1. Visi, Misi dan Tujuan
Universitas Kristen Papua
Visi Universitas Kristen Papua:
“Menjadi Universitas Unggul dalam Penyelenggaraan Pendidikan Konteks Papua.”
Misi Universitas Kristen Papua:
a. Menyelenggarakan pendidikan (pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat) guna memenuhi tuntutan masyarakat.
b. Menyelenggarakan program pendidikan akademik untuk mendukung pembangunan di tanah Papua yang dilandasi kepedulian, kemandirian, kreativitas dan inovatif.
c. Menyelenggarakan pengelolaan pendidikan yang profesional dan akuntabel.
d. Mengembangkan budaya kewirausahaan.
Tujuan Universitas Kristen Papua:
a. Tujuan Umum
Tujuan penyelenggaraan pendidikan pada
Universitas Kristen Papua (UKiP) Sorong adalah menyiapkan mahasiswa menjadi warga negara yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Kuasa, berjiwa Pancasila, memiliki integritas kepribadian yang tinggi, terbuka dan tanggap terhadap perubahan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian.
b. Tujuan Khusus
1. Menyiapkan peserta didik yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang ilmu pengetahuan, menguasai teknologi dan/atau kesenian.
2. Menyiapkan peserta didik yang memiliki
profesionalisme dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi modern.
3. Menyiapkan peserta didik yang mampu
menterjemahkan konsep-konsep dan/atau tugas-tugas pengabdian di masyarakat.
4. Mewujudnyatakan masyarakat Papua, menjadi masyarakat modern.
2. Rasional Standar Proses
Pembelajaran
Dalam meningkatkan Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Nasional yang saat ini berubah menjadi Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah melakukan berbagai upaya, diantaranya dengan melakukan pembenahan sistem pengelolaan perguruan tinggi, melakukan berbagai lokakarya maupun menerbitkan berbagai buku atau
dokumen yang terkait. Adapun pada saat ini setidaknya terdapat 3 kegiatan yang telah dilakukan oleh Dikti, tentunya terkait dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, yaitu:
1) Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) 2) Akreditasi Perguruan Tinggi.
3) Penjaminan Mutu (Quality Assurance).
Sebagai universitas yang memiliki visi menjadi universitas yang unggul, maka sistem penjaminan mutu merupakan sebuah keharusan yang diterapkan.
Penerapan itu merupakan komitmen Universitas Kristen Papua untuk membangun dan mengembangkan pendidikan yang bermutu demi menghasilkan lulusan yang sesuai standar pendidikan yang pada gilirannya lulusan tersebut mampu mengembangkan bidang ilmu dan menciptakan lapangan kerja.
Penerapan mutu yang sejak awal dilakukan juga secara langsung akan menuntut setiap dosen dan pegawai serta mahasiswa untuk secara kreatif melaksanakan dan mengembangkan sistem penjaminan mutu internal melalui proses input, porses, output dan outcomenya.
Dalam melaksanakan Standar Nasional Pendidikan, UKIP telah menyiapkan berbagai dokumen terkait SNP diantaranya dokumen standar proses pembelajaran dimana dalam dokumen tersebut perlu ditetapkan standar mutunya, yaitu:
1). Standar Perencanaan Proses Pembelajaran 2) Standar Pelaksanaan Proses Pembelajaran 3). Standar Pengawasan proses Pembelajaran 3. Pihak yang
4. Definisi Istilah a. Student Centered Learning (SCL) adalah pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa.
b. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
c. RPS adalah Rencana Pembelajaran Semester yang disusun oleh dosen baik secara mandiri maupun bersama dalam kelompok keahlian tertentu paling sedikit memuat: a) nama program studi; b) capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah; c) kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran; d) bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai; e) metode pembelajaran; f) waktu yang disediakan pada tiap tahap pembelajaran; g) pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester; h) kriteria, indikator dan bobot penilaian;
dan i) daftar referensi yang digunakan.
d. Manajemen kelas adalah perencanaan pembelajaran dalam pengelolaan jadwal termasuk pengaturan perkuliahan.
e. Kartu Rencana Studi (KRS) adalah borang pengisian matakuliah yang direncanakan oleh mahasiswa setiap semester.
