PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
E. Pemilihan software perancangan prototipe sistem informasi geografis fasilitas kesehatan Kota Surakarta
IV- 74 23.Entitas : Jenis Layanan Laboratorium
Entitas jenis layanan laboratorium menunjukkan jenis-jenis layanan apa saja yang terdapat pada laboratorium-laboratorium di Kota Surakarta. Pada entitas jenis layanan laboratorium ini terdiri dari nomor identitas jenis layanan (id_jenis_layanan_lab), nama jenis layanan laboratorium (nama_pelayanan_lab). Entitas jenis layanan laboratorium berhubungan dengan entitas layanan laboratorium. Berikut ini atribut yang terdapat pada entitas jenis layanan laboratorium.
Tabel 4.56 Atribut jenis layanan laboratorium
Atribut
id_jenis_layanan_lab nama_pelayanan_lab 24. Entitas : Waktu
Entitas ini terdiri dari identitas dari suatu rentang waktu (id_waktu) dan deskripsi yang menunjukkan panjang rentang waktu tersebut (deskripsi_waktu). Seperti telah dijelaskan pada tahapan pengolahan spasial bahwa penelitian ini menggunakan model Sukoco (2010) yang membagi waktu dalam satu hari dalam beberapa rentang waktu. Rentang waktu ini yang akan mempengaruhi rute menuju fasilitas kesehatan yang terpilih. Keenam rentang waktu tersebut disimpan seluruhnya dalam entitas ini dan akan diberi identitas untuk membedakan satu sama lain. Sebagai contoh, kejadian pukul 06.00 07.59 mempunyai identitas 1. Atribut id_waktu ini yang akan berhubungan dengan entitas rute untuk mencari data rute yang diinginkan. Berikut ini atribut yang terdapat pada entitas waktu.
Tabel 4.57 Atribut waktu
Atribut
id_waktu deskripsi_waktu 25. Entitas : Lokasi Awal
Entitas lokasi awal ini menunjukkan data-data lokasi awal keberangkatan yang dapat dijadikan acuan oleh pengguna ketika ingin menuju fasilitas kesehatan tertentu sesuai yang diinginkan. Data-data lokasi awal pada entitas ini didapatkan dari hasil penelitian Sukoco (2010). Pada entitas ini berisi nomor identitas lokasi awal (id_lokasi), nomor identitas titik awal (id_tempat), dan nama tempat awal
commit to user
IV-75
keberangkatan (nama_tempat_awal). Entitas lokasi awal ini berhubungan dengan entitas rute ketika proses query dilakukan untuk mendapatkan data rute menuju fasilitas kesehatan. Berikut ini atribut yang terdapat pada entitas lokasi awal.
Tabel 4.58 Atribut lokasi awal
Atribut
id_lokasi id_tempat
nama_tempat_awal 26. Entitas : Lokasi Tujuan
Entitas lokasi tujuan ini menunjukkan data-data lokasi tujuan yaitu fasilitas- fasilitas kesehatan yang dapat dikunjungi oleh pengguna. Pada entitas ini terdiri dari nomor identitas lokasi tujuan (id_lokasi_tujuan), nomor identitas geografis (gid) fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, apotek, rumah bersalin, puskesmas, klinik dan balai pengobatan, dokter praktek, dan laboratorium, nomor identitas jenis fasilitas kesehatan (id_jenis_fasilitas), dan nama tempat tujuan (nama_tempat_tujuan). Entitas lokasi tujuan ini berhubungan dengan entitas jenis fasilitas kesehatan dan entitas-entitas fasilitas kesehatan (rumah sakit, apotek, rumah bersalin, puskesmas, klinik dan balai pengobatan, dokter praktek, dan laboratorium). Entitas ini juga berhubungan dengan entitas rute. Pengguna akan memasukkan lokasi tujuan yang diinginkan dan dilakukan proses query untuk mendapatkan rute yang dapat ditempuh. Berikut ini atribut yang terdapat pada entitas lokasi tujuan.
Tabel 4.59 Atribut lokasi tujuan
Atribut id_tujuan id_jenis_fasilitas gid nama_tempat_tujuan 27. Entitas : Rute
Entitas rute terdiri dari nomor identitas rute (id_rute), nomor identitas lokasi awal (id_lokasi), nomor identitas lokasi tujuan (id_tujuan), rute yang direkomendasikan (rute), total waktu tempuh (total_waktu), total jarak tempuh (total_jarak) dan gambar peta rute (gambar). Entitas rute memiliki hubungan
commit to user
IV-76
dengan tiga entitas yaitu entitas waktu, entitas lokasi awal, dan entitas lokasi tujuan. Hubungan antar entitas ini jika lakukan proses query akan menghasilkan data rute yang terpilih sesuai dengan kriteria dari pengguna. Berikut ini atribut yang terdapat pada entitas rute.
Tabel 4.60 Atribut rute
Atribut id_rute id_lokasi id_tujuan id_waktu rute gambar total_waktu total_jarak
Setelah entitas-entitas dalam sistem informasi geografis fasilitas kesehatan Kota Surakarta didefinisikan maka kemudian dibuat tabel untuk masing-masing entitas. Berikut ini daftar nama tabel untuk masing-masing entitas.
