KESAN DAN PESAN ATAS KKN PpMM 086
SIMPANGAN PARA KYAI
2. Persepsi, Konflik dan Kebersamaan kelompok KKN
Perkenalkan kelompok KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kelompok nomor 86 bernama Reswara yang mengabdi di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor Jawa Barat lebih tepatnya lagi di bagian RW 07 08 dan 09. Selain kelompok 86 adapun kelompok lain yang mengabdi bersama di Desa Sipak yaitu kelompok 84 Kastara dan kelompok
85 Garuda, mereka mencakup di bagian RW 01 hingga RW 06. Sedangkan RW 10 sendiri kita rangkul bersama. Sebelumnya saya akan memperkenalkan anggota kelompok saya yang terdiri dari 11 orang, yang pertama adalah saya sendiri Faiz Khaldun mahasiswa Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjabat sebagai ketua Reswara saya sendiri merasa banyak kekurangan dalam mengorganisasi kelompok maupun dalam pengembangan desa, tapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin dalam apa yang saya capai. Kemudian sekertaris Reswara bernama Novi Dwi Cahyanti mahasiswa Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi, menurut saya dia orangnya rajin di bidangnya dan dapat membantu mengatur jalannya program kerja. Lalu Bendahara Reswara bernama Nindia Wira Putri mahasiswa Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sangat telaten dalam pencatatan keuangan baik pemasukan ataupun pengeluaran keseharian yang dibutuhkan. Anggota yang lainnya ada Putri Setianti Huzaimah Jurusan Menejemen Dakwah konsentrasi Menejemen Keuangan Syariah Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Afriandha Fakhri Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Richardy Affan Sojoungon Siregar Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi, Muhammad Yusuf Jurusan Ilmu Al – Qur’an dan Hadist Fakultas Ushuluddin, Ainiatul Qori’ah Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora, Syaiku dari Fakultas Syariah dan Hukum, Akhmad Angga Saputra Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora, Meida Hidayah Jurusan Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Hukum. Persepsi saya dengan anggota kelompok yang tidak bisa saya sebutkan satu–satu adalah mereka sudah sangat baik dalam bertanggung jawab yang sudah di berikan pada mereka dan dalam pelaksanaan kegiatan KKN.
Pertama kali di pertemukan dengan teman–teman anggota kelompok saya, saya belum percaya dengan mereka karena saya sama sekali belum pernah bertemu, menyapa ataupun berkomunikasi dengan mereka. Bagaimana caranya agar bisa akrab dengan orang yang baru kali pertama bertemu dalam waktu kurang lebih hanya 3 bulan terhitung dari mulainya pembekalan KKN hingga pelaksanaan berlangsung, itu pun tidak bertemu setiap hari hanya bertemu setiap satu minggu sekali pada saat rapat rutin membahas mengenai program kerja dan segala yang berkaitan dengan KKN. Namun kekhawatiran saya telah hilang ketika sudah berjalannya KKN pada
minggu ke 2, saya merasa sudah menjadi sebuah keluarga baru dengan mereka walaupun terdapat banyak hambatan yang di hadapi diantaranya adalah dalam pelaksanaan kegiatan program kerja, jadwal piket dimana harus piket malah tidak mau, namun permasalahan tersebut dapat di perbaiki dengan rapat evaluasi setiap malam. Rapat evaluasi membahas kekurangan dan kesalahan pada hari tersebut serta untuk dijadikan pembelajaran di hari esoknya agar tidak terjadi kesalahan yang sama. Namun kerap kali beberapa anggota Reswara yang kesal dengan rapat evaluasi. 3. Persepsi Lingkungan Desa dan Masyarakatnya
Dalam melaksanakan dan merancang program kegiatan KKN tentu saja kita di haruskan untuk melakukan survei terlebih dahulu, kesan pertama yang saya tangkap ketika pertama kali menginjakan kaki di Desa Sipak adalah penduduk yang sangat ramah dan murah senyum, kami di sambut warga dengan sangat baik pada saat itu. Pemandangannya pun cukup asrih karena sedikitnya pengguna pengendara bermotor di sana sehingga terjaga polusi udaranya, namun terdapat banyak jalanan yang berlubang di sana. Di Desa Sipak terdapat jembatan yang luas melewati sungai dan dapat di lewati oleh 2 mobil dengan pemandangan warga yang sedang beraktifitas di sungai seperti mandi dan mencuci. Air sungai di desa cukup bersih akan tetapi masih adanya sampah yang menggunung di pinggiran sungai, yaa memang sudah tidak asing masalah sampah bukan lagi hanya di daerah tersebut tetapi juga di tiap daerah pasti menghantui.
