KESAN DAN PESAN ATAS KKN PpMM 086
WALAU DUNIA TAK SEINDAH MIMPI
WALAU DUNIA TAK SEINDAH MIMPI
Putri Setianti Huzaimah 1. Pengantar
Sebelumnya saya underestimate dengan diadakannya program KKN oleh kampus, karna sebagai mahasiswa Jurusan menejemen dakwah konsentrasi menejemen keuangan syariah seperti saya seharusnya meng aplikasikan ilmu yang didapat dari kampus itu ke kantor–kantor seperti magang , PKL ke tempat–tempat yang memang berhubungan dengan Jurusan saya. Saya sempat berfikir nanti manfaat pengabdian ke desa dari saya itu apa ? apakah ilmu saya dapat terpakai untuk masyarakat desa? Dari awal di bentuk kelompok KKN, selama kurang lebih 3 bulan persiapan KKN sampai tibalah waktunya hari keberangkatan KKN saya menikmati perjuangan bersama teman –teman baru saya. Mulai dari pembuatan program kerja yang dilakukan secara bersama–sama, survei lokasi, menemui orang–orang yang baru hingga beradaptasi dengan lingkungan yang baru juga.
Saya menyadari bahwa Program KKN salah satu pengalaman yang berharga bagi saya, pengalaman yang tidak akan didapatkan di dalam kampus. Nama kelompok kkn kami adalah adalah KKN RESWARA. Yang artinya cekatan atau terampil. Kelompok kkn kami di tempatkan di daerah Bogor Barat letaknya di Desa Sipak Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor. Setelah mendapat pengumuman bahwa kami mendapatkan tempat kkn di desa tersebut kami langsung mencari alamat dan mengadakan survei tempat. Setelah mengadakan survei, Desa Sipak merupakan desa yang cukup menjadi daerah tertinggal menurut saya, dilihat dari kantor balai desa yang belum memadai, inventaris desa yang kurang lengkap, pendidikan yang masih kurang dan tertinggal, kesehatan yang masih belum dikategorikan baik, hingga yang manjadi masalah utama kami adalah kebersihan maskarakat Desa Sipak, yang masih dikategorikan kumuh, karna masyakarakat di sana membuang sampah di sungai dan sungai tersebut pun digunakan untuk mandi oleh sebagain besar masyarakat Sipak.
Kendala terbesar yang saya bayangkan sebelum tinggal di Desa Sipak selama sebulan adalah air bersih. Saya khawatir kurangnya air bersih untuk mandi dilihat dari banyaknya warga yang masih mandi di sungai dan saya
menyimpulkan bahwa mereka tidak memiliki air bersih di dalam rumah– rumah mereka. Tetapi ketika saya berada di sana ternyata sebagian masyarakat sudah menggunakan air bersih di rumah–rumah mereka, pertanyaan saya pun terjawab, ternyata air bersih sudah ada di Desa ini. 2. Persepsi, Konflik dan Kebersamaan kelompok KKN
Tahun ini kelompok kkn ditentukan oleh pihak kampus yang mana semua teman dalam kelompok adalah teman baru dan baru bertemu di hari pembekalan KKN. kami terdiri dari 11 orang yang terdiri dari saya Putri Setianti Huzaimah Jurusan Menejemen Dakwah Konsentrasi Menejemen Keuangan Syariah Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Afriandha Fakhri Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Faiz Khaldun Jurusan Menejemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Richardy Affan Sojoungon Siregar Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi, Muhammad Yusuf Jurusan Ilmu Al–Qur’an dan Hadist Fakultas Ushuluddin, Ainiatul Qori’ah Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora, Syaiku dari Fakultas Syariah dan Hukum, Nindia Wira Putri Jurusan Menejemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Akhmad Angga Saputra Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora, Meida Hidayah Jurusan Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Hukum dan Novi Dwi Cahyanti Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi.
