• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETIKA AWAN CURAH TERUS BERJALAN DI LANGIT

KESAN DAN PESAN ATAS KKN PpMM 086

KETIKA AWAN CURAH TERUS BERJALAN DI LANGIT

Akhmad Angga Saputra 1. Pengantar

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai salah satu kegiatan yang wajib di laksanakan oleh setiap mahasiswa dan merupakan kegiatan yang tersistematika, terprogram dengan rapi mengharuskan adanya perencanaan, penyusunan pelaksanaan, pelaporan dan pengevaluasian sehingga nantinnya KKN tidak merupakan kegiatan yang serabutan tetapi merupakan kegiatan ilmiah dan mencerminkan akan dunia kampus yang kesemuanya harus didasarkan pada kaidah–kaidah keilmiahan dan sekali lagi bukan suatu kegiatan yang tak terorganisir. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang merupakan salah satu perguruan tinggi yang juga melaksanakan KKN, juga tidak terlepas pada hal–hal yang bersifat keilmiahan, maka setiap diadakannya KKN maka mahasiswa yang melaksanakan KKN diwajibkan adanya pelaporan kegiatan yang telah dilaksanakannya itu. Dengan dasar tersebut di atas maka dengan ini saya dari Kelompok KKN 086 RESWARA yang bertempat di Desa Sipak Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor akan melaporkan kegiatan KKN yang telah yang menjadi program kerja yang telah saya dan teman –teman laksanakan di desa tersebut. Semoga laporan ini dapat memberikan gambaran secara jelas dan dapat menjadi acuan terhadap penilaian yang nantinya akan menjadi kesimpulan, berdasar dengan itu saran dan kritik yang konstruktif akan menjadi cambuk bagi saya dan teman –teman untuk lebih dapat menyempurnakan laporan ini.

Atas terselenggaranya pelaksanaan KKN di Desa Sipak ini saya dan teman –teman mengucapkan terima kasih yang sebesar–besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Sipak yang telah membantu saya dan teman–teman dalam melaksanakan tugas akademik ini. Ucapan terima kasih juga dihaturkan kepada seluruh perangkat Desa Sipak yang telah membantu mengarahkan seluruh rencana program kegiatan.

Tidak terasa sudah satu minggu sepulang saya dari KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang diadakan oleh kampus kebanggaan saya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sedikit berlinang air mata bila mengingat kebersamaan

kami selama KKN, kami menyebutnya sebagai keluarga kecil KKN. kami mengabdikan diri kami terutama diri saya sendiri kepada salah satu desa di Kecamatan Jasinga. Sipak adalah nama desa dimana kami belajar untuk bermasyarakat, belajar mengajar, belajar untuk hidup dengan apa adanya sebagaimana yang dilakukan masyarakat setempat sehari –hari. Mencoba untuk bersimpati terhadap masyarakat, saling berbagi kisah atau pengalaman hidup masing – masing individu. Awalnya saya sedikit canggung terhadap masyarakat sekitar, namun seiring waktu berjalan saya mulai membiasakan diri bergaul dengan pemuda atau masyarakat sekitar. Dari kebiasaan inilah saya masih teringat dengan kebersamaan, solidaritas dari teman–teman KKN saya. RESWARA adalah nama kelompok 86 PPmM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada hakikatnya di desa tempat kami mengabdi ada tiga kelompok KKN, yaitu kelompok KKN 84 dengan nama kebangganannya KASTARA dan kellompok KKN 85 dengan nama kelompoknya GARUDA. Selain menjalin persahabatan dengan kelompok saya sendiri, saya juga berkesempatan menambah teman dari kelompok 84 dan 85.

Kesan saya selama KKN yang berlangsung dari tanggal 25 Juli–25 Agustus 2016 membuat saya menyadari bahwa saya harus bersyukur dengan hidup saya sehari–hari yang kecukupan. Karena melihat dari kegiatan masyarakat masih banyak warga yang hidup dengan apa adanya. Masih banyak warga yang berpikiran “ yang penting saya bisa makan dan anak bisa sekolah “ bagi mereka itu saja sudah cukup. Ketika kami sampai pertama kali di Desa Sipak, warga desa sangat berantusias tinggi akan adanya peserta KKN. Terutamanya adalah anak–anak karena sebelumnya di Desa Sipak ini belum pernah ada peserta KKN. Kami sekelompok pun turut bangga bisa memberikan apa yang telah kami pelajari selama kami belajar di UIN Syarif Hidayatulla Jakarta. Adapula sambutan hangat dari ketua–ketua RT dan RW dimana kami tinggal. Terlebih lagi dari bapak lurah sendiri sangat bersemangat ketika kami datang mengahadap beliau dengan maksud untuk mengetahui lokasi Desa Sipak itu sendri.

