corporate social responsibility dengan lebih optimal sesuai dengan tujuan Perseroan.
10. Risiko SDM
Pengelolaan SDM belum dilakukan secara optimal yang berkaitan dengan perkembangan perusahaan dan persaingan bisnis yang semakin kompleks. Risiko ini diminimalisir melalui penerapan human capital bebasis kompetensi yang saat ini sedang dilakukan Perseroan.
11. Risiko kiln breakdown
Terjadi kiln breakdown diluar rencana (unschedule) sehingga produksi terak terganggu. Risiko ini dapat diminimalisir dengan pengaturan pola operasi serta pemeliharaan rutin seperti yang telah dilakukan Perseroan.
12. Risiko distribusi
Proses distribusi semen menghadapi hambatan dan kendala. Risiko ini dapat diminimalisir dengan pemilihan moda transportasi yang lebih eisien serta pembangunan silo semen dan peningkatan sinergi distribusi seperti yang telah dilakukan Perseroan.
13. Risiko pengelolaan proyek
Terjadi berbagai kendala dalam penyelesaian proyek yang disebabkan perubahan kondisi ekonomi global. Risiko ini dapat diminimalisir dengan melakukan
adjustment sesuai dengan kondisi Perseroan.
6. Risk of coal supply
Constraints in the continuity of coal supply and quality of coal. The risk can be minimized by conducting cooperation in operation/ long-term contract with a coal company or by developing alternative fuel.
7. Risk of liquidity
The Company’s liquidity is not at its optimum condition level. The risk can be minimized by way of fund management and more optimum cash flow.
8. Risk of foreign currency
Fluctuation of rupiah exchange rate to the foreign currency. The risk can be minimized by way of hedging as currently conducted by the Company.
9. Risk of environment and social
Constraints in environment and social condition of the Company that relate to the community. The risk can be minimized by optimizing the implementation of health, safety and environment management as well as corporate social responsibility plan in accordance with the Company’s objectives.
10. Risk of human Resources
Human Resources management has not been optimally conducted in relation to the increasing complexity of Company’s development and business competition. The risk can be minimized through the implementation of competence base human capital as currently conducted by the Company.
11. Risk of kiln breakdown
Risk of unscheduled kiln breakdown that disrupts the slag production. The risk can be minimized by conducting regular operation pattern and routine maintenance as currently conducted by the Company.
12. Risk of distribution
Constraints and obstacles that occur in cement distribution process. The risk can be minimized by selecting a more eficient mode of transportation and construction of cement silo as well as improvement in distribution synergy as currenly conducted by the Company.
13. Risk of project management
Obstacles that exist during project accomplishment due to the changes in global economy condition. The risk can be minimized by conducting adjustment in accordance with the Company’s condition.
12
Laporan Tahunan 2008 Annual Report P T S e m e n G r e s i k ( P e r s e r o ) T b kSTRATEGI OPERASIONAL
Menghadapi kondisi permintaan pasar yang cenderung melemah dengan tingkat persaingan yang meningkat, manajemen berupaya meningkatkan kinerja Perseroan dengan menerapkan empat strategi operasional yang meliputi:
1. Revenue Management
Strategi ini sangat erat dengan kegiatan pemasaran Perseroan. Dengan strategi revenue management, pola dan strategi pemasaran selalu ditinjau ulang, sebaran pendapatan produk diutamakan pada daerah yang memberikan marjin laba usaha yang optimal melalui program optimasi distribusi dengan menyelaraskan daerah pemasaran dengan pola angkutan.
2. Cost Management
Dengan strategi ini manajemen memfokuskan pada upaya eisiensi biaya melalui pengelolaan bahan baku, kemasan, energi, pemeliharaan, pola distribusi dan modal pengangkutan sehingga produk Perseroan memiliki daya saing maksimal. Pemilihan jenis bahan bakar dibenahi untuk menekan biaya energi.
Bahan baku: fokus pada pencarian sumber- sumber bahan baku dengan harga yang lebih kompetitif serta memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan
Kemasan: fokus pada pencarian sumber-sumber bahan kemasan dengan harga yang lebih kompetitif, mengoptimalkan pemakaian kantong dengan biaya yang lebih rendah, serta menerapkan pengadaan bersama bahan kemasan.
Enerji: fokus pada maksimalisasi porsi pemakaian bahan bakar batubara, menurunkan pemakaian batubara high calory, merencanakan pembangunan pembangkit listrik sendiri untuk tujuan eisiensi dan kontinuitas pasokan di masa mendatang, mereview kontrak-kontrak batubara jangka panjang dan merencanakan pengadaan bersama kontrak batubara jangka panjang, serta mengoptimalkan penggunaan
•
•
•