• Tidak ada hasil yang ditemukan

Elemen-elemen Sistem dan Organisasi Sosial

Dalam dokumen Manajemen Pendidikan (Halaman 134-138)

d. Tiongkok Kuno

LEMBAGA PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM SOSIAL A. Pengertian Sistem Sosial

C. Elemen-elemen Sistem dan Organisasi Sosial

Dalam setiap sistem terdapat berbagai komponen, artinya terdiri atas sistem primer dan sistem sekunder dan sistem komplementer. Dalam arti lain terdapat bagian atau komponen utama, sub bagian dan sub komponen-komponen, yang secara mekanik saling berhubungan, tunjang menunjang dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dengan memahami organisasi sebagai sistem sosial, maka objek kajian manajemen lembaga pendidikan diarahkan kepada beberapa hal yang amat penting dalam kelembagaan pendidikan, yaitu sebagai berikut:

1. Manajemen lembaga pendidikan pada aspek struktur yang menguraikan struktur organisasi pendidikan, analisis unit kerja, Deskripsi tugas dan spesifikasi pelaku pendidikan, otoritas dan hierarkis jabatan dalam lembaga pendidikan, dinamika lingkungan struktural organisasi pendidikan, dan diferensiasi profesionalitas para pelaku pendidikan dan seluruh kinerjanya; 2. Manajemen lembaga pendidikan pada aspek teknik yang

berkaitan dengan proses perencanaan, aktivitas lembaga

pendidikan, manifestasi tugas-tugas pelaku pendidikan

mengikuti tugas dan fungsinya masing-masing, dan pelaksanaan strategi pengembangan lembaga pendidikan;

3. Manajemen lembaga pendidikan pada aspek personalia yang

kajiannya dititikberatkan kepada manfaat manajemen

penempatan pelaku pendidikan, studi kelayakan para pendidik

dan pengelola lembaga, perencanaan personalia,

pengembangan sumber daya personalia, hubungan integral antar personalia, penilaian dan promosi serta kesejahteraan personalia;

4. Manajemen lembaga pendidikan pada aspek informasi, objek kajiannya ditujukan kepada sistem informasi organisasi pendidikan, sistem pengawasan internal dan eksternal lembaga pendidikan, kontrol pegawai dan kepekaan manajerial terhadap permasalahan yang berkembang secara internal maupun eksternal;

5. Manajemen lembaga pendidikan pada asfek lingkungan masyarakat yang objek kajiannya berkaitan dengan peran serta masyarakat terhadap pengembangan lembaga pendidikan, interaksi antar lembaga pendidikan dengan masyarakat, peranan pelaku pendidikan dalam masyarakat, kerjasama lembaga pendidikan dengan masyarakat, dan promosi lembaga pendidikan serta kinerja kependidikan yang melibatkan unsur masyarakat dan pemerintah;

6. Manajemen lembaga pendidikan pada aspek keterampilan manajerial, yang objek kajiannya tentang profesionalitas kerja pelaku pendidikan, keterampilan konsep pimpinan lembaga pendidikan, keterampilan manusiawi, keterampilan teknik, dan keterampilan memproyeksikan masa depan lembaga pendidikan dan output lembaga pendidikan;

7. Manajemen lembaga pendidikan pada aspek pengembangan sumber daya manusia, yang objek kajianya meliputi pendidikan dan pelatihan manajerial kelembagaan dan kependidikan, kualitas pimpinan lembaga pendidikan yang dikreteriakan oleh anggaran dasar dan anggaran rumah tangga atau statuta; dan pelaksanaan supervisi dan pengelolaan serta tafsir terhadap instruksi pimpinan lembaga pendidikan yang berhubungan

dengan kecerdasan para para pelaku pendidikan, baik secara struktural maupun kultural.

Objek kajian manajemen lembaga pendidikan pada hakikatnya adalah terhadap sistem yang berlaku dalam organisasi pendidikan, bahkan manajemen pendidikan itu sendiri adalah sistem yang merupakan suatu kesatuan yang utuh dengan bagian-bagiannya yang tersusun secara sistimatis, yang mempunyai relasi satu dengan yang lain, dan yang sesuai dengan konteksnya. Menurut Made Pidarta, ciri-ciri sistem pendidikan adalah sebagai berikut80:

a. Merupakan suatu kebulatan;

b. Mempunyai bagian-bagian yang disebut dengan sub sistem dari yang terbesar hingga yang paling kecil yang disebut dengan komponen;

c. Setiap bagian saling berhubungan secara integral;

d. Beroperasi mengikuti objek kerjanya masing-masing yang

diarahkan kepada tujuan bersama.81

Sebagai sebuah sistem, lembaga pendidikan secara teoritis bermanfaat membentuk struktur organisasi pendidikan yang sinergis dari seluruh komponen-komponen pendidikan yang dibutuhkan, dengan menjadikan teori manajemen sebagai referensi untuk mengintegritaskan seluruhkepentingan, kerjasama, dan keterpaduan lembaga pendidikan yang ditargetkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Secara praktis seluruh teori manajemen berguna untuk diterapkan ke dalam aktivitas kelembagaan dalam pendidikan.

