• Tidak ada hasil yang ditemukan

FOCUSING ON OPERATIONAL STRATEGY TO STRENGTHEN THE FOUNDATION

Dalam dokumen Laporan Tahunan | Semen Indonesia (Halaman 33-42)

32

Laporan Tahunan 2008 Annual Report P T S e m e n G r e s i k ( P e r s e r o ) T b k

Hasil operasional ini membuat kondisi keuangan Perseroan semakin kuat, sebagaimana terlihat dari posisi ROE sebesar 31,3%, dan ROA sebesar 23,8%. Posisi ini lebih besar dari rata-rata industri, yaitu 20% untuk ROE dan 1% untuk ROA. Perseroan memiliki eksposur hutang yang rendah dan free cash flow yang kuat sehingga Perseroan memiliki kapabilitas yang unggul untuk pengembangan usaha di masa mendatang.

lANDASAN yANG KoKoh mENUJU ERA BARU

Penerapan strategi revenue management yang konsisten dan diupayakan melalui sinergi yang intensif mampu menghasilkan kinerja fundamental yang kokoh. Perseroan memprioritaskan pendapatan produk dengan harga yang bersaing dan pada segmen pasar yang memungkinkan penentuan harga dengan

profit optimal. Hasilnya, total volume pendapatan produk di tahun 2008 mencapai jumlah 17,7 juta ton, naik % dari volume penjualan tahun 2007 sebesar 16,9 juta ton. volume penjualan tersebut semakin mengukuhkan posisi Perseroan sebagai market leader

di pasar domestik dengan pangsa pasar 3,7%. Seiring dengan pencapaian tersebut, proitabilitas Perseroan meningkat, sebagaimana ditunjukkan oleh besaran kenaikan pendapatan dan laba bersih sebesar 27% dan 2%.

Peningkatan proitabilitas merupakan buah

keberhasilan Perseroan dalam menekan peningkatan biaya produksi melalui strategi cost management

yang diimplementasikan melalui serangkaian program eisiensi. Kendati menghadapi lonjakan harga BBM dan batubara yang sangat tinggi pada pertengahan tahun, upaya pengendalian biaya berhasil menekan kenaikan Beban Pokok Pendapatan dan Beban Usaha di tahun 2008 pada kisaran Rp6,86 triliun atau meningkat 22,% dan Rp1,97 triliun atau meningkat 22,7%. Hasil tersebut cukup positif, mengingat kenaikan biaya energi sebagai komponen biaya yang dominan dalam proses produksi dapat ditekan sehingga berada di bawah persentase peningkatan pendapatan.

Hasil akhir dari langkah tersebut adalah meningkatnya laba usaha menjadi Rp3,39 triliun, naik 1,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih Perseroan di tahun 2008 mencapai Rp2,2 triliun, naik sebesar 2,1% dari posisi laba bersih tahun 2007 sebesar Rp1,78 triliun.

This operational result created a stronger inancial condition of the Company, as shown by ROE position of 31.3%, and ROA of 23.8%. This position is higher than average industrial rate, which is 20% for ROE and 14% for ROA. The Company possesses low exposure to loan and a strong free cash low that ensures the Company having an excellent capability for future development in business.

STRoNGER FoUNDATIoN ToWARDS A NEW ERA

Consistent implementation of revenue management strategy which has been put forth through intensive synergy has enabled creating a solid fundamental performance. The Company prioritizes on product sales at competitive prices and on market segment which enables price structure with optimum proit. The result, total volume of product sales in 2008 achieved 17.7 million tonnes, rose by 4% from sales volume in 2007 of 16.9 million tonnes. The achievement of sales volume has further strengthened the Company’s position as a market leader in domestic market with market share of 43.7%. In line with the achievement, Company’s proitability increased, as demonstrated by the rising volume of revenue and net income by 27% and 42%.

The growth in proitability is a result of the Company’s accomplishment in controlling the trend of production cost increase, through cost management strategy implemented through a range of eficiency programs. Even though encountering fuel price escalation in the middle of the year, the cost control management had kept the Cost of Revenue and Operating Expenses in 2008 at an average of Rp6.86 trillion or an increase of 22.4% and Rp1.97 trillion or increase of 22.7%. Those igures are positive, considering he increasing cost of energy as a dominant cost component in the production process can be reduced to a lower level under the revenue increase percentage.

The inal result of the measures is the increase in operating proit into a sum of Rp3.39 trillion, rose by 41.3% compared to the previous year. Net income in 2008 achieved Rp2.52 trillion, rose by 42.1% from net income position in 2007 of Rp1.78 trillion.

