• Tidak ada hasil yang ditemukan

Elemen Partisipasi Masyarakat dalam Kesehatan

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KESEHATAN

E. Elemen Partisipasi Masyarakat dalam Kesehatan

Suatu partisipasi masyarakat dalam kesehatan memiliki elemen-elemen tertentu baik yang mendukung maupun motif berpartisipasi dan ini menjadi bagian yang sangat penting dalam mewujudkan suatu ketercapaian pemberdayaan. Elemen dapat juga diartikan sebagai bagian-bagian tertentu bersifat substansial yang memang sifatnya dapat mendukung dan memengaruhi pemberdayaan masyarakat untuk kesehatan. Menurut Notoatmodjo (2012), elemen-elemen partisipasi masyarakat adalah sebagai berikut:

1. Motivasi

Persyaratan utama untuk masyarakat berpartisipasi adalah motivasi.

Tanpa motivasi masyarakat sulit untuk berpartisipasi di segala program. Timbulnya motivasi harus dari masyarakat itu sendiri dan pihak luar hanya menstimulasi saja. Untuk itu maka pendidikan sangat diperlukan dalam rangka merangsang tumbuhnya motivasi.

2. Komunikasi

Suatu komunikasi yang baik adalah yang dapat menyampaikan pesan, ide, dan informasi kepada masyarakat. Media massa seperti TV, radio, poster, film, dan sebagainya. Sebagian adalah sangat efektif untuk menyampaikan pesan yang akhirnya dapat menimbulkan partisipasi.

3. Kooperasi

Kerja sama dengan instansi-instansi di luar kesehatan masyarakat dan instansi kesehatan sendiri adalah mutlak diperlukan.

Terjemahannya team work antarmereka ini akan membantu menumbuhkan partisipasi.

4. Mobilisasi

Partisipasi masyarakat dimulai seawal mungkin sampai ke akhir mungkin dan identifikasi masalah, menentukan prioritas, perencanaan, program, pelaksanaan, sampai dengan monitoring dan

DUMMY

BAB 3| Partisipasi Masyarakat dalam Kesehatan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat

44

program. Juga tidak hanya terbatas pada bidang kesehatan saja, melainkan bersifat multidisiplin. Partisipasi adalah juga sebagai gerakan masyarakat menuju masyarakat sehat.

Pemberdayaan masyarakat dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu sebagai proses dan sebagai hasil. Sebagai hasil, pemberdayaan masyarakat adalah suatu perubahan yang signifikan dalam aspek sosial politik yang dialami oleh individu dan masyarakat, yang sering kali berlangsung dalam waktu yang cukup panjang, bahkan sering kali lebih 7 tahun (Raeburn,1993). Selain kutipan di atas Kriantono juga mengutip beberapa komponen proses dalam pemberdayaan kesehatan sebagaimana disandarkan pada pendapat Jackson (1989), Labonte (1994), dan Rissel (1994) mengatakan, pemberdayaan masyarakat melibatkan beberapa komponen berikut, yaitu:

a. Pemberdayaan personal.

b. Pengembangan kelompok kecil.

c. Pengorganisasian masyarakat.

d. Kemitraan.

e. Aksi sosial dan politik.

Pemberdayaan masyarakat mempunyai spektrum yang cukup luas, meliputi jenjang sasaran yang diberdayakan (level of objects), kegiatan internal masyarakat komunikasi maupun eksternal berbentuk kemitraan (partnership) dan jejaring (networking) serta dukungan dari atas berbentuk kebijakan politik yang dapat mendukung kelestarian pemberdayaan.

Untuk itu, Kriantono menyatakan maka pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan dengan mengikuti langkah-langkah:

1. Merancang keseluruhan program, termasuk di dalamnya kerangka waktu kegiatan, ukuran program, serta memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Perancangan program dilakukan dengan melakukan pendekatan partisipatoris, di mana antara agen perubahan (pemerintah dan LSM) dan masyarakat bersama-sama menyusun perencanaan. Perencanaan partisipatoris (participatory planning) dapat mengurangi konflik yang mungkin muncul antara dua pihak tersebut selama program berlangsung dan setelah program dievaluasi. Sering terjadi apabila

DUMMY

BAB 3| Partisipasi Masyarakat dalam Kesehatan 45 suatu kegiatan berhasil, banyak pihak bahkan termasuk yang tidak berpartisipasi, berebut saling claim tentang peran diri maupun kelompoknya. Sebaliknya jika program tidak berhasil, individu maupun kelompok bahkan yang sebenarnya juga berkontribusi atas kegagalan tersebut, saling menyalahkan.

Pada tahap merancang keseluruhan program juga diorganisasi berbagai sumber daya material, keuangan, sumber daya manusia, dan berbagai pengetahuan yang ada, yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program.