Sebelum hari pemberangkatan KKN kami tidak terlalu dekat hanya sebatas bertemu jika rapat diadakan. Lain halnya ketika kami ber –sebelas melaksanakan kegiatan KKN selama sebulan di desa orang, yang saya rasakan dari kelompok saya adalah kuatnya kekompakan kami, hal yang paling unik di dalam kelompok saya yaitu adanya evaluasi di setiap harinya. Jika saya tengok ke kelompok sebelah mereka hanya mengadakan evaluasi bila memang diperlukan yaitu hanya setelah mengadakan acara atau program kerja, sementara kelompok saya selalu mengadakan evaluasi sebelum tidur malam, evaluasi ini bukan bermaksud mencari kesalahan atau mengorek kecacatan tetapi evaluasi ini bertujuan untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada sekecil apapun masalah yang di hadapi. Kami selalu melaksanakan kegitan evaluasi walaupun di hari libur seperti malam minggu atau malam senin, karna evaluasilah kami menjadi dekat, di dalam evaluasi kami bisa bercengkrama, bercada tawa dan saling menghibur.
Konflik yang kami hadapi tidak ada yang pelik hanya sekedar konflik biasa, seperti telat piket, atau berbeda pendapat dalam mendiskusikan satu hal dan konflik–konflik biasa yang bisa kami selesaikan dengan cepat.
Kebersamaan yang tidak pernah terlupakan adalah ketiga kami mandi disungai bersama–sama, kami bercanda tawa, sungai yang mengalir deras membuat kami terbawa aliran sungai dan tertawa bersama–sama, itu merupakan kenangan yang indah menurut saya pribadi.
3. Persepsi Lingkungan Desa dan Masyarakatnya
Pada hari senin tanggal 25 Juli 2016, saya dan sepuluh teman saya lainnya berangkat ke Desa Sipak, sesampainya di sana kami langsung merapikan barang–barang kami di kontrakan kami, lokasi tempat tinggal kami berada di RT 04 RW 07, kami mengontrak dua kontrakan satu pintu untuk wanita dan satunya untuk laki –laki.
Seperti yang telah saya sampaikan di atas bahwa permasalahan yang amat sangat menonjol di Desa Sipak yaitu kebersihan lingkungan sungai, sungai yang seharusnya dilihat indah dan mempesona kini berwarna cokelat dan berserakan sampah dimana–mana, yang paling memprihatinkan adalah banyak warga yang masih membudayakan mandi di sungai walaupun banyak sampah berserakan.
Kebersihan dan pembuatan tong sampah sementara adalah program utama kelompok KKN 86, program kami dimulai dari penyebaran tong sampah disetiap RT dan memberikan penjelasan kepada warga jika ingin membuang sampah silahkan ke tong sampah yang kami sediakan di sekitar rumah warga dan jangan membuang sampah di sembarangan tempat terutama di sungai karna itu merupakan pencemaran lingkungan, jadi warga membuang sampah ke tong sampah yang kami sediakan, lalu nanti akan ada tim pengangkut sampah yang akan mengangkut sampah tersebut dan membuangnya ke tempat pembuangan akhir.
Program kami bukan hanya itu saja, program lainnya adalah UIN Goes to School, yang dimana kami mengunjungi sekolah–sekolah di Desa Sipak. Tujuan utama kami adalah membantu sekolah tersebut dalam kegiatan
pramuka dan pelatihan lainnya. Selama kurang lebih satu bulan kami menjalin silaturrahmi dengan sekolah–sekolah di Desa Sipak. Baik dari guru hingga Siswa–Siswa sekolah sangat senang dengan kedatangan KKN dari UIN Jakarta, hingga saat perpisahan yang kami adakan suasananya menjadi sangat mengharukan.
Minggu pertama yang kami lakukan adalah berkenalan dengan masyarakat desa dan mendatangi sekolah–sekolah yang sekiranya membutuhkan tenaga kami dalam mengajar. Kami mendatangi 3 sekolah yaitu sekolah Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Mathlaul Anwar, Madrasah Diniyyah ( MD ) Rohimatul Yatim, dan PAUD Cerdas. Alhamdulillah mereka menerima kami dengan lapang dada dan sangat membutuhkan tenaga kami karna memang di sekolah–sekolah tersebut amat sangat kekurangan tenaga pengajar. Kami juga mendatangi satu pengajian anak–anak yang diadakan pada sore hari dan membantu mengajar di pengajian tersebut. Di Desa Sipak saya merasakan sesuatu yang sangat berbeda, tidak seperti ketika saya berada di ciputat. Masyarakat di Desa Sipak ramah–ramah dan sangat menghargai pendatang, tidak acuh seperti masyarakat diperkotaan.
