BAB III METODE PENELITIAN
3.7 Teknik Analisis Data
3.7.3 Interpretasi Data
Menginterpretasikan nilai persentase yang diperoleh dari tabulasi data, maka adapun metode penafsiran yang dikemukakan oleh (Supardi, 1979:421).
Interpretasi tersebut adalah sebagai berikut:
1. 1-25% : Sebagian Kecil 2. 26-49% : Hampir Setengah 3. 50% : Setengah
4. 51-75% : Sebagian Besar 5. 76-99% : Pada Umumnya.
6. 100% : Seluruhnya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Pengumpulan Data
Pengumpulan data melalui proses pembagian kuesioner kepada pemustaka Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara sebanyak 99 responden. Adapun yang menjadi responden dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga kategori yakni pelajar SMA (sebanyak 16 orang), Mahasiswa (sebanyak 63 orang) dan Umum (sebanyak 20 orang). Pembagian kuesioner kepada responden dilakukan selama tiga hari yakni dari tanggal 19-21 Agustus 2019.
4.2 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif disusun berlandaskan karakteristik komunikasi interpersonal yang efektif dari segi humanistik yang meliputi keterbukaan (openness), empati (emphaty), sikap mendukung (suportiveness), sikap positif (positiveness), dan
kesetaraan (equality).
4.2.1 Keterbukaan (Openness)
Indikator perihal keterbukaan diukur dengan kuesioner yang terdiri empat (4) pernyataan, yakni pada kuesioner nomor 1,2,3, dan 4 pada Tabel 4.1, Tabel 4.2, Tabel 4.3, dan Tabel 4.4 sebagai berikut:
Tabel 4.1 Membuka Diri Untuk Berkomunikasi
No. Pernyataan Pilihan Jawaban f %
1. Pegawai membuka diri untuk berkomunikasi dengan pemustaka.
Tabel 4.1 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 16 responden (16,16%) memberikan jawaban sangat setuju, 42 responden (42,43%) memberikan jawaban setuju, 23 responden (23,23%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 18 responden (18,18%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai membuka diri untuk berkomunikasi dengan pemustaka
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden (58,59%) menilai bahwa komunikasi interpersonal pegawai berkarakteristik keterbukaan dalam melayani pemustaka pada layanan koleksi umum di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, melalui sikap pegawai yang mau membuka diri untuk berkomunikasi dengan pemustaka. Karakteristik keterbukaan akan berimplikasi pegawai dapat mengenal dan memahami pemustaka lebih lagi, sehingga pegawai dapat memberikan respon yang sesuai dengan karakter pemustaka, dimana setiap pemustaka adalah unik dan berbeda.
Dan hampir setengah responden (41,41%) menilai bahwa komunikasi interpersonal pegawai belum berkarakteristik keterbukaan, karena menilai pegawai kurang dalam membuka diri untuk berkomunikasi dengan pemustaka. Penilaian responden ini berlandaskan pengalaman responden yakni pegawai hanya berkomunikasi dengan pegawai, karena pegawai ingin menyuruh responden mengisi buku daftar pengunjung di komputer.
Tabel 4.2 Membuka Diri Untuk Menerima Kritikan Dan Masukan
No. Pernyataan Pilihan
Jawaban
f %
2. Pegawai membuka diri untuk menerima kritikan dan masukan pemustaka
Tabel 4.2 menunjukkan dari 99 reponden, terdapat 11 responden (11,11%) memberikan jawaban sangat setuju, 40 responden (40,41%) memberikan jawaban setuju, 17 responden (17,17%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 31 responden (31,31%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai membuka diri untuk menerima kritikan dan masukan pemustaka.
Berdasarkan persentase diatas, diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden (51,52%) menilai bahwa pegawai mau menerima kritikan dan masukan pemustaka. Kesediaan pegawai untuk menerima kritikan dan masukan pemustaka menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal pegawai dalam melayani pemustaka pada koleksi layanan umum di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara berkarakteristik keterbukaan.
Namun hampir setengah (48,48%) responden menilai bahwa pegawai tidak mau menerima kritikan dan masukan pemustaka. Penilaian responden ini berlandaskan responden yang tidak pernah dimintai pendapat atau masukan, dan juga karena tidak adanya kotak saran di perpustakaan.
Kesediaan pegawai untuk menerima kritikan dan masukan akan berfaedah bagi pegawai yakni mengevaluasi pelayanan perpustakaan yang belum memuaskan pemustaka, dan meningkatkan aktualiasi diri pegawai dalam melayani pemustaka
sehingga nantinya akan berimplikasi pada peningkatan citra positif pegawai dan juga citra positif perpustakaan dimata pemustaka
Tabel 4.3 Menyampaikan Informasi Penting Kepada Pemustaka
No. Pernyataan Pilihan Jawaban F %
3. Pegawai berkenan menyampaikan
Tabel 4.3 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 24 responden (24,24%) memberikan jawaban sangat setuju, 50 responden (50,51%) memberikan jawaban setuju, 14 responden (14,14%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 11 responden (11,11%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara menyampaikan informasi penting kepada pemustaka.
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa pada umumnya responden (74,75%) menilai pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara menyampaikan informasi penting kepada pemustaka. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa komunikasi interpersonal pegawai Dinas Arsip dan Provinsi Sumatera berkarakteristik keterbukaan.
Sebenarnya, penyampaian informasi penting kepada pemustaka merupakan salah satu tugas yang wajib dilakukan pegawai perpustakaan sebagai pengelola informasi yakni mendiseminasi informasi. Untuk tercapainya hasil yang maksimal dari pendiseminasian informasi ini, maka pegawai harus memiliki kompetensi komunikatif yakni melalui implementasi komunikasi interpersonal pegawai dalam melayani
pemustaka pada layanan koleksi umum di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara.
Tabel 4.4 Bertanggungjawab Atas Perkataan
No. Pernyataan Pilihan Jawaban f %
4. Pegawai bertanggungjawab atas perkataan yang telah disampaikannya.
Sangat Setuju 40 40,41
Setuju 44 44,44
Tidak Setuju 9 9,09
Sangat Tidak Setuju 6 6,06
Jumlah 99 100
Tabel 4.4 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 40 responden (40,41%) memberikan jawaban sangat setuju, 44 responden (44,44%) memberikan jawaban setuju, 9 responden (9,09%) memberikan jawaban idak setuju, dan 6 responden (6,06%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai bertanggungjawab atas perkataannya.
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa pada umumnya responden (84,85%) menilai pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara bertanggungjawab atas perkataannya. Bertanggungjawab atas perkataannya menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara berkarakteristik keterbukaan.
Perpustakaan umum adalah salah satu pelayanan publik, yang mana layanannya disuguhkan kepada khalayak umum tanpa dibatasi oleh persyaratan apapun.
Oleh karena itu, untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada publik (yakni pemustakanya) memang sudah sepatutnya pegawai perpustakaan untuk berhati-hati dan bertangggungjawab dengan perkataannya. Sehingga peran perpustakaan dapat dirasakan pemustakanya secara maksimal.
4.2.2 Empati (Emphaty)
Indikator perihal empati (emphaty) diukur dengan kuesioner yang terdiri dari empat (4) pernyataan, yakni pada kuesioner nomor 5,6,7, dan 8 pada Tabel 4.5, Tabel 4.6, Tabel 4.7 dan Tabel 4.8 sebagai berikut:
Tabel 4.5 Memahami Kesulitan Pemustaka
No. Pernyataan Pilihan
Jawaban
f %
5. Pegawai memahami kesulitan pemustaka dalam mencari koleksi (buku, majalah, dsb) di rak. Sehingga pegawai mau membantu untuk menemukan koleksi di rak.
Tabel 4.5 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 25 responden (25,25%) memberikan jawaban sangat setuju, 29 responden lagi (29,3%) memberikan jawaban setuju, 27 responden (27,27%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 18 responden lagi (18,18%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai memahami kesulitan pemustaka dalam mencari koleksi di rak.
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden (54,55%) menilai pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara memahami kesulitan pemustaka dalam mencari koleksi di rak. Pegawai memahami kesulitan pemustaka dalam mencari koleksi dirak, adalah bukti bahwa komunikasi interpersonal pegawai dalam melayani pemustaka pada koleksi layanan umum di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara berkarakteristik
Namun hampir setengah (45,45%) responden menilai bahwa pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara belum memahami kesulitan pemustaka dalam mencari koleksi dirak. Hal ini berlandaskan pengakuan reponden bahwa koleksi yang ada di rak selalu dalam kondisi berantakan, dan adanya koleksi yang disusun tidak sesuai dengan urutan nomor panggil buku.
Pegawai perpustakaan memang dituntut untuk memahami kesulitan pemustakanya, karena pegawai perpustakaan adalah jembatan antara pemustaka dengan informasi. Hal tersebut dapat terwujud jika pegawai mampu memposisikan diri pada posisi pemustaka, untuk melihat, merasakan dan memahami kesulitan yang dialami pemustaka secara lebih objektif.
Tabel 4.6 Bertanya Kepada Pemustaka Ketika Terlihat Kebingungan
No. Pernyataan Pilihan Jawaban f %
6. Pegawai bertanya kepada pemustaka ketika terlihat kebingungan
Sangat Setuju 15 15,15
Setuju 27 27,27
Tidak Setuju 37 37,38 Sangat Tidak Setuju 20 20,20
Jumlah 99 `100
Tabel 4.6 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 15 responden (15,15%) memberikan jawaban sangat setuju, 27 responden (27,27%) memberikan jawaban setuju, 37 responden (37,38%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 20 responden lagi (20,20%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai bertanya kepada pemustaka ketika terlihat kebingungan.
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan sebagian besar responden (57,58%) menilai pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara tidak bertanya kepada pemustaka ketika pemustaka terlihat kebingungan. Sehingga dapat
diinterpretasikan bahwa komunikasi interpersonal pegawai dalam melayani pemustaka pada layanan koleksi umum di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara masih belum berkarakteristik empati secara maksimal.
Memiliki kepekaan akan komunikasi non-verbal pemustaka, dan menawarkan bantuan kepada pemustaka yang memang membutuhkan bantuan, maka akan membuat pemustaka memiliki persepsi yang positif kepada pegawai. Oleh karena itu, pegawai perlu meningkatkan kepekaan dan daya tanggap akan komunikasi non-verbal pemustaka. Menawarkan bantuan juga merupakan suatu aksi yang menunjukkan bahwa pegawai melayani pemustaka secara excellent dan berorientasi kepada kepentingan pemustaka dengan sepenuh hati.
Tabel 4.7 Menempatkan Diri Pada Posisi Pemustaka
No. Pernyataan Pilihan Jawaban f %
7. Pegawai menempatkan diri pada posisi pemustaka, sehingga pegawai mengerti kebutuhan dan keinginan pemustaka.
Sangat Setuju 12 12,12
Setuju 32 32,32
Tidak Setuju 35 35,36 Sangat Tidak Setuju 20 20,20
Jumlah 99 100
Tabel 4.7 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 12 responden (12,12%) memberikan jawaban sangat setuju, 32 responden (32,32%) memberikan jawaban setuju, 35 responden (35,36%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 20 responden (20,20%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai mengerti kebutuhan dan keinginan pemustaka.
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden (55,56%) menilai pegawai Dinas Perpustakan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara dak mengerti analisis kebutuhan pemustaka. Sehingga dapat dipahami bahwa
umum di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara belum berkarakteristik empati terhadap pemustakanya secara maksimal.
Ketidakmengertian pegawai akan kebutuhan dan keinginan pemustaka tentu akan berimplikasi sulitnya layanan perpustakaan memuaskan pemustaka, dan juga akan berakibat rendahnya loyalitas pemustaka kepada perpustakaan. Oleh karena itu, pegawai harus proaktif dan kreatif untuk dapat membaca ataupun memetakan kebutuhan dan keinginan pemustaka, supaya perpustakaan dapat mempertahankan eksistensinya.
Tabel 4.8 Memiliki Kedekatan Secara Emosional dan Intelektual
No. Pernyataan Pilihan Jawaban f %
8. Pegawai memiliki kedekatan secara emosional dan intelektual dengan
Tabel 4.8 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 6 responden (6,06%) memberikan jawaban sangat setuju, 15 responden (15,15%) memberikan jawaban setuju, 48 responden (48,49%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 30 responden lagi (30,30) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai memiliki kedekatan secara emosional dan intelektual dengan pemustaka.
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa pada umumnya responden (78,79%) menilai pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara tidak memiliki kedekatan secara emosional dan intelektual dengan pemustaka.
Ketidakdekatan pegawai dengan pemustaka baik secara emosional dan intelektual, maka dapat diinterpretasikan bahwa pegawai dalam melayani pemustaka pada koleksi layanan
umum di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara belum berkarakteristik empati secara signifikan.
Dengan tidak terjalinnya kedekataan antara pegawai dan pemustaka, baik secara emosional maupun intelektual, maka akan membuat pegawai semakin sulit untuk memahami kebutuhan dan keinginan pemustakanya, sehingga akan berimplikasi pada keenganan pemustaka untuk menggunakan jasa perpustakaan. ketidakdekataan pegawai dengan pemustaka baik secara emosional mapun intelektual, maka akan menjadi tembok penghalang dalam membangun hubungan yang kuat antara pemustaka dengan pegawai perpustakaan.
4.2.3 Sikap Mendukung (Supportiveness)
Indikator perihal sikap mendukung (supportiveness) diukur dengan kuesioner yang terdiri empat (4) pernyataan, yakni pada kuesioner nomor 9,10,11, dan 12 pada Tabel 4.9, Tabel 4.10, Tabel 4.11 dan Tabel 4.12 sebagai berikut:
Tabel 4.9 Menciptakan suasana Yang Nyaman dan Kondusif
No. Pernyataan Pilihan Jawaban f %
9. Pegawai menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif di lingkungan perpustakaan
Tabel 4.9 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 24 responden (24,24%) memberikan jawaban sangat setuju, 45 responden (45,46%) memberikan jawaban setuju, 14 responden (14,14%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 16 responden lagi (16,16%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai
dalam melayani pemustaka pada layanan koleksi umum di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara dengan menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif dilingkungan perpustakaan.
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden (yakni 69,70%) menilai pegawai dalam melayani pemustaka pada layanan koleksi umum di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif di lingkungan perpustakaan. Tindakan pegawai yang menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif maka dapat diinterpretasikan bahwa komunikasi interpersonal pegawai berkarakteristik sikap mendukung.
Suasana perpustakaan yang nyaman dan kondusif, maka dapat meningkatkan konsentrasi pemustaka dalam memahami dan menyrap informasi informasi. Hal ini juga sebagai suatu pembuktian bahwa perpustakaan ikut andil bagian dalam dalam menciptakan masyarakat informasi.
Tabel 4.10 Memberikan Dukungan
No. Pernyataan Pilihan Jawaban f %
10. Pegawai memberikan dukungan kepada pemustaka
Tabel 4.10 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 13 responden (13,13%) memberikan jawaban sangat setuju, 41 responden (41,42%) memberikan jawaban setuju, 29 responden (29,29%) memberikan jawaban tidak setuju (TS)” dan 16 responden (16,16%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai memberikan dukungan kepada pemustaka.
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden (54,55%) menilai pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara memberikan dukungan kepada pemustaka. Sikap pegawai memberikan dukungan kepada pemustaka, menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal pegawai dan pemustaka berkarakteristik sikap mendukung (supportiveness).
Namun hampir setengah (45,45%) responden menilai bahwa pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara belum memberikan dukungan, hal ini dikarenakan pegawai jarang menawarkan bantuan kepada pemustaka untuk menemukan koleksi yang sulit ditemukan.
Sikap mendukung pegawai terhadap pemustaka menggambarkan bahwa pegawai perpustakaan telah memberikan pelayanan yang excellent yang berorientasi pada pemustaka. Tentunya akan bermuara pada terciptanya kepuasan pemustaka kepada layanan perpustakaan.
Tabel 4.11 Memberikan Respon Secara Spontan
No. Pernyataan Pilihan Jawaban f %
11. Pegawai memberikan respon kepada pemustaka secara spontan dan tidak menyembunyikan perasaannya.
Sangat Setuju 14 14,14
Setuju 49 49,50
Tidak Setuju 21 21,21 Sangat Tidak Setuju 15 15,15
Jumlah 99 100
Tabel 4.11 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 14 responden (14,14%) memberikan jawaban sangat setuju, 40 responden (49,50%) memberikan jawaban setuju, 21 responden (21,21%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 15 responden lagi (15,15%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai memberikan respon kepada pemustaka secara spontan dan tidak menyembunyikan
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden (63,64%) menilai pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara memberikan respon kepada pemustaka secara spontan dan tidak menyembunyikan perasaannya. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa komunikasi interpersonal pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara berkarakteristik sikap mendukung.
Tindakan pegawai menjawab atau memberikan respon kepada pemustaka secara spontan, maka akan meminimalisir pemustaka berpikiran negatif tentang kemungkingkan respon atau balasan pegawai. Oleh karena itu respon yang relevan perlu diimplementasikan dalam komunikasi interpersonal antara pegawai dengan pemustaka yakni respon yang spontan dan lugas.
Tabel 4.12 Memberikan Respon Secara Deskriptif
No. Pernyataan Pilihan Jawaban f %
12. Pegawai memberikan respon yang
deskriptif kepada pemustaka, bukan respon yang evaluatif (yakni bernada menilai dan atau mengkritik)
Tabel 4.12 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 15 responden (15,15%) memberikan jawaban sangat setuju, 48 responden (48,49%) memberikan jawaban setuju, 27 responden (27,27%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 9 responden lagi (9,09%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai memberikan respon yang deskriptif kepada pemustaka.
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden (63,64%) menilai pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera
Utara memberikan respon yang deskriptif kepada pemustaka. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa komunikasi interpersonal pegawai Dinas Perpustakaan da Arsip Provinsi Sumatera Utara berkarakteristik sikap mendukung.
Sikap pegawai Dnas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara yang memberikan respon yang tidak evaluatif kepada pemustakanya akan berimplikasi pemustaka merasa tidak digurui atau diberi penilaian. Sehingga pemustaka mau melibatkan dan meminta bantuan kepada pegawai dalam melakukan penelurusan informasi karena pemustaka telah merasakan keprofesionalan pegawai dalam menjalankan tugasnya,
4.2.4 Sikap Positif (Positiveness)
Indikator perihal sikap positif (positiveness) diukur dengan kuesioner yang terdiri empat (4) pernyataan yakni pada kuesioner nomor 13,14, 15, dan 16 pada Tabel 4.13, Tabel 4.14, Tabel 4.15 dan Tabel 4.16 sebagai berikut:
Tabel 4.13 Menjalin Kerjasama Dengan Pemustaka
No. Pernyataan Pilihan Jawaban f %
13. Pegawai melakukan aktivitas yang dapat menjalin kerjasama dengan pemustaka
Sangat Setuju 15 15,15
Setuju 42 42,43
Tidak Setuju 23 23,23 Sangat Tidak
Setuju
19 19,19
Jumlah 99 100
Tabel 4.13 melukiskan bahwa dari 99 responden terdapat 15 responden (15,15%) mmemberikan jawaban sangat setuju, 42 responden (42,43%) memberikan jawaban setuju, 23 responden (23,23%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 19
responden (19,19%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai melakukan aktivitas yang menjalin kerjasama dengan pemustaka
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden (57,58%) menilai pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara menjalin kerjasama dengan pemustaka. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa komunikasi interpersonal pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara berkarakteristik sikap positif.
