• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menyimpulkan hasil akhir dan merekomendasikan alternative

Dalam dokumen Manajemen Pendidikan (Halaman 54-57)

PERAN MANAJER DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN A. Tugas dan Fungsi Manajer

B. Tugas Telaah Masalah Bagi Manajer

13. Menyimpulkan hasil akhir dan merekomendasikan alternative

yang sudah diterapkan untuk dikembangkan dan

dikonseptualisasikan agar lebih memudahkan proses

operasionalnya dan menghambat permasalahan serupa muncul kembali.

Pengambilan keputusan oleh manajer kaitannya dengan pemilihan alternative pemecahan masalah, akan melibatkan semua pihak yang terlibat dalam lembaga pendidikan, karena kekuasaan manajer tidak dapat dioperasional apabila tidak didukung dan dibantu oleh seluruh personil yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berbeda-beda. Manajer harus mengembangkan konsep kerjasama antar personil agar pelaksanaan alternative pemecahan masalah lebih cepat dan mudah. Kerjasama dapat diciptakan jika manajer memiliki keterampilan manusiawi.

Selain dari langkah-langkah penetapan alternative

pemecahan masalah, manajer perlu melakukan verifikasi alternative yang diambil dengan cara mengundang dan membicarakan pengambilan keputusannya secara terbuka, bersama seluruh personil lembaga pendidikan yang dipimpinnya atau dengan wakil-wakil pimpinan yang ditetapkan oleh surat keputusan. Misalnya, melakukan rapat senat, rapat pimpinan, rapat dosen, rapat komite atau dewan sekolah, rapat orang tua siswa, dan sebagainya. Dalam berbagai rapat itu akan muncul kritik dan saran yang sifatnya konstruktif, sehingga pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajer bersifat terbuka, kompirmatif dan verifikatif.

Pengambilan keputusan yang dilakukan manajer harus mengacu kepada pandangan-pandangan rasional dan kebijakan yang telah dimusyawarahkan dengan seluruh bawahannya, oleh sebab itu dalam menetapkan alternatif pemecahan masalah

senantiasa harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:36

a. Sumber dan latar belakang permasalahan;

b. Alasan-alasan pentingnya permasalahan yang ada mendapat perhatian serius;

c. Kelompok atau institusi yang menjadi sasaran suatu keputusan program;

d. Keuntungan-keuntungan yang dapat diraih;

e. Program yang telah dilaksanakan yang ada kaitannya dengan masalah yang dihadapi;

f. Tujuan yang ingin dicapai;

g. Kerangka analisa berkisar pada macam-macam alternatif, metodologi dan asumsi;

h. Alternatif, yakni uraian, efektivitas, biaya, pengaruh

sampingan, keterangan tentang rangking

alternatif,pertimbangan lain yang diperlukan;

i. Saran tindak; dan

j. Lampiran.

Dalam menjalankan fungsinya sebagai manajer, pimpinan lembaga pendidikan, misalnya rektor atau kepala sekolah, harus memiliki kemampuan menguasai dan melaksanakan tugasnya dengan baik, la bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan pendidikan, mengatur proses belajar mengajar, mangatur hal-hal yang menyangkut kesiswaan, personalia, sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pelajaran, ketatausahaan, keuangan serta mengatur hubungan dengan masyarakat. Selain itu, juga memiliki wewenang untuk menyelenggarakan seluruh kegiatan pendidikan dalam lingkungan sekolah yang dipimpinnya. Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa pimpinan lembaga pendidikan tidak hanya bertanggung jawab atas kelancaran jalannya seluruh kegiatan penyelenggaraan tersebut, tetapi ia juga bertanggungjawab terhadap keadaan lingkungan sekolah, misalnya perbaikan gedung sekolah, penambahan ruang, penambahan sarana dan prasarana yang dibutuhkan siswa, guru, dan petugas administrasi.