f. Kartu Hasil Studi (KHS) adalah borang hasil studi mahasiswa dalam setiap semester.
g. Berita Acara Perkuliahaan (BAP) adalah borang pengisian kegiatan pelaksanaan perkuliahan setiap tatap muka.
h. Presensi adalah daftar hadir dosen dan mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran untuk setiap matakuliah.
i. Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa adalah penilaian kinerja dosen oleh mahasiswa dalam proses pembelajaran.
j. Proses perubahan yang dialami mahasiswa dalam pembelajaran :
1. Ranah kognitif (learning to know) : kemampuan yang yang berkenaan dengan pengetahuan, penalaran, atau pikiran,
2. Ranah afektif (learning to be) : kemampuan yang mengutamakan perasaan, emosi dan reaksi-reaksi yang berbeda berdasarkan penalaran,
3. Ranah psikomotorik (learning to do) :
kemampuan yang mengutamakan ketrampilan
jasmani,
4. Ranah kooperatif (learning to live together) : kemampuan untuk bekerjasama.
k. Stakeholder (pengguna lulusan), adalah dari sektor industri atau produksi, masyarakat luas, pemerintah maupun kalangan perguruan tinggi sendiri.
l. Proses pembelajaran yang bersifat interaktif adalah capaian pembelajaran lulusan diraih dengan mengutamakan proses interaksi dua arah antara mahasiswa dan dosen.
m. Proses pembelajaran yang bersifat holistic adalah proses pembelajaran mendorong terbentuknya pola pikir yang komprehensif dan luas dengan menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokal maupun nasional.
n. Proses pembelajaran yang bersifat interaktif adalah capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang terintegrasi untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan secara keseluruhan dalam satu kesatuan program melalui pendekatan antardisiplin dan multidisiplin.
o. Proses pembelajaran yang bersifat saintifik adalah proses pembelajaran yang mengutamakan pendekatan ilmiah sehingga tercipta lingkungan akademik yang berdasarkan sistem nilai, norma, dan kaidah ilmu pengetahuan serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kebangsaan.
p. Proses pembelajaran yang bersifat kontekstual adalah capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan kemampuan menyelesaikan masalah dalam ranah keahliannya.
q. Proses pembelajaran yang bersifat tematik adalah capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengankarakteristik keilmuan program studi dan dikaitkan dengan permasalahan nyata melalui pendekatan transdisiplin.
r. Proses pembelajaran yang bersifat efektif adalah capaian pembelajaran lulusan diraih secara berhasil guna dengan mementingkan internalisasi materi secara baik dan benar dalam kurun waktu yang optimum.
s. Proses pembelajaran yang bersifat kolaboratif adalah capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran bersama yang melibatkan interaksi antar individu pembelajar untuk menghasilkan kapitalisasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
t. Proses pembelajaran yang bersifat berpusat pada mahasiswa adalah capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian
dalam mencari dan menemukan pengetahuan 5. Pernyataan
Standar Proses
Pembelajaran
1. Dosen dalam menyelenggarakan proses pembelajaran harus bersifat interaktif, holistic, integrative, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif dan berpusat pada mahasiswa.
2. Dosen dalam menyelenggarakan proses pembelajaran harus mengutamakan pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian,
dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan.
3. Dosen dalam perencanaan proses pembelajaran harus membuat Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang ditetapkan dan dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama dalam kelompok keahlian suatu bidang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi dalam program studi.
4. Dosen dalam membuat Rencana Pembelajaran Semester (RPS) paling sedikit memuat:
a. nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama dosen pengampu;
b. capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah;
c. kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan;
d. bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai;
e. metode pembelajaran;
f. waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelajaran;
g. pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester;
h. kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan i. daftar referensi yang digunakan.
5. Dosen dalam membuat Rencana pembelajaran semester (RPS) wajib ditinjau dan disesuaikan secara berkala dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
6. Program Studi dalam melaksanakan proses pembelajaran harus berlangsung dalam bentuk interaksi antara dosen, mahasiswa, dan sumber belajar dalam lingkungan belajar tertentu atau kondusif.