Kisah saya berawal dari tanggal 25 Juli. Di aula Student Center atau lebing sering dikenal dengan sebutan SC, kami satu angkatan KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi dilepas tepat pukul 10.00 WIB. Seraya berkumpul dengan teman saya sekelompok dengan tujuan mendiskusikan cara mencapai ke Desa Sipak. Hasilpun telah tercapai yang mana teman– teman laki–laki kelompok dengan membawa sepeda motor dan yang

perempuan naik mobil. Saya sendiri waktu itu membawa mobil dengan diisi barang – barang yang belum sempat terbawa waktu hari minggunya. Dan maksud saya membawa mobil juga karena saya ingin pergi ke KEMENAG pusat yang berada di depan Masjid Istiqlal untuk mengambil buku – buku yang nantinya akan di berikan kepada Desa Sipak sebagai perpustakaan kecil. Kami pun berangkat secara terpisah. Singkat cerita sore hari kami sampai di Desa Sipak, lalu pergi ketempat kontrakan saya yang posisi tepatnya berada di Dusun Muncang yaitu RW 07,08,09 Desa Sipak Kecamatan Jasinga. Lelah perjalanan kami yang kurang lebih 80 km dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jika melewati jalur bogor harus kami tunda, sebab kami masih haru membereskan barang–barang bawaan kami. Setelah semua sudah tersusun rapih kami istirahat tidur. Keesokan harinya kami harus musyawarah dengan kelompok 84 dan 85 untuk membicarakan acara pembukaan KKN di Desa Sipak. Setelah panitia tersusun, semua panitia bekerja sama sebagaimana tugasnya masing–masing individu. Tanggal 27 Juli pembukan KKN UIN Syarif Hidayatullah resmi di buka oleh bapak lurah. Acara yang di hadiri oleh seluruh jajaran kelurahan dan kepala RT dan kepala RW serta kepala Dusun berlangsung kondusif. Hari–hari berikutnya kami sekelompok mulai bersosialisasi dengan masyrakat sekitar atas dasar apa kami datang dan tujuan apa kami mengabdi si sini. Tak hanya masyarakat, kami juga mengunjungi sekolah – sekolah anak SD, PAUD dan MD dengan maksud menawarkan diri sebagai guru atau hanya sekedar berbagi ilmu kepada anak–anak.

Minggu kedua di Desa Sipak, kami melaksanakan tugas kami masing – masing. Saya belajar mengajar di salah satu Madrasah Ibtidaiyyah yang tidak jauh lokasinya dari kontrakan saya. Mengajar anak kelas 6 MI menjadi tantangan baru bagi saya yang selama ini saya belum pernah mengajar anak di sekolah–sekolah. Hari pertama saya mengajar, saya khususkan untuk berkenalan. Saya memanggil satu persatu Siswa untuk maju kedepan mengenalkan diri sendiri dengan menyebut nama, tempat tanggal lahir, tempat tinggal, dan cita–cita mereka. Sungguh anak–anak yang bersemangat, tidak ada satupun dari mereka yang mempunyai cita–cita rendah. Semuanya menyebutkan cita–cita yang mulia dan tinggi dengan lantang. Hari kedua mengajar mulai sedikit belajar sambil mengajar, dengan sedikit kehalusan terhadap anak–anak yang malas belajar saya membujuknya untuk mulai menggapai cita–cita mereka. Setiap hari saya mengajar berjalan dengan lancar. Masuk jam setengah 8 pagi dan pulang jam 12 siang. Setiap hendak

mau membaca do’a pulang saya selalu bercerita tentang pengalaman saya atau juga saya mengelilingi anak–anak siswa saya untuk bertanya–Tanya tentang kehidupan dirinya.

