• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Ekstraksi Minyak Atrsiri dari Daun Serai Wangi dengan

Pada penelitian ini dilakukan proses ekstraksi minyak atsiri dari daun serai wangi menggunakan metode Ultrasonic-Microwave Asissted Hydrodistillation (US-MAHD). Metode US-MAHD merupakan metode komplementer untuk mengekstrak senyawa fitokimia dengan menggabungkan metode UAE dan MAHD secara berurutan (Yu, et al., 2017). Adapun yield minyak serai wangi yang dihasilkan dari bagian daun dengan menggunakan metode US-MAHD pada berbagai kondisi variabel ditunjukkan pada Tabel Lampiran A.1.

Dari Tabel Lampiran A.1 dapat dilihat bahwa yield minyak serai wangi tertinggi yang dihasilkan dengan menggunakan metode US-MAHD yakni sebesar

0

34

1,82% sedangkan yield terendah yang dihasilkan yaitu 1,17%. Kondisi variabel yang digunakan untuk mendapatakan yield tertinggi pada proses ekstraksi minyak serai wangi dari bagian daun ialah dengan menggunakan perbandingan pelarut dan massa 10:1, temperatur ultrasound 30 oC, dan daya microwave 300 W dengan waktu ekstraksi 25 menit menggunakan ultrasound dan 65 menit menggunakan microwave.

Sedangkan yield minyak serai wangi terendah didapatkan dengan menggunakan perbandingan pelarut dan massa 14:1 dengan kondisi temperatur ultrasound 50 oC dan daya microwave 150 W.

Analisa kualitas minyak serai wangi yang dihasilkan dengan metode US-MAHD meliputi analisa densitas, warna, indeks bias, dan kelarutan dalam etanol 80

%. Dari hasil analisa sifat fisis ini dapat diketahui bahwa minyak serai wangi yang didapatkan pada berbagai kondisi variabel menggunakan metode US-MAHD telah memenuhi standar mutu minyak serai wangi berdasarkan SNI 06-3953-1995 untuk parameter warna, densitas, indeks bias, dan kelarutan dalam etanol 80 %. Hasil analisa kualitas minyak serai wangi dari bagian daun yang didapatkan pada berbagai variabel mengguanakan metode US-MAHD ditunjukkan pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Hasil Analisa Kualitas Minyak Serai Wangi

Parameter Hasil Persyaratan (BSN,1995)

Warna Kuning - kuning

kecoklatan

Kuning pucat - kuning kecoklatan

Densitas 0,88-0,917 0,88-0,922

Indeks Bias 1,466-1,472 1,466-1,475

Kelarutan dalam etanol 80 % 1:2 jernih 1:2 jernih

4.5 PERBANDINGAN METODE UAE, MAHD, DAN US-MAHD DALAM PROSES EKSTRAKSI MINYAK SERAI WANGI

Perbandingan yield minyak serai wangi yang dihasilkan menggunakan metode UAE, MAHD, dan US-MAHD ditunjukkan pada Gambar 4.5. Proses ekstraksi minyak serai wangi dilakukan selama 90 menit. Bagian serai wangi yang digunakan untuk diekstrak pada masing-masing metode adalah bagian daun.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

35

Gambar 4.5 Perbandingan Yield Minyak Serai Wangi antara Metode UAE, MAHD, dan US-MAHD

Berdasarkan Gambar 4.5 dapat dilihat bahwa metode yang menghasilkan yield minyak serai wangi yang paling tinggi adalah metode US-MAHD sedangkan yield minyak serai wangi terendah didapatkan dengan menggunakan metode UAE.

Yield minyak serai wangi yang didapatkan dengan metode US-MAHD meningkat sebesar 49,45 % jika dibandingkan dengan dengan metode UAE. Sedangkan apabila dibandingkan dengan metode MAHD, yield minyak serai yang diperoleh dengan metode US-MAHD wangi meningkat sebesar 18,68 %.

Menurut Yu, et al., (2017), dengan mengkombinasikan secara berurut metode UAE dan MAHD (US-MAHD) akan menghasilkan yield ekstraksi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan menggunakan metode UAE atau MAHD secara terpisah.

Dalam proses ekstraksi senyawa fitokimia menggunakan metode US-MAHD akan terjadi pengrusakan dinding sel yang lebih banyak sehingga hasil senyawa yang diekstrak akan lebih tinggi. Sedangkan, pada penggunaan kedua metode yang dilakukan secara terpisah, baik metode UAE ataupun MAHD, memiliki kekurangan.

Pada metode UAE dapat terjadi efek atenuasi gelombang yaitu kurangnya intensitas gelombang bunyi seiring bertambahnya jarak rambat gelombang sehingga memungkinkan adanya sel-sel yang tidak rusak yang mengakibatkan senyawa fitokimia tidak dapat diekstrak. Sedangkan, pada metode MAHD dapat terjadi

0,92

36

peristiwa pemanasan yang tidak seragam (inhomogeneous heating) akibat absorbansi gelombang yang tidak merata pada sampel sehingga akan mengurangi hasil ekstraksi.

Selain itu, pada penelitian ini dilakukan analisa GC-MS (Gas Cromatography Mass Spectrometry) untuk membandingkan hasil minyak serai wangi yang diperoleh menggunakan metode UAE, MAHD, ataupun US-MAHD. Menurut Sulaswatty, dkk., (2017) senyawa kimia yang terpenting dalam minyak serai wangi adalah persenyawaan aldehid, yaitu sitronelal dan persenyawaan alkohol, yaitu geraniol.

Sitronelal dan geraniol dapat diisolasi untuk dijadikan hidroksi sitronelal, geraniol asetat, dan mentol yang mempunyai sifat lebih stabil dan digunakan dalam industri wangi-wangian. Hidroksi sitronelal dapat digunakan sebagai zat pewangi sabun dan parfum yang bernilai tinggi. Mentol dapat digunakan sebagai obat gosok, pasta gigi, dan obat pencuci mulut, sedangkan ester dari sitronenal dan geraniol digunakan sebagai insektisida dan keperluan kosmetik. Gambar 4.6, 4.7, dan 4.8 merupakan kromatogram hasil analisa GC-MS minyak serai wangi dari ketiga metode yang digunakan.

Gambar 4.6 Kromatogram Hasil Analisa GC-MS Minyak Serai Wangi dari Bagian Daun Menggunakan Metode UAE

geraniol

sitronelal

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

37

Gambar 4.7 Kromatogram Hasil Analisa GC-MS Minyak Serai Wangi dari Bagian Daun Menggunakan Metode MAHD

Gambar 4.8 Kromatogram Hasil Analisa GC-MS Minyak Serai Wangi dari Bagian Daun Menggunakan Metode US-MAHD

Dari kromatogram pada Gambar 4.6, 4.7, dan 4.8 dapat diketahui kadar sitronelal dan geraniol untuk masing-masing metode yang ditunjukkan pada Tabel 4.2.

sitronelal

geraniol

geraniol

sitronelal

38

Tabel 4.2 Perbandingan Kadar Sitronelal dan Geraniol untuk Metode UAE, MAHD, dan US-MAHD

Senyawa Konsentrasi (%)

Metode UAE Metode MAHD Metode US-MAHD

Geraniol 42,60 38,78 46,69

Sitronelal 11,52 18,03 17,79

Berdasarkan hasil analisa GC-MS minyak serai wangi yang diperoleh dari ketiga metode, kadar geraniol minyak serai wangi tertinggi diperoleh dengan menggunakan metode US-MAHD, yaitu sebesar 46,69 % dan kadar sitronelal tertinggi didapatkan dengan menggunakan metode MAHD, yaitu sebesar 18,03 %.

Pada metode US-MAHD, kadar geraniol yang diperoleh meningkat 1,2 kali lebih besar dibandingkan metode MAHD dan 1,09 kali lebih besar dari metode UAE.

Sedangkan untuk kadar sitronelal yang menggunakan metode MAHD diperoleh 1,56 kali lebih besar dari metode UAE dan lebih besar 1,01 kali dari metode US-MAHD.

Menurut Yu., et al., (2017) penggunaan metode US-MAHD dapat mengurangi potensi atau mencegah senyawa yang diekstrak terdegradasi sehingga dapat menghasilkan kualitas ekstrak yang lebih baik. Dari hasil penelitian ini, secara keseluruhan, metode US-MAHD menghasilkan minyak serai wangi dengan kadar geraniol dan sitronelal yang lebih baik dibandingkan metode UAE atau MAHD.

Meskipun kadar sitronelal tertinggi didapatkan dengan metode MAHD, namun perebedaan yang terjadi tidak terlalu signifikan dan kadar geraniol yang dihasilkan dengan metode US-MAHD lebih banyak.

4.6 PERBANDINGAN MINYAK SERAI WANGI YANG DIPEROLEH