The inancial performance is followed by Debt to Equity Ratio (DER) position by end of 2008 amounted to 2.2% and debt to EBITDA ratio of 0.05 times. This has caused the Company to own a low level of loan and substantial amount of free cash low. The Company is wellpoised in

Kinerja inansial tersebut diikuti dengan posisi Debt to Equity Ratio (DER) di akhir tahun 2008 yang sebesar 2,2% dan Rasio hutang terhadap EBITDA sebesar 0,0 kali. Dengan demikian Perseroan memiliki tingkat hutang yang rendah serta free cash flow yang cukup besar. Perseroan mendapatkan rating nasional maupun internasional yang baik dari berbagai lembaga independen yang mempunyai reputasi tinggi. Hal ini menunjukkan posisi kas dan neraca dalam kondisi solid, sehingga Perseroan memiliki potensi tinggi untuk mendapatkan dana eksternal, sekaligus menjadi fundamen yang kuat untuk melanjutkan ekspansi usaha. Pada tahun 2008, Perseroan berhasil melakukan

modiikasi atas unit-unit produksinya, sehingga kapasitas produksi total meningkat mencapai angka 18,0 juta ton, atau naik sebesar % dari kapasitas produksi di tahun 2007 yang sebesar 17,1 juta ton. Realisasi produksi semen mencapai 18,2 juta ton yang berarti beroperasi dengan tingkat utilisasi 101%. Kapasitas produksi yang digunakan secara maksimum berdampak pada pengurangan biaya per output produk, sehingga memungkinkan diperolehnya margin yang optimal. Secara keseluruhan, hasil-hasil tersebut telah

menghasilkan pertumbuhan yang tinggi dibandingkan tahun sebelumnya serta melampaui target-target kuantitatif yang telah ditetapkan di awal tahun operasional Perseroan, dalam RKAP seperti ditunjukkan pada tabel berikut.

Aktual/ Actual 2007 1 Aktual/ Actual 2008 2 Target 2008 3 Pencapaian/ Achievement (%) 2:1 Pencapaian/ Achievement (%) 2:3

volume Produksi (Ton)

Production (Tonnes) 16,786,271 18,171,559 17,803,000 108.3 102.1

volume Penjualan (Ton)

Sales Volume (Tonnes) 16,944,336 17,659,418 17,775,500 104.2 99.3

Pendapatan (Rp miliar)

Revenue (Rp billion) 9,601 12,210 10,764 127.2 113.4

EBITDA

(Rp miliar/billion) 2,849 3,867 3,501 135.8 110.4

Pencapaian Kinerja Utama:

its national of international rating from several high reputation independent institutions. The achievement indicates position of cash and balance sheet in solid condition that makes the Company has a high potential in obtaining external fund, and at the same time strong fundamental to continue its business expansion. In 2008, the Company has been successful in conducting modiication to the production units, that made its total production capacity increased into 18.0 million tonnes, or increased by 5% from production capacity level of 17.1 million tonnes in 2007. Realization of cement production achieved 18.2 million tonnes which meant operating at utility rate of 101%. Maximum utilization of production capacity has a fruitful result of cost reduction per product output that enables reaching optimum margin. Overall those results have led to higher level of growth compared to the preceding year and exceed the quantitative targets as deined at the initial year of Company operation, in the Work Plan and Annual Budget (“RKAP”), as described on the following table.

Apart from operational performance achievement and capacity enhancement, we can report that in 2008 the Company has accomplished its initial stage of enhancement effort in Human Capital and Information Capital. The attainment of early stage program has further strengthened the Company’s foundation in infomation Main Performance Achievement Table:

3

Laporan Tahunan 2008 Annual Report P T S e m e n G r e s i k ( P e r s e r o ) T b k

Selain pencapaian kinerja operasional dan peningkatan kapasitas, dapat kami laporkan bahwa pada tahun 2008 Perseroan telah menyelesaikan tahap awal dari upaya peningkatan Human Capital dan Information Capital. Penyelesaian program tahap awal ini kian memperkokoh landasan Perseroan dari sisi sistim informasi dan

komunikasi serta sumber daya manusia untuk melangkah ke era baru yang lebih cerah.

TANGGUNG JAWAB SoSIAl PERUSAhAAN

Konsisten dengan prinsip triple bottom lines, yaitu harmoni antara Profit (laba usaha), Planet (lingkungan)

dan People (kesejahteraan masyarakat), Perseroan

telah melakukan berbagai aktiitas Corporate Social

Responsibility (CSR) serta berkomitmen untuk

meningkatkan program tersebut. Kepedulian Perseroan terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar diarahkan untuk menggali dan merangsang potensi masyarakat agar mampu tumbuh dan berkembang bersama Perseroan. Program CSR diwujudkan dalam berbagai bidang kehidupan penting dalam masyarakat.