Lembaga pendidikan dapat mempraktekkan fungsi-fungsi

manajemen dan aliran-alirannya dalam bentuk yang kongkrit. Demikian pula dengan menerapkan asas-asas menajemen menjadi bagian dari sistem yang berlaku dalam sebuah lembaga pendidikan.

Dalam kontek manajemen pendidikan sumber daya manusia terdapat lima hal mendasar yang menjadi bagian terpenting manajemen pendidikan, yaitu:

1) Eksistensi manusia sebagai objek manajemen lembaga pendidikan;

2) Berbagai gejala dan dinamika manajerial dalam lembaga pendidikan;

3) Stratifikasi atau hierarki jabatan struktural dalam lembaga pendidikan;

4) Perkembangan lembaga pendidikan dalam lingkup internal dan eksternal; dan

80 Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia, Rineka Cipta,Jakarta. Cet. 2, 2004, hal. 23.

5) Norma-norma yang berlaku dalam lembaga pendidikan yang merupakan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga lembaga pendidikan sebagai sistem organisasi.

Elemen-elemen sistem organisasi sosial terdiri dari hal-hal sebagai berikut:

a) Dasar-dasar kehidupan institusional sebagai wadah yang menjaring berbagai kepentingan sosial;

b) Landasan normatif institusional yang menjadi rujukan pengembangan tugas dan kewajiban sosial;

c) Interaksi sosial yang berfungsi memadukan kreasi dan motivasi sosial;

d) Sosialisasi sistem kerja yang dipandu oleh norma-norma sosial; e) Strategi pelaksanaan rencana organisasi yang menyatukan

arah pelaksanaan kepada tujuan organisasi; f) Pengembangan sumber daya anggota organisasi;

g) Pengawasan dan penilaian seluruh aktivitas sosial dalam organisasi;

h) Pertanggung-jawaban institusi sebagai bagian dari kinerja organisasi;

i) Perencanaan dan prediksi organisasi tentang masa depan kehidupan sistemik berorganisasai;

j) Hubungan timbal balik antara organisasi dengan lingkungan internal dan eksternal secara luas;

k) Pembuatan jaringan kerjasama dengan pihak luar organisasai; l) Pengendalian operasional seluruh aktivitas organisasi.

Unsur yang paling penting dari organisasi sebagai sistem sosial adalah: (1) unsur manusiawi, yang dikendalikan oleh pola atau model kepemimpinan dalam organisasi; (2) unsur keahlian yang merupakan potensi utama pengembangan unsur manusiawi; (3) unsur relasi, yang membangun keluasan hubungan eksternal organisasi; (4) unsur konsepsional, yang merumuskan perencanaan dan penerapan fungsi-fungsi manajerial dalam organisasi; (5) unsur pembiayaan atau permodalan dalam organisasi.

Sebagai sebuah sistem sosial, setiap lembaga pendidikan perlu menerapkan konsep manajemen strategis di berbagai lembaga pendidikan yang dioperasionalkan oleh sekolah atau perguruan tinggi. Dalam manajemen strategis, yang merupakan unsur konsepsional, ditetapkan visi dan misi yang hendak dicapai secara eksplisit oleh lembaga pendidikan. Dalam perspektif manajemen, visi yang dirumuskan harus memiliki arti penting terutama berkaitan dengan keberlanjutan (sustainability) organisasi pendidikan yang dimaksudkan, karena tanpa visi, organisasi dan orang-orang di dalamnya tidak mempunyai arahan yang jelas, tidak mempunyai cara yang tepat dalam melangkah ke masa depan dan tidak memiliki komitmen. Visi lembaga pendidikan pada umumnya didasarkan kepada 4 (empat) hal, yaitu:

1) Nilai-nilai teologis atau keagamaan, oleh sebab itu lembaga pendidikan bertujuan menciptakan anak didik yang beriman dan bertakwa;

2) Nilai-nilai kepribadian, oleh sebab itu visi lembaga pendidikan adalah membentuk akhlak mulia;

3) Visi ilmu pengetahuan, yaitu menciptakan anak didik yang berwawasan pengetahuan yang luas dan cerdas;

4) Visi teknologi, yaitu menciptakan anak didik yang memiliki keterampilan yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari di dalam lingkungan masyarakat.

Dengan 4 (empat) hal di atas, maka visi dapat dikatakan

Dalam dokumen Manajemen Pendidikan (Halaman 134-138)