Program selanjutnya adalah mengajar bimbel di kontrakan kami, sebelumnya kami mengadakan sosialisasi ke anak–anak bahwa kami selaku kakak –kakak mahasiwa akan membantu adik–adik dalam belajar mata pelajaran yang sulit menurut mereka, dan alhamdulillah mereka sangat antusias dan esok harinya langung mendatangi kontrakan kami dengan membawa buku PR dan alat tulis mereka. Mengajar anak–anak menurut saya pribadi tidak terlalu sulit karna di rumah pun saya selalu membantu keponakan dalam belajar. Saya senang membantu adik–adik Desa Sipak belajar bimbel karna tidak dibatasi oleh waktu dan kami bisa saling mengenal, ada banyak anak yang hadir bahkan hingga keluar–luar kontrakan karna tempat kami tidak dapat menampung semua anak. Mereka senang kami pun senang. Jadwal bimbel yang kami adakan yaitu hari selasa kamis dan sabtu pukul 19.00 malam , mengapa kami mengadakan di malam hari? Karna disore hari anak–anak mengaji dan kami tidak mau mengganggi waktu mengaji mereka.
Program selanjutnya yang saya jalankan yaitu mengajar di Madrasah Diniyyah khusus untuk anak kelas 3 MD. Jadwal mengajar di Madrasah
Diniyyah hanya 1 jam dari jam 13.00–14.00, Madrasah Diniyyah bukan sekolah formal ini hanya sekolah pendamping dan di khusukan hanya untuk mata pelajaran agama. Saya mengajar mata pelajaran Iqro, Aqidah Akhlak dan Tauhid. Anak–anak sangat senang saya mengajar di Madrasah Diniyyah. Jarak tempuh kontrakan kami dengan Madrasah Diniyyah kurang lebih sekitar 1 km perjalanan, dan saya harus melewati jembatan gantung untuk menuju Madrasah tersebut. Pengalaman ini tak akan terlupakan karna melewati jembatan gantung yang di bawahnya mengalir air sungai yang deras merupakan suatu pengalaman yang luar biasa bagi saya pribadi, dimana saya harus berjuang melewati jembatan tersebut dengan perlahan dan hati –hati hanya untuk mengajar anak–anak Madrasah. Di madrasah saya mengenal banyak tipe anak, ada yang selalu berbicara, ada yang pendiam, ada yang cuek, ada yang sangat aktif, ada yang selalu minta diajak foto, ada yang jajan terus, mereka anak–anak yang menurut saya amat sangat rajin, karna dipagi hari mereka harus sekolah formal, siang hari sekolah diniyyah, sore hari mengaji, semoga mereka jadi anak–anak yang soleh dan berhasil dikemudian hari. Amin
Kegiatan selanjutnya yaitu mengajar ngaji. Pengajian anak–anak diadakan pada sore hari pukul 16.00 hingga selesai, pengajian ini hanya diajarkan oleh satu ustadz yang biasa dipanggi Aki Jaka, Aki Jaka berumur 60 tahun, beliau mengajar ngaji seorang diri, Aki Jaka tinggal berdua dengan istrinya di bilik–bilik bambu. Banyak cerita sedih yang menguras air mata mengenai sosok aki jaka, seorang ustadz yang rendah hati dan ikhlas mendidik anak–anak bangsa dengan keilmuannya. Walaupun tempat yang tidak memadai tapi anak–anak banyak yang mengaji di aki jaka kurang lebih 50 orang, mereka mengatakan bahwa aki jaka mengajarkannya dengan penuh kesabaran dan ketelitian sehingga anak–anak cepat dapat membaca mushaf Al–Qur’an dengan baik dan benar. Di sini saya membantu aki jaka dalam mengajar anak–anak, anak–anak pun sangat senang karna kami dapat membantu aki jaka mengajar.