Di minggu ketiga saya mulai sedikit tambahan kerjaan yaitu sebagai panitia 17 Agustus. Yang mana dalam kegiatan 17 Agustus tersebut kami menggabungan unsur 3 kelompok yaitu kelompok KKN 84 atau KASTARA, kelopok KKN 85 atau GARUDA, dan kelompok saya sendiri kelompok KKN 86 RESWARA. Dalam kegiatan yang kami adakan bersama, kami mengadakan banyak lomba–lomba untuk anak–anak kecil sampai dengan tingkat dewasa. Dengan menggabungan dana dari PPM per masing – masing kelompok, kami juga ingin memberikan kenang–kenangan berupa hadiah kepada setiap pemenang lomba 17 Agustus ini. Lomba 17 Agustus yang kami adakan dimulai pada tanggal 10 Agustus, dibuka sendiri oleh bapak lurah dengan menendang bola ke dalam lapangan. Bertanda bahwa lomba 17 Agustus dimulai dengan pertandingan sepak bola. Dengan pendaftaran 50.000 per tim. Sebanyak 18 tim sepak bola mendaftar hanya dalam jangka waktu 2 hari. Satu persatu tim kalah, dan puncaknya atau finalnya yang berlangsung pada tanggal 18 Agustus, lapangan sepak bola dipenuhi dengan warga yang ingin melihat tim jagoannya bermain. Total hadiah juara pertama yaitu piala bertuliskan KKN UIN CUP serta uang sebesar 500.000 rupiah dan dua buah bola, dan juara kedua mendapatkan piala KKN UIN CUP serta uang sebesar 300.000 ribu rupiah dan satu bola. Keesokkan harinya saya mulai mempersiapkan lomba untuk anak–anak yang terdiri dari : lomba balap karung, lomba memasukkan paku ke dalam botol, lomba makan kerupuk, lomba membawa kelereng di atas sendok, dan lomba mencari koin dalam buah papaya. Setelah menemukan juara 1 per masing – masing lomba yang hadiahnya adalah tas sekolah, saya langsung bergegas untuk mempersiapkan lomba puncak 17 Agustus yaitu panjat pinang. Mulai dari mencari hadiah memasang pohon pinang tersebut saya beserta panitia di bantu oleh warga sekitar hingga persiapan selesai. Lomba panjat pinang pun berjalan dengan lancar walaupun kami mengadakan 2 buah pohon pinang dengan masing–masing door prize nya satu buah dispenser para masyarakat masih sangat bersemangat dalam upaya memeriahkan 17 Agustus.

Pada tanggal 20 Agustus tepatnya hari Sabtu saya dan teman–teman membeli 15 buah tong sampah untuk disumbangkan kepada Desa Sipak. Kami ingin membantu warga masyarakat agar selalu menjaga kebersihan,

teman –teman tempati banyak sekali berceceran sampah. Mereka membuang sampah disekitaran jalan gang–gang, itu membuat jalanan di gang –gang menjadi bau. Maka dari itu saya dan teman–teman berinisiatif untuk memberikan tong sampah disetiap–setiap jalan dan gang agar menjadi lingkungan asri dan nyaman. Agar lebih memeperindah tong yang saya dan teman –teman beli, saya sendiri mencat tong semenarik mungkin. Saya dan teman –teman sedikit memberikan motivasi kepada masyarakat agar cinta terhadap lingkungan agar mereka tidak membuang sampah sembarangan lagi. Antusias warga akan hal yang saya dan teman –teman lakukan Alhamdulillah sangat direspon baik, dan mereka berterima kasih kepada teman–teman KKN.

Selepas itu pada hari berikutnya, Minggu 21 Agustus saya ditugaskan oleh kelompok saya untuk membeli rak buku. Rak buku ini diperuntukkan Perpustakaan Mini yang saya dan teman–teman buat, ini adalah salah satu agenda acara yang saya dan teman–teman buat. Kebetulan saya yang membelinya bersama teman–teman kelompok lain yang berada di satu desa dengan kelompok saya. saya mencari–cari tempat yang menjual lemari ke daerah Leuwiliyang tetapi tidak menemukannya dan setelah itu saya mencari lagi di daerah Parung juga tidak menemukan. Setelah akhirnya saya menemukannya di daerah Serpong. Saya dan teman–teman kelompok lain membeli 3 buah lemari yang masing–masing kelompok mendapatkan satu buah lemari. Setelah itu saya kembali pulang menuju tempat kontrakan saya tempati bersama teman–teman KKN saya.

Keesokkan harinya pada hari Senin 22 Agustus saya dan teman–teman merapikan rak lemari dan juga merapikan buku yang diperuntukkan untuk Perpustakaan Mini yang saya dan teman–teman buat. Saya dan teman– teman mengumpulkan buku–buku untuk anak–anak dan masyarakat setempat, saya juga mendapatkan buku sumbangan dari Departemen Agama RI dan Pusat Pentasihan mushaf Al–Qur’an LAJNAH. Setelah itu saya dan teman–teman meresmikan Perpustakaan Mini yang saya dan teman–teman buat.

Malam harinya biasa saya dan teman–teman mengajar les untuk anak– anak disekitar Desa Sipak, seperti biasa mereka mengulas pelajaran dan meminta tolong kepada saya dan teman–teman untuk mengerjakan PR. Setelah mereka belajar saya dan teman–teman menyampaikan kepada

mereka kalau ini adalah hari terakhir saya dan teman–teman membantu mengerjakan kalian PR. Mereka sangat sedih dan terharu karena selama satu bulan ini belajar bersama anak KKN, dan mereka bilang kalau saya dan teman –teman harus selalu ingat kepada mereka dan harus kembali untuk berkunjung atau sekedar silahturahmi. Saya dan teman–teman juga mengingatkan kepada mereka agar mereka selalu rajin belajar dan jangan sampai putus sekolah, mereka harus tetap bersekolah sampai perguruan tinggi. Mereka harus menggapai cita–cita mereka agar mereka menjadi orang sukses kelak juga bisa merasakan mengabdi kepada masyarakat seperti saya dan teman–teman lakukan saat ini.

