Safety, health, Environment Management System
tiNJAUAN PENGELOLAAN OPErAsiONAL operational review
tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta peraturan perundang-undangan lainnya terkait K3 di Perusahaan, maka sejak tahun 2006 Bio Farma menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada seluruh area kerja Sesuai standar OHSAS 18001: 2007. Bagi perusahaan, penerapan dan sertifikasi OHSAS 18001: 2007 ini memiliki tujuan sebagai berikut:
a. Menurunkan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja sampai tingkat zero accident sekaligus mencegah dampak kerugian yang bisa ditimbulkan oleh kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja tersebut.
b. Meningkatkan produktifitas kerja.
c. Meningkatkan daya saing perusahaan di tingkat nasional, regional dan global.
Dalam aplikasinya, Bio Farma melakukan pendekatan yang terintegrasi (integrated management system) antara SMK3 dengan sistem manajemen lainnya, misalnya sistem manajemen mutu dan sistem manajemen lingkungan.
Pelaksanaan SMK3 a. Komitmen dan Kebijakan
Direksi mempunyai komitmen yang tinggi terhadap SMK3 di Bio Farma. Komitmen ini dinyatakan pada 9 kebijakan Bio Farma yang tercantum dalam MBF - 01 dan ditandatangani oleh Direktur Utama. Pada kebijakan itu diantaranya dinyatakan bahwa Bio Farma: (1) Melakukan pencegahan terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. (2) Mengendalikan pencemaran lingkungan.
(3) Senantiasa melakukan perbaikan berkesinambungan terhadap Sistem Manajemen Mutu, K3 dan Lingkungan.
(4) Patuh terhadap peraturan perundangan dan persyaratan lain yang terkait dengan SMK3 atau sistem manajemen lainnya.
b. Organisasi pelaksana K3
Untuk memastikan bahwa SMK3 dapat berjalan dengan baik, maka dibentuk organisasi yang meliputi:
- Tim P2K3: Unit fungsional yang merupakan wadah komunikasi, konsultasi dan koordinasi antara perusahaan dan karyawan tentang berbagai masalah dalam implementasi SMK3 di perusahaan dan bagaimana solusi terbaiknya.
- Tim Tanggap Darurat: Unit fungsional yang bertanggung jawab untuk melakukan simulasi, antisipasi dan respon cepat terhadap berbagai
Occupational Safety and Minister of Manpower Regulation No. Per – 05/MEN/1996 regarding: Safety, Health, Environment Management System (SHEMS) and other related regulations regarding Safety, Health, Environment here in after called
“SHE” implementation at the Company, that since 2006, Bio Farma implements Safety, Health, Environment Management System in all working units (referring to OHSAS 18001:2007 standard). To the corporate, the OHSAS 18001:2007 holds the objectives as follows:
a. Decreasing working accident and disease to zero accident as well as preventing loss impact which may occur by working accident or disease.
b. Improving work productivity
c. Improving corporate competitive advantages in national, regional and global level.
On its application, Bio Farma conducts integrated approach (integrated management system) between SHEMS with other management system, such as environment quality and management systems.
ShEMS Implementation a. Commitment and Policy
The Board of Directors holds highest commitment of SHEMS at Bio Farma. The Commitment is stated on 9 Bio Farma policies stated on MBF – 01 and signed by the President Director. On the policies are stated that Bio Farma: (1) performing protection of working accident and disease protection, (2) controlling environmental degradation, (3) always conducting sustainability to Quality Management, SHE and Environment System, (4) Complying to applicable regulations and other requirements related with SHEMS or other management systems.
b. SHE Executor Organization
To ensure that the SHEMS can be appropriately implemented, the organization is established including:
- P2K3 team : functional Unit that is communication, consultancy and coordination place between Company and employees regarding SHEMS implementation issues at the Company and its best solution.