7. Dosen dalam melaksanakan proses pembelajaran di setiap mata kuliah harus dilaksanakan sesuai Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang telah dibuat oleh Dosen.
8. Dosen dalam melaksanakan proses pembelajaran yang terkait dengan penelitian mahasiswa wajib mengacu pada Standar Nasional Penelitian.
9. Dosen dalam melaksankan proses pembelajaran yang terkait dengan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa wajib mengacu pada Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat.
10. Dosen dalam melaksanakan proses pembelajaran
melalui kegiatan kurikuler wajib dilakukan secara sistematis dan terstruktur melalui berbagai mata kuliah dan dengan beban belajar yang terukur.
11. Dosen dalam melaksanakan proses pembelajaran melalui kegiatan kurikuler wajib menggunakan metode pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata kuliah, meliputi: diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau metode pembelajaran lain, yang dapat secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.
12. Program Studi dan Dosen wajib membuat bentuk pembelajaran berupa: kuliah, responsi dan tutorial, seminar, praktikum, praktik bengkel atau praktik lapangan bagi setiap matakuliah.
13. Program Studi wajib menambah bentuk pembelajaran berupa penelitian, pengabdian kepada masyarakat, perancangan, atau pengembangan dibawah bimbingan dosen dalam rangka pengembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, pengalaman otentik, serta meningkatkan kesejahteran masyarakat, mencerdaskan kehidupan bangsa dan daya saing bangsa.
14. Program Studi dalam melaksanakan proses pembelajaran efektif harus paling sedikit 16 (enam belas) minggu, termasuk ujian tengah semester
dan ujian akhir semester dalam satu semester.
15. Program Studi dalam menyelenggarakan semester antara/pendek wajib paling sedikit 8 (delapan) minggu dengan beban belajar mahasiswa paling banyak 9 (Sembilan) sks dan sesuai beban belajar mahasiswa untuk memenuhi capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
16. Program Studi Sarjana wajib menyelesaikan studi paling lama 7 (tujuh) tahun akademik dengan beban belajar mahasiswa paling sedikit 144 sks.
17. Program Studi Magister wajib menyelesaikan studi paling lama 4 (empat) tahun akademik dengan beban belajar mahasiswa paling sedikit 36 sks.
18. Program Studi Doktor wajib menyelesaikan studi paling lama 7 (tujuh) tahun akademik dengan beban belajar mahasiswa paling sedikit 42 sks.
19. Dosen dalam proses pembelajaran wajib mengadakan tatap muka perkuliahan 16 kali perminggu termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
20. Dosen wajib membuat Diktat/Bahan Ajar bagi mahasiswa sebagai pegangan bagi mahasiswa dalam proses pembelajaran.
21. Dosen wajib mengadakan ujian tengah semester dan ujian akhir semester dalam satu semester berjalan sesuai kalender akademik.
22. Mahasiswa wajib mengikuti proses pembelajaran tatap muka perkuliahan 12 kali sebagai syarat mengikuti ujian akhir semester.
6. Strategi Pencapaian
1. Dekan dan Kaprodi mensosialisasikan standar
Standar proses pembelajaran kepada seluruh dosen.
2. Mengadakan workshop tentang cara pembuatan RPS.
3. Mengadakan seminar tentang “Metode Pembelajaran yang Efektif.”
7. Indikator Ketercapaian Standar
1. Adanya RPS bagi setiap matakuliah
2. Adanya pedoman dalam proses pembelajaran 3. Memiliki Berita Acara Perkuliahan
4. Daftar absen mahasiswa 5. Berta Acara nilai mahasiswa 8. Dokumen Terkait 1. Format RPS
2. Pedoman proses pembelajaran 3. Pedoman Peninjauan Kurikulum 4. Peraturan Akademik
9. Referensi a. Undang-Undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
b. Peraturan Presiden nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kulifikasi Nasional Indonesia
c. Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
d. Permendikbud nomor 73 tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi
e. Permendikbud nomor 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
f. Buku Kurikulum Pendidikan Tinggi yang dikeluarkan oleh Tim Kurikulum dan Pembelajaran Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014.
g. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi