BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
2.1.3. Earnings Per Share
Komponen penting pertama yang harus diperhatikan dalam analisis
perusahaan adalah laba per lembar saham yang dikenal dengan earnings per share (EPS), Tandelilin (2001). Earnings per share dipandang sebagai angka yang menunjukkan performance perusahaan yang menjual sahamnya kepada masyarakat,
karena earnings per share menunjukkan rupiah yang diperoleh emiten. Earnings per share digunakan untuk mengukur perolehan pemegang saham dari tiap unit investasi pada laba bersih yang dihasilkan perusahaan. Besarnya earnings per share suatu perusahaan bisa diketahui dari informasi laporan keuangan perusahaan yang mana
besarnya pendapatan dari earnings per share tergantung pada laba bersih yang diperoleh perusahaan dan jumlah lembar saham yang beredar dan besarnya earnings per share berdampak pada return.
Secara matematis, perhitungan earning per share suatu perusahaan adalah sebagai berikut: EPS = beredar yang saham lembar Jumlah saham pemegang bagi tersedia Laba ……… (Fabozzi, 2000)
2.2. Tinjauan Penelitian Terdahulu
Penelitian yang berkaitan dengan pengaruh laporan arus kas dan earnings per share dengan harga saham dan return saham telah banyak dilakukan oleh sejumlah peneliti. Livnat dan Zarowin (1990) dengan judul penelitian The Incremental Content of Cash Flow dengan menggunakan model regresi berganda menghasilkan arus kas operasi mempengaruhi harga saham dan return saham sedangkan arus kas investasinya tidak mempengaruhi return saham.
Dalam penelitiannya Triyono dan Jogiyanto (2000) menguji hubungan
kandungan informasi arus kas, komponen arus kas dan laba akuntansi dengan harga
atau return saham menghasilkan bahwa arus kas operasi dan arus kas pendanaan mempunyai hubungan yang signifikan dengan harga saham tetapi tidak terhadap
return saham sedangkan arus kas investasi mempengaruhi harga saham dan return saham.
Adapun hasil penelitian Pradhono dan Yulius (2004) meneliti pengaruh
Economic Value Added, residual income, earnings dan arus kas operasi terhadap return yang diterima oleh pemegang saham. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis regresi linear sederhana. Dalam penelitian dikatakan bahwa EVA dan residual income tidak mempunyai pengaruh dengan return saham, earnings dan arus kas operasi mempunyai pengaruh dengan return yang diterima oleh pemegang saham.
Hasil penelitian Irwansyah (2006) membuktikan bahwa rasio profitabilitas
berpengaruh terhadap harga saham dan penelitian Khaddafi (2006) dengan judul
pengaruh arus kas dan laba terhadap return saham menghasilkan bahwa hanya arus kas investasi dan laba yang memiliki pengaruh terhadap return saham, sedangkan arus kas operasi dan arus kas pendanaan tidak berpengaruh terhadap return saham.
Bebarapa perbedaan tersebut terjadi antara peneliti satu dengan lainnya, dan
perbedaan antara bukti empiris dengan teori yang mendasarinya, dapat dilihat pada
2.3. Kerangka Konseptual
Gambar 2.2. Kerangka Konseptual
Variabel yang digunakan adalah:
Variabel Dependen : Return Saham (Y)
Variabel Independen : Komponen laporan arus kas yang terdiri dari arus kas
operasi(X1), arus kas investasi(X2), arus kas pendanaan(X3),
dan Earnings per share (X4)
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
(X1)
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
(X2)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
(X3)
Earning Per Share (X4)
Return Saham
Informasi dalam laporan keuangan secara teoritis menjadi salah satu sumber
informasi yang dibutuhkan oleh investor dalam membuat keputusan investasi,
Informasi yang memberikan gambaran bahwa sebuah perusahaan berada dalam
kondisi yang baik akan meningkatkan permintaan atas saham perusahaan tersebut
sehingga harganya akan mengalami peningkatan. Informasi dalam laporan keuangan
meruapakan sumber bagi investor yang mengandalkan analisa fundamental dalam
investasi mereka.
Laporan keuangan terdiri dari beberapa laporan yaitu laporan laba rugi, laporan
neraca, laporan arus kas, laporan perubahan modal dan catatan atas laporan keuangan
yang merupakan bagian terintegrasi dari laporan keuangan tersebut. Hal paling pokok
dalam laporan keuangan adalah laba (net income), dimana banyak investor menjadikan hal ini sebagai alat analisa utama kelayakan sebuah harga saham. Dalam
laporan keuangan banyak variabel yang menggambarkan laba seperti Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan variabel lainnya. Earnings per Share (EPS) sebagai salah satu turunan dari laba menjadi satu variabel yang secara teoritis akan
sangat mempengaruhi harga saham.
Informasi lain di dalam laporan keuangan yang semakin mendapat porsi yang
signifikan dalam pembuatan keputusan investasi adalah laporan arus kas. Penggunaan
laporan arus kas semakin meningkat seiring dengan kebutuhan investor mengenai
informasi penggunaan uang tunai di dalam perusahaan. Investor tidak mau
perusahaan tanpa melihat apakah laba tersebut nyata atau tidak, investor ingin laba
tersebut tercermin di dalam aliran kas perusahaan.
Pembagian laporan arus kas menajdi tiga bagian yaitu operasi, investasi, dan
pendanaan akan memberikan informasi yang lebih baik bagi perusahaan. Investor
akan memperhatikan setiap bagian dengan memberikan analisa yang berbeda
dibandingkan bagian lainnya. Arus kas operasi diharapkan akan positif dalam artian
operasi utama perusahaan memberikan kontribusi penambahan uang tunai bagi
perusahaan. Arus kas investasi dapat meberikan arus kas positif dan negative dengan
pengaruh yang tidak dapat dipolakan dengan tegas terhadap harga saham. Arus kas
bagian pendanaan diharapkan memiliki posisi negative sebagai representasi dari
pembayaran kewajiban serta penarikan kembali saham yang beredar. Keadaan ini
akan meningkatkan harga saham perusahaan.
Penelitian yang dilakukan sebelumnya telah mengambil sampel berbagai
bidang bisnis. Industri komsumsi merupakan salah satu bisnis yang perlu diteliti
karena karakteristiknya yang cenderung stabil dalam menghadapi perekonomian.
Industri komsumsi dapat memberikan gambaran yang lebih stabil terhadap hubungan
2.4. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka konseptual diatas, maka hipotesis penelitian yang dapat
dirumuskan adalah sebagai berikut :
“Komponen laporan arus kas dan earnings per share berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap return saham perusahaan barang konsumsi yang tercatat di