E. Perangkat Pe mbel ajaran de ngan Model Kooperatif Ti pe Course Review Horay
3. Efekti vi tas Per angkat Pe mbelajar an
30
masing perangkat pembela jaran. Pen ila ian tersebut me menuhi beberapa aspek yaitu; (1) dapat digunakan tanpa revisi, (2) dapat digunakan dengan sedikit revisi, (3) dapat digunakan dengan banyak revisi, (4) t idak dapat digunakan.
Dala m pe mbe lajaran in i, perangkat pembela jaran dikatakan prakt is jika validator menyatakan bahwa perangkat pembelaja ran yang sedang dike mbangkan dapat digunakan dengan sedikit atau tanpa revisi.
3. Efekti vi tas Per angkat Pe mbelajar an
Efekt ivitas perangkat pembela jaran adalah seberapa besar pembelaja ran dengan menggunakan perangkat yang dikembangkan mencapai indikator-indikator e fekt ivitas pembela jaran. Slav in (dala m Ike Agustinus) menyatakan bahwa terdapat empat indikator dala m menentukan keefe ktifan pe mbela jaran, ya itu31: (a ) Kualitas Pembela jaran, art inya banyaknya informasi atau ketera mpilan yang disajikan sehingga siswa dapat me mpe la jarinya dengan mudah; (b) Kesesuaia n Tingkat Pe mbela jaran, artinya sejauh mana guru me mastikan kesiapan siswa untuk me mpe laja ri mate ri baru;(c) Insentif, artinya seberapa besar usaha guru memotivasi siswa mengerjakan tugas belajar dari materi pelaja ran yang disampaikan. Se makin besar motivasi yang diberikan guru kepada siswa maka keaktifan semakin besar pula, dengan demikian pembela jaran sema kin efe ktif; (d) Waktu, artinya la manya waktu yang diberikan kepada siswa untuk me mpe la jari materi yang diberikan. Pe mbe laja ran akan efektif jika siswa dapat menyelesaikan pe mbelaja ran sesuai waktu yang diberikan. Pe mbe laja ran akan efektif jika siswa dapat menyelesaikan pembelaja ran sesuai waktu yang diberikan. Selanjutnya Ke mp (dala m Da lyana) menge muka kan bahwa untuk mengukur efektiv itas hasil pembela jaran dapat dilaku kan dengan menghitung seberapa banyak siswa yang telah mencapai tujuan
31
Ike Agustinus P, Efektivitas Pembelajaran Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Induktif dengan Pendekatan Beach Ball pada Materi Jajargenjang di SMPN 1
31
pembela jaran dala m waktu yang telah ditentukan. Pencapaian tujuan pembelaja ran tersebut dapat terlihat dari hasil tes hasil belaja r siswa, sikap dan rea ksi (respon) siswa terhadap program pe mbela jaran32.
Dala m penelit ian ini, penelit i mendefin isikan efektiv itas pembelaja ran didasarkan pada empat indikator, yaitu segala aktivitas yang dilaku kan oleh siswa, keterla ksanaan sintaks pembela jaran, respon siswa terhadap pembelajaran dan hasil be laja r siswa. Masing-masing indikator tersebut diulas lebih detail sebagai berikut : Pe rta ma, Akt ivitas siswa, Menurut Chaplin aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan organisme secara mental atau fisik33. Aktivitas siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar. Banyak jenis aktivitas yang dapat dilaku kan oleh siswa di sekolah. Aktivitas siswa merupakan kegiatan atau perila ku yang terjadi sela ma proses belajar mengajar. Kegiat an-keg iatan yang dima ksud adalah kegiatan yang mengarah pada proses belajar seperti bertanya, mengajukan pendapat, mengerjakan tugas -tugas, menja wab pertanyaan guru dan bekerjasa ma dengan siswa lain. Aktiv itas yang timbul dari siswa akan mengakibatkan terbentuknya pengetahuan dan ketera mpilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi.
Pada penelitian in i, a ktiv itas siswa didefinisikan sebagai segala kegiatan atau perila ku yang dilakukan oleh siswa selama pe mbe laja ran dengan model pe mbela jaran kooperatif tipe Course Review Horay. Adapun aktivitas siswa yang diamati adalah : (1) Mendengarkan dan me mpe rhatikan penjelasan guru; (2) Membaca dan me maha mi masalah kontekstual di LKS; (3) Menyelesaikan masalah/mene mukan jawaban dari masalah di LKS dengan pedoman Buku Siswa; (4) Berd iskusi, bertanya, menya mpaikan pendapat/ide kepada teman/guru; (5) Be rdiskusi, bertanya, menyampa ikan
32
Dalyana, 74.