Program selanjutnya adalah kami mengajar pelatihan baris–berbaris ( PBB ) anak – anak MI ( madrasah Ibtidaiyyah ) untuk acara 17 Agustus–an, biasanya setiap tahun di adakan lomba baris berbaris seluruh Kecamatan Jasinga. Setelah selama kurang lebih satu minggu kita melatih mereka tibalah waktunya acara puncak yaitu perlombaan baris berbaris, semua peserta
lomba berkumpul di GOR Jasinga, perlombaan pun dimulai perlombaa diadakan seperti acara karnaval mereka mengadakan lomba di pinggir– pinggir jalan, sebelumnya saya belum pernah melihat karnaval seperti ini di jakarta dan saya sangat senang hadir dan bisa menyaksikan acara karnaval perlombaan baris–berbaris, acaranya sangat meriah dan warga antusias menyambut acara tersebut.
Program yang selanjutnya yang kami adakan adalah rumah kreasi, kami mengumpulkan para ibu dan memberikan mereka pelatihan seperti membuat bros dan kantungan kunci dari kain flanel yang mana bros dan gantungan kunci tersebut bisa di jual dan menghasilkan uang serta keuntungan, ibu–ibu di sekitaran Desa Sipak sangat antusian dengan pelatihan yang kami berikan, bahkan ada yang langsung membeli kain flanel dan mencobanya di rumah. Alhamdulillah ada kegiatan yang bermanfaat untuk ibu–ibu Desa Sipak.
Kegiatan selanjutnya yaitu kami mengadakan seminar. Seminar di adakan dua kali dalam satu bulan. Seminar pertama bertemakan Enterpreneurship. Kami mengundang bapak–bapak dan ibu–ibu di Desa Sipak untuk berkumpul di balai desa. Alhamdulillah pada hari yang di tentukan mereka berkumpul dan menyimak seminar yang kami adakan, kami juga membuat pelatihan choco ball, choco ball di buat dengan sangat mudah hanya dengan biskuit roma, susu dan meses, tujuan kami mengadakan pelatihan chocoball di dalam seminar enterpreneurship agar para ibu bisa membuat kue yang enak dengan resep sederhana dan dapat dijual di sekitaran rumah mereka. Seminar yang kedua bertemakan Pelatihan Komputer Dasar, sasaran dari seminar ini adalah anak–anak sekolah mengengah pertama (SMP) , setelah sekian lama mencari Sekolah menengah pertama di Desa Sipak akhirnya dapatlah kami sebuah MTS ( madrasah tsanawiyyah ) yang terletak di samping pasar jasinga. Kami pun meminta izin kepada kepala sekolah tersebut untuk di perbolehkan memberikan seminar komputer ke pada anak–anak didik mereka, bapak kepala sekolah sangat terbuka menerima kedatangan kami, dan kami pun mengadakan seminar komputer di suatu ruangan dengan bermodalkan 10 laptop dan di bagi ke dalam 2 season karna laptop yang tersedia tidak cukup untuk siswa– siswi yang ada. Anak–anak senang dengan adanya pelatihan komputer karna memang di sekolah mereka tak ada komputer yang bisa di gunakan.
Kegiatan selanjutnya yang kami adakan yaitu mengadakan plang nama dusun, berdasarkan pengalaman kami mencari alamat RT dan RW di Desa Sipak sulit sekali karna akses jalan yang berliku–liku dan mempunya banyak gang , jadi kami mengadakan plang nama dusun agar para pendatang segera menemukan tempat yang di tuju. Kami ingin memudahkan siapapun dalam mengunjungi Desa Sipak ini.