Banyak pembelajaran yang bisa saya ambil selama KKN salah satunya dari tokoh masyarakat setempat, diantaranya adalah Bapak Cepi Krisnawangsa selaku Kepala Desa, Bapak Zaenuddin akrab di panggil pak Uding sebagai Kepala Dusun Muncang, Bapak Zaenal sebagai Guru Madrasah Ibtidaiyah Swasta Mathlaul Anwar, Ki Jaka selaku pengajar pengajian anak–anak dan juga para seperangkat desa dan tokoh masyarakat lainnya. Saya belajar dari Pak Uding bahwa ramah tamah sangatlah penting dalam bermasyarakat, bapak yang hobinya menyapa orang sekitar dan berbincang bersama kami ini mengaku lulusan SD dan semasa muda berprofesi sebagai supir pribadi namun pada saat ini beliau di amanahkan untuk menjadi kepala dusun berkat keramahan dan kepeduliannya kepada warga sekitar. Reswara termasuk saya sendiri kerap kali merepotkan beliau, kami sering meminta bantuan pada pak Uding terkait pelaksanaan program
kerja KKN kami, beliau membantu tanpa pamrih serta dengan senang hati memantau segala kegiatan yang kami lakukan.
Selain itu ada pun seseorang yang saya kagumi di Dusun Muncang bernama Ki Jaka beliau adalah guru mengaji anak–anak, guru dengan sosok yang sangat sabar dalam memberikan pengajaran mengaji pada anak usia dini. Pria yang sudah memiliki banyak uban ini mempunyai lebih dari 20 anak Siswa, satu persatu Siswa di ajari dan kerap kali Siswa lainnya menunggu di luar rumah sambil membeli jajanan menunggu bagiannya, karena hanya Ki Jaka seoranglah yang menjadi pengajar. Di mulai dari yang sama sekali belum mengenal huruf hijaiyah, iqro hingga anak yang sudah mahir membaca mushaf Al –Qur’an. Beliau sangat telaten dan sabar dalam mengajari Siswanya, satu persatu huruf di perhatikannya saat anak sedang mengaji untuk mengkoreksi apa yang sudah di baca, sangat sulit mengajarkan anak yang sama sekali belum pernah mengenal huruf arab namun beliau mampu membuatnya menjadi sangat fasih membaca mushaf Al–Qur’an. Sungguh apresiasi yang sangat bernilai karena sudah berjuang di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kami pun melakukan program kerja yaitu menjadi guru pendamping mengaji untuk membantu Ki Jaka dan dilaksanakan setiap hari selama KKN berlangsung.
Program pertama saya adalah mengisi sambutan pada acara pembukaan KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bertempat di balai desa, Desa Sipak. Dihadiri oleh puluhan warga termasuk kepala desa, seperangkat desa, Kepala Dusun, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, dosen pembimbing kami ibu Fitri Yani Jalil dosen FEB dan warga Desa Sipak. Acara pembukaan sangat lancar dan kami pun mulai pengabdian pertama untuk menjadi guru pendamping di sekolah–sekolah yaitu Madrasah Ibtidaiyah Swasta Mathlaul Anwar, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Rohimatul Yatim, PAUD Cerdas dan pengajian Ki Jaka serta kami juga membuka bimbingan belajar tiap malam selasa, kamis dan minggu di kediaman Reswara. Saya sendiri bertugas untuk mengajar kelas 6 di MIS Mathlaul anwar setiap hari senin hingga sabtu di minggu ke dua mengajar mata pelajaran umum. Pada minggu ketiga saya diminta untuk menjadi pelatih Pasukan Baris – Berbaris (PBB) untuk di lombakan pada tanggal 16 Agustus dan rutin diadakan oleh Kec. Jasinga tiap tahunnya. Pesertanya berjumblah 16 Siswa laki–laki dan 16 Siswa perempuan yang mayoritas di isi oleh Siswa kelas 6, 5 dan 4. Walaupun pada akhirnya
MIS belum menjadi juara namun pembelajaran dan pengalaman yang sudah mereka alami akan sangat berguna di masa depan mereka.