Perseroan sebagai aset bangsa mengutamakan pertumbuhan bersama masyarakat dan terus menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar. Iklim yang kondusif dari masyarakat sekitar lingkungan pabrik dan kawasan operasional sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran kegiatan usaha. Oleh karena itu, sebagai perwujudan kepedulian atas perkembangan dan dinamika masyarakat di sekitar kawasan usahanya, Perseroan melaksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Perseroan telah menentukan dua sasaran strategis dari pelaksanaan CSR, yaitu untuk meningkatkan pembinaan sosial ekonomi masyarakat dan lingkungan. Di bidang sosial, program yang dilaksanakan meliputi (i) penyediaan sarana umum seperti jalan, penerangan,sanitasi,

pavingisasi dan perbaikan fasum, (ii) program peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME, (iii) program bantuan pendidikan, (iv) program bantuan bencana alam, (v) program bantuan kesehatan, pengembangan keolahragaan, dan pengembangan karya seni budaya.

Di bidang ekonomi, program yang dilaksanakan meliputi pengembangan pola kemitraan usaha kecil dan koperasi, yang mengedepankan aspek kemandirian, profesionalisme dan etika. Pengembangan pola kemitraan tersebut diharapkan akan menjadi fasilitator dan akselerator

and communication system, and human resources aspects to step forward into a brighter new era.

CoRPoRATE SoCIAl RESPoNSIBIlITy (CSR)

Coherent with the principles of triple bottom lines, which is the harmony between Proit (operating income), Planet (environment) and People (community welfare), the Company has conducted various Corporate Social Responsibility (CSR) activities and is committed to the program enhancement. The Company’s care to the community welfare in surrounding areas is directed to explore and drive the people’s potency to be able to grow and develop along with the Company. The CSR program is manifested in several important aspects of community living. The Company as an asset of the nation encourages the growth with the people and conducts harmonious relationship with surrounding communities. Conducive environment of the people in the vicinity areas of the plants and operational areas is essential in supporting the smooth operation of business. That’s why as a manifestation of care on the development and dynamics of people around the operational areas, the Company renders the Partnership and Environmental Care Program (“PKBL”). The Company has deined two strategic objectives in the CSR execution, which is to improve the social economic guidance of the people and environment. In social aspect, the program encompasses (i) provision of public facilities, such as roads, lighting, sanitation, pavingization, and public facilities improvement, (ii) enhancement program on the faith and devotion to God the Almighty, (iii) educational aid program, (iv) sustenance program for the victims of natural disaster, (v) healthcare, sports enhancement, as well as arts and cultural development programs. In economic aspect, the conducts of program include development of small entrepreneurs and cooperative union partnership scheme, which proposes the aspects of independency, professionalism and ethics. The partnership scheme development is aimed at facilitating and accelerating the growth of small business to propel multiplying effect to the independency and welfare of the people in the Company’s surrounding areas.

bagi pertumbuhan usaha kecil yang membawa dampak berganda (multiplier effect) terhadap kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkungan Perseroan.

KomITmEN TERhADAP PElESTARIAN lINGKUNGAN

Sedangkan di bidang lingkungan, Perseroan secara komprehensif menerapkan falsafah “Go Green” yang mencakup tujuh aspek, mulai dari penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan hingga pengendalian lingkungan hidup. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan yang meliputi kegiatan penghijauan, bantuan pembuatan sumur, pembuatan sarana wisata air serta pembuatan real estat dan kawasan industri di kawasan pasca tambang.

Di samping itu, Perseroan memiliki fasilitas pengelolaan air bersih (water treatment) dan penampungan air hujan berupa waduk serba guna untuk berbagai keperluan. Komitmen penggunaan teknologi ramah lingkungan diwujudkan antara lain melalui penggunaan sarana-sarana pengendalian polusi berteknologi mutakhir. Program rehabilitasi lingkungan pasca tambang dan lingkungan sekitar fasilitas produksi dirancang bersama konsultan independen bertaraf internasional. Semua upaya tersebut sekaligus merupakan jawaban terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat dunia akan terciptanya lingkungan hidup yang lebih baik untuk kehidupan mendatang. Hasil nyata di tahun 2008 adalah meningkatnya peringkat PROPER Perseroan dari Kementerian Lingkunga Hidup, dari

Biru menjadi hijau.