- Emergency Response Ream: Functional Unit that holds responsibility to conduct fast simulation, anticipation and response on several emergency
tiNJAUAN PENGELOLAAN OPErAsiONAL operational review
- Tim integrasi Sistem ISO 9001, ISO 14001 dan OHSAS 18001: Unit fungsional yang bertugas memastikan dan memantau (internal audit) agar sistem terintegrasi tersebut dapat terlaksana dengan baik.
- Bagian Environment & Safety: Unit operasional yang melaksanakan kegiatan dan monitoring keselamatan kerja serta lingkungan kerja (limbah:
padat, cair, B3 dan emisi gas).
- Poliklinik perusahaan: Unit operasional yang melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan umum, pelayanan kesehatan kerja dan monitoring kesehatan kerja.
c. Prinsip pokok implementasi SMK3
Implementasi SMK3 sesuai standar OHSAS 18001:2007 pada prinsipnya adalah melaksanakan seluruh klausul yang dipersyaratkan oleh OHSAS 18001:2007, salah satu hal penting adalah identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian bahaya/risiko sbb:
- Identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko K3 dilaksanakan oleh masing-masing bagian sesuai dengan Pedoman SM-S20 mengenai Manajemen Risiko Korporat, prosedur baku 100K-SIS-IAP dan prosedur baku 100K-SIS-JSA.
Seluruh Bagian mengidentifikasi bahaya K3
- ISO 9001, ISO 14001 and OHSAS 1001 System Integration Team: Functional Unit which is obligated to ensure and supervise (internal audit) that the integrated system is properly implemented.
- Environment & Safety Department: Operational Unit that conducts working and work environment safety monitoring and activity (waste: solid, liquid, B3 and gas emission).
- Company’s Policlinic: Operational Unit that preforms public medical treatment, work medical service and work health monitoring.
c. SHEMS Implementation Principles
SHEMS implementation is referred to OHSAS 18001:2007 basically to conduct all required provisions by OHSAS 18001:2007, one of the important things is hazard identification, risk assessment and risk/hazard mitigation, as follows:
- Hazard identification, SHE risk assessment and mitigation are conducted by each units referring to SM – S20 Guidance: corporate risk management, 100K – SISI –IAP official procedure and 100K – SIS – JSA official procedure. All part which identifies existing SHE hazard (factors: physical, chemistry,
tiNJAUAN PENGELOLAAN OPErAsiONAL operational review
bahaya tersebut dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja/penyakit akibat kerja. Selanjutnya dilakukan penilaian risiko terjadinya kecelakaan/
penyakit dari bahaya yang ada tersebut. Bila didapatkan risiko yang tinggi, maka diperlukan langkah-langkah pengendalian sesuai prinsip hirarki kontrol sbb: (a) Eliminasi: menghilangkan sumber bahaya (b) Substitusi: mengganti bahan/
alat/proses berbahaya dengan yang lebih aman (c) Engineering control: rekayasa teknik dengan mengubah peralatan/menambah alat lain (pelindung, peredam) sehingga kondisi/peralatan menjadi lebih aman. (d) Administratif control:
adanya pedoman, prosedur baku, rambu-rambu K3, pembatasan akses, pengaturan waktu memasuki area tertentu, ijin kerja, supervisi dan pelatihan.
(e) Alat Pelindung Diri (APD): penggunaan APD berupa sepatu safety, ear plug, ear muff, helm, sarung tangan, masker, safety belt/harness dll, sesuai paparan bahaya yang ada.