Adapun program selanjutnya yaitu perayaan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 71 dengan mengadakan berbagai macam kegiatan perlombaan diantaranya adalah lomba untuk pemuda dan juga lomba anak– anak. Program 17an Reswara bekerjasama dengan kelompok Kastara dan Garuda 85, karena acara tersebut di selenggarakan untuk satu desa. Lomba pemuda yaitu turnamen sepak bola yang di selenggarakan di lapangan Sipak belakang kantor desa, dan di ikuti oleh peserta tim sepak bola dari masing– masing RW 01 hingga RW 10 maksimal mengirim 2 tim. Hasil pemenang di raih oleh tim Muray dari RW 07 dan berhak mendapatkan hadiah senilai Rp.500.000. Adapun perlombaan untuk anak–anak yaitu lomba makan kerupuk, balap karung, masukan paku kedalam botol dan gigit koin. Adik– adik Desa Sipak sangat antusias dalam mengikuti perlombaan di buktikan dari pendaftar yang mengikuti perlombaan anak dengan jumlah lebih dari 40 peserta seDesa Sipak. Acara puncaknya adalah kami mengadakan lomba panjat pinang yang di ikuti oleh pemuda, anak–anak bahkan ada orang tua yang mencoba meraih bendara merah putih yang menjulang tinggi ke langit. Pinang yang kita siapkan ada dua dan masing–masing hadiah utamanya adalah 1 unit dispenser cold and hot, hadiah di raih oleh warga RW 05.
Program utama yang saya jalankan selama KKN adalah program seminar dan pelatihan UKM (entrepeneurship) dengan tema Creativepreneur dan di hadiri oleh puluhan warga Sipak di kantor desa. Acara ini merupakan proker kerjasama dengan kelompok Kastara, saya menjadi pembicara tunggal pada saat mengisi seminar, kelompok Kastara dan Nindia mengenalkan praktik pembuatan lampion dari bahan dasar balon dan benang, bros dari kain flanel dan chocoball dari biskuit yang di remukkan kemudian di beri susu kental dan bentuk bola kemudian di beri mesis. Pada saat saya mengisi seminar pada warga yang hadir saya sama sekali tidak merasa grogi, karena saya membawakan materi di bidang saya sendiri dan merasa sedang presentasi mata kuliah seperti layaknya mahasiswa. Tujuan diadakannya seminar ini adalah untuk mengembangkan usaha yang sudah ada maupun menumbuhkan jiwa berwirausaha. Adapun seminar lainnya yaitu seminar dan Workshop Pengenalan komputer dasar dengan memfasilitasi laptop untuk mempraktekan cara mengoperasikan Microsoft Office. Lalu seperti layaknya
masyarakat setempat kami anggota Reswara khususnya kaum adam rutin mengikuti pengajian maupun tahlilan yang sering di lakukan dekat tempat tinggal kami.
Selain program jasa yang sudah di jalankan, kami juga membuat program kerja yang berkaitan dengan fisik atau peninggalan berupa suatu barang yang berguna untuk Desa Sipak, antara lain adalah pengadaan tong sampah kaleng bekas minyak yang tersebar di tiap rumah tujuannya adalah untuk mengatasi sampah yang masih berserakan dan untuk kebersihan lingkungan. Pengadaan taman baca yang berisi mengenai buku–buku mata pelajaran siswa SD, SMP SMA dan buku umum lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca warga. Pengadaan perlengkapan alat shalat dan peralatan kebersihan untuk diberikan pada tiap–tiap mushallah dan masjid Desa Sipak khususnya RW 07–RW 09. Serta pengadaan plang nama Dusun Muncang yang tertancap di RW 07 seberang minimarket bertujuan untuk memberitahu pada pendatang baru atau orang yang mencari alamat Dusun Muncang.