33
32
pendapat/ide kepada teman/guru; (6) Menarik kesimpulan suatu prosedur/konsep; (7) Perilaku yang tidak re levan dengan pembela jaran (perca kapan yang tidak re levan dengan materi yang sedang dibahas, mengganggu teman dala m kelo mpok, me la mun dan la in-lain) .
Kedua, Keterla ksanaan Sintaks Pe mbela jaran. Pe mbela jaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya, sehin gga terjadi perubahan perila ku ke arah yang lebih baik. Da la m interaksi tersebut banyak sekali faktor yang me mpengaruhinya, baik fa ktor internal yang datang dari dala m indiv idu, maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan. Pe mbentukan ko mpetensi merupakan kegiatan inti dari pela ksanaan proses pembela jaran, yakn i bagaimana ko mpetensi dibentuk pada siswa, dan bagaimana tujuan-tujuan pembe laja ran direa lisasikan34. Oleh ka rena itu, keterla ksanaan langkah-langkah pembela jaran yang telah direncanakan dalam RPP men jadi penting untuk dila kukan secara maksimal, untuk me mbuat siswa terlibat aktif, baik mental, fisik maupun sosialnya dan proses pembentukan kompetensi men jadi efektif.
Ketiga, Hasil Be laja r. Hasil belaja r adalah ke ma mpuan-ke ma mpuan yang dimiliki s iswa setelah menerima pengala man bela jarnya, dimana siswa me mpe roleh hasil dari suatu interaksi tindakan belajar. Dala m le mbaga penddikan sekolah, hasil belaja r diku mpulkan dala m bentuk rapor, ijazah dan atau la innya. Terdapat dua pendekatan yang dapat digunakan guru dalam me laku kan penila ian hasil bela jar, yaitu35: (1) Penila ian Acuan Norma (Norm-Re ferenced Assesment), adalah penilaian yang me mbandingkan hasil bela jar siswa terhadap hasil bela jar siswa la in di ke lo mpoknya.; (2) Penila ian Acuan Patokan (Criterion-Referenced Assesment), adalah penilaian yang me mbandingkan hasil
34
Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), 255-256.
35
Ign Masidjo, Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah, (Yogyakarta: Kanisisus, 1995), 160.
33
belajar siswa dengan suatu patokan yang telah ditetapkan sebelumnya, suatu hasil yang harus dicapai oleh siswa yang dituntut oleh guru.
Penila ian hasil bela jar yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penilaian Acuan Patokan (PAP) dimana siswa harus mencapai standar ketuntasan minimal. Standar ketuntasan min ima l tersebut telah ditetapkan oleh guru dengan memperhatikan prestasi siswa yang dianggap berhasil. Siswa dikatakan tuntas apab ila hasil belaja r siswa telah mencapai skor tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya dan siswa tersebut dapat dikatakan telah mencapai ko mpetensi yang telah ditetapkan.
Kee mpat, Respon Siswa. Respon adalah reaksi atau tanggapan yang timbul a kibat adanya rangsangan yang terdapat dalam lingkungan sekitar. Seh ingga respon siswa adalah reaksi atau tanggapan yang ditunjukkan siswa dala m proses belajar. Bimo menje laskan bahwa salah satu cara untuk mengetahui respon seseorang terhadap sesuatu adalah dengan menggunakan angket, karena angket berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh responden untuk mengetahui fakta-fakta atau opini-opini36.
Dala m penelit ian ini, penelit i menggunakan angket untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran mate mat ika dengan model pembela jaran kooperatif tipe Course Review Horay, dengan aspek-aspek sebagai berikut: (1) Ketertarikan terhadap komponen; (2) Keje lasan terhadap komponen; (3) Minat terhadap pembela jaran dengan model pembela jaran kooperatif tipe Course Review Horay, (4) Pendapat positif tentang Buku Siswa dan LKS.
Dapat disimpulkan bahwa untuk menentukan efektiv itas perangkat pembelajaran d iperlu kan e mpat indikator, yakn i aktiv itas siswa, keterla ksanaan sintaks pembela jaran, hasil bela jar sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ) dan respon siswa.
34
G. Kriteri a Per angkat Pe mbel ajaran de ngan Model