• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efektivitas Program P2KP di Kecamatan Tanjung Morawa

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3. Efektivitas Program P2KP di Kecamatan Tanjung Morawa

Inti dari pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh P2KP adalah di tingkat kelurahan/desa yang proses pelaksanaannya dilakukan oleh Tim Fasilitator Kelurahan/Desa. Berdasarkan hal tersebut maka fokus penelitian dalam bab ini adalah mendeskripsikan secara umum tentang bagaimana proses imolementasi yang diaksanakan oleh Tim Fasilitator Kelurahan/Desa P2KP di Kecamatan Tanjung Morawa.

Implementasi yang dilaksanakan oleh Tim Fasilitator Kelurahan/Desa ini harus mengacu pada Pedoman Umum Pelaksanaan P2KP yang telah ditetapkan sebelumnya, yang secara garis besar proses siklus pelaksanaan/implementasi program tersebut dapat dilihat pada gambar 4 berikut :

Gambar 4.2

Tahapan Kegiatan P2KP Tingkat Masyarakat di Lokasi Baru

Dari gambar diatas kita bisa lihat bahwa terdapat berbagai tahapan dalam P2KP. Tahap pertama yaitu Penyiapan Masyarakat. Tahapan ini terdiri dari:

1

1. Pemetaan Sosial tentang kondisi serta potensi wilayah dan Sosialisasi awal P2KP.

2. Rembug / Musyawarah Kesiapan Masyarakat dan Pendaftaran Relawan.

3. Refleksi Kemiskinan yang dilakukan bersama dengan warga masyarakat;

• Penggalian akar persoalan kemiskinan.

• Kriteria Kemiskinan.

• Harapan Penanggulangan Kemiskinan.

4. Pemetaan Swadaya :

• Identifikasi dan pencacahan Kepala Keluarga Miskin.

• Kajian permasalahan, potensi sumber daya, dan kebutuhan.

• Kajian kelembagaan.

• Pemetaan : sebaran Kepala Keluarga Miskin, kondisi lingkungan, sosial dan ekonomi.

5. Pembentukan BKM

• Persiapan (FGD, Kelembagaan, Kepemimpinan Moral).

• Pemilihan utusan warga.

• Pemilihan angota BKM dan pembentukan BKM.

Tahap 2 : Perencanaan Masyarakat

6. Perencanaan partisipatif menyusun PJM Pronangkis ; , terdiri dari :

• Perumusan harapan kelurahan/desa.

• Analisis persoalan, potensi, dan kebutuhan.

• Prioritas program yang akan dilaksanakan.

• Rencana program 3 tahun dan 1 tahun.

• Uji publik dan penetapan PJM Pronangkis.

7. Koordinasi rencana PJM Pronangkis dengan rencana kelurahan/desa ;

• Sosialisasi ke seluruh elemen masyarakat kelurahan/desa.

• Penyepakatan integrasi PJM Pronangkis sebagai program kelurahan/desa.

• Matriks klasifikasi kontribusi sumber daya masyarakat dan pemerintah.

• Marketing sosial PJM Pronangkis kepada pihak-pihak peduli setempat.

Tahap 3 : Pencairan Bantuan Langsung Mandiri (BLM)

8. Pengajuan dan administrasi pencairan dana BLM dari P2KP.

, terdiri dari :

9. Proses pencairan dana BLM dari P2KP ke Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Tahap 4 : Tahap Pelaksanaan

10. Pelaksaaan kegiatan yang telah direncanakan oleh masyarakat dalam program tahunan, program jangka menengah (3 tahun), dan program-program yang direncanakan lainnya.

:

4.3.1 Profil Kelurahan Tanjung Morawa Pekan

Penelitian ini mengambil sampel salah satu kelurahan di Kecamatan Tanjung Morawa, yaitu Kelurahan Tanjung Morawa Pekan. Kelurahan Tanjung Morawa Pekan sudah ada sejak jaman Belanda, yang dulunya dikenal dengan nama Kampong Tandjung Merawa dengan luas wilayah ± 55 Ha. Pada tahun 1981 sesuai dengan Undang-undang No. 5/1979 Kampong Tandjung Merawa kemudian ditetapkan menjadi Kelurahan Tanjung Morawa Pekan. Kelurahan ini tidak jauh dari ibukota propinsi Sumatera Utara (Medan), jaraknya yakni ± 17 Km dan dari ibukota kabupaten Deli Serdang (Lubuk Pakam) yang berjarak ± 12 Km.

Profil Kelurahan Tanjung Morawa Pekan yaitu :

Luas Kelurahan : 55 Ha, dengan perincian;

- Untuk tempat tinggal : 25 Ha - Untuk perkantoran : 1 Ha - Untuk pendidikan (gedung sekolah) : 10 Ha - Untuk tanah wakaf (kuburan) : 7,5 Ha

- Untuk lain-lain : 12,5 Ha

Batas-batas wilayah :

Sebelah Utara : Desa Tanjung Morawa B Sebelah Selatan : Desa Dagang Kerawan

Sebelah Timur : Desa Dagang Kerawan dan Desa Tanjung Morawa B Sebelah Barat : Desa Tanjung Morawa A

Jumlah penduduk : 6.260 jiwa a. laki-laki : 3.230 jiwa b. perempuan : 3.057 jiwa

Jumlah penduduk miskin : 509 jiwa Jumlah Kepala Keluarga : 1.709 KK Jumlah Lingkungan : 5 Lingkungan Jumlah penduduk menurut Mata Pencaharian : - Petani : 3 jiwa Jumlah penduduk menurut agama :

- Islam : 4.038 orang - Kristen : 283 orang - Budha : 1.875 orang - Hindu : 64 orang

Tabel 4.1

Jumlah penduduk menurut kelompok umur : KELOMPOK

20 s/d 24 tahun 857 451 406

Sumber : Kelurahan Tanjung Morawa Pekan

Jumlah penduduk menurut kesukuan : - Minang : 977 orang Lembaga Pemerintahan dan Kelompok Sosial :

- Kelurahan : jumlah aparat kelurahan 9 orang

- LKMD : jumlah anggota 12 orang

- Ormas Pemuda Pancasila (PP) : 24 orang - Ormas Ikatan Pemuda Karya (IPK) : 21 orang Lembaga Kemasyarakatan :

- Perwiridan bapak-bapak “Nurul Hikmah” : anggota 60 orang

- Perwiridan ibu-ibu “Nurul Hikmah” : anggota 50 orang - Remaja Mesjid “Nurul Hikmah” : anggota 27 orang Kondisi Psikografis :

• Nilai-nilai dominan yang hidup dalam masyarakat

Masyarakat Tanjung Morawa Pekan masih memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi meskipun lebih kepada kelompok-kelompoknya sendiri. Nilai-nilai keagamaan juga masih dirasakan, namun juga masih terdapat nilai-nilai negatif seperti perjudian.

• Kearifan lokal

Warga masyarakat kelurahan Tanjung Morawa Pekan sangat menghormati para tokoh pemuka agama, tokoh masyarakat, dan pemangku adat. Mereka mematuhi hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan pada masing-masing kelompoknya. Walau demikian, masyarakat tidak menutup akses bagi program-program pemerintah maupun swasta yang masuk ke daerahnya.

Mereka terbuka terhadap perubahan yang sesuai dengan perkembangan jaman dan teknologi.

• Pola interaksi dan jalur-jalur komunikasi warga

Warga mengkomunikasikan permasalan-permasalahannya kepada pemerintah kelurahan melalui kepala lingkungannya masing-masing. Demikian sebaliknya, berbagai informasi dari pemerintah kelurahan yang ditujukan kepada warga disampaikan melalui para kepala lingkungan, baik secara lisan (dari mulut ke mulut) maupun tulisan (surat atau undangan).

4.3.2. Indikator Efektivitas Program P2KP

Tingkat efektivitas pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan P2KP akan diukur dengan menggunakan indikator-indikator. Indikator yang digunakan adalah indikator khusus monitoring Komponen Pemberdayaan Masyarakat P2KP. Pembahasan evaluasi mengenai dampak pelaksanaan proses pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Tanjung Morawa Pekan dilakukan dengan menganalisa sejauhmana hasil pencapaian target (indikator) terhadap data yang didapat dari P2KP yang telah diupayakan oleh Fasilitator Kelurahan/Desa, dan data (wawancara) dari masyarakat.

Indikator dan hasil dari evaluasi tingkat efektivitas pelaksanaan program P2KP khususnya di Kelurahan Tanjung Morawa Pekan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.2

Indikator dan Hasil Dari Komponen Program Pemberdayaan Masyarakat

No Indikator

sebagai anggota BKM. 3 orang 3 orang

4 Jumlah relawan di

kelurahan/desa. 25 orang 40 orang

Sumber: Pedoman Umum P2KP.