PENINGKATAN ImPlEmENTASI BEST PRACTICES - GCG

Kepercayaan publik merupakan amanah yang selalu dijunjung tinggi oleh Perseroan. Melalui penerapan azas keterbukaan, kemandirian, akuntabilitas, pertanggung- jawaban dan kewajaran yang merupakan prinsip dasar GCG, Perseroan menerapkan nilai integritas dalam setiap perilaku organisasi maupun individu, karena meyakini bahwa elemen tersebut akan meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang. Langkah tersebut diawali dengan menggali dan membangun kembali nilai-nilai budaya perusahaan dengan menetapkan suatu standar nilai, etika dan budaya sebagaimana tertuang dalam Kode Etik serta Buku Budaya Perusahaan. Seluruh pranata terkait dengan etika perilaku yang sebelumnya telah tertanam pada setiap insan perusahaan digali lagi, diperkaya dan disosialisasikan kepada seluruh pegawai.

CommITmENT To ThE NATURAl PRESERVATIoN

While in environmental aspect, the Company has comprehensively implemented the “Go Green” philosophy covering seven aspects, starting from arrangement, utilization, development, maintenance, rehabilitiation, supervision to the control in living environment. Several activities have been carried out to include regreeining activities, contribution to artesian well construction, developing water tourism facilities as well as real estate preparation and industrial estate in the post mining areas.

Apart from that, the Company possesses water treatment management facilities and rain water reservoir in the form of multipurpose basin for many uses. The commitment in using environmental-friendly technology is realized among others by the use of advanced technology pollution control instruments. Rehabilitation program for post mining environment as well as production facilities surrounding areas is jointly planned with an international level independent consultant. All of these efforts are corresponding to the increasing demand of global community on the creation of a better environment for future living. The real evident in 2008 is the increasing level of “PROPER” rating from the Ministry of Living Environment, from Blue into Green.

GCG BEST PRACTICES ImPlEmENTATIoN ENChANCEmENT

Public trust is a noble mandate to be continually upheld by the Company. By way of implementing the norms of transparency, independency, accountability, responsibility and fairness as the fundamental principles of GCG, the Company instills integrity spirit in each conduct of the organization and individuals, as we are aware of the importance of the element in enhancing the corporate value in the long run. The step has been started by exploring and rebuilding the corporate culture, through deining a standard of values, ethics and culture as transcribed at the Ethical Code and the Corporate Culture Book. All of the related arrangements with the ethical conduct which have been previously infused in each of the Company individuals is re-explored, enriched and socialized to the whole employees. Consolidation efforts in organizational structure, values and corporate governance have been carried out as a continuation of the internal company consolidation programs

36

Laporan Tahunan 2008 Annual Report P T S e m e n G r e s i k ( P e r s e r o ) T b k

Upaya pembenahan tata organisasi, tata nilai dan tata kelola tersebut dilakukan sebagai kelanjutan dari program konsolidasi internal perusahaan yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Dengan hasil yang baik dari sisi kuantitatif yaitu berupa landasan inansial dan operasional yang makin kokoh, manajemen berpendapat sudah saatnya memperkuat kembali sisi kualitatif, yang berarti pembenahan personil, sistim dan tata kelola maupun tata nilai organisasi. Program peningkatan kualitas implementasi atau best practices - GCG ini akan terus diterapkan di masa-masa mendatang seiring dengan perkembangan usaha Perseroan dan tuntutan industri di masa mendatang.

Selama tahun 2008 Perseroan telah memperoleh beberapa penghargaan yang merupakan pengakuan pihak luar kepada Perseroan. Penghargaan tersebut antara lain: • Indonesian Quality Award 2008

• Best Corporate Governance & Most Committed to A Strong Dividend Policy

• Best BUMN Award 2008 • Indonesia’s Best Wealth Creators

• “Entrepreneurship Development Centre” Program.

PERKEmBANGAN lAINNyA

Perseroan masih terus melakukan usaha-usaha dalam rangka membentuk Strategic Holding guna mengantisipasi tantangan persaingan dan upaya pengembangan

Perseroan di masa mendatang. Sambil menunggu opsi terbaik untuk pembentukan Strategic Holding, Perseroan mengembangkan model Fungsional Holding dalam membangun sinergi fungsi-fungsi bisnis Perseroan dan anak perusahaannya. Fungsi holding telah berlangsung untuk tiga bidang, yakni Pengadaan, Pemasaran dan Pembangunan Proyek. Untuk bidang strategic lainnya, seperti Keuangan, Akuntansi, IT dan SDM sedang dalam proses persiapan untuk dilaksanakan dalam pola

fungsional holding ini.