Tabel 4.61 Tabel entitas SIG fasilitas kesehatan Kota Surakarta
No Entitas Nama Tabel
1 Surakarta kota_ska
2 Jalan jalan
3 Rumah sakit rumah_sakit
4 Apotek apotik
5 Rumah bersalin rumah_bersalin
7 Klinik dan balai pengobatan klinik_bp
6 Puskesmas puskesmas
8 Dokter praktek dokter_praktek
9 Laboratorium laboratorium
10 Layanan rumah sakit pelayanan_rumah_sakit
11 Dokter rumah sakit dokter_rs
commit to user
IV-77
Tabel 4.61 Tabel entitas SIG fasilitas kesehatan Kota Surakarta (lanjutan)
No Entitas Nama Tabel
13 Dokter rumah bersalin dokter_rb
14 Layanan puskesmas pelayanan_puskesmas
15 Dokter puskesmas dokter_puskesmas
16 Dokter klinik dokter_klinik
17 Jadwal dokter klinik dan balai pengobatan jadwal_dokter_klinik_bp
18 Layanan laboratorium pelayanan_laboratorium
19 Jenis layanan laboratorium jenis_layanan_lab
20 Jenis praktek dokter jenis_praktek
21 Pengguna users
22 Kategori pengguna groups
23 Jenis fasilitas jenis_fasilitas
24 Lokasi awal lokasi_awal
25 Lokasi tujuan lokasi_tujuan
26 Waktu waktu
27 Rute rute
Tabel-tabel yang telah dibuat akan menjadi tempat penyimpanan data bagi SIG fasilitas kesehatan Kota Surakarta. Tabel-tabel tersebut dibuat menggunakan aplikasi Navicat 9.0.14 dengan basis data yaitu PostgreSQL dengan PostGIS. Penggunaan PostGIS pada database bertujuan agar data-data spasial yang berupa geometri dapat terakomodasi. Karena pada PostGIS sudah terdapat fungsi-fungsi untuk pengelolaan data-data spasial. Data-data spasial yang terdapat pada sistem ini antara lain data geometri poligon Kota Surakarta, data geometri linestring
jaringan jalan, dan data geometri point titik fasilitas kesehatan. Setelah itu tabel- tabel tersebut dibuat hubungan antar tabel. Gambar 4.25 menunjukkan hubungan antar tabel pada database sistem ini.
commit to user
IV -7 8 G a m b a r 4 .2 5 H u b u n g a n a n ta r ta b elcommit to user
IV-79
Berdasarkan gambar 4.25 dapat terlihat bahwa tabel pengguna (users) berhubungan dengan tabel kategori pengguna (groups) dimana nomor identitas kategori pengguna (id_groups) sebagai atribut kunci untuk menghubungkan kedua tabel. Tabel pengguna (users) memiliki hubungan dengan tabel-tabel fasilitas
kesehatan (rumah_sakit, apotik, rumah_bersalin, puskesmas, klinik_bp,
dokter_praktek, dan laboratorium) dengan atribut kunci nomor identitas pengguna (id_users) sebagai penghubung antar tabel. Selain itu tabel pengguna (users) juga memiliki hubungan dengan tabel jenis fasilitas (jenis_fasilitas) dengan atribut kunci nomor identitas jenis fasilitas (id_jenis_fasilitas) sebagai penghubung antar tabel. Hubungan antara tabel pengguna dengan tabel-tabel lain ini bermanfaat untuk pengelolaan data yang berkaitan dengan proses sistem antara lain pendaftaran atau registrasi pengguna, autentifikasi pengguna sistem, perubahan data profil pengguna, perubahan data spasial dan non spasial, dan pengelolaan pengguna.
Tabel rumah sakit (rumah_sakit) juga memiliki hubungan dengan tabel dokter rumah sakit (dokter_rs) dengan atribut kunci penghubung yaitu nomor identitas geografis rumah sakit (gid). Sedangkan tabel dokter rumah sakit (dokter_rs) memiliki hubungan dengan tabel pelayanan rumah sakit (pelayanan_rumah_sakit) dengan atribut kunci (id_pelayanan_rs). Hubungan tabel-tabel ini akan bermanfaat untuk proses sistem yang berkaitan dengan perubahan data spasial dan non spasial rumah sakit.
Tabel rumah bersalin (rumah_bersalin) juga memiliki hubungan seperti tabel rumah sakit yaitu tabel rumah bersalin (rumah_bersalin) berhubungan dengan tabel dokter rumah rumah bersalin (dokter_rb) dengan atribut kunci penghubung yaitu nomor identitas geografis rumah bersalin (gid). Sedangkan tabel dokter rumah bersalin (dokter_rb) memiliki hubungan dengan tabel pelayanan rumah bersalin (pelayanan_rumah_bersalin) dengan atribut kunci (id_pelayanan_rb). Hubungan tabel-tabel ini akan bermanfaat untuk proses sistem yang berkaitan dengan perubahan data spasial dan non spasial rumah bersalin.
Tabel puskesmas (puskesmas) juga memiliki tipe hubungan yang sama seperti seperti tabel rumah sakit dan tabel rumah bersalin yaitu tabel puskesmas (puskesmas) berhubungan dengan tabel dokter puskesmas (dokter_puskesmas)
commit to user
IV-80
dengan atribut kunci penghubung yaitu nomor identitas geografis puskesmas (gid). Sedangkan tabel dokter puskesmas (dokter_puskesmas) memiliki hubungan dengan tabel pelayanan puskesmas (pelayanan_puskesmas) dengan atribut kunci (id_pelayanan_puskesmas). Hubungan tabel-tabel ini akan bermanfaat untuk proses sistem yang berkaitan dengan perubahan data spasial dan non spasial puskesmas.
Tabel klinik dan balai pengobatan (klinik_bp) memiliki hubungan dengan tabel jadwal dokter klinik dan balai pengobatan (jadwal_dokter_klinik_bp) dengan atribut kunci nomor identitas geografis klinik (gid). Sedangkan tabel jadwal dokter klinik dan balai pengobatan (jadwal_dokter_klinik_bp) memiliki hubungan dengan tabel dokter klinik (dokter_klinik) pada atribut kunci nomor identitas dokter klinik (id_dokter_klinik). Hubungan antar tabel-tabel ini bermanfaat pada proses sistem berupa perubahan data spasial dan non spasial klinik dan balai pengobatan.
Tabel dokter praktek (dokter_praktek) memiliki hubungan dengan tabel jenis praktek dokter (jenis_praktek) dengan nomor identitas jenis praktek (id_jenis_praktek) sebagai atribut penghubung. Hubungan tabel ini bermanfaat pada proses sistem yang berkaitan dengan dengan perubahan data spasial dan non spasial dokter praktek.
Tabel lokasi tujuan (lokasi_tujuan) memiliki hubungan dengan tabel-tabel fasilitas kesehatan (apotik, rumah_sakit, rumah_bersalin, puskesmas, klinik_bp, dokter_praktek, dan laboratorium) yang dihubungkan dengan atribut nomor identitas geografis (gid). Selain itu tabel lokasi tujuan (lokasi_tujuan) memiliki hubungan dengan tabel jenis fasilitas (jenis_fasilitas) dengan atribut kunci nomor identitas jenis fasilitas (id_jenis_fasilitas) sebagai penghubung. Hubungan antar tabel ini bermanfaat pada proses sistem pencarian lokasi tujuan untuk pencarian rute menuju fasilitas kesehatan.
Tabel rute (rute) memiliki hubungan dengan tabel lokasi awal (lokasi_awal) dengan atribut kunci penghubung yaitu nomor identitas lokasi awal (id_lokasi). Tabel rute juga memiliki hubungan dengan tabel lokasi tujuan (lokasi_tujuan) dengan atribut kunci yaitu nomor identitas lokasi tujuan (id_tujuan) sebagai penghubung. Selain itu rute juga memiliki hubungan dengan tabel waktu yang
commit to user
IV-81
terhubung oleh atribut kunci nomor identitas waktu (id_waktu). Hubungan yang terjadi pada tabel rute ini sangat bermanfaat pada proses sistem yang berkaitan dengan pencarian rute menuju fasilitas kesehatan oleh pengguna. Pengguna sistem akan memasukkan lokasi awal keberangkatan, lokasi tujuan, dan waktu keberangkatan kemudian sistem akan memproses masukan tersebut untuk menghasilkan rute yang dapat ditempuh oleh pengguna. Selain itu hubungan tabel-tabel ini juga bermanfaat untuk pengelolaan data rute oleh administrator. 2. Tahap perancangan fisik basis data
Pada tahap perancangan fisik database, tabel-tabel tersebut akan diwujudkan secara fisik yaitu dengan merancang tabel tersebut di dalam database server PostgreSQL seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Pada tahap perancangan fisik basis data ini lebih spesifik karena pembuatan tabel juga mempertimbangkan tipe data.
1. Tabel rumah sakit
Tabel 4.62 Tabel rumah sakit (rumah_sakit)
Field Type Size Keterangan
gid (primary key) integer 16 Nomor identitas geografis rumah sakit
nama varchar 30 Nama rumah sakit
alamat varchar 100 Alamat rumah sakit
telepon varchar 15 Nomor telepon rumah sakit
fax varchar 15 Nomor fax rumah sakit
email varchar 30 Alamat email rumah sakit
website varchar 30 Alamat website rumah sakit
gambar varchar 30 Gambar dari rumah sakit
the_geom geometry Geometri point rumah sakit
id_users (foreign key) integer 16 Nomor identitas pengguna
Tabel rumah sakit ini berasal dari shapefile rumah sakit yang diolah dengan ArcGIS 9.3 pada tahap digitasi fasilitas kesehatan. Shapefile ini kemudian diimpor ke dalam database dengan menggunakan konverter shp2pgsql yang dimiliki oleh PostGIS. Tabel rumah sakit ini berfungsi menyimpan data-data spasial dan non spasial rumah sakit.
commit to user
IV-82