Evaluasi dan Monitoring a. Safety Patrol:
Inspeksi rutin sebulan sekali khusus untuk K3 yang dilaksanakan oleh Tim P2K3 untuk memastikan bahwa kondisi tempat kerja (peralatan, bahan, prosedur kerja) dalam kondisi aman serta karyawan bekerja sesuai standar dan pedoman teknis yang berlaku.
b. Internal dan Eksternal Audit QSHE:
Internal audit dilakukan untuk memonitor dan mengevaluasi efektifitas pelaksanaan sistem manajemen terintegrasi yaitu K3, mutu dan lingkungan yang telah ditetapkan. Apabila ada kekurangan dalam implementasi akan direkomendasikan tindakan perbaikan. Internal audit dilakukan secara berkala dan setiap bagian paling sedikit diaudit dua kali dalam setahun. Eksternal audit dilakukan oleh pihak luar yaitu LRQA (Lloyds Register Quality Assurance), salah satunya terhadap SMK3 sesuai standar OHSAS 18001:2007. Pelaksanaan eksternal audit (2011-2012) adalah:
- Surveillance ke-3: 17-18 Pebruari 2011.
- Surveillance ke-4: 21-22 Juli 2011.
- Surveillance ke-5: 09-10 Januari 2012.
c. QSHE Meeting:
QSHE meeting adalah pertemuan tinjauan manajemen
understand the process of hazard occurrence that may cause working accident/disease caused by working. Hereinafter, the risk assessment is conducted to the existing accident/disease. If there is any high risk found, then the mitigation steps referring to control hierarchical principle is needed, as follows: 91) Elimination: eliminating hazard resource (b) substitution: replacing hazardous material/tool/process by the more secure one (c) Engineering control: technical engineering by changing equipment/adding other equipment (protector, reducer) that the condition/equipment is more secure. (d) Administrative control: occurrence of guidance, official procedure, SHE guidance, access limitation, time management to enter particular area, working permission, supervision and training. (e) Self-protection Equipment: APD utilization in form of safety shoes, ear plug, era muff, helm, glove, mask, safety belt/harness, etc regarding existing hazard description.
Evaluation and Monitoring a. Safety Patrol :
P2K3 team implemented Special periodic monthly inspection for SHE which aims to ensure that the condition of the working place (equipment, material, working procedure) is in a secure condition and that the employees can work safely regarding the applicable technical standard and guidance.
b. Internal and External QSHE Audit :
Internal Audit is conducted to monitor and evaluate the effectiveness on integrated management system implementation, such as SHE, quality and environment that has been implemented. If there is any issue on the implementation stage will be recommended improvement action. The Internal audit is conducted periodically and all part is at least audited twice a year.
The external audit is conducted by third party such as LRQA (Lloyds Register Quality Assurance), such as to the SHEMS referring to OHSAS 18001:2007 standard.
The external audit implementation (2011 – 2012) is as follows:
- 3rd Surveillance: 17 – 18 February 2011.
- 4th Surveillance: 21 – 22 July 2011.
- 5th Surveillance: 9 – 10 January 2010.
c. QSHE Meeting :
QSHE meeting is a periodic operational management
tiNJAUAN PENGELOLAAN OPErAsiONAL operational review
Kepala Divisi untuk membahas implementasi sistem operasional mencakup sistem K3, sistem mutu dan sistem lingkungan yang dilakukan satu bulan sekali.
Pembahasan QSHE meeting diantaranya adalah:
- Hasil internal audit dan safety patrol.
- Hasil eksternal audit OHSAS 18001:2007 (LRQA).
- Hasil partisipasi, komunikasi dan konsultasi dengan karyawan, pekerja kontraktor dan pihak luar yang terkait dengan perusahaan.
- Laporan dari Tim P2K3 tentang kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK) bulanan serta hasil pengukuran lingkungan kerja.
- Tindakan perbaikan dan pencegahan yang sudah diambil oleh bagian terkait adanya penyimpangan/
kecelakaan kerja/PAK.
- Evaluasi kepatuhan terhadap perundangan dan persyaratan lain terkait lingkungan dan K3 serta mengikuti perkembangan perubahan peraturan perundangan dan persyaratan lain.
- Pengajuan perubahan yang berimplikasi pada QSHE sistem.
- Hasil pembahasan dari QSHE meeting ini diangkat pada tinjauan manajemen puncak yang dihadiri oleh Direktur utama, Direksi dan Kepala Divisi untuk membahas masalah-masalah strategis, terutama output/rekomendasi dari rapat QSHE meeting.
