• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS KRISTEN PAPUA

1. Visi, Misi dan Tujuan

Universitas Kristen Papua

Visi Universitas Kristen Papua:

“Menjadi Universitas Unggul dalam Penyelenggaraan Pendidikan Konteks Papua.”

Misi Universitas Kristen Papua:

a. Menyelenggarakan pendidikan (pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat) guna memenuhi tuntutan masyarakat.

b. Menyelenggarakan program pendidikan akademik untuk mendukung pembangunan di tanah Papua yang dilandasi kepedulian, kemandirian, kreativitas dan inovatif.

c. Menyelenggarakan pengelolaan pendidikan yang profesional dan akuntabel.

d. Mengembangkan budaya kewirausahaan.

Tujuan Universitas Kristen Papua:

a. Tujuan Umum

Tujuan penyelenggaraan pendidikan pada Universitas

Kristen Papua (UKiP) Sorong adalah menyiapkan mahasiswa menjadi warga negara yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Kuasa, berjiwa Pancasila, memiliki integritas kepribadian yang tinggi, terbuka dan tanggap terhadap perubahan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian.

b. Tujuan Khusus

1. Menyiapkan peserta didik yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang ilmu pengetahuan, menguasai teknologi dan/atau kesenian.

2. Menyiapkan peserta didik yang memiliki

profesionalisme dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi modern.

3. Menyiapkan peserta didik yang mampu

menterjemahkan konsep-konsep dan/atau tugas-tugas pengabdian di masyarakat.

4. Mewujudnyatakan masyarakat Papua, menjadi masyarakat modern.

2. Rasional Standar

Dosen dan Tendik Menurut Undang Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dalam pasal 38 disebutkan bahwa tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Sedangkan pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan

melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Lebih lanjut dalam Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, secara tegas menggunakan istilah dosen untuk merujuk pada pengertian pendidik pada jenjang pendidikan tinggi.

Dalam Permendikbud nomor 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Pasal 1 angka 14 menyebutkan dosen adalah pendidik profesional dengan tugas utama dosen mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pada Permendikbud yang sama pada pasal 1 angka 15 menyebutkan bahwa Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan tinggi antara lain, pustakawan, tenaga administrasi, laboran dan teknisi, serta pranata teknik informasi.

Dalam konteks hubungan input- proses-output dan outcome pada system pendidikan tinggi, dosen dan tenaga kependidikan merupakan sumberdaya manusia yang penting tugas dan perannya dalam menjalankan proses pada system tersebut. Agar dosen dan tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik diperlukan standar dosen dan tenaga kependidikan yang baik.

Dengan pertimbangan hal hal tersebut maka

Universitas Kristen Papua melalui LPMI menetapkan standar dosen dan tenaga kependidikan yang akan menjadi pedoman dan tolok ukur bagi pimpinan universitas, pimpinan fakultas, pimpinan program studi maupun pimpinan unit atau lembaga yang bertanggung jawab dalam merencanakan, mengelola dan mengembangkan sumberdaya manusia di lingkungan Universitas Kristen Papua.

a. Rektor sebagai pimpinan universitas b. Dekan sebagai pimpinan fakultas c. Ketua program studi sebagai pimpinan program

studi

4. Definisi Istilah a. Dosen adalah tenaga pendidik pada perguruan tinggi yang khusus diangkat dengan tugas utama melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dosen terdiri atas dosen tetap dan dosen tidak tetap.

b. Tenaga kependidikan adalah laboran, pustakawan, teknisi, pegawai administrasi, sopir hingga pekarya.

c. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di UKIP.

d. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijasah dan/atau sertifikat keahlian yang gayut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

e. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (sks) untuk menyatakan beban

studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.

f. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas minimal 16 (enam belas) minggu.

g. Satu satuan kredit semester, selanjutnya disebut 1 (satu) sks adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama 1 (satu) semester melalui 3 (tiga) kegiatan per minggu meliputi 50 (lima puluh) menit tatap muka terjadwal (perkuliahan), 60 (enam puluh) menit kegiatan terstruktur dan 60 (enam puluh) menit kegiatan mandiri, atau 100 (seratus) menit praktikum, atau 240 (dua ratus empat puluh) menit kerja lapangan.

h. Indeks Prestasi (IP) adalah ukuran kemampuan mahasiswa yang dapat dihitung berdasarkan jumlah sks matakuliah yang diambil dikalikan dengan nilai bobot masing masing matakuliah dibagi dengan jumlah seluruh sks matakuliah yang diambil pada semester tersebut.

i. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah ukuran kemampuan mahasiswa sampai pada periode waktu tertentu yang dapat dihitung berdasarkan jumlah sks matakuliah yang diambil sampai pada periode waktu tertentu dikalikan dengan nilai bobot masing masing matakuliah dibagi dengan seluruh sks matakuliah yang diambil.

j. Evaluasi kemajuan studi mahasiswa adalah kriteria penilaian yang dilakukan secara bertahap terhadap pencapaian IPK untuk menentukan mahasiswa akan

mampu melanjutkan studi atau dihentikan statusnya kompetensi pendidik, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan pendidikan dalam rangka pemenuhan capaian lulusan.

2. Dosen program sarjana harus berkualifikasi akademik paling rendah lulusan magister yang relevan dengan program studi.

3. Dosen program magister harus berkualifikasi akademik paling rendah lulusan doktor yang relevan dengan program studi.

4. Dosen program doktor harus berkualifikasi akademik lulusan doktor yang relevan dengan program studi, dan dapat menggunakan dosen bersertifikat profesi yang relevan dengan program studi dan berkualifikasi setara dengan jenjang 9 (sembilan) KKNI;

5. Beban kerja pada kegiatan pokok dosen harus disesuaikan dengan besarnya beban tugas tambahan, bagi dosen yang mendapatkan tugas tambahan.

6. Beban kerja dosen sebagai pembimbing utama dalam penelitian terstuktur dalam rangka proses pembelajaran paling sedikit 6 (enam) orang.

8. Tenaga kependidikan h a r u s memiliki kualifikasi akademik Sarjana (S1) yang dinyatakan dengan ijazah sesuai dengan kualifikasi tugas pokok dan fungsinya..

9. Tenaga kependidikan yang memerlukan keahlian khusus wajib memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan bidang tugas dan keahliannya.

6. Strategi Pencapaian Standar

a. Mendorong dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor melalui program beasiswa internal maupun eksternal.

b. Membuat blue print pembinaan karier dosen dan tenaga kependidikan dalam jangka panjang.

c. Menyelenggarakan pelatihan secara periodik bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk peningkatan kompetensi yang dibutuhkan.

d. Menyediakan beasiswa bagi dosen yang akan melanjutkan studi

e. Mengikutsertakan tenaga kependidikan untuk mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan kompetensi.

7. Indikator Ketercapaian Standar

a. Dosen semua bergelar Magister untuk Prodi Sarjana b. Dosen semua bergelar Doktor untuk Prodi Magister c. Semua Prodi memiliki 6 dosen tetap yang linear.

d. Semua Prodi memiliki Tenaga Kependidikan

8. Dokumen Terkait a. Peraturan Akademik

b. Pedoman SDM

9. Referensi a. Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

b. Undang-Undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi

c. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

d. Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan e. Permendikbud nomor 49 tahun 2014 tentang Standar

Nasional Pendidikan Tinggi.

f. Buku Kurikulum Pendidikan Tinggi yang dikeluarkan oleh Tim Kurikulum dan Pembelajaran Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014.

g. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

STANDAR

SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN