Jumlah 35 100
Berdasarkan tabel 4.5 diketahui bahwa pedagang pecel dengan cara penjualan menggunakan warung lebih banyak dengan jumlah 15 orang (43%).
4.2.2. Enam Prinsip Higiene Sanitasi Pada Pedagang Pecel
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti terhadap pedagang pecel yang menjual dagangannya di Kecamatan Medan Helvetia, diperoleh gambaran pelaksanaan 6 prinsip higiene pada pengolahan pecel yang disjikan dalam bentuk tabel tabel 4.6 hingga 4.12
Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada pedagang pecel dalam pemilihan bahan baku pecel dapat dilihat dalam tabel 4.6 berikut :
Tabel 4.6 Distribusi Pedagang Pecel Berdasarkan Pemilihan Bahan Pecel yang Dijual di Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2015
Berdasarkan tabel 4.6, diketahui bahwa seluruh pedagang pecel tidak mengetahui asal-usul pemilihan bahan baku yang diperolehnya. Bahan baku berupa sayur dan buah, kacang tanah, dan gula merah yang digunakan oleh seluruh pedagang dalam keadaan baik, dimana sayuran bersih, daun sayuran tampak segar, tidak layu, kering atau memar, batang daunnya masih muda
pedagang pecel menggunakan bahan baku pecel berupa kacang tanah yang memenuhi syarat kesehatan, dimana kacang tanah tidak busuk, tidak berjamur, dan tidak memiliki rasa pahit saat dimakan. Dan semua pedagang pecel menggunakan bahan baku pecel berupa gula merah yang memenuhi syarat kesehatan, dimana gula merah masih dalam keadaan utuh dan tidak terbelah-belah, rasa manisnya seperti rasa legit, dan bila ditekan terasa sedikit lengket dan mudah dipatahkan
4.2.2.2 Penyimpanan Bahan Baku Pecel
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan mengenai penyimpanan bahan baku pecel yang dilakukan oleh pedagang pecel dapat dilihat dalam tabel 4.7. berikut:
Tabel 4.7 Distribusi Pedagang Pecel Berdasarkan Penyimpanan Bahan Baku Pecel Yang Dijual di Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2015
Berdasarkan tabel 4.6 bahwa sebagian besar pedagang tidak menggunakan tempat penyimpanan yang tertutup untuk menyimpan bahan bakunya dan pada umumny pedagang yang menyimpan bahan yang mudah busuk dengan tidak secara terpisah. Kriteria tempat penyimpanan bahan baku pecel tidak menjadi tempat bersarang/bersembunyinya serangga dan tikus telah dilakukan oleh seluruh pedagang.
4.2.2.3 Pengolahan Pecel
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan mengenai pengolahan pecel yang dilakukan oleh pedagang pecel dapat dilihat dalam Tabel 4.8 berikut :
Tabel 4.8 Distribusi Pedagang Pecel Berdasarkan Pengolahan Pecel Yang
Dijual di Kecamatan Medan Helvetia Tahun
Berdasarkan tabel 4.7 diketahui bahwa seluruh pedagang memakai peralatan yang tidak sompel dan rusak, menggunakan peralatan selalu dalam keadaan bersih dan dicuci dahulu sebelum digunakan, tempat pengolahan yang digunakan kedap air dan mudah dibersihkan, dan menggunakan pencahayaan yang cukup. Tidak ada pedagang yang mencuci tangannya dengan sabun setelah keluar dari kamar mandi, alasannya karena tidak tahu bahwa harus mencuci tangan menggunakan sabun setelah keluar dari kamar mandi dan bagi pedagang dengan cara berjualan pedagang kaki lima dan sepeda tidak mencuci tangan menggunkan sabun karena pada lokasi berjualan tidak tersedia fasilitas tersebut. Namun masih lebih banyak pedagang yang mencuci peralatannya tidak menggunakan air mengalir sebanyak 15 orang (43%) karena tidak tersedianya fasilitas tersebut pada tempat mereka berjualan dan lebih banyak pedagang yang memiliki tempat pengolahan yang tidak bebas dari serangga seperti lalat sebanyak 20 orang (57%).
Pada umumnya pedagang menggunakan tutup kepala berjumlah 28 orang (80%), tidak menggunakan perhiasan saat mengolah pecel berjumlah 33 orang (92%), tidak menangani pecel saat sedang batuk dan pilek berjumlah 29 orang (86%), pedagang yang menggunakan pakaian rapi dan bersih berjumlah 31 orang (90%) serta tidak memakai sarung tangan ketika mengolah pecel berjumlah 29 orang (86%) karena tidak terbiasa menggunakannyasaat mengolah pecel. Sebagian besar pedagang menggunakan celemek saat mengolah pecel berjumlah 25 orang (71%),
pedagang yang menggunakan lap meja untuk mengelap tangan berjumlah 21 orang (60%), pedagang yang memegang langsung makanannya setelah memegang uang sebanyak 25 orang (71%) , dan pedagang yang selalu memelihara kebersihan tangan, rambut, kuku tangan dan kaki saat menangani pecel ada 23 orang (66%). Lebih banyak pedagang yang tidak selalu mencuci tangan sebelum mengolah pecel sebanyak 20 orang (57%) dan pedagang bercakap-cakap saat mengolah pecel sebanyak 19 orang (54%). Namun seluruh pedagang pecel tidak mencuci tangan pakai sabun setelah keluar dari kamar mandi.
4.2.2.4 Penyimpanan Pecel Yang Sudah Jadi
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh pedagang pecel dapat dilihat dalam tabel 4.9 berikut :
Tabel 4.9 Distribusi Pedagang Pecel Berdasarkan Penyimpanan Pecel Yang Sudah Jadi Yang Dijual di Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2015
Berdasarkan tabel 4.9, diketahui bahwa pada umumnya etalase/tempat penjualan pedagang tidak terhindar dari serangga dan pencemar sebesar 31 orang (91%), wadah tidak tertutup dengan baik sebanyak 29 orang (83%) dan memisahkan makanan jadi dengan bahan
mentah sebanyak 32 orang (91%). Sebagian besar pedagang memiliki wadah khusus untuk tempat penyimpanan sebesar 26 orang (74%) dan memiliki tempat penyimpanan dalam keadaan bersih sebanyak 27 orang (77%).
4.2.2.5Pengangkutan Pecel
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan mengenai pengangkutan pecel yang sudah jadi yang dilakukan oleh pedagang pecel dapat dilihat dalam tabel 4.10 berikut :
Tabel 4.10 Distribusi Pedagang Pecel Berdasarkan Pengangkutan Pecel Yang Dijual di Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2015
Berdasarkan tabel 4.10 diketahui bahwa seluruh pedagang menggunakan wadah utuh, kuat, tidak karat dan ukurannya memadai dengan jumlah makanan yang ditempatkan. Pada umumnya pedagang tidak memisahkan tempat pecel dan sendok/pengambil pecel sebanyak 29 orang (83%) dan 31 pedagang (89%) tidak menggunakan baki saat mengangkut makanannya kepada konsumen. Namun, lebih banyak pedagang yang memiliki alat
sebanyak 20 orang (57%). Seluruh pedagang mengangkut makanannya kepada konsumen tidak dilakukan dengan kondisi tertutup.
4.2.2.6 Penyajian Pecel
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan mengenai penyajian pecel yang dilakukan oleh pedagang pecel dapat dilihat dalam tabel 4.11 berikut :
Tabel 4.11 Distribusi Pedagang Pecel Berdasarkan Penyajian Pecel Yang Dijual di Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2015
Berdasarkan tabel 4.11 diatas, diketahui bahwa pada umumnya penyaji makanan pecel dalam keadaan bersih yaitu 31 pedagang (90%). Sebagian besar pedagang yang memiliki wadah penyajian dalam keadaan bersih yaitu 26 orang (74%), yang lainnya menggunakan daun pisang sebagai tempat penyajian makanan dimana daun pisang merupakan wadah yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Namun hampir seluruh pedagang (83%) yang tangannya kontak langsung dengan pecel dan bahan jadi pendukung pecel pada saat menyajikan pecel.
4.2.2.7 Sarana Penjaja
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan mengenai sarana penjaja yang dilakukan oleh pedagang pecel dapat dilihat dalam tabel 4.12 berikut :
Tabel 4.12 Distribusi Pedagang Pecel Berdasarkan Sarana Penjaja Pecel Yang Dijual di Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2015
Berdasarkan tabel 4.12 diatas, diketahui bahwa dalam prinsip sarana penjaja pecel yang dilakukan pedagang pecel pada lokasi tempat berjualan seluruh pedagang tidak memiliki tutup untuk tempat air bersih, tidak tersedia tempat cuci tangan dan tidak memiliki tempat sampah tertutup. Sebagian besar pedagang pada lokasinya tersedia tempat pencucian peralatan sebanyak 26 orang (74%). Pada umumnya lokasi penjualannya jauh dari sumber pencemar seperti pembuangan sampah terbuka dan jalan yang ramai dengan arus kecepatan tinggi sebanyak 28 orang (80%) dan seluruh pedagang memiliki tempat sampah.