Tinjauan manajemen puncak ini dilaksanakan minimal 3 bulan sekali.
Implementasi program K3 2011.
Program-program K3 tahun 2011 adalah:
a. Mempertahankan pencapaian zero accident (Kecelakaan kerja dan PAK).
b. Melaksanakan safety committee meeting secara teratur sebulan sekali.
c. Melaksanakan safety patrol secara teratur sebulan sekali.
d. Melaksanakan monitoring dan pembinaan catering secara teratur sebulan sekali.
e. Melaksanakan pembinaan aspek K3 (induction training safety) kepada tamu perusahaan.
f. Melaksanakan pembinaan aspek K3 (induction training safety dan pengawasan) kepada kontraktor proyek.
g. Melaksanakan pelatihan-pelatihan K3 terhadap Tim Tanggap Darurat perusahaan.
h. Melaksanakan internal audit dan eksternal audit K3.
operational System implementation including SHE, quality and environment system that is coduncted once a month. The QSHE Meeting discussion is as follows:
- Internal Audit and Safety Patrol Result.
- OHSAS 18001:2007 (LRQA) external audit result - Result of Participation, communication,
consultancy with employees, contractor workers and other party related to the Company.
- Report from P2K3 team regarding monthly Occupational accident and Disease because of work and working environment measurement result.
- Improvement and prevention activity that had been taken by other related units regarding working violation/working accident.
- Compliance evaluation to applicable regulations and requirements regarding environment and SHE as well as responding to other regulations and requirements changing development.
- Transformation proposal which will imply to QSHE system.
- Result of QSHE meeting will be discussed on top management review and attended by President Director, Board of Directors, and Head of Division to discuss strategic issues, including QSHE meeting output/recommendation. The top management review is conducted quarterly.
ShE Program Implementation 2011 SHE programs in 2011 is as follows:
a. Preserving zero accident accomplishment (working accident and PAK).
b. Conducting safety committee meeting regularly once in a month.
c. Performing a periodic safety control in once a month.
d. Conducting catering monitoring and development regularly once a month.
e. Conducting SHE aspect development (induction training safety to the Company’s guest).
f. Conducting SHE aspect development (induction training safety and supervision) to the project contractor.
g. Implementing SHE trainings to Company’s Emergency Situation Response Team
h. Conducting SHE internal and external audit.
tiNJAUAN PENGELOLAAN OPErAsiONAL operational review
dokumen 100K-SIS-IAP dan 100K-SIS JSA.
j. Memastikan bahwa peraturan perundangan terkait K3 selalu up to date dan diimplementasikan.
k. Melaksanakan pemeriksaan kesehatan awal bagi calon karyawan.
l. Melaksanakan pemeriksaan kesehatan berkala bagi seluruh karyawan.
m. Melaksanakan pemeriksaan kesehatan khusus (audiometri, spirometri, visum) pada karyawan yang berisiko.
n. Melaksanakan pelayanan kesehatan umum: Rawat jalan TK I, II, III dan rawat inap bagi karyawan dan keluarga.
o. Melaksanakan pelaporan implementasi program K3 Triwulanan kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung.
p. Melaksanakan Vaksinasi Influenza kepada seluruh karyawan untuk menurunkan trend penyakit ISPA dan untuk meningkatkan produktifitas kerja.
SIS – IAP and 100K – SIS – JSA.
j. Ensuring that the applicable regulations related SHE will always be up to date and implemented.
k. Conducting a initial health check-up for prospective employees.
l. Conducting periodic health check-up for the employees.
m. Conducting special health check-up (audiometry, spirometer, visus) on the risked employees.
n. Conducting general health treatment: Medical Treatment level 1, II and II and hospitalized treatment for employees and their families.
o. Reporting quarterly SHE program implementation to the Manpower Agency of Bandung Regent.
p. Administering Influenza Vaccination to all employees to decrease Acute of Upper Respiratory infection trend and enhance working productivity.