Pada tanggal 23 tepatnya hari Selasa saya dan teman–teman mengadakan acara penutupan di Madrasah Ibtidaiyah tempat biasa saya dan teman– teman mengajar. Saya dan teman–teman meminta maaf kepada siswa –siswa apabila saya dan teman–teman memiliki kesalahan atau cara mengajar yang kurang baik atau sikap saya dan teman –teman selama mengajar apabila tidak baik. siswa–siswa sangat sedih dan mereka memberikan kenang– kenangan kepada teman–teman KKN berupa surat yang mereka tulis untuk anak–anak KKN. Saya berpesan kepada mereka sama seperti saya dan teman –teman berpesan pada anak–anak yang les kepada saya dan teman–teman malam tadi, agar mereka selalu rajin belajar, menghormati guru, orang tua dan selalu rajin mengerjakan tugas–tugas dari sekolah dan selalu punya cita– cita untuk tetap bersekolah sampai perguruan tinggi. Mereka semua menangis haru sambil menghantarkan saya dan teman–teman keluar dari sekolah mereka.

Pada waktu yang sama pula saya dan teman–teman mengadakan acara penutupan di desa saya dan kelompok–kelompok lain meminta maaf kepada warga sekitar apabila saya dan teman–teman memiliki banyak kesalahan dan apabila memiliki sikap yang kurang berkenan selama berada di sana. Para petinggi–petinggi seperti pak lurah pak Rt dan pak Rw pun merasa sangat sedih karena setelah kurang lebih satu bulan mengadakan acara pengabdian kepada masyarakat desa setempat. Para warga sekitar juga merasa sedih karena menurut mereka saya dan teman–teman hanya sebentar berada di desa mereka. Mereka warga yang sangat ramah dan sangat baik mereka menjamu saya dan teman–teman kelompok KKN 2016 sangat baik sekali, padahal saya dan teman–teman belum melakukan yang sebaik mungkin

untuk warga di sana. Saya dan teman–teman sangat haru sekali melihat mereka yang begitu baik kepada teman–teman KKN, selepas itu saya kembali ke kontrakan untuk beristirahat.

Pada keesokan harinya karena agenda KKN saya dan teman–teman sudah selesai tidak ada yang harus dikerjakan lagi saya dan teman–teman merapikkan semua barang–barang saya dan teman–teman agar tidak tercecer saat akan dibawa pulang nanti, dan ada beberapa orang yang merapikkan kontrakan ada juga yang membakar sampah dan bersih–bersih disekitar tempat kontrakan. Dan juga saya dan teman–teman pamitan kepada tetangga sekitar kontrakan yang saya dan teman–teman tempati selama KKN. Mereka para tetangga yang sangat baik dan mau meminjamkan barang kepada saya dan teman–teman apabila saya dan teman–teman membutuhkan sesuatu. Dan mereka juga sangat sedih karena biasanya pula anak–anak mereka belajar bersama teman–teman KKN. Begitu banyak cerita duka dan bahagia selama saya berada di sana mereka memberikan banyak sekali pelajaran kepada saya khususnya, mereka memberikan banyak cerita yang dapat saya bagikan kepada keluarga dan teman–teman di rumaha. Di sini pula saya belajar artinya berbagiu kepada sesama, peduli kepada sesame dan bagaimana cara membagi ilmu kepada masyarakat yang memang benar– benar membutuhkan bantuan. Begitu banyak kenangan dan kesan–kesan indah di Desa Sipak ini, dan memang tidak terasa kurtang lebih satu bulan saya menemukan keluarga baru yaitu teman–teman KKN dan warga sekitar.

Saya sadar, bahwa pada KKN kami kali ini masih banyak terdapat kekurangan yang diperlukan adanya langkan untuk penyempurnaan. Maka dari itu demi kebaikan bersama, perlu kiranya kami menyampaikan saran– saran konstruktif. Sebaiknya KKN dilaksanakan dengan persiapan yang cukup matang dan jeda waktu yang cukup antara pembekalan dan pemberangkatan. Hal ini akan memberikan kesempatan kepada para peserta KKN untuk lebih mempersiapkan diri dengan segala hal yang diperlukan. Sebelum pelaksanaan KKN, hendaknya mahasiswa mempersiapkan diri semaksimal mungkin baik pengetahuan dan keterampilan serta mental. Yang paling penting adalah pengetahuan agama praktis, terutama bagaimana menempatkan diri sesuai dengan kondisi di mana ia tinggal.