Berdasarkan data profil kelurahan dan data dari hasil pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat P2KP, maka dilakukan pengukuran tingkat efektivitas program pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Tanjung Morawa Pekan dengan menggunakan indikator – indikator yang telah ditetapkan diatas. Indikator-indikator diatas akan dianalisis secara poin per point sebagai berikut :

1. Penduduk dewasa yang berpartisipasi memilih dalam pemilihan BKM – (Target 30%).

Indikator partisipasi merupakan suatu hal yang paling penting dalam proses pemberdayaan masyarakat itu sendiri. Tanpa adanya partisipasi dari segenap warga masyarakat, maka akan mustahil program pemberdayaan masyarakat P2KP akan berjalan sesuai dengan tujuan dasarnya. Proses partisipasi ini tidak hanya diikuti oleh warga miskin saja, tetapi juga warga mampu. Langkah awal yang dilakukan oleh Fasilitator kelurahan atau petugas P2KP ini adalah mencari relawan dari keluruhan tersebut. Setelah tim relawan ini dibentuk dan mendapatkan pendampingan dari tim P2KP maka kegiatan selanjutnya adalah membentuk badan keswadayaan masyarakat (BKM) yang dibentuk oleh masyarakat itu sendiri. BKM inilah yang kemudian bekerja untuk mulai merencanakan kegiatan-kegiatan dalam menciptakan pembangunan di masyarakat. Dan BKM ini jugalah yang kemudian menerima bantuan dana dari P2KP dan setiap 3 bulan sekali, BKM ini dimintai laporan oleh P2KP tentang perkembangan kegiatan yang telah dilakukan. Perlu diketahuhi bahwa untuk menjadi tim BKM harus sudah dewasa.

Penduduk yang dikategorikan dewasa dalam indikator ini, menurut Taufiq1

+

Total : 1.923 orang

adalah penduduk yang berumur 17 tahun keatas. Taufiq juga menjelaskan bahwa dalam proses pelaksanaan program P2KP ini yang menjadi target utama adalah orang-orang dewasa tersebut, karena dianggap mampu dan cakap sehingga mudah dalam memahami serangkaian proses dan program yang akan dilaksanakan P2KP bersama masyarakat nantinya.

Taufiq menyatakan;

“ Dalam proses pelaksanaan program mulai dari rembug kesiapan masyarakat sampai pada tahap pelaksanaan program, P2KP menetapkan yang harus berpartisipasi adalah penduduk dewasa, bukan berarti penduduk yang belum dewasa tidak boleh ikut berpartisipasi, khusus dalam hal pemilihan BKM saja penduduk yang belum dewasa tidak dapat berpartisipasi karena dianggap belum mampu dan cakap dan tidak memiliki hak suara serta hak untuk dipilih sebagai anggota BKM ”.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Fasilitator P2KP tentang partisipasi masyarakat dalam proses musyawarah pemilihan anggota BKM (data terlampir) tingkat partisipasi warga sangat tinggi. Proses ini dilaksanakan di 5 (lima) lingkungan kelurahan. Berikut jumlah warga yang hadir dari setiap lingkungan :

- Lingkungan 1 : 355 orang - Lingkungan 2 : 408 orang - Lingkungan 3 : 409 orang - Lingkungan 4 : 373 orang - Lingkungan 5 : 378 orang

1

Berdasarkan data diatas, diketahui tingkat partisipasi masyarakat sangat tinggi yaitu mencapai 1.923 orang atau sekitar 30,7 % dari total penduduk 6.260 orang.

Hasil ini telah mencapai angka target indikator yaitu sebesar 30%, dengan demikian dapat dikatakan program yang dilaksanakan sangat efektif karena telah berhasil mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program pemberdayaan masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan ini.

Tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi ini merupakan cerminan bahwa masyarakat tersebut sangat peduli terhadap pembangunan. Tidak hanya mereka yang dianggap tidak mampu yang ikut berpartisipasi melainkan masyarakat yang mampu juga terlibat. Hal ini menunjukkan bahwa antara masyarakat tersebut telah terdapat kerjasama yang baik.

2. Perempuan yang berpartisipasi dalam pemilihan BKM – (Target 30%).

Wanita memang sering menjadi kaum yang termarjinalkan, yang disebabkan oleh bias gender dalam masyarakat itu sendiri. Dalam point ini, mengapa wanita dijadikan indikator karena dalam proses pemberdayaan yang dilaksanakan P2KP memandang perlu adanya keterwakilan perempuan sebagai bagian dari proses demokrasi dan persamaan hak dalam masyarakat. Perempuan yang berpartisipasi dalam pemilihan BKM akan diukur berdasarkan jumlah daftar warga masyarakat yang hadir dalam proses pemilihan BKM dari setiap lingkungan. Berdasarkan data yang diperoleh maka dilakukan pengukuran terhadap data dengan berdasarkan pada indikator target 30 %. Hasil dari pengukuran tersebut adalah sebagai berikut :

- Lingkungan 1 : 185 orang dari total 355 orang = 52,1 % - Lingkungan 2 : 314 orang dari total 408 orang = 76.9 % - Lingkungan 3 : 213 orang dari total 409 orang = 52,0 % - Lingkungan 4 : 170 orang dari total 373 orang = 45,5 % - Lingkungan 5 : 199 orang dari total 378 orang = 52,6 %

+ Total : 1.081 orang dari total 1.923 orang = 56,2 %

Hasil diatas menunjukkan bahwa program yang dilaksanakan telah berjalan dengan efektiv dibuktikan dengan angka tingkat partisipasi perempuan mencapai 1.081 orang atau sekitar 56,2 % dimana angka tersebut telah melampaui target indikator sebesar 30 %.