Manajer lembaga pendidikan harus kreatif dan mampu memiliki ide-ide dan inisiatif yang menunjang perkembangan sekolah. Ide kreatifnya dapat digunakan untuk membuat

perencanaan, menyusun organisasi sekolah, memberikan

pengarahan, dan mengatur pembagian kerja, mengelola

kepegawaian yang ada di lingkungan sekolah agar keseluruhan proses administrasi di lembaga pendidikan yang dipimpinnya dapat 36 Ibid, hlm. 214

berjalan dengan lancar dan mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam hal ini sebaiknya manajer melibatkan para guru/dosen, petugas administrasi, bagian lainnya dan pemerintahan setempat agar rencana yang telah disusun dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan dijelaskan penjabaran secara ringkas dari berbagai tugas yang harus dilakukan manajer lembaga pendidikan, sebagaimana tugas

dan fungsi rektor maupun kepala sekolah.37

Berkaitan dengan program akademik, manajer

mempersiapkan program pengajaran yakni penyediaan kebutuhan guru/dosen, pembagian tugas mengajar, pengadaan berbagai fasilitas, di antaranya penambahan laboratorium, lapangan olah raga, ekstrakurikuler, dan sebagainya. Tugas-tugas tersebut didelegasikan kepada manajer yang ada di bawahnya. Seperti manajer rumah tangga, manajer personalia, manajer umum, dan sebagainya.

Selain itu program yang berkaitan dengan kemahasiswaan mencakup penerimaan mahasiswa baru, sistem seleksi mahasiswa, jumlah yang akan diterima, pengadaan jurusan baru, dan sebagainya, adalah tugas manajer, yang secara konseptual telah tersusun secara sistimatis, sehingga pelaksanaan konsep yang dimaksudkan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.

Pembagian tugas dilakukan dengan penetapan bidang-bidang tertentu, biro atau unit dan istilah lainnya, yang menggambarkan adanya pembagian tugas dan fungsi yang jelas, misalnya bidang kepagawaian yang berkaitan dengan penerimaan guru Bantu/dosen luar biasa, pengadaan berbagai program yang berupaya meningkatkan pendidikan guru/dosen dalam strategi pembelajaran, dan pelatihan, workshop, serta kegiatan lain yang berupaya membina guru/dosen dan karyawan agar lebih profesional menjalankan tugas-tugasnya. Manajer berkewajiban melakukan pengoordinasian seluruh kegiatan civitas akademika dan administrasi lembaga pendidikan dengan menghubungkan seluruh personal organisasi dengan tugas yang dilakukannya sehingga terjalin kesatuan, keselarasan dan menghasilkan kebijaksanaan dan keputusan yang tepat. Tindakan pengoordinasian ini meliputi pengawasan, pemberian nilai, pengarahan dan bimbingan terhadap setiap personal organisasi. Pengoordinasian organisasi ini merupakan wewenang dari manajer. Untuk itu, kecakapan manajer mutlak diperlukan. Dalam melakukan pengoordinasian ini sebaiknya manajer melibatkan pihak lain, seperti bimbingan dan konseling,

guru/dosen yang menangani kurikulum, wali kelas/dosen pembimbing, petugas tata usaha, petugas BP-3, komite sekolah dan sebagainya. Dengan kata lain, diperlukan kerja sama dari berbagai bagian dalam organisasi agar pengoordinasian yang dilakukan

dapat menyelesaikan semua hambatan dan halangan yang ada.38

Pelaksanaan manajerial lembaga pendidikan dari segi pembinaan merupakan tugas manajer, seperti tugas kepala sekolah untuk melakukan pengawasan terhadap guru-guru dan pegawai sekolahnya. Kegiatan ini juga mencakup penelitian, penentuan berbagai kebijakan yang diperlukan, pemberian jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi oleh seluruh pegawainya.

Beberapa prinsip yang digunakan dalam mengadakan kegiatan pembinaan adalah:

1. Prinsip konstruktif, yakni berpijak pada upaya mengembangkan

Dalam dokumen Manajemen Pendidikan (Halaman 54-57)