Pemberdayaan sebagai proses yang bertahap memanfaatkan perubahan sosial, ekonomi, dan politik untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh anggota masyarakat. Pemberdayaan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada upaya promosi kesehatan. Untuk masyarakat yang sudah mapan, pemberdayaan membutuhkan waktu yang lebih singkat daripada masyarakat yang belum mapan.

Banyak program memperdayakan yang dimulai dari kebutuhan nyata di masyarakat. Program-program seperti ini banyak memiliki kemampuan untuk melaksanakan program-program tersebut.

Adapun program berskala besar juga membutuhkan kemampuan masyarakat yang besar. Keterampilan yang dibutuhkan juga banyak dan bervariasi. Oleh karenanya, Gruber dan Trickett (1987) dan Barr (1995) menyarankan agar program pemberdayaan sebaiknya difokuskan pada program kecil pada sebagian kecil masyarakat.

Perencana program pemberdayaan harus memperhatikan adanya kelompok masyarakat yang terpinggirkan (termarginalisasi).

Marginalisasi adalah suatu proses sejarah masyarakat yang kompleks, yang memuat mereka tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi berbagai kebutuhannya, tidak mempunyai akses yang memadai terhadap sumber daya. Untuk menghindari agar kelompok ini tidak semakin terpinggirkan, diperlukan perencanaan yang lebih komprehensif.

2. Menetapkan tujuan. Tujuan promosi kesehatan biasanya dikembangkan pada tahap perencanaan dan biasanya berpusat pada mencegah penyakit, mengurangi kesakitan dan kematian, dan manajemen gaya hidup melalui upaya perubahan perilaku secara

DUMMY

BAB 3| Partisipasi Masyarakat dalam Kesehatan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat

46

spesifik berkaitan dengan kesehatan. Adapun tujuan pemberdayaan biasanya berpusat pada bagaimana masyarakat dapat mengontrol keputusannya yang berpengaruh pada kesehatan dan kehidupan masyarakatnya.

3. Memilih strategi pemberdayaan. Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses yang terdiri dari lima pendekatan, yaitu:

pemberdayaan, pengembangan kelompok kecil, pengembangan dan penguatan pengorganisasian masyarakat, pengembangan dan penguatan jaringan antarorganisasi, dan tindakan politik. Strategi pemberdayaan meliputi: pendidikan masyarakat, fasilitasi kegiatan yang berasal dari masyarakat, mendorong tumbuhnya swadaya masyarakat sebagai prasyarat pokok tumbuhnya tanggung jawab sebagai anggota masyarakat (community responsibility), fasilitasi upaya mengembangkan jejaring antar masyarakat, serta advokasi kepada pengambil keputusan (decision maker).

4. Implementasi strategi dan manajemen. Implementasi strategi serta manajemen program pemberdayaan dilakukan dengan cara: a) meningkatkan peran serta stakeholder; b) menumbuhkan kemampuan pengenalan masalah; c) mengembangkan kepemimpinan lokal; d) membangun keberdayaan struktur organisasi; e) meningkatkan mobilisasi sumber daya; f) memperkuat stakeholder untuk “bertanya mengapa?”; g) meningkatkan kontrol stakeholder atas manajemen program; dan h) membuat hubungan yang sepadan dengan pihak luar.

5. Evaluasi program. Pemberdayaan masyarakat dapat berlangsung lambat dan lama, bahkan boleh dikatakan tidak pernah berhenti sempurna. Sering terjadi, hal-hal tertentu yang menjadi bagian dari pemberdayaan baru tercapai beberapa tahun sesudah kegiatan selesai. Oleh karenanya, akan lebih tepat jika evaluasi diarahkan pada proses pemberdayaannya daripada hasilnya. Hal-hal yang dapat dievaluasi dalam pemberdayaan, di antaranya, a) jumlah anggota masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan; b) jumlah kegiatan yang bersifat pendekatan dari bawah (bottom-up); c) jumlah pelaku kegiatan yang merasa melakukan belajar sambil bekerja (learning by doing).

DUMMY

BAB 3| Partisipasi Masyarakat dalam Kesehatan 47 Berdasarkan pernyataan di atas bahwa setiap elemen selalu akan memengaruhi pemberdayaan kesehatan masyarakat. Elemen-elemen partisipasi bagaimana kesemuanya akan berfungsi untuk melakukan pendekatan proses dalam pemberdayaan kesehatan. Suatu hal yang sangat penting adalah dapat memanfaatkan semua elemen untuk bisa berfungsi secara maksimal.

DUMMY

[Halaman ini sengaja dikosongkan]

DUMMY

49

A. Pendahuluan

Dalam pemberdayaan kesehatan masyarakat itu tidaklah selalu harus dilakukan kemandirian oleh sebuah lembaga bersangkutan, tapi dapat saja dalam mempermudah akses mencapai tujuan pemberdayaan suatu lembaga dapat membangun kemitraan dengan lembaga lain yang mempunyai tujuan dan prinsip yang sama.