Namun hampir setengah (42,42%) responden menilai bahwa pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara belum menjalin kerjasama dengan pemustaka, hal ini dikarenakan responden menilai pegawai bersikap acuh kepada responden.
Aktivitas yang dilakukan pegawai sangat perlu untuk melibatkan pemustaka didalamnya, karena selain pegawai dapat menjalin kerjasama dengan pemustaka, pegawai juga dapat memiliki kedekatan dengan pemustaka secara intelektual dan emosional. Dan pemustaka juga demikian, pemustaka akan dapat memahami dan menilai dari sudut persepsi pegawai. Sehingga lambat laun antara pemustaka dan pegawai dapat terbangun hubungan yang kuat antara pemustaka dan pegawai.
Tabel 4.14 Menghargai dan Meyakini Pentingnya Pemustaka
No. Pernyataan Pilihan Jawaban F %
14. Pegawai menunjukan sikap bahwa pegawai menghargai dan meyakini pentingnya kehadiran pemustaka.
Sangat Setuju 20 20,20
Setuju 41 41,42
Tidak Setuju 20 20,20 Sangat Tidak Setuju 18 18,18
Jumlah 99 100
Tabel 4.14 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 20 responden (20,20%) memberikan jawaban sangat setuju, 41 responden (41,42%) memberikan
jawaban setuju, 20 responden (20,20%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 18 responden lagi (18,18%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai menghargai dan meyakini pentingnya kehadiran pemustaka.
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden (61,62%) menilai pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara menghargai dan meyakini pentingnya kehadiran pemustaka. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa komunikasi interpersonal pegawai Dinas Perpustakaan Sumatera Utara berkarakterstik sikap positif.
Pegawai perpustakaan memang dituntut untuk mampu menunjukkan bahwa mereka memandang pemustaka sebagai asset perpustakaan, dan cara sederhana yang dapat dilakukan pegawai seperti menyapa pemustaka yang baru memasuki perpustakaan, dan juga pegawai mengucapkan terima kasih setiap kali pemustaka selesai melakukan transaksi baik itu transaksi peminjaman maupun pengembalian buku.
Tabel 4.15 Memberikan Pujian dan Penghargaan
No. Pernyataan Pilihan Jawaban f %
15. Pegawai memberikan pujian dan penghargaan kepada pemustaka
Tabel 4.15 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 9 responden (9,09%) memberikan jawaban sangat setuju, 39 responden (39,40%) memberikan jawaban setuju, 38 responden (38,38%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 13 responden lagi (13,13%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai memberikan pujian dan penghargaan kepada pemustaka.
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden (51,51%) menilai pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara tidak memberikan pujian dan penghargaan kepada pemustaka. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa komunikasi interpersonal pegawai dalam melayani pemustaka pada layanan koleksi umum di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara belum berkarakteristik sikap positif secara optimal, karena masih kurangnya pegawai dalam memberikan pujian dan penghargaan kepada pemustaka.
Ketika pegawai memberikan pujian dan penghargaan kepada pemustaka berarti pegawai memberikan stimulus kepada pemustaka untuk semakin meningkatkan frekuensi pemustaka ke perpustakaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara tidak langsung pemberian penghargaan ataupun pujian kepada pemustaka bermakna bagi perpustakaan sebagai media perpustakaan untuk mempromosikan dirinya dan meningkatkan hubungan dengan pemustaka.
