BAB III KRONOLOGI HUKUM PUTUSAN NOMOR 0064/Pdt.G/2018/PA.Tdo,
A. Deskripsi Putusan Nomor 0064/Pdt.G/2018/PTdo
2. Duduk Perkara
“Gugatan”
a. Posita
1) Penggugat dan tergugat adalah mantan suami istri yang menikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan xxx Kota Manado pada tanggal 11 Oktober 2009. Sejak tanggal 26 Januari 2017 antar Penggugat dengan
Tergugat telah secara resmi bercerai sebagaimana termuat dalam Akta Cerai Nomor: 0002/AC/2017/PA.Tdo. berdasarkan Penetapan Pengadilan Agama Tondano No 27/Pdt.G/2016/PA.Tdo tanggal 26 Januari 2017.Bahwa selama dalam masa pernikahan antara Penggugat dengan Tergugat telah diperoleh harta bersama berupa: sebuah Kapal Penangkap dengan No: 552/DPKI –MU/PK-PI/26/IV/2016 dengan nama Kapal (KMT.ZIDAN), Tanda Pas C. 58 No. 1172, Tonase Kotor (GT) – 6 - , Ukuran (P x L x D) :14,50x 3,66 x 0,90 (M) dengan Penggerak Motor Tempel, Merk Yamaha, 2 x 40 PK, bahan Utama Kayu tahun Pembuatan 2015 atas nama RS (Tergugat) telah terdaftar dalam Register Pas Kapal Penangkap Ikan di Dishubkominfo Minut, dengan Nomor; 1172 (seribu seratus tujuh puluh dua) tertanggal 25 April 2016 dan Sertifikat Kesempurnaan No: 552/DPKI-MU/SK-PI/42/IV/2016 tertanggal 25 April 2016 dengan taksiran harga jual kurang lebih 200 juta rupiah; Dan sebuah Mobil merk Honda Type Freed GB3 1,5 S A I (CKD) Jenis Minibus Roda 4, Tahun Pembuatan 2015, Warna Hitam Mutiara, Isi Silinder 1497 CC, Nomor Rangka MHRGB3820EJ350056, Nomor Mesin L15A7914770 3 dengan atas nama RS (Tergugat) dengan taksiran harga jual 150 juta rupiah.
2) Harta bersama antara Penggugat dengan Tergugat yang didapat selama dalam pernikahan antara Penggugat dengan Tergugat yang belum dibagi. Bahwa atas gugatan tersebut, Tergugat melalui kuasa hukumnya telah menambahkan bahwa dalam Proses Mediasi yang telah dilakukan oleh Penggugat dan Tergugat tertanggal 09 Oktober 2018 telah terungkap bahwa objek harta tersebut telah dijual oleh Tergugat, Tergugat sendiri yang secara tegas dan nyata mengakui bahwa ia telah menjual/mengalihkan objek harta bersama sebagaimana termuat dalam gugatan ini tanpa seizin dan sepengetahuan dari Penggugat (secara sepihak) setelah Penggugat dan tergugat bercerai, karena memang
37
Penggugat sama sekali tidak pernah tahu dan terlibat dalam proses jual beli kedua objek harta bersama sebagaimana dimaksud.
3) Oleh karena menurut hukum seluruh harta yang didapat dalam perkawinan, maka harta-harta tersebut harus dibagi masing-masing antara Penggugat dan Tergugat mendapat ½ bagian. Bahwa apabila pembagian atas harta bersama tersebut tidak dapat dilakukan secara natura karena sesuatu hal, maka Penggugat mohon agar pembagiannya dapat dilakukan dengan cara salah satu pihak dapat memberikan kompensasi bagian pihak lainnya dan atau dibagi secara in natura yaitu dijual dengan cara dilelang dengan bantuan Pengadilan maupun Kantor Lelang Negara, dan uang hasil penjualan lelang tersebut dibagi antara Penggugat dan Tergugat dengan perbandingan yang sama yaitu masing-masing mendapatkan seperdua bagian.
4) Penggugat sudah pernah berusaha meminta kepada Tergugat agar supaya gugatan a quo dapat dibagi antara Penggugat dan Tergugat, namun Tergugat tidak ada itikad baik sedikitpun untuk membagi objek tersebut, sehingga Penggugat memilih untuk mengajukan gugatan harta bersama melalui Pengadilan agama Tondano.