3. Perempuan yang terpilih sebagai anggota BKM – (Target 3 orang).

Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) berdasarkan ketetapan dalam Pedoman Umum P2KP beranggotakan 13 (tiga belas) orang yang dipilih masyarakat berdasarkan pemilihan. Hanya ada 1 (satu) BKM dalam setiap kelurahan/desa, sehingga proses pemilihan dilaksanakan melalui 2 (dua) tahap, pertama dilakukan pemilihan di setiap lingkungan kemudian wakil-wakil yang terpilih dari setiap lingkungan tersebut akan dipilih kembali di tingkat kelurahan/desa.

Nama-nama angota BKM yang terpilih adalah (yang kemudian diberi nama BKM NURANI) :

1. Amirullah dari lingkungan I 2. Dody Guruh dari lingkungan I 3. Komar dari lingkungan IV

4. Ayau dari lingkungan IV 5. Rasmi dari lingkungan IV 6. Tuti Sunisti dari lingkungan V 7. Suryati dari lingkungan V 8. Sumiardi dari lingkungan II 9. Suripto dari lingkungan II 10. Nurkhaizin dari lingkungan III 11. Yayan Ardiansyah dari lingkungan III 12. Muslim dari lingkungan I

Dari data diatas terdapat 3 (tiga) orang perempuan, yaitu; Rasmi, Tuti Sunisti, dan Suryati. Target pencapaian indikator sebanyak 3 orang telah tercapai. Ibu Tuti Sunisti, salah seorang anggota BKM NURANI yang berumur 52 tahun, ketika wawancarai apa motivasinya menjadi anggota BKM menyatakan:

“ Saya sendiri sebenarnya bingung mengapa saya yang sudah tua begini kenapa bisa terpilih. Saya memang biasa ikut-ikut dalam kegiatan di lingkungan saya sudah itu juga saya tertarik dengan P2KP karena orang-orangnya (fasilitator kelurahan P2KP) ramah-ramah. Yaa, saya berharap saja semoga program ini berjalan dengan baik, saya harap jalan di lingkungan saya bisa di bagusin, karena capek hujan sedikit aja sudah buat becek. ”

4. Jumlah relawan di kelurahan/desa – (Target 25 orang).

Relawan adalah warga masyarakat setempat yang peduli dan ingin membantu warga miskin di wilayahnya tanpa pamrih. Proses penentuan relawan ditetapkan sebelum proses pemilihan anggota BKM. Relawan ini kemudian akan mengikuti proses pendidikan dan pengarahan dari P2KP dan anggota relawan ini nantinya

berhak dipilih sebagai anggota BKM. Nama-nama anggota relawan Kelurahan Tanjung Morawa Pekan sebagai berikut:

Tabel 4.3

Daftar Nama Relawan Kelurahan Tanjung Morawa Pekan

No Nama Peserta Umur Lk/Pr Alamat Pendidikan

33 Hery Suprianto 29 tahun L Lingkungan V SMP 34 Bambang Herianto 34 tahun L Lingkungan V SMP 35 Salamudin 42 tahun L Lingkungan V SMA

36 Suryati 42 tahun P Lingkungan V SMA

37 Tuti Sunisti 52 tahun P Lingkungan V SMP

38 Dwi 23 tahun P Lingkungan III SMA

39 Juliati 38 tahun P Lingkungan II SMA

40 Endang Fitriani 29 tahun P Lingkungan II SMA Sumber : Data Pelatihan/Coaching Relawan P2KP Kelurahan Tanjung Morawa Pekan.

Relawan masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan program pemberdayaan P2KP jumlahnya mencakup 40 orang. Hasil ini telah mencapai angka target indikator yang ditentukan sebesar 25 orang. Relawan ini adalah merupakan sebuah konsekuensi dari P2KP, artinya dalam setiap kelurahan sebelum terbentuknya BKM harus menyediakan beberapa orang relawan. Relawan ini nantinya akan dikoordinir oleh BKM dan bersama-sama dengan masyarakat, pemerintah lokal (kelurahan dan kecamatan) serta kelompok peduli masyarakat setempat, melakukan perencanaan dan pelaksanaan program-program pembangunan daerah setempat.

Proses pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan P2KP di Kecamatan Tanjung Morawa, khususnya Kelurahan Tanjung Morawa Pekan, berdasarkan hasil evaluasi pengukuran indikator dan data pelaksanaan berjalan sangat efisien yang dibuktikan dengan tercapainya semua target indikator yang akan dicapai dalam proses pelaksanaan.