Tabel 4.16 Berpikiran Positif Terhadap Pemustaka
No. Pernyataan Pilihan Jawaban f %
16. Pegawai berpikiran positif terhadap pemustaka
Tabel 4.16 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 23 responden (23,23%) memberikan jawaban sangat setuju, 63 responden (63,64%) memberikan jawaban setuju, 7 responden (7,07%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 6 responden (6,06%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai berpikiran positif terhadap pemustaka.
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa pada umumnya responden (86,87%) menilai pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara berpikiran positif terhadap pemustaka. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa komunikasi interpersonal pegawai dalam melayani pemustaka pada layanan koleksi umum di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara berkarakteristik sikap positif.
Dampak yang ditimbulkan jika pegawai tidak berpikiran positif terhadap pemustakanya yakni pegawai akan terlihat seperti mengawasi pemustaka, sehingga membuat pemustaka merasa tidak nyaman ketika melakukan aktifitas diperpustakaan, seperti aktifitas pemustaka menelusur koleksi di rak. Ketidaknyamanan pemustaka diperpustakaan tentu akan berakibat fatal yakni pemustaka akan menjadi enggan untuk menggunakan jasa perpustakaan. Oleh karena itu, sangat perlu bagi pegawai untuk tidak terlalu berprasangka buruk terhadap pemustaka melainkan berpikiran positif.
4.2.5 Kesetaraan (Equality)
Indikator perihal kesetaraan (equality) diukur dengan kuesioner yang berjumlah empat (4) pernyataan, yakni kuesioner nomor 17,18,19 dan 20 pada Tabel 4.17, Tabel 4.18, Tabel 4.19, dan 4.20 sebagai berikut:
Tabel 4.17 Menempatkan Diri Setara Dengan Pemustaka
No. Pernyataan Pilihan Jawaban f %
17. Pegawai menempatkan diri setara dengan pemustaka, sehingga pegawai dalam
Tabel 4.17 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 13 responden (13,13) memberikan jawaban sangat setuju, 31 responden (31,32%) memberikan jawaban setuju, 32 responden (32,32%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 23 responden lainnya (23,23%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai menempatkan diri setara dengan pemustaka,.
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden (55,55%) menilai pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara tidak menempatkan diri setara dengan pemustaka. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa komunikasi interpersonal pegawai dalam melayani pemustaka pada layanan koleksi umum di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara belum berkarakteristik kesetaraan.
Prinsip kesetaraan sangat perlu diimplementasikan dalam komunikasi interepersonal antara pegawai dengan pemustaka, sehingga baik pegawai maupun pemustaka tidak akan memaksakan kehendaknya. Sebab antara pemustaka dan pegawai pada dasarnya saling menyokong. Pemustaka membutuhkan pegawai perpustakaan untuk membantu dalam pemenuhan kebutuhan informasinya, dan pegawai membutuhkan pemustaka sebab pemustakalah aset perpustakaan dan penentu eksistensi pegawai perpustakaan.
Tabel 4.18 Mengakui Bahwa Saling Memerlukan
No. Pernyataan Pilihan Jawaban f %
18. Pegawai dalam berkomunikasi dengan pemustaka mengakui bahwa saling memerlukan
Sangat Setuju 11 11,11
Setuju 39 39,40
Tidak Setuju 19 19,19 Sangat Tidak Setuju 30 30,30
Jumlah 99 100
Tabel 4.18 melukiskan bahwa dari 99 responden, terdapat 11 responden (11,11%) memberikan jawaban sangat setuju, 39 responden (39,40%) memberikan jawaban setuju, 19 responden (19,19%) memberikan jawaban tidak setuju, dan 30 responden lainnya (30,30%) memberikan jawaban sangat tidak setuju perihal pegawai dalam berkomunikasi dengan pemustaka mengakui bahwa saling memerlukan.
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa setengah responden (yakni 50,51%) menilai bahwa pegawai dalam melayani pemustaka pada layanan
Berdasarkan persentase tersebut, diinterpretasikan bahwa setengah responden (yakni 50,51%) menilai bahwa pegawai dalam melayani pemustaka pada layanan