• Tidak ada hasil yang ditemukan

elemen-elemen Kepuasan Konsumen

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.5 Perilaku Konsumen

2.5.3 elemen-elemen Kepuasan Konsumen

Menurut Priansa (Sabila, 2020) lima elemen yang menyangkut kepuasan konsumen adalah sebagai berikut:

1. Harapan (Expectations)

Harapan konsumen terhadap suatu produk atau jasa yang disusun sebelum melakukan pembelian produk atau jasa tersebut. saat pembelian dilakukan, konsumen berharap barang atau jasa yang diterima sesuai dengan harapan, keinginan dan keyakinan mereka. Jika sesuai dengan harapan konsumen maka dia akan merasa puas.

2. Kinerja (Performance)

Pengalaman konsumen terhadap kinerja aktual barang atau jasa saat dipergunakan tanpa dipengaruhi oleh harapan mereka. Ketika kinerja aktual produk atau jasa berhasil maka konsumen akan merasa puas.

3. Perbandingan (Comparison)

Hal ini dilakukan untuk membandingkan harapan kinerja barang atau jasa sebelum membeli dengan persepsi kinerja aktual barang atau jasa tersebut.

Konsumen akan merasa puas ketika harapan sebelum pembelian sesuai atau melebihi persepsi mereka terhadap kinerja aktual produk.

4. Pengalaman (Experience)

Harapan konsumen dapat dipengaruhi dengan pengalaman mereka terhadap penggunaan merek dari produk atau jasa yang berbeda dari orang lain.

5. Konfirmasi (Confirmation) dan Diskonfirmasi (Disconfirmation)

Konfirmasi atau terkonfirmasi terjadi jika ada harapan sesuai dengan adanya kinerja aktual produk. Sebaliknya diskonfirmasi atau tidak terkonfirmasi terjadi ketika harapan lebih tinggi atau lebih rendah dari kinerja aktual produk, konsumen akan merasa puas.

2.5.4 Faktor Utama dalam Menentukan Tingkat Kepuasan Konsumen

Menurut Indrasari (2019:87) dalam menentukan tingkat kepuasan konsumen, terdapat lima faktor utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan yaitu:

1. Kualitas produk, Konsumen akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas.

2. Kualitas pelayanan, pada industri jasa, adalah mutlak bahwa konsumen akan merasa puas bila mereka mendapatkan pelayanan yang baik atau sesuai dengan yang konsumen harapkan.

3. Emosional, konsumen akan merasa bangga dan mendapatkan keyakinan bahwa orang lain akan kagum terhadap dia bila menggunakan produk dengan merek tertentu, sehingga membuatnya mengalami tingkat kepuasan yang lebih tinggi.

Kepuasan yang diperoleh bukan karena kualitas dari produk, tetapi nilai sosial atau self-esteem yang membuat konsumen menjadi puas terhadap suatu merek tertentu.

4. Harga, Produk yang mempunyai kualitas yang sama tetapi menetapkan harga yang yang relatif murah akan memberikan nilai yang lebih tinggi kepada konsumennya.

5. Biaya, Produk yang mempunyai kualitas yang sama tetapi menetapkan harga yang yang relatif murah akan memberikan nilai yang lebih tinggi kepada konsumennya.

2.5.5 Indikator Kepuasaan Konsumen

Menurut Irawan (Irawati, 2015) ada 4 indikator kepuasaan konsumen yaitu sebagai berikut:

1. Keamanan

Berasal dari kata pokok “aman” yang berarti : bebas, terlindung dari bahaya, selamat, tidak membahayakan, yakin, dapat dipercaya, dapat diandalkan.

2. Biaya atau kemudahan untuk memperoleh produk atau jasa

Kemudahan dalam memperoleh produk atau jasa tersebut dan kemudahan dalam pembayaran dapat membuat pelanggan akan semakin puas bila relatif mudah, nyaman dan efisien dalam mendapatkan suatu produk atau pelayanan.

3. Kualitas Jasa

Pelanggan merasa puas apabila mereka memperoleh jasa yang baik atau sesuai dengan yang diharapkan dari pegawai maupun karyawan perusahaan.

4. Komunikasi

suatu pertukaran pendapat, gagasan, informasi, intruksi yang di dalamnya terdapat tujuan yang akan disajikan dengan personal atau interpersonal.

2.6 Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu yang digunakan sebagai bahan referensi dalam penelitian ini antara lain:

1. Santika Devi (2017) yang berasal dari jurusan Administrasi Bisnis Universitas Sumatera Utara melakukan penelitian dengan judul ”Pengaruh Store Atmosphere dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Pelanggan:

Studi kasus pada pelanggan OTW Food Street Malang”. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 116 orang dengan menggunakan metode teknik nonprobality sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel Store Atmosphere dan kualitas produk mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap Kepuasan Konsumen di OTW Food Street Malang.

2. Rano Heris Saputra (2018) yang berasal dari jurusan Manajemen Pemasaran Universitas Bhayangkara Surabaya melakukan penelitian dengan judul

“Pengaruh Store Atmosphere, Harga, Display, Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasaan Konsumen Pada Coffe Shop Bang Heris Di Sidoarjo:

Studi kasus pelanggan Coffe Shop Bang Heris”. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 100 orang dengan menggunakan metode teknik sampling accidental. Pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa store atmosphere, harga, display, dan kualitas pelayanan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen pada coffee shop “Bang Heris” di Sidoarjo. Variabel bebas (X) yang dominan dan memberikan pengaruh terbesar terhadap kepuasan konsumen (Y) pada Coffee Shop “Bang Heris” di Sidoarjo adalah variabel kualitas pelayanan (X4) dengan nilai koefisien beta sebesar 0.470.

3. Nanda Effrata Sitanggang (2018) yang berasal dari jurusan Manajemen Universitas Sumatera Utara. Melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Electronic Word Of mouth pada instagram terhadap keputusan pembelian di Geprek Bensu Medan: Studi Kasus Pelanggan Geprek Bensu medan”.

Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 115 orang dengan menggunakan metode Teknik pengambilan sampel umum yang dilakukan dengan acak atau random sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan variabel Electronic Word of Mouth (X1), Instagram memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian. 4. Nur Maulida Jamdes (2018) yang berasal dari jurusan Akuntansi Syariah

Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Melakukan

penelitian dengan judul “Pengaruh Store atmosphere, Harga, Pelayanan, Dan Produk Terhadap Keputusan Konsumen Muslim di Clave Cafe Kota Jambi:

Studi kasus pelanggan clave cafe”. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 100 orang dengan menggunakan metode incidental samapling.

Pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, observasi, Dokumentas.

Pengumpulan data melalui kuesioner, Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Berdasarkan Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Store atmosphere, Harga, Pelayanan, Dan Produk berpengaruh positif terhadap Keputusan Konsumen Muslim di Clave Cafe Kota Jambi.

5. Ravika Apriani Erianto (2018) yang berasal dari jurusan Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya. Melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Store atmosphere, Kualitas Produk, Harga Dan word of mouth Terhadap Keputusan pembelian pada Furore Coffe: Studi kasus pelanggan Furore Coffe”. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 100 orang dengan menggunakan metode nonprobability sampling.

Pengumpulan data melalui kuesioner dilakukan dengan acak atau random sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner, Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Store Atmosphere berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan Variabel kualitas produk, harga, dan word of mouth berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada Furore Coffe.

2.7 Kerangka Pemikiran

Dilihat dari Jenis hubungan variabel, maka disini termasuk hubungan sebab akibat yaitu suatu variabel yang mempengaruhi variabel lainnya, sehingga variabel bebas (Independent Variabel) adalah Store atmosphere (X1), Harga (X2), Electronic word of mouth (X3), variable terikat (Depedent Variabel) Kepuasaan Konsumen (Y). Berdasarkan penjelasan diatas maka, penulis menggunakan kerangka berpikir sebagai berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

Sumber: Peneliti (2021) STORE ATMOSPHERE

(X1)

HARGA (X2)

ELECTRONIC WORD OF

MOUTH (X3)

KEPUASAN KONSUMEN

(Y)

37 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Bentuk Penelitian

Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Hubungan antar variabel yang ingin diketahui dalam penelitian ini adalah pengaruh store atmosphere, harga, dan electronic word of mouth terhadap kepuasaan konsumen di restoran Kini Kitchen.

3.2 Lokasi Penelitian 3.2.1 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian adalah restoran Kini Kitchen yang berlokasi di Jalan Sei Besitang No 1 Medan. Penelitian ini dilakukan pada masa pandemi di tahun 2021 sehingga peneliti memutuskan untuk menyebarkan kuesioner melalui google form dan disebarkan kepada konsumen yang pernah berkunjung di restoran Kini Kitchen Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2021.

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian 3.3.1 Populasi Penilitian

Populasi dalam penelitian ini bersifat homogen yang berarti terdapat persamaan perilaku anatar responden. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah konsumen restoran Kini Kitchen dari bulan Januari hingga Agustus 2021 yang berjumlah 26.110 orang.

3.3.2 Sampel Penelitian

Sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar representatif (mewakili) dari populasi karena kesimpulan yang ditarik akan diberlakukan untuk populasi. Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik nonprobability sampling dimana peneliti tidak memberikan kesempatan atau peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Dalam menentukan sampel, peneliti menggunakan Teknik purposive sampling, yang berarti untuk menjadi sampel suatu anggota populasi haruslah memenuhi syarat atau kriteria tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.

Adapun Kriteria sampel yang telah ditetapkan peneliti, antara lain:

1. Konsumen yang telah berkunjung ke Restoran Kini Kitchen Medan 2. Berusia minimal 17 tahun.

3. Pernah melakukan pembelian di restoran kini kitchen minimal 1 kali.

4. Domisili di Kota Medan

Dalam penelitian ini, peneliti akan mengambil sampel dari konsumen Kini Kitchen Medan. Peneliti menetapkan bahwa jumlah sampel tidak diketahui karena tidak pernah dilakukan pengukuran mengenai jumlah konsumen yang berkunjung ke restoran Kini Kitchen, oleh karena itu peneliti berasumsi bahwa jumlah populasi sangat banyak dari sampel yang akan diambil ditentukan dengan mengunakan rumus Slovin (Tristania, 2017), yaitu sebagai berikut:

Dimana:

n = Jumlah Sampel

N= Jumlah Populasi

e = Batas kesalahan maksimal yang ditolerir dalam sampel

Dengan menggunakan taraf kesalahan sebesar 10% (e = 10%) dan populasi (N) sebanyak konsumen, maka jumlah sampel yang diambil adalah:

Berdasarkan rumus diatas, maka jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini sebanyak 99 responden namun peneliti memutuskan untuk membulatkan menjadi 100 responden sehingga lebih memudahkan perhitungan.

3.4 Hipotesis Penelitian

Hipotesis dalam penelitian ini adalah apabila:

1. Pengaruh store atmosphere terhadap kepuasan konsumen.

Ha1: Terdapat pengaruh store atmosphere terhadap kepuasaan konsumen pada pengunjung Kini Kitchen Medan

H01: Tidak terdapat pengaruh store atmosphere terhadap kepuasaan konsumen pada pengunjung Kini Kitchen Medan

2. Pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen.

Ha2: Terdapat pengaruh Harga terhadap kepuasaan konsumen pada pengunjung Kini Kitchen Medan

H02: Tidak terdapat pengaruh harga terhadap kepuasaan konsumen pada pengunjung Kini Kitchen Medan

3. Pengaruh Electronic Word of Mouth terhadap kepuasan konsumen.

Ha3: Terdapat pengaruh electronic word of mouth Terhadap kepuasaan konsumen pada pengunjung Kini Kitchen Medan

H03: Tidak terdapat pengaruh electronic word of mouth Terhadap kepuasaan konsumen pada pengunjung Kini Kitchen Medan

4. Pengaruh store atmosphere, harga, dan electronic word of mouth terhadap kepuasaan konsumen pada pengunjung Kini kitchen Medan

Ha4: Terdapat pengaruh store atmosphere, harga, dan electronic word of mouth terhadap kepuasaan konsumen pada pengunjung Kini kitchen Medan.

H04: Tidak terdapat Pengaruh store atmosphere, harga, dan electronic word of Mouth terhadap kepuasaan konsumen pada pengunjung Kini kitchen Medan

3.5 Definisi Konsep

Serangkaian pernyataan, gagasan, atau ide yang saling berkaitan mengenai suatu peristiwa atau kejadian dan dapat menjadi sebuah petunjuk atau dasar dalam melakukan sebuah penelitian. Definisi konsep yang dipakai dalam penelitian ini adalah:

1. Store atmosphere sebagai Variabel Bebas (X1)

Utami (Oktriyani, 2019) store atmosphere adalah kombinasi berasal ciri fisik toko seperti tata letak, pencahayaan, pemajangan, arsitektur, warna, temperature, music, aroma yang secara menyeluruh akan membangun citra dalam benak konsumen melalui suasana toko yang sengaja diciptakan oleh toko.

2. Harga sebagai Variabel Bebas (X2)

Menurut Indrasari (2019:42) Harga merupakan nilai yang dinyatakan dalam rupiah. Tetapi dalam keadaan yang lain harga didefinisikan sebagai jumlah yang dibayarkan oleh pembeli

3. Electronic word of mouth sebagai Variabel Bebas (X3)

Menurut Ismagilova (2017:18) definisi komunikasi (e-WOM) muncul. salah satu dari definisi (e-WOM) yang dikembangkan dari konsep tradisional WOM adalah semua komunikasi informal yang ditujukan kepada konsumen melalui teknologi berbasis internet yang berkaitan dengan penggunaan atau karakteristik barang dan jasa tertentu, atau penjualnya”

4. Kepuasan konsumen sebagai variabel terikat (Y)

Menurut Tjiptono (Indrasari, 2019:90) kepuasan konsumen adalah situasi yang ditunjukkan oleh konsumen ketika mereka menyadari bahwa kebutuhan dan keinginannya sesuai dengan yang diharapkan serta terpenuhi secara baik.

3.6 Definisi Operasional

Dalam penelitian ini terdapat empat variabel yang terhubung, yaitu variabel bebas, Store Atmosphere sebagai (X1), Harga (X2), Electronic Word Of Mouth (X3), dan variabel terikat yaitu kepuasaan konsumen (Y).

Tabel 3.1 Definisi Operasional

Variabel Definisi Indikator Skala

Ukur

Store Atmosphere (X1)

Store atmosphere adalah suasana toko yang sangat berpengaruh bagi sebuah toko untuk membuat pelanggan merasa betah dan nyaman memilih- milih jenis produk yang akan dibelinya yang diberikan pelanggan

Keterjangkauan

Harga Likert

sebagai imbalan atas penawaran tertentu yang akan berfungsi untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. sebagai komunikasi melalui internet, yang dapat disebarkan oleh banyak aplikasi Internet seperti

Forum online, sistem papan buletin elektronik, blog, situs ulasan, dan jejaring sosial Situs

Kepuasaan konsumen lebih mengarah pada perasaan senang atau kecewa dari seseorang yang muncul setelah membandingkan produk Sumber: Data Diolah Peneliti (2021)

3.7 Teknik Pengumpulan Data 1. Pengumpulan Data Primer

Data primer adalah data yang didapat dan dikumpulkan langsung dari objek yang diteliti. Ada 2 cara pengumpulan data primer dalam penelitian ini, yaitu:

a. Kuesioner

Kuesioner merupakan Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Pada Penelitian ini menggunakan Kuesioner melalui google form yang akan dibagikan kepada konsumen restoran Kini Kitchen Medan.

b. Observasi

Observasi merupakan sebuah penelitian dengan suatu cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung.

c. Data Sekunder

Sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara, penelitian dari sumber-sumber yang telah ada yaitu:

1) Buku-buku dan artikel yang tersedia 2) Jurnal Penelitian Terdahulu

3.8 Skala Pengukuran Variabel

Dalam Penelitian ini skala pengukuran variabel yang digunakan untuk mengetahui skor atau nilai dari tiap pernyataan adalah Skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Skala likert bisa 1,2,3,4,5 Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian (Sugiyono, 2019:147)

Tabel 3.2 Instrumen Skala Likert

No Pilihan Jawaban Skor

1. Sangat Setuju (SS) 5

2. Setuju (S) 4

3. Netral (N) 3

4. Tidak Setuju (TS) 2

5. Sangat Tidak Setuju (STS) 1

Sumber: Sugiyono, (2019:147) 3.9 Teknis Analisis Data

3.9.1 Uji Instrumen

Uji instrumen dilakukan untuk menguji pernyataan dalam kuesioner yang telah dibuat sebelumnya oleh penulis dalam meneliti pengaruh store atmosphere, harga, electronic word of mouth terhadap kepuasaan konsumen. Uji instrumen sebagai alat pengumpulan data perlu diuji kelayakannya, untuk menjamin kevalid an data yang dikumpulkan. Dalam penelitian ini, peneliti menguji instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas.

3.9.1.1 Uji Validitas

Validitas dilakukan untuk mengetahui kemampuan dari instrumen untuk mengukur secara aktual apa yang seharusnya diukur dan tidak ada kesalahan dalam penarikan kesimpulan dari data. Instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut bisa mengukur apa yang hendak diukur nilai rtabel pada = 0,05 dengan derajat bebas df = n-3= 97 pada uji dua arah adalah sebesar 0,197 (didapat dari rtabel). Korelasi produk momen (Moment Product Correlation/Person Correlation) merupakan metode yang sering digunakan untuk memberikan

penelitian validitas kuesioner dengan cara membandingkan skor tiap butir pernyataan dengan skor total.

rxy=

Keterangan:

rxy : Koefisien Korelasi (r hitung) Σx ∶ Skor Variabel Independen

Σxy ∶ Hasil Kali Skor Butir dengan Skor Tabel n : Jumlah Responden

Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan program Software Static. Dimana, kriteria untuk menentukan suatu item yang mampu dikatakan valid sebagai berikut:

1. Apabila rhitung > rtabel maka instrumen valid, begitupun sebaliknya.

2. Apabila probabilitas (sig) < 0,05 maka instrumen valid, jika sebaliknya tidak valid.

3.9.1.2 Uji Reliabilitas

Secara umum, reliabilitas dari suatu pengukur menunjukkan bahwa pengukuran yang dilakukan bebas dari kesalahan atau tanpa biasa dan pengukuran tersebut konsisten dari waktu ke waktu dengan menggunakan item-item pada instrumen yang sama. Dalam menghitung uji reliabilitas menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

Koefisien reliabilitas

r = Koefisien rata-rata korelasi antar variabel k = jumlah variabel bebas dalam persamaan

Uji Reliabilitas dilakukan secara Bersama-sama terhadap seluruh pertanyaan/pernyataan. Jika nilai alpha > 0.60 disebut maka instrumen tersebut memiliki reliabilitas yang baik dan terpercaya (reliable) dan sebaliknya jika nilai alpha lebih kecil dari < 0.60 maka instrumen tersebut tidak dipercaya

3.9.2 Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah pada suatu model regresi, suatu variabel independen dan variabel dependen ataupun keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak normal dengan tujuan apakah jumlah sampel yang diambil tersebut sudah representative atau belum sehingga kesimpulan penelitian yang diambil dari sejumlah sampel bisa dipertanggung jawabkan. Apabila suatu variabel tidak berdistribusi tidak secara normal. Maka hasil uji statistik akan mengalami penurunan. Teknik yang digunakan yaitu dengan analisis Kolmogorov-Smirnov, grafik histogram, dan grafik P-P Plot. Kriteria uji normalitas, yaitu:

a. Signifikan < 0.05 maka data tersebut berdistribusi tidak normal

b. Jika signifikan > 0.05 maka data tersebut berdistribusi sampel adalah normal 2. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas dilakukan untuk membuktikan atau menguji ada tidaknya interkorelasi (hubungan yang kuat) antar variabel bebas (independen).

Pengujian dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda yang berarti akan mempengaruhi variabel terikatnya (dependen). Pendugaan tersebut

akan dapat dipertanggung jawabkan apabila tidak terjadinya interkolerasi (multikolinearitas) di antara variabel-variabel independen.

Adanya hubungan linear antar variabel independen akan mengakibatkan kesulitan dalam memisahkan pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen nya. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi interkorelasi diantara variabel independen (tidak adanya multikolinieritas). Untuk menguji multikolonieritas adalah dengan menggunakan metode Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) masing-masing variabel independen.

a. Jika nilai Tolerance lebih besar > 0.10 maka dapat disimpulkan data bebas dari gejala multikolinieritas.

b. Jika nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan data bebas dari gejala multikolinieritas

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji ini bertujuan untuk menguji dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah yang tidak mengandung masalah heteroskedastisitas atau homokedastisitas. Heteroskedastisitas menunjukkan penyebaran variabel bebas.

Penyebaran yang acak menunjukkan model regresi yang tinggi. Dengan kata lain tidak terjadi heteroskedastisitas.