5) Gugatan Penggugat ini adalah menyangkut hal masing-masing dari Penggugat dan Tergugat atas harta bersama tersebut setelah terjadinya perceraian, sehingga demi hukum putusan perkara ini mohon dijatuhkan ketentuan terlebih dahulu.
b. Petitum
1) Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya.
2) Menyatakan menurut hukum bahwa harta bersama yang sudah disebutkan diatas dalah harta bersama antara Penggugat dan Tergugat yang didapat selama pernikahan yang belum dibagi.
3) Menyatakan menurut hukum dengan terjadinya perceraian antara Penggugat dan Tergugat, maka pembagiannya didasarkan pada KHI
Pasal 97 yang intinya harta bersama harus dibagi ½ kepada Penggugat dan Tergugat.
4) Menghukum kepada tergugat untuk menyerahkan ½ bagian dari harta bersama.
Pihak berperkara dimediasi oleh mediator Dewi Anggraeni Kasim, S.H, Hakim Pengadilan Agama Tondano, namun berdasarkan laporan hasil mediasi tanggal 16 Oktober 2018, upaya mediasi tidak berhasil. Kemudian dibacakan surat gugatan Penggugat tertanggal 27 Agustus 2018 yang maksud dan isinya tetap dipertahankan oleh Penggugat.
“Jawaban Tergugat”
a. Eksepsi
1) Eksepsi tentang kompetensi absolut, dalam posita dan petitum tidak jelas, pada mediasi Penggugat telah mengetahui kedua objek sengketa tersebut telah dijual oleh Tergugat kepada pihak lain. Terhadap pembagian harta warisan menjadi sengketa hak milik antara penggugat dan tergugat.
2) Eksepsi tentang syarat formil, gugatan kurang para pihak-pihak yang ditarik oleh Penggugat dalam gugatan karena objek sengketa telah dijual oleh Tergugat yang diketahui oleh Penggugat.
b. Bantahan dalam pokok perkara
1) Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya atau setidaknya tidak menerima gugatan Penggugat.
2) Menyatakan gugatan penggugat tidak jelas dan dinyatakan tidak dapat diterima.
“Replik”
a. Dalam eksepsi
1) Eksepsi tentang kompetensi absolut, Penggugat tidak penah mengakui objek sengketa telah dijual oleh Tergugat, melainkan Tergugat sendiri
39
yang mengakui ia telah menjualnya tanpa seizin dan sepengetahuan Penggugat setelah bercerai, dan tidak pernah tahu dan terlibat dalam proses jual beli tersebut. Juga yang diperkarakan adalah mengenai sengketa harta bersama, bukan sengketa waris.
2) Eksepsi tentang syarat formil, bagaimana mungkin Penggugat menarik pihak ketiga lain dalam perkara ini sedangkan harta tersebut ada di penguasaan Tergugat.
b. Dalam pokok perkara
1) Pada pokoknya Penggugat bertetap pada gugatan Penggugat semula dan menolak seluruh dalil-dalil jawaban Tergugat.
2) Terdapat fakta ditemukan baik dalam agenda mediasi maupun pada jawaban tergugat bahwa harta bersama telah dijual secara sepihak oleh Tergugat. Tergugat telah nyata merampas hak Penggugat dari bagian harta bersama, maka “Demi Hukum” Penggugat harus dilindungi kepentingan hukumnya oleh Undang-Undang.
3) Sudah sepatutnya majelis Hakim menolak jawaban tergugat untuk seluruhnya.
“Duplik”
a. Dalam Eksepsi
1) Pada prinsipnya Tergugat menolak dalil-dalil yang diajukan.
2) Tergugat tetap pada eksepsi dan jawaban Tergugat.
3) Tergugat tetap pada dalil-dalilnya, Tergugat berhak atas harta bersama yang dipermasalahkan.
b. Dalam Pokok Perkara
1) Menolak gugatan Penggugat atau tidak menerima gugatan Penggugat seluruhnya.
2) Menerima Eksepsi dan jawaban gugatan Tergugat.
Majelis Hakim telah melakukan pemeriksaan setempat tentang keberadaan objek sengketa. Tetapi sudah tidak ada lagi di tempat Tergugat tinggal.
Penggugat dan Tergugat menguatkan dalil-dalilnya dengan mengajukan alat-alat bukti tertulis dan juga saksi-saksi yang memberikan keterangan di bawah sumpah yang mereka siapkan. Kemudian ia mengajukan kesimpulan yang tetap pada dalil-dalilnya semula.