Itulah beberapa program yang kami lakukan di Desa Sipak, saya merasakan banyak hal yang dapat saya pelajari dari program kuliah kerja nyata ini, mulai dari kerja sama dalam tim bagaimana menyatukan pendapat dan pemikiran 11 orang dalam satu perkumpulan, tak jarang perasaan kesal, marah, sedih, juga ada. Kita terbiasa dengan menduduk kan suatu masalah dengan bermusyawarah. Ada kalanya pendapat disetujui , jika tidak di setujui bagaimana caranya agar bisa lebih legowo dan ikut dengan pendapat yang lain.
Dari KKN ini saya belajar mengikuti adat dan budaya orang sipak, harus beradaptasi dengan masyarakat Desa Sipak walaupun tak sulit ber adaptasi denga mereka karna semua warga nya ramah dan menerima kami dengan tangan terbuka, melihat kerja kerasnya hidup orang–orang desa yang mana mereka berpenghasilan pas–pasan, melihat kehidupan masyarakat yang lumayan berbeda dengan gaya hidup saya sehari–hari semuanya mengesankan bagi saya, banyak pelajaran dan hikmah yaang dapat saya ambil dari KKN ini.
Rasa terima kasih saya atas kerja sama kita selama di KKN Reswara 86 ini, saya sampaikan kepada teman–teman sekalian,terima kasih kepada Meida Hidayah, Nindia Wira Putri, Novi Dwi Cahyanti, Ainiatul Kori’ah, Faiz Khaldun, Richardy Affan Sojoungon Siregar, Muhammad Yusuf, Afriandha Fakhri, Akhmad Angga Saputra dan Saekhu. Atas kerja sama nya kurang lebih 4 bulan dari awal kita terbentuk dalam sebuah tim yang sukses menjalankan program KKN. terima kasih kepada kepala Desa Sipak bapak Ceppy Krisnawangsa dan perangkat desa atas kebaikannya mau menerima kami di Desa Sipak dengan tangan terbuka. Terima kasih juga kepada siswa –siswi MI Mathlaul Anwar, PAUD Cerdas dan MD Rohimatul Yatim serta semua adik–adik Desa Sipak atas antusias adik–adik sekalian dalam menerima kami dengan baik. Terima kasih juga kepada ibu dosen pembimbing kelompok 86 yaitu ibu Fitriyani Jalil atas bimbingan serta saran
yang diberikan sehingga program KKN bisa lancar dan sukses. Tidak lupa terima kasih yang luar biasa kepada orang tua kami semua atas support baik secara materi dan non materi nya kepada kami selama KKN berlangsung.
Semoga kegiatan KKN pengabdian masyarakat ini menjadi hikmah dan pengalaman tersendiri untuk berbagai pihak, bagi saya tentu ini menjadi pengalaman yang menyenangkan, pemikiran–pemikiran underestimate saya mengenai KKN semua salah, ketika kamu telah terjun langsung di masyarakat apapun semua jenis ilmu semuanya bisa diberikan untuk masyarakata, semua tergantung mau atau tidaknya kita. Semoga silaturrahmi ini bisa selalu terjaga dengan baik.
Adapun pesan saya untuk teman–teman satu perjuangan dalam KKN untuk tidak berhenti berbuat perubahan dan berbuat sesuatu yang bermanfaat buat masyarakat dan orang banyak. Dan jadikanlah pengalaman KKN ini sebagai awal dari kesuksesan kita.
Pesan untuk masyarakat Desa Sipak, saya berharap apa yang telah kami lakukan dan sarana yang telah di bangun bisa di jaga dan semangat menjaga kebersihan di lanjutkan. Dengan membuang sampah pada tempatnya. Semoga pengurus Desa Sipak melanjutkan semangat kebersihan lingkungan dengan membangun sarana–prasarana umum lainnya.
4. Bila Saya menjadi Bagian Penduduk Desa
Bila saya menjadi bagian dari penduduk desa yang akan saya lakukan adalah saya akan memberikan/menyebar banyak tong sampah kepada masyarakat karna menurut saya pribadi tong sampah atau tempat sampah sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai. Alhamdulillah rencana saya sudah dapat terealisasikan dengan baik, kami telah menyediakan tong–tong sampah untuk masyarakat semoga bermanfaat dan tetap di jaga.