3.10 Analisis Regresi Linear Berganda

Regresi linear berganda (multiple linear regression) merupakan perluasan dari regresi linear sederhana, dimana terdapat satu respon variabel (dependen) dengan lebih dari satu predictor variabel. Selain itu, analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji hubungan antara satu variabel dependen

dengan dua atau lebih variabel independen. Adapun persamaan regresi linear berganda adalah sebagai berikut:

Y = a + b1X1+ b2X2+…..+ bnXn +e

Dimana:

Y : Variabel terikat (Kepuasan Konsumen) a : Konstanta

X1 : Variabel bebas pertama (Store Atmosphere) b1 : Konstanta

X2 : Variabel bebas kedua (Harga) b2 : Konstanta

X3 : Variabel bebas ketiga (Electronic word of mouth) Xn : Variabel bebas ke.. n

bn : Konstanta ke.. n

e : Variabel pengganggu (Standart error) 3.11 Uji Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.

Kebenaran dari hipotesis itu harus dibuktikan melalui data yang terkumpul. Uji Hipotesis adalah suatu prosedur yang dilakukan dengan tujuan memutuskan apakah menerima atau menolak hipotesis itu. Dalam pengujian hipotesis, keputusan yang dibuat mengandung ketidakpastian, artinya keputusan bisa benar atau salah, sehingga menimbulkan risiko. Besar kecilnya risiko dinyatakan dalam bentuk probabilitas

3.11.1 Uji Signifikan Parsial (Uji T)

Uji T digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara parsial atau pengaruh antar tiap variabel independen terhadap variabel dependen apakah pengaruh secara signifikan atau tidak. Tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 5% atau sebesar 0.05 (two tailed test). Nilai ttabel = t (a/2) ; (n-k-1), dimana a = 0.05, n = jumlah responden, k = jumlah variabel sehingga diperoleh nilai ttabel = 0.05/2 ; 100-3-1 = 0.025 ; 96 = 1.984 (didapat nilai Ttabel).

Pengambilan keputusan Uji T didasarkan oleh:

1. Thitung < Ttabel maka variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat atau H0 diterima oleh Ha ditolak.

2. Thitung > Ttabel maka variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat atau H0 ditolak oleh Ha diterima.

3. Apabila probabilitas (sig.) < 0,05 maka H0 ditolak.

4. Apabila probabilitas (sig.) > 0,05 maka H0 diterima.

3.11.2 Uji Signifikan Simultan (Uji F)

Uji F dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh variabel secara keseluruhan terhadap variabel dependen dan dilakukan untuk mengetahui pengaruh signifikan, Pengambilan keputusan pada uji F didasarkan oleh:

1. Apabila Fhitung> maka variabel (X) berpengaruh terhadap variabel (Y), maka H0

ditolak. Begitu pula sebaliknya sehingga H0 diterima

2. Apabila signifikan (sig) < 0.05 maka H0 ditolak atau signifikan, sebaliknya H0

diterima.

Dalam menentukan Ftabel didasarkan pada beberapa ketentuan, yaitu:

1. Derajat pembilang = k – 1 = 4 – 1 = 3

2. Derajat penyebut = n – k = 100 – 4 = 96

Berdasarkan ketentuan diatas didapati nilai Ftabel sebesar 2.70 3.11.3 Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen atau predictor yang digunakan.

Range nilai dari R2 adalah 0 sampai 1 (0 Semakin mendekati nol berarti model tidak baik atau variabel model dalam menjelaskan amat terbatas, sebaliknya semakin mendekati satu model semakin baik (Situmorang dan Ardin, 2020).

51 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Umum Objek Penelitian 4.1.1 Profil Singkat Kini Kitchen Medan

Awal Kini Kitchen adalah sebuah rumah makan sederhana, pada saat ini Kini Kitchen hanya melayani kebutuhan makanan dan dalam perkembangan. Kini Kitchen juga meningkatkan layanan dalam bentuk penyediaan hidangan. Dengan pengalaman yang matang, manajemen yang solid, dan semangat inovasi, Kini Kitchen memberikan pelayanan maksimal dengan kualitas cita rasa yang tinggi di padu dengan dekorasi tempat dan hidangan yang sesuai kebutuhan anda. Kini Kitchen Berdiri tanggal 7 Desember 2020, di Jalan Sei Besitang No 31 Kota Medan-Sumatera Utara.

Pemilik Kini Kitchen ialah bapak Dendi Radian Ariki. Keunggulan Kini

Pemilik Kini Kitchen ialah bapak Dendi Radian Ariki. Keunggulan Kini