Pembelian kembali saham Perseroan

Sehubungan perubahan kondisi pasar inansial yang bergejolak selama tahun 2008, yang berdampak pada penurunan harga saham Perseroan hingga jauh di bawah harga wajarnya, Perseroan melakukan program ”buy- back” untuk membeli kembali saham Perseroan selama periode 13 Oktober 2008 sampai dengan tanggal 9 Januari 2009. Program ini telah selesai dilaksanakan dan berhasil membeli kembali saham Perseroan sejumlah

experienced during the last several years. With a good result from quantitative aspect, which is a stronger inancial and operational foundation, the management has come into a decision to re-strengthen the qualitative aspect, which means consolidation measures in terms of personnel, system and governance or organizational values. Enhancement program in quality implementation or best GCG practices will be consistently upheld in the coming years,in matching up with the Company’s business development and industrial demand in the future.

In 2008, the Company has obtained several awards signifying acknowledgement from external parties to the Company. The awards include among others:

• Indonesian Quality Award 2008 • Best Corporate Governance & Most

Committed to A Strong Dividend Policy • Best BUMN Award 2008

• Indonesia’s Best Wealth Creators • “Entrepreneurship Development Centre”

Program.

oThER DEVEloPmENTS

The Company will continuously make effort in establishing a Strategic Holding to anticipate the competition challenge and Company development plan in the coming years. While inalizing the best option in Strategic Holding establishment, the Company has developed a Functional Holding model in developing synergy between the business functions of the Company and its subsidiaries. The holding function has been conducted in three aspects, that is Procurement, Marketing and Project Development. For other strategic aspects, such as Finance, Accountancy, IT and Human Resources, are undergoing preparatory stages for implementation in this functional holding. Share Buy-back

In relation to the recurring volatile changes in inancial market condition in 2008, which affected the plummeting price of Company share down below its fair price, the Company has subsequently conducted buy-back program on its shares during the period of October 13, 2008 to January 9, 2009. The program has been accomplished and bought back an amount of 68,032,000 shares, taking a fund of Rp198.7

68.032.000 lembar saham. Dana yang digunakan mencapai Rp 198,7 miliar yang di ambil dari Saldo Laba Perseroan.

PRoSPEK TAhUN 2009 DAN RENCANA JANGKA PANJANG

Perseroan memandang prospek usaha ke depan, khususnya di tahun 2009, dengan kewaspadaan yang meningkat, mengingat situasi perekonomian global yang memburuk sejak semester kedua 2008. Kondisi tersebut terkait dengan krisis subprime mortgage di Amerika Serikat tahun 2007 yang berlanjut dengan krisis energi yang diikuti krisis inansial di tahun berikutnya. Di pihak lain, agenda politik nasional yaitu penyelenggaraan PEMILU 2009, biasanya menimbulkan peningkatan kewaspadaan akan instabilitas keamanan.

Perseroan menyikapi kondisi tersebut dengan penajaman lebih lanjut atas implementasi empat strategi operasional yang terbukti menunjukkan hasil lebih baik dalam beberapa tahun terakhir. Kami melihat adanya peluang yang baik mengingat kondisi inansial yang kokoh dan mantapnya tahapan konsolidasi internal, untuk mendukung rencana dan posisi Perseroan sebagai perusahaan semen terkemuka di Indonesia maupun di kawasan regional.

Untuk mengantisipasi peluang dan tantangan di tahun 2009 dan di masa-masa mendatang, Perseroan akan menerapkan langkah-langkah antisipatif dan proaktif berupa program utama berikut:

• Melanjutkan dan menajamkan empat strategic initiatives unggulan, yakni Revenue Management, Cost Management, Capacity Management dan Improving Competitive Advantage.

• Mengevaluasi secara periodik rencana pengeluaran modal secara prudent.

• Memulai pembangunan unit pabrik baru. • Memperkuat Human Capital Management dan

Pengembangan Information Communication Technology.

PENUTUP

Demikian laporan hasil operasional tahun 2008. Selanjutnya dimohon kepada para Pemegang Saham untuk menyetujui Laporan Tahunan dan jalannya Perseroan selama tahun 2008 serta mengesahkan

billion from the Company’s Retained Earnings.

PRoSPECT oF 2009 AND oUR loNG- TERm PlAN

The Company observes ahead of its business prospect, especially in 2009, with an improved alert, considering the adverse condition of global economy since second semester of 2008. Te condition related to subprime mortgage crisis in the United States in 2007 that continued into energy crisis, to be followed by inancial crisis

Dalam dokumen Laporan Tahunan | Semen Indonesia (Halaman 33-42)